Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
115. Phoenix Nakal



Di bawah terik sinar matahari, Bai Youzhe duduk di gazebo halaman sambil memeriksa gulungan sihir yang ia dapatkan dari naga yang diutus untuk mencari keberadaan roh phoenix. Gulungan itu berisikan catatan perjalanan dalam bentuk sihir yang hanya bisa dibuka oleh orang tertentu.


Di daerah selatan pegunungan iblis, jejak beberapa phoenix mulai terlihat. Sepertinya beberapa phoenix benar-benar telah bermunculan. Apa ini tanda akan sesuatu?


Menurut Bai Youzhe, roh phoenix akan bangkit ketika darah phoenix telah berevolusi, sama seperti ketika ia menjadi naga. Ini ada hubungannya dengan darah phoenix Gu Yuena sehingga Bai Youzhe harus menemukannya secepat mungkin.


Kemunculan beberapa ras phoenix menunjukkan bahwa darah phoenix sebentar lagi akan berevolusi dan roh phoenix akan bangkit. Saat roh phoenix bangkit, para iblis akan melakukan penyerangan untuk merebut roh phoenix. Gu Yuena seharusnya sudah ada di Dunia Bawah.


"Pegunungan iblis." Sepertinya Bai Youzhe harus memusatkan perhatian pada tempat itu sebagai tempat di mana ia menduga bahwa roh phoenix bersemayam di sana.


Dalam beberapa waktu setelah berdiam cukup lama, iris biru malam Bai Youzhe tampak menemukan sesuatu. Ia berdiri, lalu keluar dari gazebo untuk melihat siapa yang datang tengah hari ini sendiri.


Pandangannya terarah pada surai hitam seorang wanita yang berdiri tak jauh dari tempatnya berada, membelakanginya sambil bersedekap dada. Bai Youzhe terdiam, merasa familiar dengan punggung itu.


Tapi ia takut salah orang karena warna rambut yang berbeda sehingga hanya bisa diam di tempat.


Wanita itu berbalik, menunjukkan wajahnya yang ditutupi cadar merah muda disertai sepasang iris merah bercorak mata phoenix yang unik. Di antara alisnya, juga terdapat simbol phoenix yang indah, menunjukkan identitasnya.


Senyumnya merekah, sedangkan Bai Youzhe terkejut bukan main.


Bagaimana wanita aneh itu ada di sini?


"Kita bertemu lagi." Wanita itu menyapa, lalu melangkah menghampiri Bai Youzhe. "Apa tawaran sebelumnya masih berlaku?"


"Tidak." Wajah Bai Youzhe menjadi dingin dan pergi begitu saja. Ia harus menanyakannya pada Chu Xin dan yang lain bagaimana wanita itu ada di sini.


Wanita itu meraih sedikit helai jubah Bai Youzhe agar tidak pergi. "Yang Mulia, apa kamu akan mengabaikan Nana lagi? Nana sudah tahu Yang Mulia tidak memiliki istri, jadi Nana minta maaf telah salah bicara sebelumnya."


"Aku memiliki istri." Bai Youzhe menarik jubahnya agar dilepas wanita itu. Ia mendengus kesal, lalu pergi begitu saja.


Wanita bercadar yang merupakan Gu Yuena hanya bisa tertawa diam-diam. "Jelas-jelas tidak pernah menikah." Senang sekali menggoda pria yang takut pada wanita penggoda.


Bai Youzhe di sisi lain memanggil Chu Xin, Bao Jun, dan Hei Changge ke ruangannya untuk diinterogasi. Ketiga manusia itu langsung berkumpul di ruangan Bai Youzhe, lalu menjelaskan apa yang terjadi.


Mereka jelas tidak tahu bahwa Bai Youzhe sangat ingin menyingkirkan wanita itu. Mereka pikir Bai Youzhe berniat merekrutnya untuk membantu pencarian, jadi membawa wanita itu dengan senang hati. Toh, wanita itu juga tidak begitu menyebalkan, justru sangat tenang. Kadang mereka berpikir bahwa wanita itu terlihat mirip dengan nona mereka.


