Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
100. Salah Langkah



Sudah cukup lama tidak melihat Su Churan di tempat ini. Begitu bertemu, wanita itu langsung sibuk sendiri membawa Gu Yuena minum teh di paviliun-nya yang sepi.


Paviliunnya tidak sebesar istana raja, tapi tempat itu cukup asri dan tenang sehingga cocok dibuat sebagai tempat peristirahatan. Selain itu, ada berbagai macam tanaman dan bunga di mana kupu-kupu peliharaan Su Churan hinggap.


Agak berbahaya karena kupu-kupu milik Su Churan adalah kupu-kupu yang tidak hanya memakan sari bunga, melainkan darah.


"Bai Youzhe pergi begitu mendadak, aku agak terkejut mendengar dia meninggalkanmu di sini. Berdasarkan sifatmu, aku tidak akan terkejut jika kau ikut ke Dunia Bawah untuk bertarung bersama."


Gu Yuena menarik alisnya. "Dunia Bawah?"


"Kau tidak tahu?" Su Churan menutup mulutnya sendiri. Sepertinya ia salah bicara lagi.


Gu Yuena tampak biasa-biasa saja. "Bai Youzhe hanya memberitahuku bahwa dia memiliki urusan penting." Jika ia tahu Bai Youzhe pergi ke dunia bawah, ia akan bersikeras ikut untuk menyelesaikan misi.


Ah, tidak. Ia akan bersikeras pergi ke Istana Linghun untuk penjelasan lebih lanjut dan melaksanakan tugas sang phoenix di Dunia Bawah bersama Bai Youzhe. Dia tidak perlu gelisah seperti ini.


Tahu begitu, ia akan mendesak Bai Youzhe untuk bicara.


"Gu Yuena oh Gu Yuena, ada banyak hal yang perlu kau ketahui mengenai Bai Youzhe. Kalian sudah tinggal bersama, tapi kau tetap tidak tahu apa pun. Setidaknya, jika kau bertanya, dia akan menjawab. Atau kau cari tahu sendiri saja." Su Churan bersedekap dada melihat Gu Yuena yang sangat acuh tak acuh.


"Aku mana punya waktu memikirkannya." Gu Yuena sendiri memiliki banyak masalah yang rumit. Dia benar-benar tidak terpikirkan hal itu.


Ini memang salah.


Pada akhirnya, dia sendiri yang kesulitan.


"Ini juga salah Bai Youzhe. Seharusnya dia memberitahumu tanpa harus ditanya. Mungkin dia mengkhawatirkanmu karena terlalu berbahaya, tapi jika aku menjadimu maka aku akan sangat marah."


"Tidak perlu anggap serius." Bukankah Gu Yuena juga memiliki masalah yang tidak diceritakan pada Bai Youzhe? Ia juga harus ke dunia bawah dan berencana ke Istana Linghun. Ia tidak pernah menceritakan hal tersebut pada Bai Youzhe. Bahkan, ia tidak memberitahu pria itu bahwa ia sedang mengandung. Mereka imbang.


"Kamu salah. Keberhasilan suatu hubungan adalah dengan saling terbuka dan percaya. Jika ada rahasia di antara kalian, kesalahpahaman akan terjadi dan dapat menciptakan konflik yang membuat hubungan kalian merenggang. Kalian berdua pintar merencakan sesuatu, tapi kenapa sangat bodoh dalam berhubungan?"


Gu Yuena tampak tidak setuju dan melipat kedua tangannya. "Hei, aku tidak sebodoh itu. Aku tidak bisa mencampurkan urusan pribadi dan perang secara bersamaan. Jika aku mencampurkan keduanya, entah berapa banyak yang sudah kubunuh sampai sekarang. Kau termasuk salah satunya."


Su Churan terdiam. Apa dia juga akan mendapat jawaban yang sama ketika mengatakan hal ini pada Bai Youzhe? Entahlah. Mereka cukup mirip.


