Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
91. Pesta sampai mabuk



Su Churan mengadakan pesta di sebuah paviliun Kota Tianlong. Ia telah mengundang anggota inti Assassin Guild dan beberapa murid istana yang dekat dengannya untuk berpesta. Orang luar tidak diperkenankan ikut.


Gu Yuena dan Bai Youzhe datang tepat waktu. Kedatangan mereka disambut dengan penuh antusias akan ucapan selamat dari semua orang. Tentunya dengan aksen formal.


Zhou bersaudara dan Zhou Tao juga ikut memeriahkan dan membagikan arak untuk semua orang. Su Churan di sisi lain langsung menyeret Gu Yuena ke suatu tempat untuk memberi kejutan.


"Hari ini sangat meriah. Aku telah mengundang orang-orang terdekat, kamu pasti akan sangat terkejut." Su Churan pun berhenti, lalu membukakan pintu untuk menujukkan beberapa orang yang hadir.


Gu Yuena yang awalnya bermalas-malasan langsung terdiam.


"Xiao Yuena!"


"Kakak seperguruan!"


Empat sosok menghampiri Gu Yuena dengan perasaan riang. Satu-satunya perempuan di antara mereka langsung menghambur memeluk Gu Yuena sampai nyaris terjungkal.


"Aku sangat ketakutan saat kamu menghilang. Apa kamu baik-baik saja selama ini?" Dia adalah Shen Jialin. Ia memeluk Gu Yuena sangat erat tanpa mau pisah saking harunya.


Gu Yuena tersenyum kecil. "Aku baik-baik saja." Ia melepas pelukan, lalu melihat dua lelaki yang menghampiri dengan penuh semangat.


Tapi langkah mereka langsung terhenti begitu sosok pria jakung hadir di sebelah Gu Yuena. Wajahya yang dingin membuat mereka waspada.


Siapa dia?


Yun Qiao yang tidak ikut-ikutan dua lelaki yang ingin ikut memeluk Gu Yuena melihat pria itu dengan rasa penasaran. Aura dingin yang kuat melebihi gurunya membuat Yun Qiao berpikir bahwa dia bukan orang biasa.


Bahkan kekuatannya menyaingi Raja Istana Yuansu, siapa pria itu?


Shen Jialin sendiri nyaris menjatuhkan rahang melihat keberadaannya. Perasaan tadi tidak ada orang yang datang.


"Ini ...." Mu Xinhuan memperhatikan baik-baik dengan penuh pertanyaan.


Rasanya tidak asing.


Gu Yuena yang sadar akan situasi langsung mengenalkan, "Dia—" Tapi terpotong oleh ucapan Bai Youzhe.


"Suami."


"Kekasih." Gu Yuena langsung meluruskan sambil melirik pria itu dengan tajam. Memangnya mereka sudah menikah?


Mereka berempat terdiam.


Jadi yang benar suami atau kekasih?


"Jangan dengarkan dia." Gu Yuena sadar atas kebingungan mereka.


Tapi Bai Youzhe mempercanggung situasi dengan merangkul pinggangnya. "Dia akan menikah denganku."


Mereka semakin terdiam.


Setidaknya, jangan mengumbar kedekatan seperti itu di depan anak-anak jomblo ini!


Gu Yuena sudah bagai saudara di mata mereka berempat. Melihat ada pria asing yang mengambil keuntungan dari Xiao Yuena mereka, jelas tidak ada dari mereka yang setuju. Bisa-bisanya pria itu merebut Xiao Yuena begitu saja dari mereka!


Tatapan mereka menajam setajam silet.


Gu Yuena tertekan.


Sadar situasinya tidak benar, Su Churan maju menengahi dan memperkenalkan Bai Youzhe baik-baik pada mereka. Seharusnya katakan saja bahwa pesta ini untuk mereka berdua sejak awal tanpa harus merencanakan kejutan.


Benar-benar kacau. Anak-anak ini sangat posesif!


"Ah, aku lupa mengenalkan. Dia adalah Raja kami, Yang Mulia Raja Bai Youzhe. Baru-baru ini mereka mengumumkan pernikahan, jadi situasinya agak mendesak sampai tidak sempat memberitahu." Su Churan buru-buru mengklarifikasi agar tidak terjadi perebutan tidak perlu.


