Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
169. Perbaikan Mentalitas



"Berapa lama aku di sini?" Gu Yuena melihat kegelapan tiada akhir di depannya. Mimpi buruk memang telah berakhir, tapi segalanya terasa kosong. Dia tidak menemukan apa yang bisa ia lihat atau dengar atau rasakan. Dia menjadi kosong dalam waktu lama.


Itu tidak menyakitkan, tapi terasa menyedihkan. Gu Yuena seperti sedang menunggu seseorang menjemputnya untuk pergi ke gerbang alam baka. Dia sendirian di tempat gelap.


Satu hari terasa seperti 1000 tahun. Tapi dia tidak tahu, telah menjadi seperti ini selama lebih dari sebulan. Ini adalah waktu terlama baginya tertidur.


Harapannya saat ini hanya satu. Mati lebih cepat. Dia tidak ingin berada di tempat gelap dan menakutkan, di mana ia bahkan bisa mendengar detak jantungnya sendiri. Terlalu menakutkan.


Gu Yuena tidak bergerak dari tempatnya. Dia tahu tidak akan ada jalan pulang. Dia hanya menunggu dalam diam dan pasif. Dia sudah mati rasa dan merasa seperti benda mati.


"Nana ...."


Suara samar berbayang itu sekilas terdengar di telinga Gu Yuena. Gu Yuena tersentak sesaat, tidak menyangka ia akan mendengar suara di tengah kegelapan dan kesunyian ini. Jantungnya menjadi lebih gelisah.


Gu Yuena tidak dapat menemukan asal suara karena suara itu berasal dari pikirannya langsung. Dia pikir dia sudah menjadi gila sampai bisa mendengar suara yang tidak jelas asalnya.


Satu hal yang pasti, suara lembut itu adalah milik Bai Youzhe.


Gu Yuena mengepalkan tinjunya erat-erat, merasakan gejolak emosinya kembali meningkat. Dia ingin tetap hidup ....


Namun, bagaimana ia bisa hidup dalam keadaan seperti ini? Saat dia bangun, dia bahkan tidak dapat melihat cahaya lagi. Sebenarnya, itu bukanlah hal yang harus ditakutkan. Lupakan tentang pengelihatannya, dia bahkan tidak bisa bangun, apa yang bisa dia lakukan?


Dia melihat kedua tangannya dan menyalurkan sihir merah seperti amgin tipis. Setidaknya kekuatannya masih ada, meski tidak berguna untuk saat ini.


Mungkin ... dia bisa meninggalkan pesan melalui kesadaran spiritualnya. Dia tidak bisa bangun, tapi dengan menghabiskan seluruh kekuatannya, dia bisa membentuk kesadaran spiritual untuk ditinggalkan sebelum kematiannya.


Gu Yuena tersenyum lembut melihat ke arah sihir merah di tangannya. Bai Youzhe, kau harus hidup dengan baik setelah ini.


Gu Yuena menutup mata sejenak, lalu membukanya lagi. Mata abu-abunya sedikit bersinar dengan warna merah seraya menggerakkan tangannya ke atas, lalu memgedarkan kekuatannya. Cinnabar phoenix di antara alisnya bersinar seperti darah. Sihir di dalamnya meluncur, bertemu dengan dua sihir dari kedua tangan Gu Yuena yang berasal dari dua lingkaran sihir yang berbeda.


Lingkaran sihir yang diukirnya sendiri serta lingkaran sihir peninggalan Yan Shuiyin, menyatu di langit ketika bertemu kekuatan phoenix dari cinnabar di alisnya. Itu secara perlahan membentuk sosok bayangan yang menyerupai dirinya, namun tanpa riak emosi. Ada perasaan kosong dan kerumitan di mata merahnya.


Gu Yuena baru saja akan menyampaikan sesuatu, bayangan itu tiba-tiba berkedip dan menatapnya dengan tajam. Gu Yuena langsung terdiam.


"Apa kau putus asa karena tidak bisa keluar dari sini, atau karena tekanan mental yang baru saja kau terima?"


Pertanyaan itu keluar dari sang bayangan, membuat kening Gu Yuena berkerut. Gu Yuena tidak bisa menjawabnya.


"Betapa egois dirimu."


Gu Yuena tidak mengatakan apa pun. Bayangan di depannya adalah cerminan dari dirinya dan akan mengungkapkan apa pun yang dia inginkan. Gu Yuena hanya menertawai diri sendiri.


"Kau kejam dan berdarah dingin, tapi kau juga rapuh dan lemah. Kau selalu merasa semua yang terjadi sudah dalam perhitunganmu, tapi tidak menyangka seseorang akan dengan mudahnya menghancurkan rencana yang kau susun dan membawamu ke dalam kegelapan. Selain itu, kau juga menjadi buta. Dalam sejarah, tidak ada penguasa sebuah ras berada di bawah perlindungan seseorang. Kau hanya merasa malu."


