Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
131. Bisakah kau menikahiku?



Sepasang kelopak mata bergerak, mengibas bulu mata indahnya ke atas menunjukkan sepasang iris merah darah yang mempesona. Tatapannya kosong dan bingung sejenak, melihat ruangan redup yang tidak dikenalinya.


Lilin-lilin menyala menambah penerangan dan kehangatan. Terbaring di ranjang besar, Gu Yuena menarik tubuhnya mengambil posisi duduk susah payah. Kepalanya terasa sakit, kekuatannya terkuras karena menyegel iblis hati.


Setidaknya, ia sudah menjadi dirinya sendiri.


Pandangannya terarah pada seseorang yang tertidur di sampingnya. Kepalanya diletakkan di atas tepi ranjang, sedangkan ia duduk di samping tempat tidur.


Mengenali siapa pemilik surai hitam tersebut, Gu Yuena sedikit terkekeh. Ada kalanya pria tertentu menjadi kekanakan.


Lalu Gu Yuena mengingat apa yang terjadi sebelumnya, ia menusuk Bai Youzhe begitu dalam. Sekarang, pria itu malah ada di sini dan duduk seperti itu, apa sama sekali tidak mementingkan lukanya?


Gu Yuena memiringkan tubuhnya, lalu meletakkan kepalanya di kasur menghadap Bai Youzhe. Pria itu masih terlihat pucat. Jelas lukanya sangat dalam, apalagi telah dicampur dengan sihir.


"Maaf. Pasti sangat sakit." Gu Yuena merasa bersalah. Dulu ia sangat ingin membunuh Bai Youzhe karena emosi sesaat, siapa sangka akan meninggalkan iblis hati ketika niat itu sudah tidak ada.


Ia sendiri tidak tahu kalau akan seekstrim itu. Ia pikir iblis hati hanya akan memunculkan emosi negatif yang sekarang ia rasakan saat ini, bukan di masa lalu. Merepotkan sekali.


Awalnya ia bingung mengapa ia ingin membunuh Bai Youzhe. Setelah berpikir cukup lama, ia merasa bahwa dirinya sangat bodoh baru menyadari bahwa niat membunuh itu adalah sisa kesalahpahaman di masa lalu. Pada intinya, wanita yang mengganggunya saat itu hanyalah bagian dari masa lalu yang kelam.


Gu Yuena memang memiliki pemikiran jahat dan pernah memiliki niat membunuh yang kuat karena kekacauan hidupnya. Itu tidak berubah sampai sekarang, tapi pikirannya lebih jernih daripada dulu saat menjadi Valentina. Ia seseorang yang setia, sekaligus pendendam. Dendamnya lebih besar sehingga meninggalkan iblis hati.


Li Hua telah berhasil 'menciptakan' Gu Yuena yang seperti itu. Dengan memberinya teknik kultivasi iblis, memperkuat iblis hati sehingga memunculkan wujud baru dan menguasai pikirannya. Itu juga didorong oleh sisi gelap kekuatan jiwa yang haus darah.


Bukankah merepotkan? Untung saja Gu Yuena berhasil menyegelnya.


Gu Yuena meluruskan tubuhnya yang semula miring dengan kepala yang masih tetap di posisinya. Ia menghadap langit-langit, lalu menghela napas.


Ia berada di Istana Dunia Bawah.


Memikirkannya membuat Gu Yuena semakin merasa bersalah. Bai Youzhe masih saja membawanya ke tempat ini untuk diobati, padahal ia nyaris membunuh pria itu berkali-kali. Permintaan maaf saja tidak cukup karena ini masalah nyawa.


Masalah ia menyelamatkan Bai Youzhe saat serangan Tuan Iblis tidak dihitung. Tetap saja sisik pelindung jantung milik Bai Youzhe yang melindunginya.


"Bodoh. Sangat bodoh," keluh Gu Yuena untuk dirinya sendiri. Selalu saja membuat masalah di mana-mana.