"Setidaknya kamu bisa menyeimbangkan keduanya, 'kan? Jika seperti ini, kalian hanya menjadi egois sendiri!" Su Churan menunjuk dirinya sendiri. "Jadikan aku sebagai contoh. Ketika aku berhubungan serius dengan seseorang dan akan menikah, saat itu hubunganku kandas karena rahasia yang kami pendam sendiri. Aku memilih Istana Tianshuang yang tidak ikut campur urusan kekaisaran, sedangkan dia memilih menjadi pejabat tertinggi di Wyvernia. Aku menolak ikut campur urusan politik dan terlalu sibuk dalam urusan istana, begitu pula sebaliknya. Alhasil, terjadi kejenuhan karena merasa berjalan di jalan yang berbeda. Selain itu, aku menyembunyikan identitasku sebagai tetua istana sehingga dia merasa cemburu ketika aku lebih mementingkan tugas dari Bai Youzhe dan lain-lain. Itu adalah akhir dari hubungan! Lalu sekarang ...."


Su Churan merubah ekspresinya menjadi frustrasi dan sedih. Antara kecewa dan menyesal, dia hanya bisa menutupinya dengan mengambil tugas sebanyak mungkin.


Gu Yuena terdiam. Bagaimana bisa serumit itu? Selama dia hidup, hubungan yang ia tahu hanyalah saling mendukung dan percaya. Itu saja sudah cukup meski ada banyak rahasia di antara mereka. Asalkan percaya, semua akan baik-baik saja.


Dia telah menyamar menjadi pasangan banyak pria di masa lalu dan telah belajar bahwa kepercayaan adalah hal utama. Ia memiliki rahasia, tapi rahasia itu tidak menghalangi rencana untuk mencapai tujuannya.


Asalkan memegang kelemahan lawan dan mendapat kepercayaan penuh, dia sudah mengagap bahwa itu adalah hubungan yang berhasil. Dengan begini, sang pria tidak akan curiga meski telah membunuhnya sekalipun.


Tapi ucapan Su Churan mengatakan bahwa semua caranya adalah salah. Apa yang dia lakukan selama ini adalah keegoisan untuk kepentingannya sendiri tanpa memperhatikan orang lain.


Itu berarti, jika ia menggugurkan kandungannya, maka itu merupakan keegoisannya sendiri. Bukan dilakukan untuk melindungi seseorang dan menghindari masalah, tapi dalih untuk menyangkal semua kenyataan dan lari jauh dari masalah.


Semua yang ia lakukan selama ini ternyata salah.


Gu Yuena semakin bingung. Ia meremas roknya diam-diam dengan kening berkerut serta tatapan linglung. Apa lagi yang harus ia lakukan?


"Churan, sepertinya aku melakukan kesalahan." Gu Yuena semakin pusing, tapi tidak bisa menyangkalnya. Ia menggigir bibir bawahnya, lalu melihat Su Churan yang terlihat penasaran.


"Xiao Yuena, tidak mungkin kau berniat pergi ke Dunia Bawah, 'kan?" Su Churan cemas sendiri.


Gu Yuena menggeleng cepat. "Bukan itu." Ia terlihat ragu sejenak, lalu berkata, "Aku nyaris membunuhnya ... anakku sendiri."


Su Churan tertegun. Pikirannya kosong sesaat.


"Apa!"


Wanita itu bereaksi begitu frontal, namun Gu Yuena tidak terlihat terkejut, hanya diam menerima teriakan Su Churan yang begitu heboh sampai kupu-kupu di sekitar berterbangan liar.


Untung tempat ini sangat sepi.


"Xiao Yuena, kau sedang ... apa itu benar? Sejak kapan? Kenapa aku tidak tahu? Apa Bai Youzhe tahu? Siapa saja yang tahu? Kenapa tidak ada yang memberitahuku!"


Pertanyaan terlontar bertubi-tubi sampai membuat Gu Yuena menyesal mengatakannya. Wajah wanita itu sudah datar sejak Su Churan mengajukan banyak pertanyaan tanpa henti.


