
Tujuh warna melintas di langit seperti bintang jatuh di atas sebuah istana. Tepat di atas bukit, Su Churan dan yang lainnya menggiring Gu Yuena ke tepi untuk melihat istana dari atas. Bai Youzhe ditinggalkan.
"Xiao Yuena, lihatlah!" Su Churan menunjuk ke arah istana dengan penuh semangat.
Gu Yuena melihat ke arah yang ditunjuk, tapi tatapannya menjadi bingung. Ia tidak dapat melihat dari kejauhan sehingga yang terlihat olehnya hanya bangunan megah di ujung yang tidak jelas terlihat. Tidak ada yang spesial.
Su Churan dan yang lainnya jelas tidak tahu Gu Yuena mengalami masalah pengelihatan. Jadi mereka merasa bingung ketika melihat Gu Yuena yang terlihat tidak tahu apa yang sedang ditunjukkan.
"Apa tidak bisa katakan saja secara langsung?" Gu Yuena tidak ingin memberitahu masalahnya. Ia memberi kesan pada mereka, bahwa sebenarnya ia tidak mengerti apa yang ingin ditunjukkan.
Su Churan tersenyum kecut, sedangkan Shen Jialin langsung memukul kepalanya sendiri menghadapi Gu Yuena yang tidak peka. Sebelum mereka sempat berkata lebih jauh, Bai Youzhe sudah menengahi mereka dan berdiri di depan Gu Yuena.
"Abaikan mereka." Bai Youzhe meraih lengan Gu Yuena, lalu menjauhkannya dari Su Churan dan yang lain.
Mereka jelas tidak bisa protes. Gu Yuena terlihat diam sepanjang jalan tanpa tahu apa saja yang ada di pikirannya. Ia mungkin terganggu dan merasa seperti orang bodoh.
"Jangan terlalu dipikirkan. Justru semakin bagus karena kamu tidak tahu." Bai Youzhe menyengir. Bocah-bocah itu sangat tidak sabaran sampai mengabaikan peringatannya. Andai mereka bukan orang yang Gu Yuena sayangi.
Gu Yuena menatapnya bingung. "Memangnya ada apa?"
Bai Youzhe berbisik di telinganya, "Kejutan."
Keduanya tiba di depan gerbang istana. Ketika gerbang dibuka, banyak orang menyambut di depan dengan penuh antusias serta hiasan merah yang indah.
Melihat kehadiran Bai Youzhe, secara spontan mereka memberi salam dan membungkuk hormat. Tak lupa juga memberi salam pada Gu Yuena.
Gu Yuena agak terkejut. Bukan karena tindakan spontan mereka, tapi karena isi dari ucapan salam mereka serta panggilan dari semua orang.
"Memberi salam pada Ratu masa depan."
"...." Gu Yuena benar-benar terdiam. Dia menoleh ke arah Bai Youzhe dengan tatapan terkejut.
"Apa kau masih ingat? Ketika di Dunia Bawah, aku berkata akan menjemputmu dari Istana Linghun dan langsung menikahimu." Bai Youzhe meraih tangan Gu Yuena, lalu mengecup punggung tangannya. "Aku sudah menunggu hari ini."
Gu Yuena terlalu terkejut sampai rasanya jantungnya akan meledak. Sekarang ia paham apa yang ingin ditunjukkan Su Churan. Dari atas bukit, Istana Tianshuang menjadi lebih berwarna dan dipenuhi aksesoris pernikahan. Berbeda dari sebelumnya yang hitam-putih.
Sebenarnya, sejak kapan Bai Youzhe mempersiapkan semua ini? Apa sejak keluar dari Dunia Bawah?
Gu Yuena meminta Bai Youzhe menikahinya setelah kembali dari Istana Linghun. Itu dimaksudkan agar Gu Yuena tidak kehilangan latar belakang setelah memutuskan hubungan. Tapi ia tidak menyangka Bai Youzhe benar-benar berniat menikahinya sekarang.
Hari ini!
Ayolah, ia baru saja kembali dari pertarungan ....
Zhao Ying muncul dari kerumunan orang-orang yang bersuka-cita untuk menjemput Gu Yuena. Wajahnya berseri-seri, tampak sangat bahagia seperti anak kecil yang diberi hadiah.
"Yang Mulia, Tetua Su memintaku menjemput Nona Gu untuk mempersiapkan pernikahan. Nona Gu, aku akan mengantarmu." Zhou Ying memandang Gu Yuena seperti melihat harta. Ia langsung mengambil tangan Gu Yuena, lalu 'menculiknya' dari Bai Youzhe.