Ia menyalahkan orang yang selalu bermasalah dan membawa masalah padanya, tapi ia juga membawa masalah pada orang di sekitarnya. Gu Yuena sampai tidak memiliki keberanian menunjukkan wajahnya di depan orang-orang.


Gerutuan Gu Yuena terdengar oleh Bai Youzhe. Pria itu membuka mata. Matanya yang sebelumnya redup, kini bersinar ketika melihat Gu Yuena yang tampak berwajah masam sambil melihat langit-langit.


Nana-nya sudah siuman. Mendadak suasana hati Bai Youzhe membaik setelah merasa gelisah sepanjang hari.


Mendengar Gu Yuena sudah bisa mengutuk, ia yakin wanita itu baik-baik saja.


Gu Yuena sadar ada pergerakan di sampingnya. Ia sedikit menoleh, lalu melihat Bai Youzhe yang rupanya terbangun dan melihatnya dari atas. Pria itu menutupi pandangan Gu Yuena yang sedang melihat langit-langit ruangan.


"Kau sudah bangun." Gu Yuena sempat terpana sesaat, sebelum akhirnya memalingkan wajah.


"Aku menunggumu sangat lama."


"Berapa lama?"


"Seminggu."


"Selama itu?" Gu Yuena terkejut sampai matanya membulat sempurna. Itu sih namanya koma, bukan pingsan lagi.


Bai Youzhe mengangguk pelan. Tangannya menyentuh wajah Gu Yuena dengan lembut, "Melihat kamu yang begitu heboh, sepertinya kamu benar-benar sudah pulih."


"Seharusnya, lukaku tidak akan seburuk itu. Setelah menyegel iblis hati, aku kehabisan banyak kekuatan spiritual."


"Itu memang yang dikatakan dokter."


"Tapi ... seharusnya kau juga mementingkan dirimu sendiri. Jangan katakan kalau selama seminggu kau menungguku seperti orang bodoh."


"Aku bodoh, aku memang menunggu selama itu." Bai Youzhe tersenyum, seolah mengatakan bahwa dirinya adalah orang bodoh sejati.


"Aku menusukmu menggunakan belati yang dilapisi sihir, kau tidak ingat? Meski sudah seminggu, lukanya pasti—"


Bai Youzhe mengecup bibirnya beberapa kali sampai Gu Yuena selesai mengoceh. Wanita itu pun menatapnya datar.


"Sepertinya sudah sembuh." Gu Yuena berkata tanpa ekspresi. Pria itu memang tidak perlu dikhawatirkan.


Bai Youzhe sedikit tertawa melihat kekhawatiran Gu Yuena. Ia berpindah posisi dan membawa Gu Yuena ke pelukannya, sedangkan wanita itu bersandar padanya.


"Aku baik-baik saja. Serangan seperti itu tidak bisa membunuhku." Bai Youzhe berkata dengan santai. Meski sebelumnya agak berbahaya karena menggunakan sihir dari kekuatan jiwa, ia tidak perlu mengatakannya secara langsung agar Gu Yuena tidak semakin merasa bersalah.


Yah, walau akhirnya Gu Yuena sendiri yang paling tahu sebesar apa kekuatan jiwa yang melapisi belati. Jika tidak ditangani tepat waktu, jiwa Bai Youzhe akan terkikis dan dia bisa mati. Bai Youzhe memang memiliki kekuatan jiwa, tapi itu tidak sebesar milik Gu Yuena yang sudah dilatih menggunakan aura iblis.


Memikirkannya, Gu Yuena makin merasa bersalah. Untung saja Bai Youzhe dalam kondisi baik.


"Apa kau tidak takut aku akan melukaimu lagi?" Gu Yuena berkecil hati. Tahu dirinya berbahaya dan pantas hidup terasingi, seperti yang dikatakan Iblis hati.


"Kamu tidak akan melakukannya tanpa alasan."


"Kau tahu alasanku ingin membunuhmu?"