Su Churan tetaplah Su Churan. Sikapnya tidak pernah berubah selama bertahun-tahun meski usianya bertambah sekalipun.


"Selain Chu Xin dan dokter kenalannya, tidak ada yang tahu."


"Sejak kapan?"


Gu Yuena diam untuk beberapa saat. Mungkin saja Su Churan bisa membantunya yang sedang buntu ini. Jadi lebih baik bicara jujur. "Kemarin Gu Yueli memberitahuku. Aku tidak yakin, jadi baru-baru ini aku pergi ke dokter kenalan Chu Xin untuk periksa."


Su Churan menyipitkan matanya. Pantas saja ia merasakan keberadaan lain, ternyata itu berasal dari Gu Yuena sendiri.


Ia akan memiliki keponakan!


"Jadi, kau belum memberitahu Bai Youzhe?"


Gu Yuena menggeleng begitu enteng. "Dia akan pergi, aku tidak bisa membicarakannya."


"Lalu jika nyawamu terancam dan Bai Youzhe akan pergi, maka kamu juga tidak akan mengatakannya?" Su Churan merasa gemas.


"Aku tidak selemah itu."


"Oh, ayolah. Tidak semua masalah bisa diselesaikan sendiri sekuat apa pun mental dan kekuatanmu. Nyatanya, bukankah sekarang kamu kebingungan? Bahkan sampai menyembunyikannya dari semua orang."


"Posisinya agak rumit. Gu Yueli berkata aku harus menggugurkannya, karena kemungkinan besar akan terjadi masalah besar di Istana Tianshuang dan Istana Linghun. Selain itu, Klan Ye sudah pasti menargetku. Aku tidak tahu ada konflik apa Keluarga Bai dengan Klan Ye, tapi intinya Klan Ye tidak akan tinggal diam."


"Gu Yueli pasti sudah memberitahu mereka."


"Aku harap mereka sudah menutup mulutnya dengan baik." Gu Yuena merasa tidak akan semudah itu menutup mulut Gu Yueli. Bahkan jika ingatan Gu Yueli dihilangkan, tidak tahu cara apa saja yang digunakannya untuk mengirim berita pada Klan Ye.


"Tidak akan semudah itu. Jika dilihat dari sisi orang lain untuk kepentingan dunia, memang harus digugurkan. Tapi tidak menutup kemungkinan tidak hanya memiliki satu solusi. Xiao Yuena, kamu harus merawatnya. Tidak, kalian harus merawatnya. Beritahu Bai Youzhe, dia akan segera kembali setelah mendengarnya."


"Dia seharusnya sedang sibuk di Dunia Bawah."


"Assassin Guild memiliki koneksi dengan Dunia Bawah. Asal kamu tahu, meskipun Bai Youzhe tidak ada di Dunia Bawah, segalanya tetap terkendali. Yah, kemarin memang mendesak, sih. Tapi Bai Youzhe sudah datang, kondisi sudah stabil karena perbedaan waktu yang sangat jauh. Dia bisa kembali jika kau memanggilnya."


"Tapi urusannya—"


"Masalah di Dunia Bawah berhubungan dengan ras naga. Itu tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Jangan sampai ketika anak kalian lahir, Bai Youzhe baru kembali menyelesaikan masalah dan terkejut mengetahui kenyataan bahwa dia sudah menjadi seorang ayah sejak lama. Itu menyedihkan."


Ucapan Su Churan benar. Mau tidak mau, Gu Yuena memang harus memberitahu Bai Youzhe mengenai masalah ini, barulah mencari solusi. Dia tidak bisa menghadapi musuh sendiri, apalagi musuhnya sendiri adalah keluarganya. Tapi ada masalah yang lebih merepotkan.


"Jadi, aku akan mengirim pesan pada mereka sekarang." Su Churan sangat bersemangat dan beranjak dari tempat duduk. Tapi Gu Yuena buru-buru menghentikannya.