Gu Yuena bahkan belum sempat mengatakan satu kata pun. Menurut Su Churan, lebih baik menculiknya langsung daripada menunggu lebih lama. Jangan sampai Gu Yuena yang tak peka itu berubah pikiran.
Gu Yuena menoleh ke belakang, melihat Bai Youzhe yang sudah dikerubungi untuk disiapkan. Ia sedikit tersenyum, merasa semua ini sangat konyol. Tapi ... ia menyukainya.
Chu Xin menyambut dengan antusias. Ia biasanya tidak pernah seantusias ini. Beberapa hari lalu, ia sibuk mempersiapkan semua dekorasi dan berbelanja dengan Zhou bersaudara.
Ketika pertama kali mendengar perintah dari Bai Youzhe untuk mempersiapkan pernikahan, ia sempat terkejut sampai mengira bahwa ini semua adalah mimpi. Sampai akhirnya Bao Jun dan Hei Changge mendapat tugas yang sama, barulah ia percaya dan mempersiapkannya segera.
Membuat pesta pernikahan termegah dan mewah yang pernah ada, itulah rencana mereka. Istana Tianshuang jarang mengadakan pesta besar, jadi buruh waktu cukup lama untuk mempersiapkannya secara perlahan agar sempurna.
Bahkan sampai detik ini, Chu Xin masih mendata apa saja yang sudah disiapkan dan belum. Ketika melihat kehadiran Gu Yuena yang dibawa Zhao Ying, ia menjadi lebih antusias dan bekerja keras seperti orang gila.
Pokoknya, Istana Tianshuang harus berwarna dan mewah!
Gu Yuena diarahkan oleh Zhao Ying ke kamar sementara. Su Churan sudah menunggu sejak terburu-buru masuk ke istana untuk mengumumkan kedatangan Bai Youzhe dan Gu Yuena. Ia menebar kupu-kupu di mana-mana untuk memantau keadaan dan memberi pesan.
Pastikan musuh tidak mengambil kesempatan, pastikan pesta berjalan lancar tanpa kendala, serta tamu yang disesuaikan. Mereka tidak mengundang orang luar kecuali orang-orang Istana dan Istana Yuansu yang masih di sini.
Intinya, pesta ini harus tertutup tapi berkesan.
Shen Jialin telah mempersiapkan gaun untuk Gu Yuena. Dia menyukai perhiasan dan tata rias sehingga akan menghias Gu Yuena sedemikian rupa. Su Churan juga ikut membantu. Dia mencintai kecantikan dan menggunakan kupu-kupu untuk membuat kecantikan itu menjadi lebih sempurna.
"Xiao Yuena, ini adalah kolaborasi antara aku dan Churan. Kamu jangan menyianyiakannya." Shen Jialin memberi peringatan sambil memakaikan perhiasan di kepala Gu Yuena.
Gu Yuena terkekeh. "Kenapa harus begitu heboh?"
Su Churan berseru, "Oh, tentu saja harus heboh. Kami semua telah sangat berusaha untuk membuat segalanya terlihat sempurna. Setelah pernikahan, jangan lupa membuat pesta untuk kami para wanita. Jialin, kau juga harus melakukannya sebagai pelunasan hutang!"
Shen Jialin memutar bola mata. "Aku akan melunasinya. Bukan salahku juga menikah diam-diam."
Su Churan tertawa terbahak-bahak. Zhou Ying sendiri yang sedang merapikan gaun merah pernikahan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Bagaimana ia bisa memiliki guru receh seperti itu?
"Kau juga harus memikirkan pernikahamu sendiri." Shen Jialin menyindir Su Churan.
Su Churan mengerucutkan bibirnya. "Mangkanya carikan aku pria tampan."
"Kakak seperguruan Yun Qiao sangat baik." Shen Jialin menyengir. Ia perhatikan, mereka berdua cukup dekat.
Su Churan mendengus. "Yah, dia memiliki kualifikasi. Tapi posisinya adalah Raja Istana Yuansu, aku tidak bisa meninggalkan posisiku sebagai Tetua Su hanya untuk hal seperti itu."
"Pantas saja tidak ada pria yang berani menikahimu," cibir Shen Jialin.
"Kau tidak tahu. Pria yang ingin menikahiku telah mengantre sangat panjang."
"Ya, ya, aku percaya." Shen Jialin masih mencibir. Hal itu berhasil membuat Su Churan sangat ingin menempeleng kepalanya jika tidak sedang merias Gu Yuena.
"Xiao Yuena, matamu sangat indah." Shen Jialin terpana ketika akan merias mata Gu Yuena. Ia baru sadar bahwa pupil temannya satu ini berbeda dari biasanya.
Kalau seperti ini, tanpa meriasnya pun sudah sangat cantik dan unik.
