
"Tuan Muda, mereka mengetahui bahwa Anda ada di Wyvernia. Apa kami harus mencegah mereka di perbatasan?" Bao Jun memberi laporan pada Bai Youzhe di tengah malam yang sunyi.
Ia dan Hei Changge telah diam-diam menyusup ke dalam kota untuk menemui tuan mereka demi melaporkan masalah yang harus diselesaikan.
Bai Youzhe sedang tidak di penginapan, melainkan di pinggiran kota agar jika sewaktu-waktu musuh mendekat, ia tidak akan melibatkan Gu Yuena.
Mendengar laporan dari kedua orang itu, ekspresinya sama sekali tidak berubah seolah sudah menantikannya. "Mereka sangat terburu-buru."
"Belakangan ini, berita darah naga telah muncul dan membuat mereka bertindak lebih cepat. Para aliansi klan sudah mengetahui bahwa Tuan Muda adalah pemilik darah naga. Meski belum taiu identitas Tuan Muda secara pasti, mereka tetap tidak bisa diam saja."
"Biarkan mereka datang. Aku sendiri akan menyambut mereka." Bai Youzhe tersenyum dingin. Ada kilatan pembunuhan di matanya.
"Lalu, Nona Gu ...."
"Dia akan kembali ke akademi. Waktunya sangat tepat." Ia juga harus mewaspadai Yang Xinyuan setiap saat. Bukan karena pria itu akan mencuri Gu Yuena darinya, tapi mengenai latar belakang dan identitas pria itu yang tidak biasa.
"Kalian sudah menyelidiki orang itu dengan jelas?" Bai Youzhe bertanya.
Hei Changge menjawab, "Orang yang disebut Tuan Muda sangat sulit ditebak. Selain merupakan tamu asing Tetua Agung Istana Yuansu, tidak ada informasi tentangnya lebih lanjut. Chu Xin dan yang lain masih menyelidikinya."
Bao Jun melanjutkan, "Lalu untuk Istana Linghun ... tidak ada pergerakan dari mereka. Tapi belakangan ini kami melihat banyak orang Aula Linghun yang menempati banyak kota di dua kekaisaran."
"Ada beberapa tempat yang diduga memiliki hubungan dengan Aula Linghun, tapi tidak bisa menyelidikinya lebih dalam karena pengaruh yang besar. Orang di baliknya sangat waspada, serta membuat mereka tidak bisa membocorkan apa pun."
Aula Linghun ....
Apa saja yang mereka lakukan untuk Istana Linghun?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gu Yuena terbangun dari pingsan setelah ditangkap dan diberikan obat penenang. Sebenarnya itu tidak perlu, tapi para kesatria itu terlalu waspada pada tawanan mereka sehingga harus memberinya obat penenang.
Ketika bangun, Gu Yuena menyadari bahwa ia berada dalam sebuah sel. Lantai batu yang dijadikan tempat tidurnya sangat dingin.
Obat penenang sebenarnya tidak terlalu berefek padanya sehingga hanya pingsan sebentar. Tapi itu cukup membuat kepalanya terasa berat dan pusing ketika bangun.
Gu Yuena memegang kepalanya sambil bangkit dari posisi tidur. Ia melihat sekitar. Keempat sisinya hanya ada sel penjara berbentuk kubus seolah ia adalah seekor domba yang siap disajikan.
Ia ingat dari informasi yang didapat mengenai kediaman marquess Gill. Merupakan rahasia umum bahwa marquess tiran itu tergila-gila dengan monster. Dia adalah summoner, dan telah melakukan banyak uji coba untuk menaklukan monster kuno.
Monster kuno adalah monster dengan tingkat kekuatan melebihi monster biasa. Keberadaan mereka sangat langka, atau bahkan nyaris tidak terlihat. Biasanya mereka mendiami sebuah wilayah ekstrem yang tidak dapat dijangkau oleh manusia.
Marquess Gill diketahui memiliki seekor monster kuno di dalam kediamannya. Monster itu biasanya diberi makan berupa manusia hidup, di mana manusia itu adalah orang-orang yang mengusik kediaman marquess Gill atau pekerja yang melakukan kesalahan.
Itu sebabnya, penjara yang tersisa di tempat ini begitu kosong. Karena mereka telah menjadi santapan monster kuno dalam waktu 24 jam.
"Tempat yang buruk." Gu Yuena berdecak, lalu berdiri sambil melihat sekitar. Jika diperhatikan berdasarkan kelembapan udara serta dinding batu yang berlumut, sepertinya ia ada di ruang bawah tanah.
