Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
150. Istana Ratu



"Siapa kau?" tanyanya. Dia sepertinya tertinggal banyak informasi.


Pelayan di sisi Gu Yuena langsung bicara buru-buru untuk menghindari kesalahpahaman. Ia masih takut mengenai rumor yang beredar.


"Nona Shu, kondisikan sikap Anda pada Yang Mulia. Yang Mulia adalah Ratu Phoenix dan Ratu di Istana Penguasa, harap Nona bisa memperlakukannya dengan hormat."


"Ratu?" Wanita itu terlihat terkejut. Ekspresinya menjadi rumit saat menatap Gu Yuena. "Bagaimana bisa dia? Phoenix?"


"Nona Shu sepertinya tertinggal kabar. Yang Mulia Raja telah menikah dengan Ratu Phoenix di Dataran Mitian. Sebaiknya, Nona bisa lebih menjaga sikap dan menaati peraturan Istana Ratu. Yang Mulia Raja telah memberi perintah agar tidak ada siapa pun membuat gangguan di sekitar Ratu."


Wanita itu mendengus kesal. "Siapa kau bicara padaku seperti itu? Kau pikir aku mudah ditangani?"


Pelayan itu bicara dengan tegas, "Hamba dipersiapkan langsung oleh Tuan Long untuk melayani Ratu. Maaf atas kelancangannya."


"Long Qianyu ... Long sialan itu lagi ..." geramnya. Pandangannya kemudian menatap pelayan itu dengan tajam. Dia tidak berani menatap Gu Yuena langsung dan memilih menatap pelayannya. "Jangan hanya karena aku adalah seorang selir, kau bisa berkata dengan nada seperti itu padaku. Aku tidak takut pada Long Qianyu. Aku hidup lebih lama darinya!"


"...." Gu Yuena tidak bisa mengatakan apa pun. Wanita bertampang ceroboh dan arogan ini sudah hidup lebih lama dari naga tua itu? Bahkan Long Qianyu telah hidup lebih dari 200 tahun, dua kali lipat dari masa hidup Bai Youzhe.


Lalu apa katanya tadi? Selir? Apa dia selir Long Qianyu sampai berkata dengan berani seperti itu?


Wanita itu bersedekap dada dengan angkuh. "Aku tinggal lebih lama di Istana Ratu. Tidak, Jiang Xixi lebih lama di Istana Ratu. Kenapa tidak dia saja yang menjadi Ratu? Kenapa harus phoenix yang baru lahir ini?"


Pelayan itu sangat tertekan dan mulai panik. Dia melirik Gu Yuena yang masih tampak sangat tenang memperhatikan wanita itu. Meski terlihat tenang, pelayan itu tetap saja tidak bisa merasa was-was.


"Nona, alangkah baiknya jika mengetahui informasi yang lebih bisa dipercaya terlebih dahulu sebelum memberi komentar. Jika Tuan Long mendengarnya, Nona tahu apa yang akan terjadi."


Wanita itu terlihat sangat geram dan berdecak. Ia menghentakkan lengannya dengan kasar sebelum pergi. Lupakan bagaimana Long Qianyu memberi pelajaran pada orang istana yang semena-mena, ia lebih takut pada sang Raja yang menunjukkan kemarahan.


Tapi, apa seekor phoenix kecil bisa membuat sang Raja marah hanya karena hal sepele seperti ini? Yang ia dengar, sang Raja tidak peduli urusan Istana Ratu sehingga menyerahkannya pada Long Qianyu. Ia bahkan tidak pernah berinteraksi langsung dengan sang Raja.


Ia pun berbalik untuk berhadapan dengan Gu Yuena. Wajahnya suram, memandang dengan iris hitam yang menyala. Dia adalah naga ratusan tahun, kenapa harus takut pada phoenix yang baru lahir?


"Aku sarankan padamu untuk tidak senang terlebih dahulu. Meski kau adalah penguasa sebuah ras, kau tidak ada bedanya dengan wanita yang dicampakkan."


"Nona Shu!" Pelayan itu sudah ketakutan setengah mati. Nona tertentu memprovokasi orang yang salah, dia benar-benar sangat ketakutan dan melirik Gu Yuena yang masih dengan wajah santainya.