"Tunggu dulu. Jika kau mengatakannya secara terang-terangan, bagaimana dengan tetua lainnya? Mereka—"


"Tidak perlu khawatir. Mereka akan memperlakukanmu dengan baik."


"Bukan begitu." Gu Yuena merasa tertekan karena sikap Su Churan yang penuh semangat. "Aku pikir ada beberapa mata-mata di sini semenjak Bai Youzhe pergi."


"Kedatangan Gu Yueli bukan tanpa sebab. Selain menemani Jin Xiao untuk bertemu denganmu, aku rasa dia membawa beberapa orang untuk menetap di istana. Mereka ... adalah penyihir."


"Penyihir? Bagaimana tidak bisa dirasakan?" Wajah Su Churan memucat seketika.


"Penyihir memiliki cara sendiri agar penyamaran mereka tidak terlacak. Selain mengubah wajah, juga bisa mengubah aura dan menjadi transparan. Hanya sesama penyihir yang dapat mendeteksinya."


"Kalau begitu, kita cari di mana mereka."


"Tidak semudah itu. Aku takut mereka ada di dekat para tetua. Mereka bisa saja terhubung dengan Aula Linghun atau Istana Linghun. Itu sebabnya, aku tidak bisa memberitahu siapa pun."


"Jadi intinya, Istana Tianshuang dipenuhi penyihir? Berapa banyak?" Su Churan merinding ketika mengatakannya.


"Sekitar 10 orang, bisa kurang bisa lebih."


"Kalau begitu, aku harus memanggil Bai Youzhe segera! Xiao Yuena, keselamatanmu dan bayimu dipertaruhkan. Istana Tianshuang juga mengalami krisis secara tidak langsung. Tidak ada bantahan untuk itu."


"Kau tidak bisa memanggilnya jika ingin." Gu Yuena menghela napas atas sikap buru-buru Su Churan.


Su Churan tampak menutup mata, memberi pesan pada anggota Assassin Guild lain di Dunia Bawah. Tapi ketika ia akan mengirim pesan sihir yang dibuat dalam kesadarannya, jalur penghubung Dunia Bawah dan Dataran Mitian terputus begitu saja.


Untuk mendapat pesan dari dunia yang berbeda, dibutuhkan jalur sihir yang terhubung dengan objek satu sama lain. Tapi itu tiba-tiba saja terputus. Ini aneh.


"Sudah kukatakan, kau tidak bisa memanggilnya." Gu Yuena memutar bola mata. Sebelumnya ia menemukan Chu Xin yang diam-diam hendak membocorkan informasi pada Bai Youzhe, tapi wanita itu gagal total seperti Su Churan.


"Apa penyebabnya? Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya." Su Churan heran.


"Mungkin penyihir-penyihir itu telah menemukan celah antar-dunia dan memblokirnya." Seperti yang diketahui, Istana Linghun juga terhubung dengan Dunia Bawah. Itu dibuktikan dengan Gu Yuena yang harus pergi ke tempat itu untuk menyelesaikan misi. Tidak mungkin dia benar-benar pergi sendiri tanpa adanya mata-mata.


"Sialan!" Su Churan sangat kesal sampai duduk kembali dengan cara kasar. Wajahnya benar-benar ditekuk penuh amarah.


Gu Yuena menarik sudut bibirnya, tersenyum. "Kita tidak memiliki pilihan lain selain sembunyi."


"Kamu masih bisa tersenyum di saat seperti ini?"


"Tentu saja." Senyum Gu Yuena semakin melebar. "Karena aku memiliki rencana. Tidak perlu Bai Youzhe, aku bisa mengatasinya sendiri asal kau mau bekerja sama."


Su Churan menatap Gu Yuena dengan aneh. Rencana gila apa lagi yang ada di otak wanita itu? Perasaan Su Churan tiba-tiba tidak enak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jauh di dalam kegelapan sekitar wilayah Istana Linghun, ada sebuah bangunan besar yang tak kalah megahnya dengan istana yang berdiri kokoh beberapa kilometer di sebelah utara. Monster udara berterbangan melakukan penjagaan di sekitar bangunan, menghadang siapa pun yang berani menyusup.