Bai Youzhe diam untuk beberapa saat. Ia masih tidak begitu mengerti, tapi ia tidak peduli. Ia sendiri merasa perasaannya terlalu tidak masuk akal, tapi tidak ingin melawannya.


Pada akhirnya, Bai Youzhe menggunakan alasan lain. "Anggap saja sebagai bayaran karena telah membahayakanmu."


"Kapan?"


"Ketika Tuan Iblis menyerang, kamu menarikku ke belakang dan menghadang serangan. Aku termasuk membuatmu dalam bahaya."


Mata Gu Yuena berkedut, melihat raut tak bersalah Bai Youzhe yang sudah seperti bocah polos. Jadi pria itu juga memendam rasa bersalah? Padahal itu tidak diperlukan karena memang bukan salahnya. Jelas-jelas Bai Youzhe sendiri yang melindunginya dari awal sampai akhir.


"Pada akhirnya, sisik pelindung jantung milikmu menanggungnya," balas Gu Yuena.


"Tapi jika tidak ada sisik pelindung jantung, entah apa yang akan terjadi." Bai Youzhe tampak murung.


Jadi itu yang dipikirkan Bai Youzhe. Gu Yuena tersenyum kecut. Itu semua adalah reaksi spontan. Bai Youzhe dalam wujud manusia, pertahanannya tidak sekuat wujud naga. Sisik pelindung jantung saja mengalami kerusakan, apalagi jika pria itu yang menanggungnya? Gu Yuena tidak bisa diam saja ketika menyadari lebih awal, 'kan?


Pria itu melanjutkan, "Jangan ulangi lagi. Biar aku saja yang melindungimu."


Gu Yuena menatapnya dengan serius. "Jika aku memiliki kesempatan melindungimu, maka akan aku lakukan." Ia menunjuk dada Bai Youzhe, menatapnya serius seperti sedang membicarakan politik. "Nyawamu, ada di tanganku. Kau tidak bisa mengaturku."


Bai Youzhe menunjukkan senyumnya, lalu menyentuh hidung Gu Yuena sampai wanita itu mengedipkan mata. Gu Yuena terlihat sangat imut di matanya.


"Aku sangat merindukanmu yang marah-marah ini." Bai Youzhe menggoda.


Gu Yuena berdecak, memalingkan wajah untuk menutupi wajahnya yang memerah. Bisa-bisanya ia memberi kesempatan pria itu menggodanya. Ia sedang serius, lho.


Bai Youzhe memeluknya lebih erat, meletakkan kepalanya di bahu Gu Yuena. "Aku jadi sangat ingin cepat-cepat menikahimu."


Gu Yuena terhenyak sebentar, lalu berkata dengan suara rendah, "Setelah menyelesaikan masalahku dengan Istana Linghun, bisakah kau menikahiku saat itu?"


Bai Youzhe terkejut akan permintaan Gu Yuena. Ia menatap sepasang iris merah tersebut. Ia memang ingin cepat memiliki Gu Yuena sepenuhnya, tapi tidak disangka Gu Yuena sendiri yang akan memintanya.


Pasalnya, sebelumnya Gu Yuena hanya ingin mereka menikah saat semua masalah telah selesai dan mereka sudah sepakat.


"Benarkah?" Bai Youzhe ingin memastikan pendengarannya. Jika benar, ia akan sangat senang. Jika salah, ia tetap akan membenarkan apa yang ia dengar.


Ini kali pertamanya melihat Bai Youzhe begitu terkejut. Gu Yuena nyaris tertawa, tapi hanya bisa menunjukkan senyum kecil sebelum akhirnya memberi ciuman di bibir pria itu.


Bai Youzhe yang sebelumnya terdiam karena terkejut, mendadak tersenyum senang seolah akan melompat bahagia. Pendengarannya tidak salah. Ia membalas ciuman lebih dalam, mengungkapkan betapa bahagia ia.


Setelah hari ini, Gu Yuena memang akan kembali ke Istana Linghun untuk menyelesaikan masalahnya. Itu berarti, mereka akan menikah dalam waktu dekat.