Sangat wajar.
Selagi mengedarkan pandangan, Gu Yuena merasakan kehadiran yang aneh. Seolah sepasang mata sedang melihatnya seperti akan melubanginya.
Ia menoleh ke samping. Matanya terbelalak terkejut ketika melihat seekor makhluk seputih salju dengan ukuran lebih dari 2 meter berdiri di luar sel. Iris aqua makhluk itu tampak tajam, sekaligus melihat Gu Yuena dengan mata menyipit penasaran. Ia sangat cantik dengan bulu lebat tersebut.
Apa ini adalah kucing salju yang dikatakan Xiao Hei?
"Kau ...." Gu Yuena mendekatinya perlahan.
Tempat mereka berada dibatasi oleh sel tebal, sedangkan leher makhluk cantik itu dirantai dengan rantai yang sangat panjang dan menyatu dengan dinding.
Satu hal yang terlintas di otak Gu Yuena ketika mendengar suaranya. Kucing itu adalah kucing betina.
"Kau betina?" Gu Yuena bertanya untuk memastikan.
"Kau juga betina." Kucing itu menyahut dengan datar. Nada bicaranya agak kesal.
"Bagaimana kau bisa di sana?" Gu Yuena bertanya lagi.
"Seharusnya aku yang menanyakan hal itu padamu." Ia diam untuk beberapa saat. "Aku tidak akan berbelas kasih meski kau mengerti apa yang kukatakan."
Gu Yuena menyipitkan mata begitu miris. "Sangat kejam. Aku juga tidak menjamin kau akan keluar, lho."
"Ada sangat banyak orang yang datang dengan niat yang sama."
Gu Yuena duduk di atas lantai batu, melihat makhluk malang itu tanpa rasa takut. Hal itu membuat kucing salju heran. Apa tekanannya tidak membuat manusia itu takut? Biasanya orang yang datang langsung pingsan begitu melihatnya.
"Kau kenal Xiao Hei?" Gu Yuena langsung pada intinya.
"Siapa Xiao Hei?"
"Kucing hitam yang katanya satu jenis denganmu. Dia yang memintaku datang." Gu Yuena tidak banyak menjelaskan. Seharusnya kucing salju sudah tahu artinya, 'kan?
Dan benar saja, tatapan kucing salju langsung berubah menjadi kejutan. Ia mendekati sel Gu Yuena, melihatnya lebih dekat.
"Aku tidak tahu apa hubunganmu dengannya, aku hanya tidak suka melihat kucing kecilku memperhatikan betina lain. Sebagai pemilik, tentu saja aku cemburu." Gu Yuena bersikap arogan.
"Bagaimana namanya bisa menjadi Xiao Hei?" Kucing salju bertanya, begitu penasaran bagaimana nama kucing hitam itu menjadi Xiao Hei dan memiliki pemilik aneh seperti ini.
Tak heran, ia merasakan napas kucing hitam itu di tubuh manusia itu. Manusia itu juga mengerti apa yang ia katakan.
"Aku yang memberinya nama." Gu Yuena tersenyum lebar. "Kalau begitu, aku juga akan memanggilmu dengan nama yang kuberikan. Bagaimana dengan Xiao Bai?"
"Hei, aku tidak pernah setuju menjadi pemilikmu!"
"Kau harus setuju, karena aku akan mengeluarkanmu. Pertama, kau harus memberitahu jenis monster apa kalian ini dan bagaimana bisa berada di sini, kenapa Xiao Hei bisa menjadi anak kucing, dan apa hubungan kalian."
Kucing salju tertegun akan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan. Sepertinya ia sedang diinterogasi.
Sayangnya, kucing salju tidak memiliki pilihan lain.
"Kami memang memiliki ras yang sama, tapi jenis yang berbeda. Aku adalah monster kuno di pegunungan utara yang menjaga permata giok es, kucing salju. Sedangkan si hitam adalah monster dari dunia bawah, kucing neraka."
"Dunia bawah?"
"Dunia bawah adalah dunia para iblis dan ras selain manusia. Tidak hanya ada iblis, naga dan phoenix juga berasal dari sana. Ketiga etinitas itu adalah penguasa terkuat di dunia bawah. Sedangkan kucing neraka adalah makhluk penjaga phoenix yang tertidur selama ribuan tahun. Sayangnya, phoenix telah hilang, menyebabkan kekacauan di dunia bawah yang membuat kucing neraka terlempar di dunia ini. Setidaknya, aku mendengarnya ketika melakukan penangkapan terhadap monster iblis. Kucing neraka termasuk monster iblis, karena auranya tercemar oleh ras iblis."
