Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
194. Perang Penentuan



Perang kembali terjadi. Namun, Li Hua masih belum muncul. Sepanjang perang itu Gu Yuena maju di garis depan "sebentar" untuk memberi pukulan telak dan membuat Istana Linghun mundur. Hal itu membuat semangat pasukan meningkat di tiap perang.


Tinggal satu langkah untuk merebut kota-kota itu kembali ke tangan kekaisaran. Dengan adanya Gu Yuena, para penyihir tidak memiliki kemampuan lain selain bertarung dengan bingung.


Pasuka Istana Linghun telah membuat rencana untuk menghadapi Gu Yuena terlebih dahulu. Dengan mengesampingkan makhluk kematian dan makhluk eksperimen, mereka akan menahan Gu Yuena secara langsung agar makhluk kematian dan makhluk eksperimen dapat dengan mudah menguasai medan.


Namun, Gu Yuena tidak semudah itu masuk ke dalam jebakan licik mereka. Dia langsung mengetahui polanya, lalu pergi ke belakang peperangan dan menghancurkan makhluk kematian serta makhluk ekperimen dengan api penyucian. Kedatangannya juga sangat tidak menentu, membuat pasukan Istana Linghun bingung setengah mati dan mengalami kebuntuan.


Api penyucian adalah mimpi buruk. Gu Yuena memilikinya, mencuci medan perang dengan api dan menghancurkan jiwa-jiwa yang dikendalikan hanya dalam satu serangan area. Rasanya para komandan Istana Linghun ingin muntah darah.


Terlalu tidak tahu malu!


Setelah "membersihkan" medan perang dari makhluk kematian dan makhluk eksperimen, Gu Yuena kembali ke benteng. Perang masih berlanjut antara sesama pasukan manusia dan monster dari summoner.


Su Churan berada di garis depan bersama Childe, lebih serius dari biasanya. Dia tidak banyak tingkah selama beberapa hari ini.


Bai Youzhe yang menunggu di benteng mengulurkan tangannya pada Gu Yuena yang mendarat dari langit. Ketika Gu Yuena sudah menutup sayapnya, pria itu langsung memeluk pinggangnya dan menempel setiap saat.


Bai Youzhe benar-benar tidak melepaskannya kecuali jika Gu Yuena nenunjukkan tanda-tanda suasana hati yang buruk. Jika melihat Gu Yuena dengan wajah dingin, Bai Youzhe secara otomatis meminimalisir keberadaan di pojok dan tidak bicara. Biarkan saja orang lain jadi pelampiasan.


Mengenai cara Gu Yuena menghancurkan moral pasukan lawan, Bai Youzhe tidak ikut campur. Baginya, yang paling penting adalah keamanan Gu Yuena.


"Kamu tidak kembali ke Dunia Bawah?" tanya Gu Yuena. Bai Youzhe terus di sini seperti pengangguran. Selain menempel padanya dan menggodanya, sama sekali tidak ada pekerjaan lain karena segalanya sudah tertata.


Bai Youzhe berkata dengan malas. "Aku sudah meninggalkan bayanganku di sana, jadi bukan masalah besar. Asal kamu tahu, bahkan detik ini aku masih menangani militer Dunia Bawah."


Berbeda dari kelihatannya, sebenarnya otak Bai Youzhe terus berjalan meski sosoknya sangat menganggur. Dia mengendalikan dua tubuh dengan pikirannya secara langsung, atau lebih tepatnya ada satu kesadaran dalam dua tubuh. Seperti yang pernah Yang Xinyuan lakukan.


Di Dunia Bawah, hanya ada kloningnya yang kerja bagai kuda. Sedangkan di sini adalah sosok aslinya. Dia tidak mau bersama Gu Yuena menggunakan kloning, atau ia akan sangat cemburu.


Itu adalah definisi dari cemburu pada diri sendiri.


Namun, menggunakan cara ini akan sangat melelahkan tenaga dan pikiran. Dan ini sudah lewat beberapa hari sejak kedatangannya yang tak terduga.


"Bukankah kamu terlalu keras? Jika perang di Dunia Bawah dimulai, kamu harus maju dan akan kehilangan lebih banyak energi."


