
Istana Tianshuang diramaikan akan kedatangan sebuah kapal terbang yang datang dari arah barat. Sayap kapal tersebut membawa beban di atasnya turun ke halaman istana di mana sudah terdapat banyak murid istana serta para tetua yang menunggu.
Mereka telah melakukan perjalanan selama lima hari penuh di dalam kapal dengan kecepatan tinggi. Tentu saja, berbeda jika hanya menggunakan kuda karena banyak waktu yang terbuang hanya untuk istirahat.
Sebenarnya Bai Youzhe tidak perlu istirahat. Itu hanya akal-akalannya saja untuk berlama-lama di jalan bersama Gu Yuena. Untungnya, Gu Yuena langsung mengambil pilihan menggunakan kapal terbang untuk pulang.
Bai Youzhe bersama Gu Yuena di sisinya turun dari kapal terbang. Sambutan akan murid dan para tetua cukup membuat Gu Yuena kagum akan loyalitas mereka.
Hanya saja, ketika melihat salah seorang tetua yang tampak terkejut akan kehadirannya, Gu Yuena menyipitkan iris merah darahnya.
Sepertinya ada yang kecewa.
Bai Youzhe tampaknya acuh tak acuh akan sambutan yang menurutnya sangat berisik. Ini alasan kedua tidak mau menggunakan kapal terbang yang besarnya begitu mencolok. Dia biasa muncul dan datang tiba-tiba.
Ada beberapa hal yang harus disampaikan para tetua pada Bai Youzhe sehingga mereka berkumpul di aula utama. Gu Yuena tidak ikut, memilih kembali ke tempatnya karena tidak ada keperluan.
Terlepas dari Bai Youzhe, tidak akan ada yang peduli kemana Gu Yuena akan pergi. Sedangkan Su Churan tidak ada di Istana Tianshuang sehingga dia benar-benar sendiri selagi semua orang mengadakan rapat.
Sebenarnya tidak selalu sendiri, sih.
Selain dua kucing yang menemani, ada pula seseorang yang datang tanpa diundang dengan berbagai niat di kepalanya.
Di saat semua pelayan tidak berani dekat-dekat dengan Gu Yuena—sejak pembunuhan penyusup di klan—perempuan tertentu datang bersama seorang pelayan di belakangnya menghampiri Gu Yuena di halaman istana.
Gaun kuningnya tampak sangat cerah membuatnya tampak seperti matahari. Namun, bagi Gu Yuena yang sedang dalam suasana hati buruk, kuning itu adalah kuning sungai yang tercemar.
Keruh sekali.
"Aku mencarimu sejak tadi, ternyata ada di sini." Ming Chin datang dengan nuansa sok akrab.
Gu Yuena tidak meliriknya sedikitpun, hanya fokus memberi makan ikan kering untuk dua kucingnya sambil berjongkok.
Ming Chin yang menghadapi sikap Gu Yuena tidak bisa tidak merasa kesal. Tapi ia mengabaikannya. "Beberapa waktu lalu, aku bertemu dengan Hai Shang, berkata ingin pergi ke Klan Luo menemui Yang Mulia. Hai Shang adalah murid unggulan istana, dan memiliki pangkat ketua prajurit militer istana di bawah panglima Zhao. Aku pikir dia akan kembali bersama kalian."
Hai Shang, orang yang dikirim Tetua Ming untuk membunuh Gu Yuena. Dia memang memiliki posisi yang sesuai seperti perkataan Ming Chin, itu sebabnya dia begitu berani dan setia.
Sayangnya, orang seperti itu menjadi pelampiasan Gu Yuena dan mati begitu menyedihkan.
Tidak mendapat respon dari Gu Yuena, Ming Chin pun berdeham. "Apa kalian sebelumnya bertemu? Yah, kau memang tidak akan mengenalinya. Tapi aku bisa memberitahu bahwa dia memiliki tingkat kultivasi 8. Sangat mudah menemukannya di Klan Luo."
"Apa yang kamu harapkan dari jawabanku?" Gu Yuena akhirnya menjawab, lalu menoleh ke arah Ming Chin.
"Itu ...."
Gu Yuena berdiri lalu bersedekap dada sambil melihat perempuan itu. "Akan lebih baik jika kau pergi ke aula dan melindungi ayah tercinta. Aku pikir, posisinya sedang mengalami krisis."
"Apa maksudmu?" Ming Chin mengerutkan kening.
Gu Yuena melangkah ke arah Ming Chin sambil berkata, "Jangan berpura-pura bodoh. Aku tidak suka basa-basimu, jadi akan kukatakan sekarang. Orang yang kamu sebut, aku bertemu dengannya. Mungkin, kamu bisa menemukannya di dalam kapal—jika belum hancur."