Mereka berempat terkejut bukan main. Mereka menatap Gu Yuena dan Bai Youzhe bergantian dengan mata melotot tidak percaya.


Xiao Yuena mereka ... akan menikah dengan seorang Raja!


"Yang Mulia, maaf atas kelancangan kami!"


Mereka bertiga buru-buru menunduk agar tidak ditebas. Rumornya, Raja Istana Tianshuang berdarah dingin dan tak berperasaan. Mereka masih sayang nyawa.


Siapa yang menyangka Gu Yuena dapat menaklukannya?


Yun Qiao sendiri terdiam tanpa bisa mengatakan apa pun. Saat ini, Yun Qiao memang telah menjadi Raja Istana Yuansu setelah kematian Raja Yun. Posisinya dengan Bai Youzhe setara. Namun, bila dibandingkan berdasarkan kemampuan dan aura keduanya, Yun Qiao jadi tidak percaya diri.


Bai Youzhe jelas melebihi standar yang telah ditetapkan untuk menjadi seorang Raja. Tidak hanya memiliki kultivasi tingkat 9 yang lebih kuat dari tingkat 9 biasa, dia bahkan tidak bisa disebut sebagai manusia lagi!


"Bagaimana Istana Yuansu?" Gu Yuena memecah kecanggungan yang disebabkan oleh keberadaan Bai Youzhe.


Mereka berempat kembali menatapnya. Yun Qiao berkata, "Semua baik-baik saja. Hanya saja, aku tidak yakin dapat berada di posisi ini. Xiao Yuena, kamu lebih memiliki kualifikasi untuk mendapatkannya."


Gu Yuena paham posisi apa yang dimaksud. Saat Istana Yuansu mengalami kekosongan kursi raja, hanya ada Yun Qiao dan dirinyalah yang memiliki kesempatan naik ke posisi itu. Yun Qiao yang merupakan murid langsung sang raja secara otomatis menggantikannya meski dalam keadaan tidak siap.


"Aku tidak bisa, kau tahu situasiku." Gu Yuena telah mengungkap kekuatan penyihir di depan semua orang, tidak akan ada orang-orang Istana Yuansu yang menerimanya.


Sejak memakai sihir penyihir untuk mengirim mereka pergi, ia sudah siap melepaskan diri dan hanya membantu dari jauh. Gu Yuena tidak mengharapkan apa pun.


"Mereka semua ingin kamu kembali." Yun Qiao melirik Bai Youzhe sekilas, lalu menghela napas. "Andai saja kamu bisa kembali, kamu bisa mendapat posisi tinggi di istana."


"Aku tidak bisa kembali bukan karena Istana Tianshuang. Mengenai posisi itu, sudah benar kamu yang paling pantas mendapatkannya. Jika bukan karenamu, serta semua orang yang menaruh kepercayaan padamu, Istana Yuansu hanyalah nama. Kamu yang membawa mereka ke array teleportasi sesuai perintah Yang Mulia, bahkan membawaku ke dalamnya di saat-saat terakhir dengan selamat. Kami semua berhutang padamu."


"Kakak seperguruan, jadi selama ini kamu jadi pendiam karena hal ini?" Ru Meng menghela napas, lalu merangkul kakak seperguruan kesayangannya itu. "Tidak perlu khawatir, kami semua bersamamu."


"Benar, Xiao Yuena juga tidak akan membiarkan masalah terjadi begitu saja. Kita bisa kembali membangun Istana Yuansu bersama-sama." Mu Xinhuan berkata dengan bangga.


"Selain itu, bukankah Istana Tianshuang sudah berjanji untuk membantu? Aku yang bertugas langsung untuk mengurus masalah ini, jadi tenang saja." Su Churan ikut-ikutan menyemangati. Jika dipikir-pikir, Yun Qiao ini menarik juga.


"Omong-omong, kita sudah berkumpul kembali dan tidak boleh menyianyiakan pesta yang dibuat Su Churan. Jadi, malam ini kita harus minum sampai mabuk!" Shen Jialin melompat bersemangat, membuat yang lain ikut bersemangat mengiyakan.


"Minum sampai mabuk!" Su Churan bersorak sambil meninju udara. Ia pun menyeret Gu Yuena dan Shen Jialin di kedua sisinya untuk pergi berpesta mengabaikan para pria yang termenung.