"Apa ada iblis di dunia ini?" Jangan-jangan dewa juga ada!
"Jika kamu mengetahui legenda phoenix yang hilang, kamu akan menemukan kisah mengenai kucing neraka dan iblis."
"Jadi, bagaimana hubunganmu dengan Xiao Hei?"
"Kucing neraka adalah tawananku, karena dia adalah monster iblis. Tapi itu berakhir ketika beberapa manusia menyerang pegunungan timur untuk mendapatkan giok es. Kucing neraka yang kekuatannya kusegel terluka dan pergi, sedangkan aku tertangkap." Kucing salju diam untuk beberapa saat. "Tidak disangka, dia mengirim manusia untuk membebaskanku."
"Xiao Hei-ku memang sangat baik hati. Tidak masuk akal kau mengatainya monster iblis." Gu Yuena mendengus.
"Apa rencanamu untuk kabur dari sini? Di depan ada lebih dari 30 manusia terampil, tidak mungkin kau bisa keluar hidup-hidup."
Gu Yuena tersenyum misterius. "Bukankah ada kamu? Berjanjilah, kau akan menjadi peliharaanku tercantik dan menjadi kucing kecil yang patuh bernama Xiao Bai."
"Tidak."
"Hanya aku yang bisa mengeluarkanmu."
"Apa bedanya jika pada akhirnya menjadi peliharaan manusia?"
"Setidaknya kau mendapatkan kebebasan, tidak diikat seperti domba yang akan disembelih." Gu Yuena menyinyir.
Kucing betina ini cukup cerewet dan galak, tapi mudah diajak bicara. Persis seperti yang dikatakan Xiao Hei—kucing yang galak.
"Sudah sepakat, kau akan menjadi peliharaanku." Gu Yuena langsung berdiri, seperti merasakan sesuatu. Tapi ketenangannya menutupi kewaspadaan yang terlihat.
"Kau ...."
"Beberapa orang akan datang membuat persembahan untuk monster kuno tertentu. Aku tidak bisa diam saja ketika akan dimakan oleh pelaku penangkapan kucingku sendiri." Gu Yuena mengambil kawat yang menggantung di dinding sel dan mematahkannya menjadi sebesar tusuk konde.
Karena ia tidak memiliki tusuk konde, ia hanya bisa menggunakan kawat yang tersedia secara gratis.
Kucing salju melihat gerak-gerik Gu Yuena yang terbilang aneh baginya. "Kunci sel terbuat dari baja yang sulit dihancurkan. Kau tidak akan bisa membuka ...."
Kucing salju tidak melanjutkan ucapannya lagi ketika melihat gembok besar yang mengunci sel terbuka hanya dengan sebuah kawat kecil.
"Inikah kekuatan baja?" Gu Yuena mendengus, melempar gembok besar itu begitu saja ke tanah dan membuka pintu sel. "Kita harus cepat."
Sel itu memiliki efek khusus yang membuat kekuatan spiritualnya tertutup. Untung saja Gu Yuena ahli membobol kunci sebagus apa pun kunci dibuat.
Ia pergi ke kucing putih itu, lalu menggunakan kekuatan spiritualnya untuk melelehkan rantai yang mengikat leher kucing dengan sempurna. Kucing salju hanya bisa melongo tidak berdaya.
Semudah itu?
"Timing yang bagus." Gu Yuena tersenyum miring, merasakan beberapa orang mulai berdatangan.
"Sudah lama aku tidak berolahraga." Gu Yuena meregangkan otot-ototnya selagi maju untuk menghadapi mereka.
Para kesatria itu memasang sikap waspada dan mengacungkan pedang ke atah Gu Yuena. Ketika Gu Yuena maju dengan cambuk api yang muncul di tangannya, mereka langsung berlari menyerang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yang Xinyuan dan Xiao Hei masih setia menunggu di luar gerbang tanpa mengubah posisi mereka. Sudah beberapa jam berlalu, dan hari akan fajar, tapi Gu Yuena masih belum muncul.
Apa terjadi sesuatu padanya?
"Nona ...." Xiao Hei masih berharap perempuan itu datang tepat sebelum bom waktu yang memegangnya meledak.
Ia sangat takut!
Tepat setelah berpikir demikian, tiba-tiba saja kedua makhluk beda jenis itu bereaksi dan merubah raut menjadi serius.