Bai Youzhe tersenyum misterius. "Bukankah ada kamu?" Dia mendekatkan bibirnya di telinga Gu Yuena, lalu berbisik, "Kalau kamu khawatir, kita bisa 'melakukannya' setiap hari dan energiku akan kembali penuh."


Gu Yuena melupakan hal itu. Memang benar, jika mereka berhubungan intim, maka itu sama saja seperti berkultivasi ganda. Dengan adanya darah naga dan darah phoenix, keduanya bisa memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah memulihkan energi.


Ucapan Bai Youzhe barusan jelas adalah bujukan maut. Dia bernapas di leher Gu Yuena, lalu menggigit telinganya membuat Gu Yuena secara spontan menahan wajahnya dengan telapak tangan.


"...." Wajah Bai Youzhe ditutupi telapak tangan Gu Yuena, membuatnya terdiam.


Gu Yuena terbatuk, lalu berkata, "Kamu lupa perjanjian kita? Kamu masih harus belajar bersabar lebih lama."


Bai Youzhe cemberut. Ia pun menunduk di bahu Gu Yuena. "Nana, aku sangat lemah karena harus menggunakan pikiranku di dua situasi ...."


Gu Yuena mengabaikannya. Ia justru pergi untuk bertemu penguasa istana lainnya karena ada jadwal pertemuan. Lima istana telah menyembunyikan kekuatan cukup lama. Sekarang saatnya untuk menunjukkannya.


Gu Yuena benar-benar mengabaikan permintaan Bau Youzhe dan meninggalkannya di benteng. Bai Youzhe yang bersikap manja barusan langsung berubah 180° ketika Gu Yuena sudah tidak terlihat.


Wajahnya menjadi lebih serius, lalu sedikit menoleh ke belakang ketika menyadari kedatangan Hei Changge.


Hei Changge berkata, "Yang Mulia, sepertinya Ratu Istana Linghun akan maju di perang selanjutnya. Takutnya, ini akan menjadi perang penentuan."


Bai Youzhe sedikit tersenyum, tapi terasa sangat dingin. "Pastikan Nana baik-baik saja sampai aku datang."


"Baik."


Seperti yang diduga Gu Yuena, Bai Youzhe memiliki rencananya sendiri sejak membiarkan Gu Yuena bertekad melawan Li Hua di medan perang.


Dia tahu tentang kekuatan Li Hua. Dia tidak akan menempatkan Gu Yuena dalam keadaan berbahaya, bahkan jika Yang Xinyuan menghentikannya atau kekuatan jiwa melahapnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gu Yuena tidak melihat Bai Youzhe lagi ketika ia bangun di pagi hari. Yah, pria itu suka sekali datang dan pergi tanpa memberitahu. Gu Yuena tidak bisa berpikir lebih banyak ketika terdengar suara ribut dari luar.


Dia mengenakan jubahnya dan bergegas keluar. Berbeda dari biasanya, kali ini, semua orang berbondong-bondong pergi ke Ibu Kota. Prajurit kekaisaran serta murid lima istana bergegas pergi ke gerbang kota dan membuat formasi.


Sepertinya kali ini Istana Linghun akan serius.


"Nona, apa Ratu Istana Linghun akhirnya bergerak?" tanya Xiao Hei.


Gu Yuena menyipitkan matanya tanpa sadar. "Mungkin."


Di gerbang kota, ribuan pasukan berjejer di luar. Artileri dipasang di gerbang kota. Senjata-senjata jarak jauh serta pemanah berbaris di atas gerbang kota bersiap menyerang.


Kedatangan pasukan Istana Linghun terlalu mendadak tanpa peringatan. Tiba-tiba saja pengintai mengatakan bahwa Istana Linghun bergerak dalam jumlah yang lebih besar. Semua kekuatan terkuat istana muncul di saat yang sama.


Ditambah, ada satu kereta besar yang mencolok, membawa aura kematian yang kuat dan penindasan tinggi. Pasukan di garis depan merasa tertekan.


Ini jauh lebih besar dari sebelumnya!


Istana Linghun telah bergerak dengan kekuatan penuh saat ini, yang pada akhirnya menjadi penentuan akhir. Berdasarkan temperamen Li Hua, dia tidak akan berhenti sampai lawannya menyerah atau dia sendiri yang mati.