Ming Chin terdiam. Dia mundur beberapa langkah, sepertinya memikirkan sesuatu yang mengerikan. "Kamu ...."
"Lain kali, beri aku yang lebih kuat. Aku hanya 'sedikit' memberi pukulan, tapi dia sudah mati." Gu Yuena mengatakannya dengan mudah sambil tersenyum.
"Gu Yuena, dia adalah murid unggulan istana—"
"Sepertinya murid unggulan yang kau maksud sama sekali tidak ada artinya. Orang yang begitu lemah, bagaimana bisa disebut unggulan?"
Ming Chin semakin mundur untuk menjaga jarak. Entah kenapa, ia dapat merasakan adanya niat membunuh yang kuat dari Gu Yuena. Suasana hati perempuan itu benar-benar sedang sangat buruk. Apa yang harus Ming Chin lakukan?
Gu Yuena diam, sepertinya terpikirkan sesuatu sebelum akhirnya menghela napas. "Sudahlah, aku akan membiarkanmu bertemu ayahmu kali ini. Jangan sampai aku melihatmu."
Gu Yuena pergi bersama dua kucingnya yang sibuk mengunyah ikan. Ming Chin benar-benar terdiam kali ini.
Bagaimana ia bisa takut pada Gu Yuena?
Apa kali ini Gu Yuena sedang memberinya kesempatan? Apa dia sedang mengancam?
Ming Chin tidak habis pikir. Ia kesal, tapi tidak bisa menunjukkannya. Ia pun buru-buru pergi ke aula utama untuk mencari ayahnya, takut apa yang dikatakan Gu Yuena menjadi kenyataan.
Dan benar saja. Tepat ketika ayahnya keluar dari aula, pria tua itu tampak murung setengah mati dan sangat marah. Hanya saja tidak bisa menunjukkannya terang-terangan.
Bai Youzhe baru saja mencabut otoritas militer Tetua Ming sebagai peringatan. Pria tua itu tidak lebih dari tetua tanpa jabatan.
Sebenarnya Bai Youzhe tidak puas, karena baru saja pria tua itu nyaris membahayakan Gu Yuena. Tapi karea Gu Yuena sudah berkata akan mengurusnya sendiri, dia hanya bisa menurunkan posisi Tetua Ming agar Gu Yuena tidak dapat masalah ketika membunuhnya.
Tentu saja, hal itu tidak akan membuat Tetua Ming mundur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sepertinya aku harus minum sup pereda mabuk." Gu Yuena duduk di kursi sambil bersandar dengan lemas bersama dua kucing kesayangannya.
Sudah beberapa kali ini ia mual, tepatnya sejak berada di kapal terbang. Padahal Gu Yuena tidak pernah mabuk perjalanan apalagi mabuk udara. Dia sering terbang dan sering melakukan perjalanan menggunakan kapal terbang dengan kecepatan tinggi, tapi tidak pernah seperti ini.
Apa efek lukanya masih ada?
Tapi seingatnya, racun api sudah menghilang, tersisa kekuatan jiwa yang perlahan sulit dikendalikan.
Tentang kekuatan jiwa, Gu Yuena telah menyegelnya dalam es yang ia temukan di jantung. Sepertinya itu adalah sesuatu yang diberikan Bai Youzhe ketika sekarat. Gu Yuena memanfaatkannya untuk menyegel kekuatan jiwa yang semakin mengamuk sejak penyerangan Istana Yuansu.
Untuk saat ini, kekuatan jiwanya aman dalam segel.
Pelayan datang membawakan sup pereda mabuk untuk Gu Yuena. Setelah pelayan itu pergi, Gu Yuena langsung meminumnya.
Tapi aroma ginseng yang masuk ke hidung membuat perutnya mual sekali lagi. Alhasil, Gu Yuena tidak jadi minum.
"Apa-apaan ini?" Gu Yuena meletakkan cawan itu begitu saja ke atas meja. Suasana hatinya sedang sangat buruk.
"Nona, sepertinya kamu sakit, harus pergi ke dokter." Xiao Hei memberi saran.
"Sepertinya menggunakan kekuatan jiwa terlalu banyak membuat kondisi tubuhmu menurun. Kedepannya, tidak boleh terlalu sering menggunakan kekuatan jiwa. Aku lihat, tiap kali kamu menggunakan kekuatan jiwa, qi dalam tubuhmu menjadi tak terkendali dan mempengaruhi pikiranmu," ujar Xiao Bai.
"Benar, aku pikir kau sedikit berubah." Xiao Hei mendukung argumen Xiao Bai. Suasana hati Gu Yuena sangat tidak menentu dan kadang membuatnya bingung harus melakukan apa. Untung saja Gu Yuena masih dapat mengendalikannya.