"Jangan lihat terlalu lama, berbahaya." Gu Yuena memperingati. Meski lingkaran sihir sudah tidak ada, sisa sihir masih ada dan bisa saja menyakiti Shen Jialin.
Shen Jialin mengedipkan mata, lalu mengangguk. Ia tidak tahu pasti apa yang membuat itu berbahaya, tapi ia tidak akan bertanya.
Setelah dirias, Chu Xin langsung membawakan kain merah dan diletakkan di kepala untuk menutupi wajah Gu Yuena.
Riasan kepala Gu Yuena tidak terlalu banyak. Itu hanya beberapa riasan yang menempel, sedangkan sanggul kepalanya tidak rumit atas permintaan Gu Yuena sendiri. Jadi ketika kain tipis itu menutupi kepalanya, Gu Yuena tidak kesulitan atau terasa berat di kepala.
"Altarnya sudah siap. Yang Mulia Bai juga sudah menunggu," katanya. Sejauh ini, Chu Xin tidak melunturkan senyumnya sedikitpun.
Ini memang mendadak. Tapi sebenarnya, tidak bisa dibilang mendadak juga. Seharusnya Gu Yuena sudah menebaknya, tapi ia lupa karena sibuk berperang. Ia pun menghela napas dan berusaha menenangkan jantungnya yang ingin lompat setiap saat.
Kakinya melangkah ke aula yang dibuka. Sosoknya yang muncul dari balik pintu membuat banyak orang terkesima. Meski wajahnya ditutup oleh kain, kehadirannya benar-benar mencuri semua perhatian akan penampilannya yang luar biasa. Gaun merah menjuntai ke bawah dengan sulaman phoenix yang indah dan bersinar. Gaun itu menyapu bunga yang bertebaran di lantai saking panjangnya. Andai kain itu tidak menutupi wajahnya, ia akan membuat banyak orang semakin terkesima akan kecantikannya.
Bersama Su Churan di sisinya, ia berjalan ke dalam menghadapi banyak tatapan penasaran dan kagum di saat yang sama.
Jangan kira bahwa Gu Yuena tidak gugup karena sudah terbiasa. Ia merasa ingin menghilang dan melangkah mundur untuk lari. Ia terbiasa dengan berbagai tatapan semua orang. Tapi situasi ini benar-benar berbeda dari saat ia akan membunuh orang.
Terasa seperti medan perang yang sesungguhnya.
Bai Youzhe berdiri di ujung, melihat ke arahnya. Pakaian merah berdekorasikan naga hitam benar-benar membuatnya mendominasi dan mewah. Ia terlihat lebih tidak manusiawi dengan penampilan rapi. Biasanya dia memang tidak manusiawi, sekarang bahkan dapat membuat Su Churan sendiri nyaris melompat girang.
Sebagai pecinta pria tampan, Su Churan bisa dikatakan normal.
Bai Youzhe sadar betapa shock Gu Yuena. Ia pun melangkah menghampiri, lalu mengulurkan tangan ke arah Gu Yuena untuk menjemputnya.
Gu Yuena melihat tangan yang terulur itu. Ia menerima uluran tangan dengan senyuman tipis, lalu melanjutkan jalan bersama Bai Youzhe di sisinya.
Orang tidak tahu, Bai Youzhe juga mengalami kegugupan yang sama. Tapi ia lebih bisa mengendalikannya.
Melihat pria di sisinya, Gu Yuena nyaris tidak percaya bahwa ia ada di posisi ini. Perasaan, baru kemarin mereka bertengkar, saling mencaci, dan membunuh seperti tidak akan pernah berdamai. Mereka adalah musuh di kubu yang berbeda. Cara berpikir mereka juga bertolak belakang.
Dia bahkan masih bingung kenapa Bai Youzhe ingin bersamanya, melindunginya, mencintainya. Gu Yuena pernah ingin membunuhnya, tapi semua ini tidak berubah. Bahkan tanpa ia ketahui, pria itu mempersiapkan semua ini saat Gu Yuena belum tentu akan kembali. Bai Youzhe telah bertaruh dalam waktu lama.
Gu Yuena tidak tahu ini akan baik atau buruk baginya, tapi ia tidak lagi peduli. Dibandingkan hidup penuh ancaman dan kekacauan tiada akhir, ia memilih menjalani hidup dengan baik.
Dia memiliki keluarga yang hidup bersamanya selama puluhan tahun, tapi kali ini ia memilih hidup dengan keluarga yang baru ia temukan. Apa pun yang terjadi di masa depan, ia tidak akan menyesal.
Proses pernikahan dijalankan dengan lancar. Memberi hormat pada langit dan bumi, orangtua, dan sesama sebagai suami dan istri, lalu bertukar arak. Semuanya berjalan dengan lancar.