Tapi detik berikutnya, senyum muncul di bibir merah itu. Gu Yuena tersenyum. Bukannya lega, pelayan itu lebih ketakutan. Itu adalah senyum mematikan.


"Setidaknya, aku bukan seseorang yang tidak memiliki kuasa dan kekuatan." Gu Yuena bicara dengan enteng, menatap wanita itu dengan penuh perhatian.


Wanita itu jadi gugup dan waspada. "Kau bahkan baru lahir beberapa tahun yang lalu. Bagaimana bisa dibandingkan dengan naga-naga ratusan tahun?"


Ia tahu tentang Ratu Phoenix hanya saat Dunia Bawah di ambang krisis. Ratu phoenix baru lahir dari roh phoenix untuk membangkitkan ras. Hanya itu yang ia ketahui. Istana Ratu sangat tertutup sehingga konflik di luar sama sekali tidak terasa seolah segalanya sudah damai. Tempat ini adalah sangkar emas.


"Aku tinggal lebih lama darimu di sini, tentu saja aku lebih berpengalaman. Jangan berpikir bahwa Yang Mulia hanya memiliki kau seorang saja." Wanita itu memprovokasi lagi.


Senyum Gu Yuena menjadi dingin. Bahkan Xiao Hei di lengannya sudah tidak tahan akan suasana dingin yang dirasakan sampai meringkuk tidak berani bergerak. Sedangkan Xiao Bai menggeram ke arah wanita itu.


"Namaku adalah Shu Xian, semoga kita bisa menjadi 'akrab'." Wanita itu menunjukkan senyum palsu dan pergi buru-buru. Ia merasakan hawa dingin yang membuat hatinya gelisah, tapi tidak berani menanyakannya dan memilih kabur.


Gu Yuena tidak bergerak dari tempatnya, bahkan tidak memandang Shu Xian sedikitpun. Ia kembali mendapatkan ketenangannya dan menghela napas panjang.


Ah, ia hampir saja membuat masalah karena emosi sesaat.


"Yang Mulia, jangan pikirkan ucapannya. Para naga yang telah memerintah cukup lama sebelum Yang Mulia Bai mengirim mereka begitu saja ke tempat ini." Pelayan itu tahu cukup banyak. Ia telah menjadi pelayan di kediaman Long yang setia pada penguasa selama ratusan tahun dan mengerti seluk beluk kekuasaan dan tindakan.


Tapi Gu Yuena jelas tidak peduli alasan apa yang dipakai untuk membawa para wanita sialan itu. Jiang Xixi? Shu Xian? Lalu siapa lagi? Pelayan itu menyebut kata 'mereka' yang artinya jumlahnya lebih dari satu! Berdasarkan ucapan Shu Xian, seharusnya lebih dari dua.


"Aku pikir aku harus bicara pada bajin*an itu." Gu Yuena berkata dengan nada tenang, tapi tidak ada ketenangan dalam pandangannya. Terlihat seperti ada api yang menyala.


Chu Xin baru tiba di Istana Ratu ketika Gu Yuena mengambil jalan memutar untuk pergi ke Istana Utama. Dia terdiam untuk beberapa lama, sebelum akhirnya menyadari sesuatu yang fatal.


Gu Yuena pergi ke ruangan di mana Bai Youzhe berada. Ia pikir pria itu sedang berada di ruang kerja, sehingga mendatanginya secara langsung dan melihat bahwa Bai Youzhe baru saja bicara dengan Long Qianyu mengenai hal serius.


Kedatangan Gu Yuena yang tidak diduga itu membuat percakapan terhenti. Long Qianyu memberi salam, lalu dengan sopan pergi keluar untuk memberi privasi. Wanita itu lebih terlihat seperti ingin berperang, membuatnya berpikir bahwa segala sesuatu tidak baik-baik saja.


Long Qianyu berpikir sepanjang perjalanan keluar. Ketika menutup pintu, ia baru teringat akan satu hal. Apa wanita-wanita itu mengganggu Gu Yuena sampai seperti itu? Ah, seharusnya ia membereskan masalah itu dulu agar tidak menyebabkan keributan, baru mengirim Gu Yuena ke Istana Ratu.