"Malu?"


"Kau bahkan tidak memiliki keberanian untuk mengungkap dirimu sendiri secara langsung. Kau terluka di tangan Li Hua, lalu terluka karena Yang Xinyuan. Kau sekarat karena dirimu sendiri, karena kamu tidak ingin menunjukkan diri sendiri lagi di depan semua orang sebagai penguasa sebuah ras terkuat. Kau tidak pernah menunjukkan kekuatan penuhmu dan kalah setelah mengeluarkan kekuatan kecil dalam jumlah berlebihan tanpa bisa mengeluarkan potensimu. Meremehkan lawan adalah tindakan fatal."


Gu Yuena mengepalkan tinjunya lebih erat. Benar, ini semua salahnya. Dia yang salah membuat keputusan dan menyebabkan banyak kehancuran. Dia tidak segera mengambil tindakan, melainkan menikmati kematian dan membuat musuh menjadi lebih kuat. Dia tidak pernah menganggap peperangan dengan serius dan dengan kekuatan penuh secara stabil. Dia mengandalkan emosi negatifnya dan bersatu dengan ibls hati karena tidak percaya diri dapat melawan Li Hua, ibunya sendiri.


Dia cukup kuat, tapi lemah bersamaan. Hal ini juga yang membuatnya terperangkap di dalam kegelapan panjang dan tidak pernah bangun. Karena pikirannya bingung dan menginginkan kematian. Dia lelah dan ingin melepas segalanya dengan sia-sia. Lagi pula, dia tidak akan merasa sakit dan gelisah lagi setelah mati. Ini sama seperti membiarkan dirinya sendiri mati dalam kegelapan tanpa mau berusaha.


Bai Youzhe telah menyegel sihir mimpi buruk. Sisanya akan terserah pada bagaimana Gu Yuena menangani emosinya sendiri. Ini bukan soal kekuatan, tapi soal mentalitas dan keyakinan. Mimpi buruknya menjadi mematikan karena dia tidak pernah rela dengan semua kekacauan yang ia alami.


Gu Yuena biasanya selalu percaya diri sehingga sihir penyihir tidak terlalu memengaruhinya. Tapi sejak kekalahannya di Wyvernia, dan mengalami pukulan telak di bawah taktik Yang Xinyuan, mentalitasnya menjadi kacau dan keinginan untuk hidup segera menurun. Dia tidak pernah gagal. Sekalinya gagal, ia akan jatuh sangat keras dan sulit dibangkitkan.


Hanya dirinya sendiri yang dapat menyembuhkan penyakit itu.


Gu Yuena menarik semua kekuatan sihirnya sehingga bayangan itu menyusut dan melebur ke dalam tubuhnya. Belakangan ini Gu Yuena sepertinya memang melenceng dari jalan yang biasa ia lalui. Setelah mengalami ini, ia tercerahkan.


Bukan taktik atau kekuatannya yang salah, tapi mentalitasnya. Kali ini, ia tidak akan salah lagi.


Gu Yuena mengangkat sihir merah di kedua tangannya ke atas, lalu menyebar ke seluruh kegelapan. Dia sudah cukup kuat selama ini, tapi dia tidak memiliki kepercayaan diri dan selalu meremehkan diri sendiri. Dia bukan kultivator tingkat 9 biasa. Dia adalah phoenix, pemilik darah phoenix dan Ratu Phoenix. Selain itu, dia adalah pengendali kekuatan jiwa terkuat. Bagaimana bisa kalah oleh ruang gelap dan kosong ini?


Sihir merah berputar-putar dan memberi cahaya pada kegelapan. Di dalam sana, tidak ada hal lain yang terlihat selain sihir merah yang berkumpul mengelilingi Gu Yuena sampai segala di sekitarnya menjadi merah darah dan pekat.


Mata abu-abu Gu Yuena mencerminkan sinar merah yang mengerumuninya, seolah ia berada di dalam bola cahaya berwarna merah yang dipenuhi aura api phoenix yang murni. Sinar merah itu terbakar dan menari-nari seperti api.


Peelahan sinar memadat. Itu seperti api yang mengamuk dan menutupi seluruh tubuh Gu Yuena seperti cangkang dan menutup seluruh pandangannya. Di mata Gu Yuena, tidak ada warna lain selain merah darah yang membara.


Jiwanya berkembang sangat pesat dan memulihkan luka-luka di tubuhnya. Regenerasinya semakin cepat ketika Gu Yuena meningkatkan insetitas kekuatan sihir ke tingkat yang lebih tinggi dan mencapai batasnya. Tubuhnya dipenuhi api yang berkobar dan memancarkan cahaya merah pekat di dalam kegelapan.


