
Hanya dalam beberapa bulan, perubahan besar-besaran terjadi di Dataran Mitian. Begitu perang berakhir, Childe kembali ke Wyvernia dan menduduki kursi tahta. Kepulangannya dari medan perang dan merebut kembali Wyvernia mendapat banyak perhatian dan sambutan dari berbagai pihak. Tidak ada lagi faksi kaisar ataupun bangsawan, yang ada hanya pendukung Childe yang datang sebagai pahlawan kekaisaran dari penjajahan Istana Linghun.
Tidak hanya Wyvernia yang berubah, Kekaisaran Yi juga berubah sejak Huang Jingtian naik takhta. Kedua negara kini rukun sejak bekerja sama dalam perang.
Perang itu benar-benar menyatukan berbagai kubu. Bahkan lima istana yang sebelumnya dipenuhi konflik, kini menjadi damai dan tenang, kembali ke pekerjaan lama.
Baru beberapa hari Gu Yuena bangun dari koma, dia sudah mendengar bahwa Yun Qiao melamar Su Churan dan merendahkan diri pada Bai Youzhe untuk membiarkan Su Churan pergi bersamanya ke Istana Yuansu.
Apa Bai Youzhe akan membiarkannya? Tentu saja tidak semudah itu!
Meski Bai Youzhe pernah ingin akrab dengan Yun Qiao, itu hanya karena Gu Yuena. Mengenai Su Churan, dia tidak akan dengan mudah bersikap lunak karena Su Churan sudah ia anggap seperti adiknya. Dia bahkan mendapat gelar Putri Istana Tianshuang.
Dia adalah kakak yang protektif, lho.
Ingin merebut Su Churan yang merupakan Tetua Istana Tianshuang? Apa Yun Qiao bermimpi?
Gu Yuena hanya menonton di sudut bersama Vale, Zhou Ying, Chu Xin, dan Huang Jiu. Menonton drama klasik yang penuh komedi itu sangat menghibur.
Yun Qiao sama sekali tidak patah semangat. Belajar dari Gu Yuena secara langsung, dia pun mendekati Su Churan sedikit agresif. Yun Qiao tidak terbiasa dengan cara agresif, jadi tindakannya kadang membuat Su Churan tertawa terbahak-bahak.
Hal itulah yang menjadi tujuan utamanya. Sejak perang, Su Churan seperti kehilangan semangat dan tujuan. Meski dia ceria seperti biasa, Gu Yuena tahu Su Churan sering galau. Jadi dia membiarkan Yun Qiao menghiburnya, sekaligus membantu Yun Qiao dalam hubungannya denban Su Churan.
Alhasil, Su Churan nyaman bersamanya dan tidak lagi canggung. Terlepas dari semua beban di pundaknya, dia bisa menjadi lebih terbuka dan menerima Yun Qiao.
Perasaan seperti itu ... sangat luar biasa. Gu Yuena puas dengan kakak seperguruannya yang berhasil mempraktikkan semua ajaran sesatnya.
Hanya Bai Youzhe yang tidak senang.
Ah, Gu Yuena khawatir kalau dia tidak akan bisa memiliki menantu lelaki.
Hanya dalam beberapa bulan, Yun Qiao menikah dengan Su Churan. Posisi Tetua Su Churan dilepas, tapi dia masih Putri Istana Tianshuang. Inilah tujuan Bai Youzhe memberinya gelar putri.
Bagaimanapun, Su Churan tidak ingin melepaskan Istana Tianshuang begitu saja, tempat di mana keluarganya mengabdi dan tempat di mana ia berteduh di saat badai. Istana Tianshuang adalah rumahnya.
Hingga tahun demi tahun dilalui, setelah Jin Xiao memenuhi tugasnya menyembuhkan pengelihatan Gu Yuena, Bai Youzhe dan Gu Yuena memutuskan tinggal di Dunia Bawah yang sudah pulih dari efek perang besar. Gu Yuena kembali menjabat sebagai Ratu Phoenix dan mengelola wilayahnya sendiri.
Harinya dipenuhi dengan kesibukan seorang ratu.
Xiao Hei dan Xiao Bai setia menemani Gu Yuena di ruang belajar. Kadang bicara sambil makan ikan kering sampai tidur, lalu bangun dan makan sambil bicara lagi.
Itu tidak pernah berhenti.
Gu Yuena hanya fokus pada perkamen, membiarkan dua kucing itu membicarakan jenis-jenis ikan enak seperti membicarakan politik.
Mendengar dua kucing itu membicarakan ikan enak, Gu Yuena jadi terpikirkan sesuatu.
"Kalian bilang ikan laut selatan enak?" tanya Gu Yuena.
Dua kucing itu saling pandang, lalu mengangguk cepat dan melompat ke atas meja dengan semangat untuk bercerita.