Ada fluktuasi energi yang besar di sekitar kediaman.
Apa itu Gu Yuena?
Ledakan menggelegar diiringi kobaran api besar dari bawah kediaman. Api itu menyebar sangat cepat dan menyebabkan banyak kepanikan di dalam kediaman.
Nyala api itu begitu terang, menerangi kegelapan dan meramaikan kesunyian malam. Sosok bersayap merah muncul di udara bersama seekor kucing kecil berwarna putih di tangannya.
Gu Yuena di udara melihat hasil karyanya dengan gembira.
Ini baru namanya bakar-bakar.
Omong-omong, marquess sedang tidak ada di kediaman. Akan sulit baginya untuk menanyakan banyak hal dan menyelesaikan masalah.
Kebakaran di kediaman marquess menyebabkan kepanikan massal. Ada banyak kultivator berelemen air berusaha memadamkannya, tapi api itu begitu sulit dipadamkan sehingga mereka harus memanggil petugas untuk membantu pemadaman.
Berita itu diketahui oleh Bai Youzhe yang masih berada di aliansi. Tiba-tiba saja, ia teringat pada Gu Yuena.
Tanpa berkata apa pun, Bai Youzhe memacu kudanya ke arah penginapan. Jika sudah seperti ini, kediaman marquess pasti akan menyelidiki lebih lanjut dan mengorek kota sampai ke akarnya. Jika Gu Yuena ditemukan orang-orang itu, Gu Yuena bisa dalam bahaya.
Tapi ketika ia sampai di penginapan dan pergi ke kamar Gu Yuena, ia tidak menemukan siapa pun yang hadir di kamar itu.
Kemana gadis itu pergi di saat-saat seperti ini?
"Tuan Muda, Nona Gu terlihat di kediaman marquess." Salah satu anggota aliansi assassin datang memberitahu setelah melihat apa yang terjadi di tempat itu. Ia memiliki dugaan bahwa Gu Yuena yang melakukannya, tapi ia tidak berani berasumsi sendiri.
"Sendiri?" tanya Bai Youzhe.
"Sendiri. Tapi ...." Pria itu menggantung ucapannya, terlihat agak ragu. "Saya melihat Yang Xinyuan ada di lokasi."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kenapa tidak bunuh saja mereka?" Kucing salju melihat Gu Yuena dengan raut bosan.
Pasalnya, perempuan itu terus mengepakkan sayap sambil menghindari serangan archer di bawah sana. Ada pula beberapa orang yang terbang mengejarnya.
"Inginnya begitu. Tapi itu hanya akan menambah masalah pada kakakku." Gu Yuena terus fokus pada arah haluannya.
"Tidak. Kau tidak tega."
"Aku tidak main-main saat aku mengatakan akan melemparmu dari sini. Ingatlah, kau terluka, dan akan mati jika masuk ke dalam apiku." Gu Yuena mengancam dengan nada kesal.
"Maka kau akan sangat bersalah pada kucing neraka."
"Xiao Hei. Namanya Xiao Hei." Gu Yuena melirik kucing imut itu agak sinis. Tapi tiba-tiba hatinya menjadi lembek ketika melihat penampilan cantik dan imut itu.
Ah, kenapa harus ada kucing semenyebalkan ini! Ia kan jadi tidak bisa marah ....
"Mana-mu habis." Mana adalah cara pengucapan orang Wyvernia dalam menyebut qi.
"Oh. Itu berarti sebentar lagi kita akan jatuh." Gu Yuena masih begitu tenang sampai sekarang.
Dan benar saja, qi dalam tubuhnya habis karena konsumsi sayap api yang besar. Sayap api di punggungnya menghilang begitu saja, sedangkan Gu Yuena langsung mendarat di bagian tertinggi bangunan yang terbakar.
Beberapa orang mengepungnya baik archer yang berada di atap maupun beberapa mage angin di udara.
"Sekarang giliranku, aku akan membawamu pergi dari sini." Kucing salju menawarkan diri, tapi Gu Yuena mengabaikannya.
"Bukankah hanya beberapa kesatria?" Gu Yuena mengeluarkan cambuknya sekali lagi. Ia telah menghabiskan sisa qi dalam tubuhnya.
"Keras kepala." Kucing salju memutar bola mata.
"Kita bisa teleportasi setelah pemanasan." Gu Yuena meyakinkan. Qi salam tubuhnya tidak akan sepenuhnya habis. Selama masih ada sisa, ia dapat memulihkan qi selama penggunaannya tidak sampai kering.