Sinar itu menyusut ke arah tubuhnya, membuat Gu Yuena tidak lagi terlihat ketika sinar memadat ke arahnya. Saat Gu Yuena telah mencapai batasnya dan menyebabkan beberapa keretakan pada ruang yang gelap, Gu Yuena melepas seluruh sihir dan memicu ledakan dalam alam spiritualnya.


Kegelapan di sekitarnya meledak, menghilang terbawa angin dan digantikan oleh ruang merah di mana sihir merah menari-nari di udara. Ini adalah alam spiritualnya sendiri. Gu Yuena sedikit tersenyum melihat tempat yang familiar ini.


Di sisi lain, iblis hati yang melemah tanpa bisa berdiri sejak awal hanya melihatnya dengan senyuman gila, sebelum akhirnya menghilang. Tubuh Gu Yuena berubah menjadi seekor phoenix dengan kekuatan jiwa berwarna hitam yang mengelilinginya.


Tidak peduli apa dia buta atau tidak, itu tidak akan merubah apa pun. Dia hanya buta, tidak tuli dan bisu sehingga masih bisa mempertahankan persepsi dan pendengarannya dalam pertempuran. Dampaknya tidak akan terlalu besar.


Dia menghadapi kesunyian lagi dan lagi untuk menata pikirannya dengan rasionalitas yang lebih lengkap. Ia memiliki banyak penyimpangan dalam logikanya, sehingga harus diperbaiki secara mendalam untuk mendapat pencerahan dan menjadi lebih baik. Jika tidak, ia akan terus terperangkap sampai segel mimpi buruk terlepas dan ia kembali disiksa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Entah berapa lama waktu berlalu. Gu Yuena telah mendapati kesadarannya. Dia sadar semua inderanya mulai berfungsi ketika merasaman hembusan angin malam dari jendela yang menerpa kulitnya. Selain itu, ada semacam kain tebal yang menyelimutinya, serta sebuah tangan kekar yang memeluknya dengan hangat. Dia merasa sangat hangat.


Ia agak terkejut menyadari bahwa cahaya berhasil masuk ke dalam matanya. Meski terlalu buram untuk melihat, dan masih ada kegelapan yang menyertainya, dia masih dapat melihat seseorang yang tidur di dekatnya sambil memeluknya. Wajah mereka saling berdekatan, dahi mereka saling bersentuhan dalam posisi miring.


Gu Yuena nyaris tidak percaya. Dari napas hangat pria di depannya, dia langsung mengenali dan tidak bisa menahan senyum lembut. Ia meraih wajah pria itu, lalu memberinya usapan lembut sebelum merasakan jarinya menyentuh air di wajahnya.


Dia menangis?


Segera setelah menyentuh wajahnya, seluruh pandangan Gu Yuena menjadi gelap dan tidak lagi melihat fitur pria yang sangat ingin dilihatnya. Matanya kembali abu-abu dengan semburat merah di mana warna mata aslinya dipertahankan.


Gu Yuena tidak gelisah. Dia hanya tersenyum kecut dan pergi menyelinap ke pelukan pria yang merupakan suaminya.


Bai Youzhe sadar sesuatu bergerak di depannya. Ketika membuka mata, dia dipenuhi kejutan ketika melihat Gu Yuena yang datang memeluknya. Tanpa sadar, Bai Youzhe memeluknya lebih erat, sangat erat dengan perasaan luar biasa.


Nana-nya telah bangun!


Ini merupakan hal luar biasa!


Sebelumnya Bai Youzhe sangat ketakutan dan nyaris menggila ketika merasakan vitalitas Gu Yuena yang menurun secara drastis. Dia tidak pernah meninggalkan ruangan ini selama lebih dari sebulan Gu Yuena koma. Bahkan jika Gu Yuena koma bertahun-tahun, Bai Youzhe tidak akan meninggalkannya.


Selama periode itu, Bai Youzhe mengurusnya sangat baik. Dia seperti sedang mengurus seorang bayi. Menggantikannya pakaian bersih dan memberinya nutrisi. Meski Gu Yuena koma, dia tetap harus mendapat nutrisi untuk mempertahankan tubuhnya agar organnya dapat terus berjalan dengan lancar. Dia tidak bisa makan atau minum, sehingga Bai Youzhe memberinya obat yang berfungsi sebagai pengganti makanan pada Gu Yuena.


Selain itu, dia juga kerap kali bicara dengan Gu Yuena, meski tidak ada sahutan. Lalu dia akan memeluk Gu Yuena dengan perasaan kacau seperti akan menangis.


Itu berlangsung selama lebih dari sebulan sampai hari ini. Sekarang sudah malam, semua orang sudah tertidur. Siapa sangka Gu Yuena tiba-tiba akan bangun seolah semua baik-baik?


Kecuali matanya yang berubah warna ....