"Lautan selatan memiliki kedalaman yang sangat dalam dan memiliki banyak ikan langka di dalamnya. Meski tempat itu biasanya berbahaya, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa ikan-ikan di sana sangat gurih dan manis. Aku pernah mencobanya sekali saat sedang mengawal Ratu Phoenix terdahulu. Kamu hanya perlu memanggangnya dan memberi sedikit bumbu. Tanpa perlu keterampilan memasak, seseorang dapat memiliki ikan panggang yang enak asalkan tidak gosong." Xiao Hei bicara dengan semangat sambil mengangkat dua kaki depannya.
Gu Yuena mengangguk paham. Ia meletakkan kuas bulu dan menutup perkamen. "Ayo kita berangkat ke laut selatan."
"Eh? Sendiri?"
"Bagaimana dengan Huang Jiu di luar?"
Gu Yuena berdecak. "Aku adalah phoenix dan ahli berburu. Apa berburu ikan saja harus ditemani? Kalian berdua, ikuti aku untuk mencari yang enak."
Dua kucing itu sangat bersemangat dan langsung melompat ke arah Gu Yuena. Gu Yuena menangkap mereka, lalu mengepakkan sayapnya dan pergi dari jendela.
Tidak ada yang tahu bahwa sosok merah yang nakal itu menyelinap keluar bersama dua ekor kucing.
Setibanya di Laut Selatan, Gu Yuena tidak perlu susah payah menaiki kapal atau melepaskan jaring. Dia langsung menggunakan sihirnya untuk memancing, lalu menangkap banyak sekaligus.
Xiao Hei dan Xiao Bai melongo tak percaya.
"Cari yang bisa dimakan." Gu Yuena pikir tidak ssmua ikan bisa dimakan. Jadi dia membiarkan dua kucing itu mengidentifikasi.
Xiao Hei dan Xiao Bai sudang ngiler sampai air liur mereka membanjiri tanah. Dengan cepat mereka menyelam di antara tumpukan ikan seperti menyelam ke dalam air manis, lalu mencari yang enak dimakan.
Pada dasarnya, semua ikan ini bisa dimakan dan sangat enak. Namun, mereka harus mencari yang terbaik untuk nona mereka.
"Nona, ini bisa dimakan mentah!" Xiao Hei berteriak dari tumpukan ikan. Dia segera menyerahkannya pada Gu Yuena, membuat ikan itu melayang di udara dan tiba di tangan Gu Yuena.
Xiao Bai berkata, "Kau hanya perlu mencuci dan mengirisnya, lalu memberi sedikit bumbu. Rasanya akan sangat enak."
Gu Yuena menarik sebelah alisnya. Ini adalah salmon. Dia sudah biasa makan ini. Kenapa kucing-kucing itu seperti sedang melihat harta karun?
Xiao Hei menghela napas dan berkata, "Nona, ini adalah salmon laut selatan. Rasanya lebih baik dari salmon biasa dan lebih kaya nutrisi."
Gu Yuena mengangguk paham, lalu mengeluarkan pisau yang biasa ia gunakan untuk bertarung dan mulai mengolahnya sendiri di pinggir pantai.
Siapa yang akan menyangka pisau berdarah yang terkenal dan berharga itu tidak ada bedanya dengan pisau dapur di tangan Gu Yuena?
Tapi ketika selesai mengolahnya menjadi sushi, wajah Gu Yuena menjadi jelek. Ia mencium baunya, lalu wajahnya semakin mengerut dan meletakkannya begitu saja ke piring.
Xiao Hei dan Xiao Bai nyaris menjatuhkan rahang. Nona, itu makanan mahal, lho!
"Nona ...."
Gu Yuena berkata, "Selera makanku tiba-tiba berubah."
Gu Yuena jarang pilih-pilih makanan. Dua kucing itu agak bingung dan tidak lagi mempedulikannya ketika sushi di piring lebih menggiurkan.
Gu Yuena tidak bergerak dari tempatnya dan melihat ke arah langit. Entah mengapa, dia merasa ada sesuatu yang aneh.
Tanpa sadar Gu Yuena menyentuh perutnya. Ia diam untuk beberapa saat, tampak berpikir. Namun, kerutan muncul di keningnya ketika menyadari sesuatu.
Dia adalah phoenix dan sangat peka terhadap apa pun di sekitarnya, termasuk dirinya sendiri. Ketika ia menyentuh perutnya, dia merasa ada sesuatu yang familiar.
Hati Gu Yuena menjadi rumit.
Dia tiba-tiba berdiri, membuat dua kucing itu terheran-heran. Gu Yuena pun berkata, "Kalian makanlah dengan nyaman. Aku akan kembali ke istana lebih awal."
Dua kucing itu tidak terlalu peduli ketika Gu Yuena menghilang begitu saja. Mereka hany sibuk makan dan makan untuk memuaskan perut mereka yang tidak ada penuhnya.
Tiba di istana, Gu Yuena langsung pergi ke ruang belajar Bai Youzhe yang berada tepat di sebelah ruang belajarnya. Dia melihat Bai Youzhe yang tengah sibuk dengan beberapa berkas yang baru saja dikirimkan.