Gu Yuena memintanya bukan hanya karena alasan ingin menikah lebih cepat. Konfliknya dengan Istana Linghun tidak akan berakhir, dan ia akan memutuskan hubungan dengan mereka. Ia akan kehilangan segalanya saat itu juga. Selain Bai Youzhe, ia tidak memiliki apa pun. Ia tidak memiliki rumah, maupun keluarga. Jadi memutuskan untuk menikah dengannya.


Apa pun alasan Gu Yuena membuat keputusan secara tiba-tiba seperti itu, Bai Youzhe tidak peduli dan hanya merasakan rasa bahagia di hatinya. Setelah hari itu, ia tidak akan membiarkan Gu Yuena pergi tanpanya. Kemana pun Gu Yuena pergi, ia akan pergi bersamanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Huang Jiu berjaga di luar seperti pilar yang berdiri di tiap sisi koridor. Tanpa membiarkan siapa pun masuk ke paviliun atasannya atau hanya sekadar lewat.


Huang Jiu memang cantik. Ditambah pakaiannya yang terlihat tomboy dengan rambut dikuncir kuda serta berwajah datar, menambah kesan gagah seorang wanita.


"Perkenalkan, Chu Xin, pemimpin sayap kiri Assassin Guild sekaligus pelayan pribadi Nona Gu." Chu Xin dengan senyum sumringahnya mengulurkan tangan sambil mengenalkan diri.


Huang Jiu melihatnya tidak percaya. "Pelayan pribadi? Mana ada pelayan pribadi mengenakan seragam musuh? Apa kau berkhianat?"


"Oh, tentu saja tidak." Chu Xin buru-buru memutuskan. "Sebelum menjadi pelayan pribadi Nona, aku memang bekerja untuk Yang Mulia."


Huang Jiu menjawab dengan nada datar, "Jadi tidak seharusnya kau mengakui sebagai pelayan pribadi, tapi mata-mata."


Chu Xin merasa hatinya tertusuk belati yang sangat tajam. Bao Jun di belakang sana nyaris tertawa terpingkal-pingkal sambil memukul bahu Hei Changge.


"Kakak phoenix, ucapanmu sangat kejam." Chu Xin tersenyum kecut. "Nona sudah tahu hal itu, aku juga masih melayaninya saat tinggal di Istana."


"Kalau begitu, mulai sekarang kau tidak perlu melayaninya. Aku adalah ajudan kepercayaan Yang Mulia, tidak membutuhkan orang lain apalagi dari pihak naga."


"Apa kau begitu membenci naga?"


"Tidak benci. Tapi, bukankah Yang Mulia sangat ingin membunuh naga?"


"Bukan begitu ...." Chu Xin merasa sulit menjelaskannya.


"Kalau Ratu-mu ingin membunuh naga, lalu apa yang dia lakukan di sini? Yang Mulia kami adalah naga, Ratu adalah pasangan yang telah ditakdirkan. Kedepannya, kamu masih harus tinggal di sini sebagai pengawal Ratu. Penyerangan sebelumnya adalah sebuah kesalahan." Bao Jun bicara dengan enteng sambil meluruskan masalah secara singkat. Huang Jiu hanya menyipitkan mata, merasa skeptis.


Bao Jun tidak salah. Tapi ia tidak bisa memilih mendukung ucapan mereka tanpa mendengar penjelasan langsung dari Ratu-nya.


"Siapa namamu?" tanya Chu Xin.


"Huang Jiu."


"Huang Jiu, kamu masih harus bermain dengan kami lebih lama. Ada saatnya kita semua akan pergi ke Dataran Mitian dan bertemu orang-orang. Aku akan memperkenalkan mereka padamu, bagaimana?"


Huang Jiu hanya menatapnya datar. "Tidak perlu." Ia tidak tertarik.


"Itu sangat perlu! Yang Mulia sudah mengatakan akan ada pesta pernikahan. Ratu Phoenix dan Raja Naga akan menikah, siapa yang tidak ingin menunggunya? Menurutku, pernikahan akan diadakan di Dataran Mitian, tepatnya di Istana Tianshuang."