Bai Youzhe belum menyadarinya karena ia masih memeluk Gu Yuena dengan erat. Gu Yuena juga tidak menolaknya dan terlihat sangat nyaman.


"Aku sangat takut belakangan ini. Kau tidak bangun selama lebih dari sebulan, aku pikir kau akan meninggalkanku." Suara Bai Youzhe terdengar serak.


"Sejak kapan Yang Mulia Bai menjadi sangat penakut? Aku selalu baik-baik saja."


"Bagaimana bisa jadi baik-baik saja? Saat sihir mimpi buruk tersegel, seharusnya kau sudah bangun dalam beberapa hari. Kalaupun tidak dalam beberapa hari, setidaknya vitalitsmu akan terjaga ...." Bai Youzhe tidak bisa memikirkannya lagi.


Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba saja vitalitas Gu Yuena tidak stabil dan menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Gu Yuena berada di ambang kematian. Kekuatan spiritualnya juga kacau. Bagaimana dia tidak khawatir?


Gu Yuena hanya tersenyum. "Salahku." Dia hampir mengakhiri hidupnya saat itu. Pasti itu yang membuat vitalitasnya menurun dan menyebabkan kepanikan.


Bai Youzhe menggeleng. "Bukan salahmu. Aku yang tidak menjagamu dengan baik. Seharusnya aku menemukanmu lebih awal, atau sihir mimpi buruk tidak akan dipicu." Saat mengatakannya, Bai Youzhe mencela diri sendiri karena tidak cukup kompeten.


"Kau menangani Yang Xinyuan, bagaimana bisa secepat itu menyelesaikannya? Itu saja sudah merupakan bantuan yang sangat besar."


Bai Youzhe tersenyum kecut. "Nana, aku tahu kau bertemu dengan Yang Xinyuan, yang membuat sihir mimpi buruk dipicu. Orang yang bertarung denganku hanya kloning. Kloning tetaplah kloning. Seharusnya aku sadar sejak awal. Ini salahku."


"Itu semua sudah berlalu. Aku juga baik-baik saja. Tidak perlu dicemaskan." Gu Yuena menjadi lebih lembut saat ini dan menutup mata dengan nyaman. Dia masih tidak mengatakan bahwa ia kehilangan pengelihatannya. Bai Youzhe pasti akan lebih cemas.


"Aku akan mencari cara agar sihir mimpi buruk disingkirkan dari tubuhmu sepenuhnya." Bai Youzhe berjanji.


Gu Yuena hanya berdeham singkat sebagai sahutan. Bai Youzhe memberinya terlalu banyak hal baik dan terus melindunginya, Gu Yuena merasa tidak berdaya. Bagaimana ia bisa membalasnya?


Dia tidak boleh terus mengandalkan Bai Youzhe. Karena terlalu mengandalkan seseorang, dia jadi tidak stabil dan tidak dapat berkembang. Dia harus melepaskan perasaan mengandalkan dan menjadi diri sendiri.


Bai Youzhe meregangkan pelukan dan melihat ke arah Gu Yuena. Ia mensejajarkan kepalanya dengan Gu Yuena, melihatnya dalam-dalam tanpa melepaskan kedua tangannya yang memeluk pinggang Gu Yuena dengan erat.


"Aku sangat merindukanmu." Bai Youzhe ingin melihat wajah itu lebih lama. Wajah yang dipenuhi kehidupan, bukan wajah tertidur yang kapanpun akan pergi tanpa pamit.


Gu Yuena tanda sadar membuka mata. Lalu dia teringat bahwa ia tidak bisa melihat Bai Youzhe dan menghela napas dalam hati. Bai Youzhe jadi melihat mata abu-abunya, tapi sepertinya pria itu tidak terkejut dan hanya menatapnya.


Tanpa bertanya, Bai Youzhe sudah paham. Gu Yuena tidak bisa mempertahankan pengelihatannya setelah pukulan mengerikan itu. Dia sudah berjanji akan mencari cara untuk mengembalikan pengelihatan Gu Yuena dengan cara apa pun, sama seperti melepaskan sihir mimpi buruk. Dia akan berusaha dengan nyawanya seperti ketika menekan racun api di tubuh Gu Yuena.


Selama periode ini, dia akan menjadi mata Gu Yuena, seperti yang pernah ia tunjukkan.


...----------------...


Maaf agak terlambat update dan agak sedikit adegannya kali ini. Dari pagi sampai sore nggak ada waktu nulis. Pagi-pagi harus nganterin ade ke rumah sakit, terus pergi seminar di kampus dari siang sampai sore.


Semoga kalian tetap betah baca. Kedepannya karakter Gu Yuena akan mengalami sedikit perubahan setelah 'perbaikan' di bab ini. Puncak konflik sudah dekat, akan ada lebih banyak adegan peryempuran kali ini.