Nasi sudah menjadi bubur. Ia harus mempersiapkan mental dan fisik karena kesalahan kecilnya.


Di dalam ruangan, Bai Youzhe langsung beranjak dari kursinya untuk menghampiri Gu Yuena. Tapi ... ekspresi wanita tertentu terlihat tidak baik. Bai Youzhe merasa ada yang salah.


Gu Yuena berkata, "Jika ada sesuatu yang ingin kau sampaikan, aku akan mendengarkan."


Bai Youzhe berpikir sejenak. Benar, terjadi sesuatu. "Apa yang ingin kau dengar?"


"Semua." Gu Yuena berkata dengan serius.


Melihat tatapan bingung Bai Youzhe, Gu Yuena pun menghela napas. Seharusnya ia sudah menduga akan sulit bagi Bai Youzhe untuk mengatakannya. Jadi tak apa.


Tapi bukan berarti Gu Yuena akan bersikap baik. Ia adalah wanita yang keras, tidak akan pernah menerima sesuatu yang merugikannya.


"Mustahil kau tidak tahu kalau telah menerima beberapa wanita naga sebagai selir."


"Selir?"


"Jangan pura-pura tidak tahu." Gu Yuena melotot tajam. "Beri aku alasan agar tidak menceraikanmu dalam satu malam."


"...."


Bai Youzhe tidak tahu apa pun. Selir? Ia tidak pernah terpikirkan hal itu. Setelah memaksakan diri berpikir keras dan mengingat-ingat masa lalu, wajahnya menjadi kaku dan tidak tahu harus tertawa atau menangis.


Yang benar saja. Dia lupa kalau beberapa naga menyebalkan itu mengirim wanita berturut-turut padanya sebagai 'hadiah' tiap ada peristiwa menyenangkan atau kemenangan bagi ras naga. Bai Youzhe sendiri mengabaikannya dan menyerahkan masalah itu pada Long Qianyu. Bagaimana ia yang biasa memikirkan pekerjaan bisa ingat hal tidak penting dengan jelas? Di matanya, hanya ada Gu Yuena.


Hal ini menyebabkan Gu Yuena salah paham.


"Wanita yang kau maksud itu bukan siapa-siapa. Para petinggi yang mengirimnya tanpa persetujuanku terlebih dahulu, sama saja seperti menempatkan mereka untuk bekerja di istana. Tidak seperti yang kamu pikirkan."


Bukannya membaik, wajah Gu Yuena justru semakin gelap. "Aku mengerti."


Tapi bukan itu yang membuat Gu Yuena marah. Ia sendiri sudah paham berdasarkan ucapan Shu Xian sebelumnya. Hanya saja, ia ingin penjelasan.


Gu Yuena melanjutkan, "Bai Youzhe, bukankah lebih baik jika kau membereskan mereka terlebih dahulu sebelum berhubungan denganku?"


"...." Bai Youzhe terdiam. Dia sendiri lupa, bagaimana membereskannya? Yah, ini memang salahnya. Seharusnya ia mengosongkan Istana Ratu sejak dulu.


"Apa begitu sulit?" Gu Yuena masih memendam amarah di hatinya. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kesenangan atau ketenangan seperti biasanya, hanya ada perasaan dingin. Dia melanjutkan, "Kecuali jika kau bersenang-senang dengan mereka. Itu sebabnya kau sangat suka Dunia Bawah dan tidak ingin aku ikut denganmu."


Bukan begitu .... Bai Youzhe bingung bagaimana menjelaskannya jika Gu Yuena sudah seperti ini. Wanita itu jadi terlihat menyeramkan di matanya.


"Nana ...."


"Panggil aku dengan formal, Yang Mulia." Gu Yuena masih terlihat dingin.


Bai Youzhe merasa seperti disiram air dingin setiap saat. Sikap Gu Yuena menunjukkan seperti akan pergi meninggalkannya. Itu membuatnya takut. Bai Youzhe tahu kesalahannya, tapi sulit menjelaskan bagaimana ia bisa lupa mengenai hal ini dan tidak mengatakannya pada Gu Yuena agar tidak terjadi kesalahpahaman.


Wajar jika Gu Yuena salah paham, karena Bai Youzhe telat memberitahu.