"Eh? Ditinggal?" Ru Meng tercegang. Diam-diam matanya melirik Bai Youzhe yang terdiam melihat Gu Yuena direbut begitu saja oleh bawahan sekaligus temannya sendiri.


Sebenarnya dia diundang atau tidak?


Mu Xinhuan melihat Bai Youzhe hati-hati, lalu menganggukkan kepala sebagai sapaan dengan senyum canggung dan sopan ketika pria itu meliriknya dengan tatapan datar.


Apa mereka harus meninggalkan sang raja di sana sendirian atau mengajaknya?


Tidak sopan bila meninggalkannya. Tapi ... lihatlah aura keengganan itu.


Apa yang harus mereka lakukan?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pesta itu berlangsung sampai larut malam. Su Churan telah menyediakan anggur dan arak di dalam paviliun yang dapat dinikmati oleh semua orang.


Bai Youzhe hanya duduk memperhatikan tanpa banyak bicara. Sama seperti Xiao Hei dan Xiao Bai yang dibawa Su Churan dari Assassin Guild. Ketiga makhluk itu terlihat tidak menyukai pesta.


Su Churan bersama Gu Yuena dan lainnya saling bercengkrama sambil mendengarkan musik yang dimainkan. Memainkan beberapa permainan, lalu saling curhat.


Terutama Su Churan yang curhat mengenai mantan-mantannya. Dengan mudahnya Su Churan masuk dalam lingkaran pertemanan mereka yang sudah seperti saudara itu.


Sampai akhirnya ketiga perempuan itu benar-benar mabuk dan tertidur di kursi panjang yang sama, barulah pesta berhenti.


Ru Meng yang mabuk dibiarkan tidur di lantai, sedangkan sisanya masih dalam keadaan sadar, melihat ketiga perempuan itu sambil menghela napas.


Bai Youzhe menghampiri Gu Yuena yang tangannya dipeluk Shu Churan dan Shen Jialin seolah sedang ditahan agar tidak pergi. Mu Xinhuan buru-buru mengambil langkah untuk membawa Shen Jialin pergi.


Shen Jialin sudah tepar. Ia berdiri sambil terhuyung-huyung lemas seperti kertas. Mau tidak mau Mu Xinhuan harus menggendongnya di punggung.


"Jangan tarik rambutku!" Shen Jialin berteriak-teriak penuh emosi. Di matanya, Lin Xi menarik rambutnya ketika mereka bertengkar.


Yun Qiao memberi isyarat untuk segera membawa Shen Jialin kembali ke penginapan. Pria itu pun pergi sambil menyahuti Shen Jialin yang terus mengutuk si marga Lin karena menarik rambutnya.


Bai Youzhe melihat Su Churan, lalu berkata pada Yun Qiao di belakangnya. "Bawa dia."


Yun Qiao yang sedang menyeret Ru Meng terdiam.


"Aku?" Yun Qiao bingung sendiri. Kemana dia harus memulangkan Su Churan?


"Paviliun ini memiliki beberapa ruangan, gunakan saja. Dia akan membuat masalah jika mabuk." Setelah mengatakannya, Bai Youzhe langsung membawa Gu Yuena ke gendongannya.


Ia membawa perempuan itu bagai membawa kapas setelah menyingkirkan tangan Su Churan dari Gu Yuena. Tapi ketika Bai Youzhe mengangkatnya, sepertinya Gu Yuena terganggu.


Gu Yuena yang masih mabuk sedikit membuka mata untuk mengintip. Pandangannya tidak jelas sampai sulit mengenali. "Siapa kau?"


"Kamu sudah mabuk."


"Aku mabuk?" Gu Yuena menunjuk dirinya sendiri dengan tatapan tak percaya. Ia mencoba memperjelas pengelihatannya, lalu mengenali sepasang iris biru malam itu. "Matamu seperti sayangku. Apa kamu sayangku?"


Bai Youzhe ingin tertawa mendengar panggilan Gu Yuena. Meski bukan pertama kali mendengarnya, tetap saja terasa sangat lucu. Apalagi wajah Gu Yuena tampak sangat murni.