Sebenarnya tidak buruk menempatkan Li Nana di istana untuk membantu pencarian. Bagaimanapun, Bai Youzhe juga sedang terburu-buru dan masih harus mencari Gu Yuena. Masalah roh phoenix, bisa ditugaskan pada Li Nana sebagai bagian dari ras.


"Yang Mulia tenang saja, kami akan mengawasi Li Nana dengan baik agar tidak menyebabkan masalah yang tidak perlu." Chu Xin dapat menjaminnya.


Bai Youzhe menghela napas. Jika bukan karena terdesak dan memikirkan bahwa Gu Yuena akan segera berevolusi, ia tidak akan mau menempatkan wanita genit itu di dekatnya.


"Aku serahkan pada kalian." Bai Youzhe menyerahkannya begitu saja. Biarlah mereka yang mengatur wanita itu. Asal tidak mengganggunya terus-menerus, ia tidak akan masalah.


"Baik, Yang Mulia." Ketiganya menyanggupi, lalu menghilang menjalankan tugas.


Gu Yuena yang diabaikan di luar sana menongkrong bersama naga lain yang terlihat genit terhadapnya. Ia merinding seketika.


Kenapa ia harus dihadapkan dengan banyak naga?


Chu Xin datang khusus menangani masalah 'Li Nana' dan memberikan akomodasi padanya. Karena identitas pihak lain yang sangat sensitif, Chu Xin jelas tidak akan mencampurnya dengan tempat tinggal naga. Gu Yuena tinggal di paviliun sendirian dekat tempat tinggal Chu Xin. Tujuannya agar Chu Xin mudah mengawasi.


Namun, bukan Gu Yuena namanya kalau mudah diawasi. Ia melakukan kegiatan seperti biasa tanpa dicurigai, lalu sesekali pergi ke istana utama bersama Chu Xin untuk mengetahui situasi istana penguasa.


Keberadaannya di istana bukan untuk mencari manfaat mengumpulkan lebih banyak darah, tapi mencari keberadaan roh phoenix. Bai Youzhe sedang mencari roh phoenix untuk dilindungi setelah ia berevolusi, pasti sudah mendapat beberapa petunjuk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah dua hari, Bai Youzhe tidak menemukan pergerakan phoenix kecil tertentu. Selain melambaikan tangan tiap kali bertemu, tidak ada hal mencurigakan lain. Bahkan Chu Xin berkata bahwa phoenix itu benar-benar sangat tenang.


Bai Youzhe ragu karena ia merasa ada banyak hal yang disembunyikan wanita itu. Ditambah, wanita itu benar-benar mengacaukannya. Tidak hanya tidak bisa marah padanya, bahkan hanya untuk menegurnya saja rasanya seperti menghadapi malapetaka. Hipnotis apa yang wanita itu gunakan!


Ia telah memeriksa dirinya sendiri dan melepaskan sihir aneh yang melekat di kekuatan spiritualnya. Itu pasti hipnotis, tapi begitu sulit dilawan. Sebenarnya, ia yang merupakan naga terkuat di Dunia Bawah, masih harus direpotkan oleh seekor phoenix kecil yang lebih mirip iblis itu. Di mana ia harus menaruh wajahnya?


Bai Youzhe membuka mata disertai helaan napas panjang agar dapat bersabar setiap saat. Ah, meskipun ia ingin bertindak dan memberi pelajaran pada phoenix kecil itu agar tidak mengganggunya lagi, rasanya seperti ada sesuatu yang menariknya untuk mundur. Pada akhirnya, ia hanya bisa menghindari wanita berbahaya itu.


"Yang Mulia." Hei Changge muncul, berlutut di depannya untuk melaporkan sesuatu.


Bai Youzhe meliriknya sekilas, "Katakan."