Gu Yuena menghela napas, lalu memijiat kepalanya yang berdenyut. "Kekuatan jiwa mempengaruhi pikiran orang. Itu sebabnya, banyak pengguna kekuatan jiwa yang kehilangan kendali."
"Nona, aku sarankan untuk menghindari pertempuran besar. Setidaknya sampai solusi dari kekuatan jiwa menghilang." Xiao Bai terlalu cemas.
"Kemarin darah phoenix, sekarang kekuatan jiwa." Xiao Hei menghela napas.
"Tapi aku pikir, aku melakukan segala sesuatu murni dari apa yang kuinginkan. Di kehidupan sebelumnya, aku tidak beda jauh dengan yang sekarang. Selama ini aku selalu berakting, sangat melelahkan."
Kedua kucing itu tidak menjawab apa pun. Ada saatnya Gu Yuena berakting, tapi dia tidak pernah berakting di depan mereka berdua. Jelas-jelas Gu Yuena yang dulu sangat aktif dan menyenangkan. Kenapa sekarang berubah menjadi begitu samar?
Terakhir mereka melihat Gu Yuena yang sering bermain-main adalah di Klan Luo. Sejak menyelesaikan masalah jiwa Luo Wei, Gu Yuena banyak berubah.
"Aku ingin ayam pengemis." Gu Yuena tiba-tiba bergumam demikian membuat kedua kucing itu melongo.
"Apa?"
"Cepat sekali berubahnya," gumam Xiao Hei.
"Di mana kita akan menemukannya? Ayam pengemis hanya ada di beberapa daerah, aku tidak pernah melihatnya di Kota Tianlong," lanjut Xiao Bai.
Gu Yuena melihat dua kucing itu tetap raut kesal. Ia pun beranjak dari tempat duduk dan pergi keluar sendiri.
"Nona, tunggu!" Xiao Hei merasa mengatakan hal yang salah dan berlari mengejar Gu Yuena. Xiao Bai juga ikut dengan wajah panik.
Bisa-bisa mereka tidak diberi ikan kering lagi kedepannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pertemuan bersama tetua serta Assassin Guild berlalu dengan lancar. Bai Youzhe melangkah ke istananya sendiri untuk menemui Gu Yuena.
Hari sudah sore, ia pikir Gu Yuena sedang bersantai bersama dua kucing itu seperti biasanya.
Tapi ketika Bai Youzhe sampai di istana, hanya ada suasana sepi seperti sebelum Gu Yuena datang ke tempat ini.
Sepertinya Gu Yuena di kamar.
Bai Youzhe segera pergi ke kamar. Tapi ketika ia membuka pintu, sambutan dua kucing yang mengeong keras di depan pintu membuatnya terkejut.
"Yang Mulia, tolong Nona!" Xiao Hei berteriak secara histeris sedangkan Xiao Bai hanya mengeong.
Bai Youzhe tampak panik ketika Xiao Hei berkata demikian. Sepasang matanya melihat Gu Yuena di sofa pojok ruangan sambil menunduk memeluk kedua lututnya.
Tanpa mendengarkan penjelasan Xiao Bai, Bai Youzhe langsung berlari ke arah Gu Yuena dengan tampilan panik dan khawatir.
"Nana, kamu baik-baik saja?" Bai Youzhe menunduk dan menyamakan tingginya dengan Gu Yuena yang duduk di atas sofa sambil memojok.
Gu Yuena terlihat bergerak, mendongakkan wajahnya melihat sepasang iris biru malam yang sangat cemas di depan matanya. Gu Yuena terdiam untuk beberapa saat.
"Aku ...." Gu Yuena tidak melanjutkan kalimatnya, malah melirik Xiao Hei dan Xiao Bai dengan tatapan bingung.
Apa yang dilakukan dua kucing itu sampai membuat Bai Youzhe begitu panik?
Dapat dilihat, Xiao Bai menghilang untuk menyembunyikan diri. Xiao Hei mulai mundur diam-diam seperti pencuri.
Bai Youzhe semakin gelisah ketika melihat Gu Yuena mengeluarkan air mata. Meski tatapan Gu Yuena tampak bingung, air matanya tidak dapat membohongi.
"Nana, siapa yang mengganggumu?" Bai Youzhe berkata dengan lembut, dan mengusap air mata Gu Yuena yang menetes.
Gu Yuena semakin bingung. Detik berikutnya, ia baru sadar bahwa air matanya menetes.
"Ada apa denganku?" Gu Yuena melihat air mata yang ia usap di jarinya. Hal itu justru membuat Bai Youzhe bingung.
Padahal tidak ada yang perlu ditangisi.
Gu Yuena tampak memasang ekspresi rumit. "Youzhe, sepertinya aku ...."