Terakhir ketika Gu Yuena memanggilnya dengan panggilan itu, Gu Yuena habis-habisan mengklarifikasi bahwa itu untuk memprovokasi seseorang. Pada akhirnya, perempuan itu tetap memanggilnya menggunakan nama lengkap.


"Sepertinya aku benar-benar mabuk, aku tidak lihat apa pun." Gu Yuena menunduk, menenggelamkan wajahnya di dada bidang Bai Youzhe.


Sedangkan di sisi lain, Yun Qiao kebingungan setengah mati antara menyeret Ru Meng dan membawa Su Churan.


Pada akhirnya, Yun Qiao memilih membawa Su Churan—yang mulai tidur berjalan—terlebih dahulu. Ia tidak bisa ambil resiko.


Bai Youzhe membawa Gu Yuena ke salah satu kamar tidur yang tersedia di paviliun. Xiao Hei dan Xiao Bai lah yang membantu membukakan pintu dan menutupnya kembali. Mereka benar-benar tidak ada kerjaan.


Di dalam kamar besar yang sunyi, pria itu merebahkan Gu Yuena dan menyelimutinya. Gu Yuena tertidur dengan tenang, bahkan tidak terusik ketika Bai Youzhe mengecup puncak kepalanya.


Ketika Bai Youzhe berpikir untuk pergi sementara, Gu Yuena malah terbangun bersamaan dengan Xiao Hei yang mengeong. Perempuan itu menarik lengan Bai Youzhe dengan cepat dan memeluknya.


"Aku mendengar suara petir!" Gu Yuena terdengar mengeluh. Ia masih saja takut akan petir.


Sayangnya, yang ia dengar sebenarnya bukan suara petir.


"Itu suara Xiao Hei." Bai Youzhe mengusap kepala Gu Yuena dengan lembut.


"Xiao Hei?" Gu Yuena diam untuk beberapa saat sampai akhirnya Bai Youzhe kembali duduk di atas tempat tidur dan membantu Gu Yuena kembali ke posisi tidur.


"Istirahatlah, besok masih harus melakukan perjalanan."


"Aku sedang mabuk, tidak bisa istirahat dengan benar." Gu Yuena mengeluh dengan nada rendah.


"Lalu apa yang ingin kamu lakukan?"


Gu Yuena tampak berpikir. Ia menarik Bai Youzhe mendekat ke arahnya, lalu mendorongnya ke tempat tidur sehingga membalikkan posisi mereka. Gu Yuena di atas tubuh Bai Youzhe menopang dagunya sambil memandang sepasang iris biru malam tersebut.


"Sebelumnya selalu kamu yang menguasai putri ini. Ada kalanya aku kesal karena kamu terlalu kuat."


Bai Youzhe terkekeh. "Jadi kamu meminta kesempatan?"


"Anggap saja seperti itu."


"Tapi kamu sedang mabuk."


"Tidak ada bedanya." Tangan Gu Yuena menyelinap ke sela lapisan pakaian Bai Youzhe dan menyentuh kulit hangatnya.


Bai Youzhe merasa tubuhnya memanas. "Aku tidak bisa berjanji."


"Jangan curang." Gu Yuena cemberut. "Jika kamu lepas kendali lagi, aku akan menghukummu." Ia melepas lapisan pakaian pria itu hingga menampakkan tubuhnya yang proposional.


Gu Yuena menyatukan bibir mereka dengan gerakan panas. Tangannya meraba sampai ke bawah, membuat Bai Youzhe tersiksa sendirian! Dia tak bisa menahannya lagi.


Bai Youzhe membalikkan posisi begitu mudah dan ******* bibir Gu Yuena ganas. Ketika melepasnya, ia dapat melihat wajah kesal Gu Yuena yang sedang mabuk itu.


"Kamu ...."


"Maaf, tapi aku memilih mendapat hukuman." Ia menarik tali pakaian Gu Yuena sampai terlepas, lalu kembali menyatukan bibir mereka dan memasukkan lidahnya.


Jika Gu Yuena sadar atas kelakuannya sendiri saat mabuk seperti ini, dia pasti akan sangat frustrasi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seperti yang telah diduga, dari pamit pergi sampai dalam perjalanan menuju Klan Luo, Gu Yuena hanya diam sambil menggerutu sepanjang waktu.