"Ketika memeriksa latar belakang Li Nana, ditemukan bahwa popularitasnya di Paviliun Bunga sangat besar meski baru bergabung beberapa bulan. Sejak itu, ada banyak kasus orang hilang di kota, khususnya para pria yang terdaftar merupakan pelanggan tetap di Paviliun Bunga. Ada rumor yang mengatakan bahwa Li Nana adalah penyebab hilangnya beberapa orang ini setelah memesannya."


Orang-orang ini hilang setelah 'membayar' si phoenix kecil. Apa wanita itu telah melakukan sesuatu?


Berdasarkan apa yang ia alami, wanita itu hanya menghipnotisnya dan tidak melakukan apa pun. Apa karena wanita itu merasa kalau hipnotisnya gagal sehingga harus mengurung niat aslinya?


"Li Nana ini mencurigakan. Bila memang benar dia yang membuat orang-orang menghilang tanpa jejak ...."


"Siapa yang menghilang tanpa jejak?" Orang yang sedang dibicarakan tiba-tiba saja muncul, berjalan begitu saja dari arah pintu menghampiri mereka berdua. Ketika sampai di depan Bai Youzhe, wanita itu memberi hormat dengan sopan.


Hei Changge tidak bicara lagi. Ia melihat ke arah wanita itu dengan pandangan rumit, sebelum akhirnya pamit pergi. Entah kemana Chu Xin pergi sampai membiarkan Li Nana berkeliaran sendiri.


Setelah Hei Changge pergi, wajah tenang Gu Yuena berubah menjadi senyuman cerah melihat ke arah Bai Youzhe. Bai Youzhe masih tidak mengenalinya, ia sangat senang mengganggu pria itu sampai kesal.


Sudah saatnya balas dendam, 'kan? Dulu Bai Youzhe membuatnya kesal setengah mati. Sekarang, keadaan berbalik begitu saja.


"Apa Yang Mulia sedang membicarakanku?" tanya Gu Yuena.


Bai Youzhe melihatnya sekilas, lalu kembali ke kursinya tanpa mengatakan apa pun. Gu Yuena yang diabaikan hanya bisa memasang wajah setebal mungkin.


"Beberapa waktu lalu, Yang Mulia berkata sudah memiliki istri. Kenapa aku tidak melihatnya?" Gu Yuena pura-pura tidak tahu sambil melihat sekitarnya yang kosong.


"Ada apa kau ke sini?" Bai Youzhe menghindari topik tersebut. Ia tidak seterbuka itu pada orang asing.


"Beberapa hari tidak bertemu dan bicara dengan Yang Mulia, apa Nana tidak boleh berkunjung hanya untuk melihat?"


"Ini bukan tempat yang bisa kau kunjungi setiap saat. Jika tidak ada hal penting, kembalilah ke tempatmu." Bai Youzhe bicara dengan nada dingin dan cuek. Apanya yang tidak bertemu. Setiap hari wanita itu melambaikan tangan padanya dari jauh.


Gu Yuena bersikeras tetap di sini, mumpung tidak ada Chu Xin yang terus menempel padanya. "Yang Mulia, kudengar kamu berasal dari Dataran Mitian. Seperti apa tempat itu?" Gu Yuena tahu pertanyaannya tidak akan terjawab, jadi melanjutkan ocehannya. "Beberapa waktu lalu aku mendengar ada banyak manusia dari Dataran Mitian datang, tapi menghilang begitu saja. Bersamaan dengan itu, beberapa pelanggan Paviliun Bunga juga menghilang. Nana pikir, mereka adalah manusia dari Dataran Mitian yang singgah dan pergi untuk tujuan tertentu. Yang Mulia berasal dari sana, apa tahu sesuatu?"


Orang-orang itu, bukankah menghilang setelah bertemu dengan Li Nana? Bai Youzhe kembali berpikir, apa benar Li Nana terlibat dalam kasus atau tidak. Selain Assassin Guild dan Istana Linghun, tidak ada yang memiliki akses pergi ke Dunia Bawah.


Jika bukan karena ulah Li Nana yang membuat orang-orang itu menghilang, maka seharusnya orang-orang itu adalah bagian dari Istana Linghun yang datang bersama Gu Yuena. Menghilang begitu saja, adalah kebiasaan orang Istana Linghun. Tidak heran jika mereka menghilang begitu tiba-tiba. Hanya saja, ada terlalu banyak kebetulan.