Seperti yang diketahui, Li Hua turun tangan secara langsung. Cara berperang Gu Yuena menyebabkan banyak kerugian di pihaknya, sehingga ia tidak ingin pasukan kematiannya secara bertahap berkurang sampai habis.


Selain penyihir, pasukan kematian dalam jumlah besar adalah kekuatannya. Selain itu, ada pula makhluk eksperimen yang lebih kuat yang masih tersimpan dalam es beku. Jika semua itu mati di tangan Gu Yuena secara perlahan, dia benar-benar akan mengalami kekalahan telak tanpa bertempur.


Jadi Li Hua memutuskan untuk masuk ke medan perang secara langsung, sekaligus untuk menghadapi Gu Yuena, putrinya sendiri.


"Gu Yuena, aku harap kau tidak mengecewakanku." Li Hua sedikit tersenyum miring. Matanya menunjukkan niat membunuh yang intens.


Di samping itu, Gu Yuena keluar dari gerbang kota. Menunggangi kudanya, bersama empat penguasa istana lainnya dengan masing-masing murid lima istana.


Karena Gu Yuena adalah Pemimpin Suci Aliansi Unsur Murni, dia mewakili aliansi kelima istana tersebut dan memimpin pasukan unsur murni di garda depan. Su Churan memimpin Istana Tianshuang menggantikan Bai Youzhe, Yun Qiao memimpin Istana Yuansu, Jin Xiao memimpin Istana Luye, Geng Ji memimpin Istana Yinyang, dan Tai Han memimpin Istana Tao. Tidak lupa pula, Huang Jingtian memimpin seluruh pasukan kekaisaran sebagai Kaisar Huang yang baru. Vale dan Zhou bersaudara juga hadir di pihak Istana Tianshuang.


Hanya Bai Youzhe yang tidak ada.


Di pihak Istana Linghun, Li Hua lah pemimpinnya. Tidak ada Yang Xinyuan di sana, hanya ada para penyihir tingkat tinggi dan para jenderal istana dengan berbagai macam profesi. Itu saja sudah cukup untuk menyaingi kekuatan aliansi lima istana dan kekaisaran.


Melihat sepasang mata Gu Yuena uang abu-abu di garis depan, Li Hua tersenyum penuh arti dan mentransmisikan suaranya ke telinga Gu Yuena. "Nana, apa ini adalah hasil pengorbananmu atas pengelihatanmu?"


"Entahlah."


"Mari buat kesepakatan. Jika aku kalah, aku akan mengembalikan lingkaran sihir mata iblis dan mengembalikan pengelihatanmu. Tapi jika aku menang, aku akan menggunakan jiwamu untuk membunuh Bai Youzhe. Mari kita lihat, apa dia bisa bertindak jiwamu atau tidak."


Gu Yuena mengepalkan tinjunya erat-erat. Setelah memikirkan beberapa hal, ia pun menyetujuinya, "Baik."


"Bagus."


Tidak ada yang mengetahui perjanjian macam apa yang mereka buat. Hanya setelah teriakan serang menggema, semua orang dari kedua belah pihak maju serempak dan mengangkat senjata masing-masing.


Baik bagi Childe, Su Churan, maupun Yun Qiao serta anggota Istana Yuansu lainnya, ini adalah pembalasan dendam atas darah yang telah berkorban di masa lalu!


Namun bagi Gu Yuena, ini adalah penebusan. Dendamnya sudah terbalaskan, kecuali pada Yang Xinyuan. Karena dia tidak bisa membalaskan dendam pada Yang Xinyuan, dia hanya bisa melakukan apa yang harus ia lakukan sebagai penebusan atas apa yang terjadi di masa lalu.


Ia akan menggunakan nyawanya atas semua orang yang telah berjuang di tengah kematian. Hanya dengan memenangkan perang dan membebaskan ibunya dari obsesi iblis hati, membebaskan kakaknya dari Li Hua, dan membebaskan ayahnya dari pengorbanan 1000 darah, dia bisa mati tanpa penyesalan.


Suara ayahnya teringang di kepalanya.


"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan."


"Baik, aku tidak akan mengecewakanmu," gumam Gu Yuena.