Bukankah hanya perlu mengulur waktu? Itu yang ia lakukan sejak tadi untuk mengaktifkan teleportasi.
Mereka mulai menyerang. Tanpa berpindah posisi, Gu Yuena mengayunkan cambuk, menebas semua orang dan memantulkan panah-panah yang terbang ke arahnya.
Ia membuat api semakin besar dan mengatahkan semua api yang berkobar ke arah mereka. Wilayah lingkup Gu Yuena telah berubah menjadi api.
Api yang ia ciptakan membuat kerusakan besar pada bangunan. Beberapa pilar roboh, serta atap di mana Gu Yuena berada.
Atap yang roboh itu membawa beberapa prajurit jatuh ke dalam lahapan api di bawah sana. Sedangkan para mage angin yang terbang, terhempas akan cambuk Gu Yuena yang terlalu cepat untuk ditangani.
Mereka semua kalah seketika.
"Bukankah aku sangat hebat?" Gu Yuena menyengir ke arah kucing salju, bermaksud pamer.
Sedangkan kucing salju tampak termenung sejenak, sebelum akhirnya menyadari sesuatu yang salah.
"Apa teleportasimu sudah bisa digunakan?" tanya kucing salju.
Gu Yuena menjawab dengan enteng, "Sedikit lagi."
"Matilah ...."
Tepat setelah kucing salju mengeluh pasrah, bagian atap yang dipijak Gu Yuena nengalami keruntuhan. Mereka jatuh ke dalam lahapan api saat itu juga.
Gu Yuena tidak melepaskan kucing salju di pelukannya. Menembus semburan api, ia terus jatuh ke bawah dan melalui dua lantai yang ambruk bersamaan.
Seharusnya dia pindah posisi sejak tadi agar hal seperti ini tidak terjadi.
Saat ini, Gu Yuena membiarkan tubuhnya jatuh sambil menunggu teleportasi siap digunakan. Sedikit lagi ... ia bisa langsung berada di luar gerbang yang penuh pengepungan.
Ketika sosoknya akan jatuh membentur reruntuhan di lantai dasar, saat itulah teleportasi siap digunakan.
Gu Yuena langsung menggunakan kekuatan terakhir untuk melarikan diri, tapi tiba-tiba ada beberapa reruntuhan yang datang dari atas.
Kecepatan tangannya tidak sempat digunakan untuk menghindar atau menggunakan teleportasi bersamaan.
Tepat pada saat yang sama, sebuah bayangan hitam melintas dan menyambar tubuhnya ke udara dan melesat cepat ke langit melewati kobaran api. Reruntuhan dari atas terbelah begitu saja akan sambaran bayangan hitam yang membawa Gu Yuena. Api yang berkobar meledak saat itu juga.
Semua orang semakin panik. Mereka mencari-cari di mana pelaku pembakaran ini, tapi tidak menemukan apa pun di sekitar kobaran api.
Jelas-jelas mereka melihat perempuan asing itu jatuh dan akan terkena efek ledakan.
Apa dia mati jasadnya tertimbun?
Sedangkan sosok yang dicari, ada di langit bersama pria berjubah hitam serta dua ekor kucing hitam dan putih yang bersembunyi.
Gu Yuena yang sebelumnya menutup mata, membuka matanya untuk melihat kekacauan yang ia perbuat.
Sangat kacau ....
Ia melihat orang yang menyelamatkannya. Melihat sepasang iris hitam legam itu, ia menghela napas.
"Nyaris saja."
Yan Xinyuan melihat Gu Yuena yang tampak lega di pelukannya. Perempuan ini telah kehabisan banyak qi serta membuang qi untuk teleportasi yang gagal.
"Kita langsung ke akademi, sekarang." Yang Xinyuan berkata tanpa bantahan.
"Eh?" Gu Yuena sadar, bahwa Yang Xinyuan terbang begitu cepat membawanya pergi.
Seharusnya ia ke penginapan! Mereka sudah terlewat begitu jauh!
Sedangkan di bawah sana, mereka tidak tahu bahwa Bai Youzhe dengan mata setajam elangnya melihat pria yang membawa gadis itu dengan jelas. Tatapannya tetap datar seperti biasa.
Ia melihat ke arah kediaman marquess yang penuh api, tampak tidak ada niat untuk mengejar mereka berdua. Iris biru malamnya menjadi redup seketika.
"Jadi kau memilih pergi."