Sebenarnya, apa yang sedang Li Nana coba bicarakan?


Li Nana melanjutkan, "Yah, aku tidak perlu tahu juga, sih. Karena Yang Mulia sudah membawaku ke sini, maka aku sudah tidak ada hubungan dengan Paviliun Bunga. Hanya saja, beberapa orang menuduhku yang tidak-tidak hanya karena sebuah rumor dan identitas phoenix-ku. Phoenix tidak membutuhkan manusia untuk kultivasi, tidak ada gunanya aku menyebabkan masalah."


"Jadi kau datang untuk ini?" Bai Youzhe pikir Li Nana sedang mengklarifikasi bahwa kasus itu tidak ada hubungan dengannya agar terlepas dari kecurigaan.


Gu Yuena tersenyum di balik cadarnya. Itu memang benar. Rencana Gu Yuena bisa terganggu hanya karena rumor seperti itu—meski kenyataannya rumor itu tidak sepenuhnya salah. Tak apa sedikit memelencengkan fakta. Toh, ia tidak sepenuhnya berbohong.


"Yang Mulia, kamu tidak memiliki alasan untuk menyingkirkanku. Aku sangat berguna."


"Kenapa aku harus menganggapmu seperti itu?" Bai Youzhe mencoba mengujinya.


Gu Yuena mengajukan kerja sama. Ia tahu niat Bai Youzhe mencari roh phoenix, agar para iblis tidak menghancurkan roh phoenix dan memudahkannya melakukan penyatuan roh untuk menjadi phoenix sesungguhnya. Jika ia bisa hadir dengan identitas lain dan mencurinya, ia tidak perlu mengungkapkan identitas dan membuat Istana Linghun menyulitkannya.


Intinya, Bai Youzhe tidak boleh mengenalinya sebelum roh phoenix dibangkitkan. Istana Linghun mengawasi dari jauh, ia harus menjaga jarak dengan Bai Youzhe.


Sedangkan Bai Youzhe sendiri berpikir sejenak apa dapat mempercayakan tugas pada Li Nana atau tidak. Ia akui, kemampuan Li Nana sangat bagus, ia bahkan tidak bisa mendeteksinya. Saking bagusnya sampai ia harus waspada. Namun, jika orang seperti ini benar-benar berada di pihaknya, itu akan menguntungkan. Sebaliknya, jika Li Nana memiliki niat lain, itu adalah hal yang berbahaya.


Bai Youzhe hanya bisa bertaruh.


"Pegunungan iblis." Bai Youzhe memberitahu lokasinya. "Itu masih perkiraan. Aku akan pergi ke sana segera."


Gu Yuena tersenyum cerah. Rencananya berhasil. "Apa Yang Mulia sudah mulai mempercayai Nana?"


"Jika kau berulah, aku akan langsung membunuhmu." Bai Youzhe memberi peringatan.


Gu Yuena masih terlihat tenang. "Lalu, apa itu berarti Nana akan sering bertemu Yang Mulia?"


Bai Youzhe diam. Kenapa wanita itu mulai menyebalkan lagi!


"Yang Mulia masih belum menjawab pertanyaan Nana. Jika Yang Mulia sudah menikah, lalu kenapa Nana tidak melihat pasangan Yang Mulia?"


"Apa aku harus menjawab?"


"Bagaimanapun, Nana akan tinggal sangat lama di sisi Yang Mulia." Gu Yuena memasang senyum terbaik sampai matanya menyipit. Senang sekali membuat pria itu kikuk.


"Dia sedang pergi untuk saat ini. Jadi aku sarankan padamu untuk tidak dekat-dekat jika tidak ingin menjadi phoenix bakar." Dengan ekspresi datar, Bai Youzhe berkata tanpa beban.


Gu Yuena nyaris tertawa terbahak-bahak. Untung saja dia bisa mempertahankan sikapnya yang tenang dengan senyuman terbaik meski dalam hatinya sangat ingin berguling-guling.