Gu Yuena menggantung kelimatnya, tampak berpikir. Ia terlihat ragu, tapi mulutnya bicara begitu saja tanpa keraguan.
"Aku sangat menginginkan ayam pengemis."
"...."
Bai Youzhe terdiam.
Gu Yuena mengatakan seperti sedang mengatakan sesuatu yang sangat serius. Wajahnya benar-benar terlihat serius dengan air mata yang tersisa.
Ayam pengemis tidak ada di tempat ini, begitu pula Kota Tianlong yang terdekat dari Istana Tianshuang. Para pelayan juga tidak tahu cara membuatnya. Itu sebabnya Gu Yuena kembali ke istana dan menjadi seperti ini.
Gu Yuena tidak tahu alasannya, keinginannya sangat kuat melebihi keinginan balas dendam. Dia bahkan tidak sadar telah menangis hanya karena hal sepele seperti ini.
Jika dipikirkan ... ini memalukan.
"Tidak perlu dipikirkan." Gu Yuena memalingkan wajahnya karena merasa mulutnya tidak bisa diatur. Itu keluar begitu saja tanpa dipikirkan terlebih dahulu.
"Apa pelayan tidak memberimu makan dengan baik?" Bai Youzhe bertanya.
"Bukan begitu, aku hanya ingin ayam pengemis." Gu Yuena berkata dengan nada kesal. Tapi ia justru menutup mulutnya kembali rapat-rapat, berharap mulutnya tidak lagi bicara sembarangan.
Ada apa dengannya?
Bai Youzhe tersenyum. "Baiklah, aku akan membuatkannya untukmu."
Kali ini Gu Yuena yang terdiam dan menatap Bai Youzhe dengan tidak percaya.
Sejak kapan pria itu pandai memasak? Bukankah selalu Gu Yuena yang memasak?
"Benarkah?" Gu Yuena merasa kurang yakin. Tapi entah kenapa ia justru menjadi bersemangat. Sikap dan pikirannya sangat bertolak belakang. Ini menyiksanya!
Bai Youzhe mengangguk yakin, lalu mengusap air mata Gu Yuena yang terus keluar sekali lagi. "Jadi jangan menangis lagi. Aku akan sedih melihatnya."
Sekali lagi, Gu Yuena baru sadar bahwa air matanya tidak mau berhenti sejak tadi. Atau lebih tepatnya, air mata semakin deras keluar sejak Gu Yuena mengungkap isi hatinya!
Hah, ini terlalu menyiksa harga diri Gu Yuena!
"Menyebalkan," gerutu Gu Yuena.
"Apa?" Bai Youzhe sepertinya mendengar Gu Yuena menggerutu.
Gu Yuena menghela napas panjang. "Aku tidak tahu kenapa aku menjadi menyebalkan seperti ini."
"Menurutku tidak." Meski Bai Youzhe bingung mengapa Gu Yuena menjadi seperti anak-anak, tapi ia tidak perlu terlalu memikirkannya. Belakangan ini suasana hati Gu Yuena buruk, mungkin itu sebabnya.
Bai Youzhe mengajak Gu Yuena memasak bersama. Selama berada di dunia bawah, tidak ada apa pun yang bisa dimakan oleh manusia sehingga ia harus belajar memasak sendiri. Meskipun makanannya tidak seenak masakan Gu Yuena, ia senang bisa memasak untuk Gu Yuena sesekali.
Tidak butuh waktu lama, Bai Youzhe selesai memanggang ayam yang diinginkan Gu Yuena. Untung saja dia tahu cara membuatnya sehingga dapat melihat Gu Yuena—yang sejak tadi murung—tersenyum kembali.
Gu Yuena tidak tahu bahwa ia bisa sesenang itu mendapatkan makanan yang sebelumnya jarang ia makan. Rasanya seperti mendapatkan semua keinginannya secara sempurna.
Di tengah kesenangan itu, Chu Xin datang tiba-tiba memberitahu sesuatu pada Bai Youzhe. Gu Yuena yang asik makan tidak terlalu memperhatikan.
Wajah Bai Youzhe tampak datar setelah mendengarnya. Ia kemudian melihat Gu Yuena yang sedang senang. Sepertinya kesenangan ini tidak akan bertahan lama karena kehadiran seseorang.
"Yang Mulia, apa saya perlu menyingkirkannya?" Chu Xin bertanya dengan nada rendah dan sangat serius.
"Aku perlu izin Nana untuk masalah ini." Bai Youzhe tampak tidak takin menyingkirkannya atau tidak.
Pasalnya, orang yang selama ini mengganggu kehidupan Gu Yuena telah datang.
Gu Yueli, datang bersama penerus Istana Luye, Jin Xiao.