Huang Jiu masih sulit percaya sebelum mengetahuinya langsung dari Gu Yuena. Ia justru berpikir, apa Raja Naga memaksa ratunya untuk menikah? Kalau seperti itu, ia harus menyelamatkan sang ratu!


Melihat ekspresi Huang Jiu, Bao Jun merasa ada yang salah. "Xiao Xin, seharusnya kau tidak mengatakan hal itu."


"Kenapa?" Chu Xin masih tidak peka.


"Wajahnya bermasalah," sambung Hei Changge.


Pada saat itu juga, Huang Jiu menghilang dari pandangan mereka. Senyum Chu Xin berubah menjadi pahit.


"Padahal kami belum sempat mengakrabkan diri," gumamnya.


"Sebelum menjadi akrab, dia sudah muak duluan karena sikapmu. Lain kali, jangan terlalu antusias." Hei Changge mengingatkan.


Chu Xin hanya bisa menghela napas. Tenang saja, masih ada banyak waktu untuk mendekatkan diri pada pelayan kedua nonanya. Jika mereka bisa bekerja sama, mereka bisa melayani nonanya dengan lebih baik dan kompak, kemungkinan besar akan membuat nonanya riang kembali.


Di sisi lain, Huang Jiu pergi menemui Gu Yuena dengan wajah panik seperti habis mendengar berita buruk. Ia mengetuk pintu kamar, merasa sedikit berkeringat dingin.


Ia baru ingat naga itu masih ada di dalam. Ia harus mengusir pria itu dan menyelamatkan ratunya.


Di dalam sana, ada yang terganggu karena ketukan pintu sampai wajahnya menjadi gelap. Gu Yuena yang melihat hanya tertawa, lalu mendorong Bai Youzhe agar menjauh darinya.


Posisi mereka memang sedikit intim karena terus menempel sepanjang hari, tapi mereka hanya sedang bicara dan bermanja seperti pasangan pada umumnya. Tidak ada lebih dari itu. Itu sebabnya Gu Yuena dengan senang hati membiarkan Huang Jiu masuk.


"Masuklah."


Suara Gu Yuena yang terdengar membuat Huang Jiu sangat kegirangan. Ia menetralkan wajahnya, lalu masuk ke dalam.


"Yang Mulia." Huang Jiu membungkuk khas bangsawan phoenix kepada Gu Yuena. Ketika melihat Bai Youzhe, ia juga memberi salam padanya.


"Ada apa?" tanya Gu Yuena. Ia mengabaikan Bai Youzhe yang usil dan memainkan rambutnya di samping.


Pria itu suka sekali menunjukkan kemesraan pada makhluk jomblo.


Pandangan Huang Jiu terarah pada Bai Youzhe yang usil pada Gu Yuena. Mereka sangat dekat, membuatnya cemburu. Ia sangat mengagumi Gu Yuena sampai merasa cemburu ada orang lain yang sangat dekat dengan ratunya. Apalagi berpikir bahwa pria itu memaksa ratunya menikah.


Gu Yuena melirik Bai Youzhe seperti melihat orang yang melakukan kesalahan. Bai Youzhe sendiri menatapnya seperti bocah tidak tahu apa pun. Gu Yuena pikir ada sesuatu yang harus dibahas oleh Huang Jiu, jadi wanita itu merasa tidak nyaman akan kehadiran Bai Youzhe.


Karena Bai Youzhe menolak pergi melalui pandangan matanya yang masa bodo, Gu Yuena pun berkata, "Dia bukan orang luar. Katakan saja."


"Yang Mulia, apa Anda akan menikah dan meninggalkan wilayah phoenix?"


"Aku akan menikah, tapi aku tentu tidak akan meninggalkan tanggung jawabku." Gu Yuena menjawab dengan enteng, di luar pemikiran Huang Jiu. Kemudian, Gu Yuena bertanya balik, "Apa kamu datang hanya untuk menanyakan ini?"