Gu Yuena terlalu marah, jadi mengatakan sesuatu yang menyakiti dirinya sendiri meski ia tidak benar-benar berpikir demikian. Ia hanya marah dan kesal.


Hari itu, ia dipenuhi ketakutan karena intaian musuh. Ia takut kehilangan bayinya dan bersembunyi seperti sesuatu yang ia benci sambil menunggu kedatangannya dari Dunia Bawah. Ia benci perasaan ini, tapi tidak bisa menyangkal bahwa ia kecewa.


Andai saja Bai Youzhe mengatakannya dari awal, ia tidak akan marah. Ini bukan masalah setia atau tidak, tapi kejujuran. Ia percaya dengan ucapan Bai Youzhe mengingat sifat-sifat para tetua yang tidak beda jauh dari masa ke masa. Tapi ia tidak bisa tidak berpikir negatif mengenai alasan mengapa Bai Youzhe menyembunyikannya sangat rapi. Ia bahkan tidak tahu saat tinggal di tempat ini sebelumnya.


"Karena urusanku sudah selesai, aku akan kembali untuk istirahat." Gu Yuena merendahkan nada suaranya dan pergi.


Bai Youzhe segera menghentikan. Ia berdiri di depan Gu Yuena dan memeluknya dengan erat, takut Gu Yuena benar-benar pergi darinya.


"Jangan pergi. Ini salahku. Aku minta maaf. Kamu bisa menghukumku semaumu atau memukuliku sampai puas. Aku juga akan mengabulkan semua keinginanmu dan tidak akan berkomentar." Bai Youzhe memeluk tubuh ramping itu dengan erat tanpa mau melepasnya. Ia gelisah dan takut Gu Yuena terlalu marah sampai meninggalkannya. Ia mengakui kesalahannya.


Gu Yuena tidak mengatakan apa pun atau merespon. Ia marah, tapi sikap Bai Youzhe membuatnya ragu untuk marah berlarut-larut. Bai Youzhe sangat bersungguh-sungguh sampai akan menuruti semua keingiannya dan menerima semua hukuman.


Tapi ... ada saatnya Gu Yuena berpikir bahwa ini bisa saja hanya akal-akalan Bai Youzhe agar membuatnya luluh dan memaafkan begitu saja. Ia tidak boleh bersikap lembut.


Gu Yuena akan membiarkan pria itu termakan ucapannya sendiri. "Baik. Aku tidak memukulimu dan akan memaafkanmu. Aku tidak akan memberi hukuman. Tapi sebagai syaratnya, beri aku waktu sendiri. Jangan temui aku kecuali aku yang menemuimu. Yang terakhir, kita tidur terpisah."


Bai Youzhe dibuat terdiam untuk kesekian kalinya. Tidak menemui Gu Yuena? Tidur terpisah? Itu bukanlah syarat, melainkan hukuman!


Gu Yuena melepas pelukan Bai Youzhe. Tatapannya masih tanpa ekspresi. "Jika kamu menepati ucapanmu, aku akan mempercayaimu."


Wanita itu pun pergi.


Sampai akhir, Bai Youzhe tidak dapat mengatakan apa pun. Wajahnya menjadi serius seketika. Begitu Gu Yuena benar-benar pergi, ia memanggil Bao Jun yang menunggu di luar dalam keadaan linglung.


Bao Jun pun masuk ke dalam ruangan.


"Selidiki siapa yang mengganggu Gu Yuena di Istana Ratu." Bai Youzhe langsung memberi perintah.


Bao Jun langsung sigap menyanggupi dan pergi menyelidiki. Siapa yang berani mengganggu wanita tuannya, akan memiliki mimpi buruk sepanjang hidupnya. Ia penasaran hukuman seperti apa yang diderita si pelaku.


Ketika keluar untuk mencari informasi dari pelayan, Chu Xin muncul memberi kabar dengan tergesa-gesa.


"Aku sudah menemukan orangnya. Itu adalah Shu Xian." Chu Xin tahu dari pelayan yang diutus Long Qianyu untuk melayani Gu Yuena, Mo Liu. Saat itu juga, keduanya menyampaikannya pada Bai Youzhe.