Su Churan dan lainnya bersorak riang setelah semua prosesi berakhir. Bocah lelaki yang ia didik tentang kehidupan sudah dewasa dan menikah, ia jadi terharu. Ditambah lagi, bersama temannya yang kadang tidak peka ini. Ia merasa seperti seorang ibu yang berhasil mendidik anak-anaknya sampai sukses.
Kali ini, tidak ada aturan rumit. Bai Youzhe membebaskan semua orang untuk berpesta sebebas mungkin sampai tengah malam. Semua orang merasa seperti habis keluar dari gua dan mendapatkan kebebasan. Mereka berpesta sampai mabuk. Istana dipenuhi dengan kebahagiaan.
Ras phoenix juga ikut merayakan sebelumnya. Namun, mereka tidak berpesta terlalu banyak dan segera kembali ke Dunia Bawah. Huang Jiu memimpin dan berpamitan pada Gu Yuena untuk kembali.
Wanita itu telah mempersiapkan pesta sendiri di Wilayah Phoenix. Dia tentu saja tidak sabar. Berpesta dengan manusia masih terasa sangat canggung, apalagi Su Churan yang menggila di tengah pesta.
Setelah para phoenix kembali ke Dunia Bawah, Gu Yuena meninggalkan pesta dan kembali ke kamar. Ia tidak bisa berada di pesta terlalu lama karena masih belum menyelesaikan tradisi pernikahan. Kepalanya masih ditutup kain, meski kadang ia membukanya untuk melihat jalan dan bicara dengan Huang Jiu mengenai Wilayah Phoenix.
Kamar yang sebelumnya Gu Yuena kenal, kini diubah sedemikian rupa. Sebelumnya hanya memiliki kesan hitam putih, terlihat sepi tanpa warna. Sekarang, hiasan merah dan mawar di mana-mana. Meski tidak terlalu banyak, tapi warna merah itu benar-benar merubah suasana ruangan.
Bersama Xiao Hei di lengannya, Gu Yuena masuk ke dalam sambil melihat-lihat. Chu Xin benar-benar sangat berniat mengubah kamar ini sedemikian rupa tanpa meninggalkan kesan asli. Bahkan tempat tidur yang terpajang di tengah ruangan dihiasi dengan mawar.
Gu Yuena mengerucutkan bibirnya dan mengusir semua mawar itu sampai berserakan. Itu mengganggu matanya.
"Nona, kenapa disingkirkan? Bukankah sangat cantik?" Xiao Hei heran pada nonanya.
Gu Yuena mendengus. "Bukankah terlalu norak?"
Xiao Bai mencul sambil berdecak. "Selera estetikamu memang berbeda. Tapi ... ini adalah malam pernikahan yang normal terlihat ada banyak mawar. Bukan salah mereka tidak memahami selera estetikamu."
"Menurutmu, bagaimana harus dihias?" tanya Xiao Hei.
Gu Yuena duduk di tepi tempat tidur sambil berpikir. "Entahlah. Aku tidak pernah bekerja sebagai wedding organizer."
Dua kucing itu memandangnya bingung. "Apa itu?"
"Organisasi yang membantu persiapan pernikahan," jawab Gu Yuena, lalu melirik keduanya, "Aku hanya pernah menjadi pengacau."
Mengenai bunga yang diletakkan di tempat tidur, ia jarang menemukannya karena hampir tidak pernah memasuki kamar pengantin. Ia hanya ... mengacau dan mengalihkan perhatian.
Lupakan sejarah kelam itu.
Sekarang, apa yang harus dia lakukan di sini? Sendiri?
Berdasarkan apa yang ia ketahui, pengantin wanita biasanya menunggu pengantin pria di dalam kamar untuk menyelesaikan pernikahan. Membuka penutup kepala dan minum arak, lalu makan atau tidur.
Sejujurnya, Gu Yuena sudah lupa mengenai adat tradisional pernikahan negara timur. Ia hanya tahu pernikahan modern di mana kedua pengantin mengucapkan sumpah dan ciuman. Lalu melempar bunga untuk para wanita jomblo dan berpesta sampai malam.
Gu Yuena tidak ikut pesta dan minum, sebenarnya ia kesal. Tak apa, besok masih ada pesta dan dia bisa berpesta sampai puas.
"Nona, iblis itu di luar!" Xiao Hei berseru dan menghilang bersama Xiao Bai.
"...." Gu Yuena sama sekali tidak diberi kesempatan bicara ketika pintu terbuka sehingga ia harus buru-buru menutup wajahnya kembali. Di dalam sini sangat pengap, ia harap segalanya cepat selesai.