Apa dia begitu galak dan pecemburu sampai harus membakar diri sendiri? Pria ini benar-benar ....


"Sepertinya, pasangan Yang Mulia sangat sensitif." Gu Yuena menanggapi dengan kekehan. Di mata Bai Youzhe, ternyata ia sangat galak. "Jika Nana bertemu dengannya, pasti akan sangat seru bila bisa menjalin hubungan baik."


Bai Youzhe terlihat tenggelam dalam pikirannya. Dia galau lagi, tampak kesepian. Namun, itu hanya bisa dilihat oleh Gu Yuena. Orang lain mungkin melihatnya dalam suasana hati buruk dengan wajah dingin yang seperti akan meledakkan sebuah kota.


Gu Yuena menghampiri, lalu berdiri tepat di depan meja. Ia menunduk, menekan meja di bawahnya menggunakan kedua tangan dan mencodongkan wajahnya lebih dekat ke arah Bai Youzhe. Ia seolah sedang melihat sesuatu di antara wajah Bai Youzhe dengan teliti.


"Keningmu berkerut."


Bagaimana tidak berkerut? Wanita lain mendekatinya tanpa tahu sopan santun begitu berani!


Ketika Gu Yuena akan meraih kening Bai Youzhe, pria itu langsung menahan lengannya. "Aku harus mengatakannya berapa kali?"


Gu Yuena sedikit tersenyum, melihat iris biru yang terlihat indah kini menjadi lucu di matanya. Bai Youzhe sangat imut ketika menjadi kikuk. Dia seperti bocah yang polos.


"Aku hanya ingin membenarkan kerutan di keningmu. Seseorang harus menjaga penampilannya. Jika sering mengerutkan kening, maka kau akan cepat menua."


Bai Youzhe jelas tidak akan menua. Sudah ratusan tahun ia hidup di Dunia Bawah. Wanita itu hanya mencari dalih untuk mengganggunya lagi.


"Pergilah." Bai Youzhe mengusir dengan acuh tak acuh.


"Yang Mulia yakin memintaku pergi?" Gu Yuena berdiri tegak, berjalan mengitari meja sampai akhirnya berhenti di sisi Bai Youzhe.


"Sebenarnya apa maumu?" tanya Bai Youzhe.


"Nana hanya merasa bosan," balas Gu Yuena, lalu bersandar di pinggir meja tepat di depan Bai Youzhe sambil bersedekap dada. Iris merahnya melekat di mata Bai Youzhe untuk beberapa saat.


Memastikan hipnotis tetap bekerja.


Pandangan Bai Youzhe terpaku pada iris merah dengan pola unik tersebut untuk beberapa waktu seperti tertarik sesuatu. Namun, kesadarannya lebih kuat sehingga ia dengan cepat menangkap sesuatu yang aneh.


Kali ini, ia tidak akan tertangkap dua kali. Sihir hipnotis yang sedang diperkuat memberi celah pada kekuatan spiritual Bai Youzhe untuk melepas hipnotis secepatnya.


Gu Yuena tidak sadar, bahwa kekuatan spiritual Bai Youzhe telah memblokir jalan hipnotis di pikirannya untuk sadar lebih cepat. Dalam sekejap, hipnotis yang membuat rupa Gu Yuena tidak dikenali menghilang begitu saja.


Bai Youzhe kini dapat melihat dengan jelas. Otaknya tidak lagi dihambat untuk berpikir mengenai siapa sebenarnya wanita di depannya. Meski rambut wanita itu berwarna hitam, ia ingat jelas fitur wajah bercadar yang sangat dikenalinya.


Ada cukup banyak perubahan akibat evolusi phoenix, namun tidak menutup kemungkinan bahwa Bai Youzhe tidak akan mengenalinya. Wajah di balik cadar itu ... adalah Gu Yuena!