Orang-orang melakukan kegiatan sihir sebagai aktivitas sehari-hari di berbagai tempat. Sihir berwarna-warni yang indah, namun juga mengerikan.


Di langit, sebuah sayatan muncul dan menciptakan lubang yang menghubungkan dengan dunia luar. Sosok pria bertopeng disertai jubah hitam muncul di antara lubang, melewati pembatas alam yang menutup kembali dalam hitungan detik.


Sudah cukup lama dia tidak kembali ke tempat ini. Segalanya masih tampak seperti semula. Bangunan suram yang sepi, penyihir-penyihir melakukan aksi sihir sebagai bagian dari kehidupan, beberapa monster udara berjaga dalam kondisi siap siaga, serta makhluk kematian yang berbaris-tampak tertidur.


Begitu kehadiran sosok bertopeng itu diketahui, semua orang serta para monster berlutut padanya. Mereka berlutut dan menundukkan kepala tanpa mengatakan sepatah kata sehingga memberi kesan sunyi. Pria bertopeng itu acuh tak acuh, berlalu begitu saja ke dalam bangunan setelah mendaratkan tubuh.


Melihat pria bertopeng yang sudah memasuki bangunan dan tak lagi terlihat, para penyihir di luar sana langsung bergosip ria.


"Aku dengar kloning Tuan hancur ketika melakukan pembersihan di Istana Yuansu, membuat Tuan mengalami luka berat."


"Siapa sebenarnya yang berani membuat Tuan terluka?"


"Sepertinya orang yang sama yang telah membunuh orang-orang kita di Kota Yin."


"Ah, sangat mengerikan."


"Tuan sudah sekuat itu, masih bisa dibuat terluka oleh seorang wanita? Aku tidak percaya."


"Benar, selama beberapa tahun ini, orang yang dapat membuat Tuan mengerahkan seluruh kekuatannya hanya berasal dari Keluarga Bai itu."


"Tapi ini sudah cukup lama sejak pembersihan di Istana Yuansu. Seberapa buruk luka Tuan?"


Jawaban dari pertanyaan mereka tentu hanya diketahui oleh orang yang berkaitan. Pria bertopeng itu tidak peduli dengan berbagai macam kegelisahan dan pertanyaan antek-anteknya.


Dia berjalan di sekitar lorong bangunan, lalu tiba di ruangan besar di mana ia biasa berkultivasi dan hidup sejak kecil. Sebenarnya, tempat ini adalah mimpi buruk. Tapi ia tidak memiliki pilihan lain agar dapat memulihkan diri untuk pertarungan selanjutnya.


Pria itu melepas jubahnya, menampilkan pakaian hitamnya yang menyamarkan noda darah dari berbagai makhluk. Topeng di wajahnya juga dilepas, menunjukkan sepasang iris hitam legam yang menawan dan padam.


Kakinya melangkah ke tengah ruangan berbentuk lingkaran yang menjadi pusatnya. Ruangan penuh dengan hawa dingin yang mencengkam. Tidak ada barang lain di tempat ini selain lantai yang dingin serta ornamen kayu yang dapat menjaga kehangatan ruangan.


Dia duduk di atas tempat khusus yang terbuat dari kombinasi kayu dan logam berkualitas tinggi yang bagus untuk kultivasi serta pemulihan. Matanya pun mulai terpejam untuk memulai memgontrol qi dalam tubuh.


Tepat pada saat pria itu memejamkan mata, sebuah kabut hitam menyelinap masuk dati arah pintu. Kabut hitam transparan yang memadat dan membentuk sosok bayangan wanita.


Wanita dengan mahkota di kepalanya, serta iris merah darah yang mencolok. Rambutnya disanggul pirang khas bangsawan Wyvernia.


"Kau gagal membawanya." Suara wanita itu setenang air, tapi memiliki nada dingin dan tekanan mengerikan.