"Itu ...." Huang Jiu ragu. Bagaimana jika ia salah menafsirkan? Ia tidak boleh membuat sang ratu marah.


"Jika tidak ingin didengar—Bai Youzhe, kau bisa membisikkanku dan berkata dengan jujur." Gu Yuena memberi penawaran.


Huang Jiu jelas terkejut. Ini tidak seperti Ratu yang ia kenal selama beberapa tahun terakhir. Apa tekanan mentalnya begitu tinggi? Kehadiran Raja Naga membuatnya tertekan dan berubah?


Apa ia bisa mendekat dan membisiki sang Ratu?


Dengan ragu, Huang Jiu mendekat. Gu Yuena menggunakan pembatas suara ketika wanita itu mrmbisikinya, agar Bai Youzhe yang memiliki telinga tajam tidak mendengar. Pria itu juga tidak mempermasalahkannya.


Huang Jiu berkata, "Sepertinya Raja Naga bukan orang baik dan sedang mengancam Yang Mulia. Aku bisa membawa Yang Mulia pergi dari sini dan kembali ke wilayah phoenix. Yang Mulia tenang saja."


Tawa Gu Yuena nyaris pecah. Namun, masih bisa menjaga air wajahnya dengan baik. Sebenarnya, apa yang sedang dipikirkan Huang Jiu tentangnya? Apa ia semudah itu ditindas?


Sebelumnya, Bai Youzhe dulu juga berpikir bahwa ia selalu ditindas. Apa wajahnya terlihat bagitu lembut seperti wanita lemah sehingga banyak yang salah paham?


"Youzhe, aku ingin bertanya sesuatu. Apa wajahku terlihat seperti wanita polos?" tanya Gu Yuena.


Bai Youzhe sedikit tersenyum, lalu menjawab, "Kamu cantik dan imut, wajar jika orang melihatmu sebagai gadis polos."


Gu Yuena kembali melihat ke arah Huang Jiu, lalu tersenyum kecut. "Huang Jiu, aku mengerti kekhawatiranmu. Tapi aku baik-baik saja. Seharusnya kau mengkhawatirkan mengenai perjalananku selanjutnya."


"Tapi ...."


"Apa kau menganggapku sebagai pria tidak tahu malu yang memaksa wanita menikah?" Bai Youzhe menatap wanita itu datar.


Huang Jiu nyaris tersedak dan langsung menunduk. "Aku hanya ...."


"Bai Youzhe, kau menakutinya!" Gu Yuena menyalahkan Bai Youzhe yang membuat Huang Jiu ketakutan. Biasanya ia tidak melihat Huang Jiu setakut ini.


"Aku tidak—"


"Lepaskan wajah datar itu. Huang Jiu hanya bertanya karena dia ada di pihakku dan tidak tahu apa pun. Jangan gunakan auramu untuk mengancamnya hanya karena tidak suka."


"...."


"...."


Baik Bai Youzhe maupun Huang Jiu terdiam. Bai Youzhe hanya terdiam tanpa mengatakan apa pun seperti anak patuh, sedangkan mata Huang Jiu mulai berkilauan penuh haru.


Ratunya membelanya ....


Mengingat ucapan Gu Yuena, sepertinya tidak ada pernikahan paksa. Bahkan Raja Naga terlihat sangat patuh. Jika memang dipaksakan, maka ratunyalah yang memaksa Raja Naga untuk menikah.


Fantasi Huang Jiu mengenai Gu Yuena yang sangat mendominasi dimulai.


"Jadi Huang Jiu, tidak perlu khawatir. Selama aku pergi, aku akan memberimu tugas penting dan mengatur ulang wilayah phoenix."


"Yang Mulia ingin pergi?"


Gu Yuena tersenyum penuh arti. "Hanya masalah keluarga."


Keluarga yang tidak benar-benar terlihat seperti keluarga. Ia akan menyelesaikannya dengan cepat.