Bai Youzhe sontak berdiri dan meraih lengan wanita itu untuk lebih dekat dengannya. Gu Yuena terkejut, tapi tidak mengatakan apa pun. Ia dapat melihat sebuah kejutan pada tatapan Bai Youzhe.


Apa aku dikenali?


Hipnotisnya ....


Gu Yuena buru-buru menggunakan sihir pada matanya untuk memperkuat hipnotis mumpung posisi mereka cukup dekat. Semakin dekat, semakin bagus bagi sihirnya untuk mempengaruhi Bai Youzhe.


Setelah yakin hipnotis telah berfungsi kembali, ditandai dengan iris biru Bai Youzhe yang sekilas menjadi merah, Gu Yuena akhirnya bernapas lega. Tadi adalah kesalahannya karena terlalu lengah, sampai membiarkan Bai Youzhe memblokir hipnotisnya.


"Yang Mulia?" Gu Yuena menegur, seolah tidak terjadi apa pun. Ia pun tersenyum. "Ternyata Yang Mulia bisa sangat mengejutkanku."


Bai Youzhe menyipitkan mata. Ia melihat ke arah tangannya yang menggenggam erat lengan Gu Yuena, lalu melepasnya seraya memberi jarak. Melihat sikap Bai Youzhe yang tenang kembali, Gu Yuena yakin hipnotisnya sudah bekerja. Ia menghela napas lega diam-diam.


"Sepertinya Yang Mulia dalam kondisi buruk. Nana akan meminta Hei Changge di luar untuk merawat Yang Mulia." Gu Yuena berbalik hendak pergi. Namun, dia berhenti dan menolehkan kepalanya seraya berkata, "Tapi jika Yang Mulia berkenan, Nana bisa merawat Yang Mulia dengan senang hati." Gu Yuena jelas hanya bercanda. Seharusnya Bai Youzhe merasa terganggu dan menjadi kikuk seperti tadi setelah ini.


Namun, hal di luar dugaan terjadi.


"Baik, telah merepotkanmu," balas pria itu. Terlihat sangat tenang.


Gu Yuena terdiam. Ah, dia hanya bercanda, mana mungkin pria itu mau dirawat oleh wanita asing sepertinya! Perbedaan sikapnya begitu besar sampai membuat Gu Yuena bingung sendiri.


Gu Yuena pun tertawa canggung. Bagaimana ini? Bagaimana cara menyangkalnya?


"Yang Mulia, bagaimana jika seseorang membuatku menjadi phoenix bakar? Apa Yang Mulia akan melindungi Nana?" Gu Yuena mencoba menyangkal secara perlahan.


"Yang menjadi phoenix bakar itu kamu, bukan aku."


"...."


Sekarang Gu Yuena yang kesal. Sepertinya sifat menyebalkan Bai Youzhe benar-benar sudah mendarah daging. Apa hipnotisnya membuat Bai Youzhe kembali seperti beberapa tahun yang lalu? Ia bisa darah tinggi!


"Kalau begitu, Nana akan memanggilkan Hei Changge. Sepertinya Yang Mulia merasa tidak nyaman, Nana tidak akan mengganggu." Gu Yuena buru-buru pergi seperti orang yang habis melihat orang aneh. Tidak, Bai Youzhe benar-benar orang aneh.


Hipnotisnya tidak mungkin gagal. Pasti itu yang membuat otak Bai Youzhe bermasalah karena harus melakukan penolakan sihir sebelumnya. Hipnotis yang dilakukan secara paksa memiliki efek beragam. Ia harap otak Bai Youzhe tidak rusak karena itu.


Sedangkan di sisi lain, Bai Youzhe hanya melihat kepergian Gu Yuena dengan pandangan seperti sebelumnya. Dia begitu tenang, sebelum akhirnya menarik sudut bibirnya.


"Ya, aku akan melindungimu."


Sihir hipnotis yang melekat di matanya menghilang begitu saja setelah terhambat oleh kekuatan spiritual yang ia miliki. Ia tidak lagi disesatkan oleh hipnotis phoenix tertentu.


Jika Gu Yuena mengetahuinya, dia mungkin akan panik setengah mati.