Menyadari kedatangan Gu Yuena, Bai Youzhe langsung melihatnya dengan senyuman lembut. "Nana?"
Sayangnya, wajah Gu Yuena bermasalah. Dia tampak sangat tegang ketika mendatangi Bai Youzhe. Dia langsung berkata, "Sepertinya aku hamil."
".... Apa?"
"Aku tidak begitu yakin. Tapi ... rasanya familiar(?)" Gu Yuena pernah hamil sebelumnya, jadi dia sangat akrab dengan perasaan ini.
Sudah berapa tahun pernikahan mereka? Ini sudah lebih dari 10 tahun di Dunia Bawah! Rasanya Gu Yuena agak tidak percaya.
Perkamen di tangan Bai Youzhe jatuh begitu saja ke atas meja. Dia begitu shock sampai tidak dapat mengatakan apa pun.
Bai Youzhe beranjak dari kursi, menghampiri Gu Yuena dengan pandangan serius. "Akan lebih baik jika memeriksanya."
Pada akhirnya, Bai Youzhe memanggil dokter istana untuk datang dan memeriksa kondisi tubuh Gu Yuena. Dia tampak gelisah ketika menunggu di sudut, sambil melihat Gu Yuena yang diperiksa oleh dokter.
Setelah selesai, dokter tua itu menunjukkan senyum cerah dan melihat ke arah Bai Youzhe. Wajahnya tampak cemerlang.
"Yang Mulia, selamat. Istana Penguasa sudah lama tidak memiliki kehidupan baru."
Hanya dengan dua kalimat itu, semua orang di dalam ruangan langsung tahu artinya. Chu Xin dan Huang Jiu yang awalnya gelisah langsung berteriak tanpa sadar dan melompat-lompat bahagia, sedangkan Bao Jun di sisi lain hampir meneteskan air mata di sampinh Hei Changge yang datar.
Xiao Hei dan Xiao Bai yang baru saja datang sambil membawa beberapa ikan di mulut terdiam ketika melihat suasana aneh ini. Mereka tidak tahu apa yang terjadi, dan masuk begitu saja sebelum akhirnya pergi makan ikan.
"Yang Mulia, selamat ...."
"Istana Phoenix akan memiliki phoenix kecil. Aku sangat menantikannya!" Huang Jiu jarang-jarang menunjukkan semangatnya.
Chu Xin menatapnya tidak setuju. "Tidak, itu harus naga!"
"Ratu adalah phoenix."
"Tapi Raja adalah naga ...."
"...."
Dibandingkan mereka, Bai Youzhe dan Gu Yuena jauh lebih tenang. Mereka segera digiring oleh dokter untuk keluar dan melanjutkan perdebatan antara naga dan phoenix. Bao Jun dan Hei Changge pun mengikuti, membiarkan pasangan naga dan phoenix itu tinggal di dalam.
"Naga atau phoenix?" Gu Yuena malah bertanya-tanya ketika melihat kepergian mereka.
Bai Youzhe tersenyum, menghampiri Gu Yuena dan memeluknya dengan lembut. "Naga maupun phoenix atau bahkan keduanya, itu bukan masalah."
Gu Yuena meliriknya. "Apa kamu senang?"
"Senang? Aku bahkan ingin melompat." Tapi Bai Youzhe tidak bisa melakukannya, karena dia masih memiliki rasa malu dan gengsi sebagai pria dewasa.
Daripada melompat dan berteriak seperti wanita-wanita jomblo itu, lebih baik mengungkapkan kebahagiaannya pada Gu Yuena dan bermanja padanya.
Yah, ini memang kegiatannya sehari-hari setelah bekerja, sih.
Sebenarnya tidak ada yang berbeda. Bai Youzhe memang selalu memperlakukannya dengan baik dan memberi segala yang Gu Yuena minta. Dia tidak pernah membuat Gu Yuena marah.
Namun, sejak Gu Yuena diketahui sedang mengandung, semua orang di istana semakin protektif, termasuk Bai Youzhe.
Dia tidak pernah dibiarkan melakukan segala hal sendiri. Harus diwakilkan atau dibantu. Hal itu membuat Gu Yuena agak kesal dan beberapa kali menjelaskan bahwa dia tidak perlu dibantu seekstrim itu sampai dia hanya bisa berdiam diri di kamar seperti orang kurang kerjaan.
Gu Yuena yang biasanya sibuk di ruang belajar atau berkeliaran aktif di sekitar Dunia Bawah, kini hidup nyaman seperti pengangguran dadakan. Semua orang menyediakan semua keperluannya.
"Bukankah kalian terlalu baik padaku?" Gu Yuena menghela napas. Dia bukannya tidak menyukai pelayanan penuh ini, tapi dia tidak terbiasa tidak memutar otak dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, dia tidak bisa mengeluh, karena tidak ada uang bisa dikeluhkan.
Bukankah hal ini terlalu baik? Saking baiknya sampai membuatnya tertekan.