Tidak ada yang berani menegurnya sejauh ini. Ya, tentu kecuali Bai Youzhe yang kerap kali menggodanya sampai telinga Gu Yuena memerah seharian.


Gu Yuena ingat dengan jelas saat-saat mabuk itu. Sensasi panas dan berdebar yang membuatnya gila seharian, ditambah apa yang ia katakan secara sengaja saat mabuk. Benar-benar memalukan!


Yah, sebenarnya itu tidak terlalu memalukan karena pernah terjadi beberapa kali. Tapi kali ini, Gu Yuena sendiri yang memulainya. Meski ia merasa tidak buruk, tapi ....


Bai Youzhe menyodorkan sebuah roti pada Gu Yuena. Gu Yuena hanya meliriknya.


"Kamu belum makan sejak tadi." Bai Youzhe merasa bersalah karena menggodanya sejak pagi. Pasti itu membuat Gu Yuena kesal meski perempuan itu terlihat hanya diam.


Gu Yuena menerimanya, lalu makan dengan cepat seperti orang kelaparan. Saat ini mereka berada di atas kuda masing-masing, dalam perjalanan ke Klan Luo melalui jalur utama kekaisaran.


Meski melalui jalan utama, jalanan di sekitar yang dikelilingi pepohonan dan pegunungan terasa begitu sepi.


"Aku belum pernah ke Klan Luo. Apa sangat jauh?" Gu Yuena akhirnya bicara setelah sekian lama.


"Jika dari Istana Tianshuang memang sangat jauh."


"Kenapa tidak terbang saja?" Kenapa malah naik kuda kalau jauh? Gu Yuena heran dengan jalan pikir Bai Youzhe yang memperlambat waktu perjalanan.


"Semakin cepat kita sampai, waktu yang kita habiskan takutnya semakin sedikit." Bai Youzhe tersenyum kecut, lalu menatap Gu Yuena di sebelahnya. "Aku ingin melihatmu lebih lama."


"Apa ada masalah serius?"


"Situasi Klan Luo sedang kacau. Luo Yi sepertinya mengikuti Gu Yuan, sehingga beberapa urusan klan harus ditangani oleh ketua sendirian. Luo Zhiyi juga tidak dapat diandalkan. Ditambah para tetua yang repot mencariku untuk membantu konflik dengan Aula Linghun."


"Aula Linghun lagi?"


Bai Youzhe mengangguk. "Belakangan ini mereka sangat aktif mendapatkan pengaruh di antara 6 istana. Penyerangan di Istana Yuansu hanyalah awal dari serangan pada istana lainnya."


"Apa itu bagian dari rencana Istana Linghun?"


"Mungkin saja benar."


Gu Yuena tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ia teringat akan pertemuannya dengan Ratu Istana Linghun 5 tahun yang lalu.


"Sebenarnya, aku pernah pergi ke Istana Linghun." Ucapan Gu Yuena membuat Bai Youzhe menatapnya penuh kejutan.


"Apa kau menemukan sesuatu?" tanyanya. Ada rasa khawatir dalam nada bicaranya.


"Tidak banyak. Hanya ... pengakuan Istana Linghun atas identitasku. Aku tidak hanya sekadar bicara mengenai fakta bahwa aku adalah Putri Istana Linghun. Aku benar-benar mendapat gelar itu 5 tahun yang lalu."


Bai Youzhe semakin penasaran. "Apa yang terjadi padamu saat itu?"


Gu Yuena tersenyum kecut, lalu mulai menceritakan hal yang terlewatkan begitu saja.


Dalam melewati masa-masa tersulitnya ketika racun api kembali menyerang untuk mengakhiri hidupnya di usia 20 tahun, sihir keabadian memisahkan jiwa Gu Yuena dari raga selama proses berlangsung.


Selama itu, racun api akan menganggap bahwa Gu Yuena telah mati. Lalu sihir keabadian menarik kembali jiwa Gu Yuena untuk mengalami mati suri.


Tapi tiba-tiba saja Ratu Istana Linghun datang menemukan jiwa Gu Yuena yang berkeliaran, membuat Gu Yuena mengikutinya hanya dengan beberapa kalimat.


Saat itulah, jiwa Gu Yuena tiba di Istana Linghun.