Pria itu membuka mata, menampilkan iris hitam legam yang indah, menatap bayangan wanita cantik yang mirip dengan seseorang di ingatannya.


Dia menunduk. "Guru."


"Yang Xinyuan, apa kau merasa ragu?" Wanita itu adalah Li Hua, atau Putri Vanya yang dulunya merupakan putri dari Wyvernia. Kini ia adalah Ratu Istana Linghun bernama Li Hua yang pernah menikah dengan Raja Istana Linghun.


Di depannya adalah murid yang dia besarkan sejak berusia 12 tahun. Orang yang membuatnya harus meninggalkan anak-anaknya demi tujuan tertentu, Yang Xinyuan.


Tidak akan ada yang menyangka, pria yang biasa menginap di Tanah Tersembunyi milik Yan Shuiyin ternyata merupakan murid Ratu Istana Linghun yang selama ini disebut-sebutkan sebagai pria kejam dan tak berperasaan.


Dia telah memantau Istana Yuansu sejak lama, sejak pertempuran pertamanya dengan Bai Youzhe di akademi. Jika bukan karena keberadaan Putri Istana Linghun, dia sudah menghancurkannya sejak awal.


Hanya saja, belakangan ini sang ratu sepertinya sangat terburu-buru. Dia memintahkan muridnya untuk membawa Gu Yuena segera ke istana. Dengan cara menghancurkan Istana Yuansu, Gu Yuena akan kehilangan arah dan akhirnya memilih pergi ke Istana Linghun secara sukarela.


Tapi siapa sangka, Gu Yuena akan menggunakan metode pengorbanan untuk melawan Yang Xinyuan. Saat itu ia hanya mengirim kloning, karena tidak bisa melawan Gu Yuena secara langsung.


Siapa yang akan menyangka Gu Yuena telah melampaui batas dan tidak lagi mementingkan nyawa sendiri. Untungnya, dia berjaga-jaga dengan memberi Gu Yuena mutiara kehidupan.


Awalnya ia berharap bahwa mutiara kehidupan membawa Gu Yuena padanya. Namun, malah ketakutannya yang menjadi nyata. Gu Yuena sampai di Istana Tianshuang bertemu orang itu dan bertunangan.


Dia mengetahuinya ketika berada di Klan Luo. Ia bertemu Bai Youzhe, tapi hanya sekadar lewat tanpa mengatakan sepatah katapun atau mengalami konflik tidak perlu.


"Aku bertanya padamu. Apa kau merasa ragu?" Sang Ratu mengulang pertanyaan dengan tegas.


"Aku tidak bisa menghadapinya langsung." Jadi Yang Xinyuan mengirim kloning agar dia tidak merasa goyah ketika melihat perlawanan Gu Yuena.


Bagaimanapun, ia juga memiliki darah naga. Perasaannya pada Gu Yuena terikat dengan jelas. Gu Yuena juga tidak memusuhinya, sehingga tidak ingin Gu Yuena menyadari bahwa itu adalah dia yang membuat Gu Yuena membencinya.


"Kau tahu segala konsekuensi di tiap langkah yang kau hadapi." Li Hua melangkahkan kakinya ke sisi lain sambil melihat Yang Xinyuan dengan dingin. "Gu Yuena harus tiba secepatnya, apa pun yang terjadi. Aku sendiri yang akan merubahnya."


Li Hua berbalik ke arah pintu hendak pergi. Sebelum benar-benar pergi, ia sedikit menoleh ke arah Yang Xinyuan. "Pulihkan dirimu, lalu lanjutkan tugasmu."


"Baik, Guru." Yang Xinyuan menyahut tanpa menatapnya.


Ia agak khawatir, apa yang akan terjadi pada Gu Yuena setelah berada di sini, mengingat apa saja yang sudah ia lalui untuk sampai di tahap ini. Gurunya tidak mungkin sekejam itu pada putrinya sendiri, 'kan?