
Ada banyak hal yang terjadi di dunia yang sangat luas ini. Dikendalikan oleh roda kehidupan yang berputar, diiringi dengan cepatnya waktu berjalan. Di luar sana, berbagai tragedi dan masalah hidup bermunculan tanpa henti. Kematian dan kelahiran terus berjalan layaknya arus air.
Suatu hari, seseorang akan mampu memegang dunia dalam genggamannya, seolah hidup dan mati seseorang ditentukan olehnya. Itu memang akan terjadi. Namun, balik lagi kemana seseorang itu akan melangkah. Menyelamatkan dunia atau menghancurkannya, menyelamatkan satu orang atau menyelamatkan ribuan orang, semua adalah pilihan.
Untuk itu, arahan yang tepat adalah langkah utama. Jika seseorang kehilangan arah, dia akan jatuh ke lubang kegelapan yang tidak ada habisnya. Hal tersebut tentu akan menjadi perjalanan yang tidak bisa dihindari, terutama bagi Gu Yuena.
Kekuatan jiwa dalam tubuhnya mengacaukan pikirannya secara bertahap. Gu Yuena telah berusaha mengatasi kekacauan tersebut sepanjang hari, dibantu oleh giok es dalam jantungnya untuk mengatur kekuatan jiwa yang mengamuk.
Jika terus seperti ini, Gu Yuena bisa kehilangan akal dan tersesat ke dalam kegelapan. Dia tidak boleh membiarkannya terjadi.
Entah sudah berapa lama waktu berlalu. Ketika Gu Yuena membuka mata, langit sudah menjadi gelap. Ia merasakan seseorang datang ke tempatnya berada yang membuat Gu Yuena harus beranjak dari tempat tidur dan duduk di kursi untuk menyambutnya.
Xiao Hei muncul terlebih dahulu dari arah luar, mengeong memberitahu sesuatu pada Gu Yuena. Namun, kedatangan sosok pria tinggi menjawab ujaran Xiao Hei yang ingin memberitahu mengenai kedatangannya.
Kucing kecil itu langsung melompat jauh dari pria yang mengejutkannya dan mengumpat di balik tubuh Gu Yuena. Xiao Bai di atas bahu pria itu menjulurkan lidahnya mengejek Xiao Hei.
Sepertinya Xiao Bai telah menjadi akrab dengan gunung es tertentu.
Wajah yang sebelumnya tampak sangat dingin di aula ketika menghadapi para tetua, kini jauh dari yang seharusnya terlihat. Es di dalam iris biru malam itu tampak mencair ketika melihat Nana-nya duduk di atas tempat duduk sambil melihatnya.
Pria itu pun menghampiri.
"Sepertinya Nana-ku mengalami peningkatan." Bai Youzhe duduk di sebelahnya, membiarkan Xiao Bai melompat ke atas lantai.
Gu Yuena sudah dapat merasakan keberadaan Bai Youzhe yang sebelumnya gadis itu sulit merasakannya. Peningkatan Gu Yuena termasuk besar.
"Tidak termasuk peningkatan. Aku masih tingkat 8 seperti sebelumnya." Gu Yuena menyahut sambil mengambil teh untuk diminum sendiri. "Hanya saja ... ada beberapa hal yang mungkin akan mengganggu."
"Katakan saja."
"Pertempuran sebelumnya, aku terlalu banyak menggunakan kekuatan jiwa sampai tidak bisa mengontrolnya. Aku tidak memiliki pelatihan khusus kekuatan jiwa, jadi agak berbahaya ketika pikiranku terpengaruhi." Gu Yuena menghela napas. "Takutnya, aku menjadi gila seperti dulu."
Bai Youzhe menatapnya penuh tanda tanya. Menjadi gila seperti dulu? Gu Yuena pernah berkata bahwa dia pernah hidup di dunia lain dalam waktu lama. Ia jadi penasaran, dunia seperti apa yang dipijak Gu Yuena sebelumnya.
"Apa kamu termasuk orang yang bisa mengingat kehidupan sebelum berinkarnasi?" tanya Bai Youzhe.
Gu Yuena tersenyum kecut. "Aku bahkan tidak tahu harus menganggapnya inkarnasi atau tidak." Ia menopang dagunya dengan tangan di atas meja sambil menatap Bai Youzhe. "Ingin kuberitahu sebuah cerita rahasia?"
"Nana memiliki cerita apa lagi?" Bai Youzhe siap mendengarkan.
Gu Yuena berkata, "Aku pikir ... aku telah hidup dan tumbuh dua kali di dua dunia yang berbeda. Aku bahkan tidak tahu aku benar-benar berasal dari dunia ini atau tidak. Dunia di mana aku tumbuh dulu, tidak ada dalam lingkup antara Dataran Mitian, Dunia Bawah, atau pun Dunia Langit—kalau ada."
"Tempat itu sangat bagus?"
"Tidak lebih buruk dari Dataran Mitian." Gu Yuena berpikir sejenak sambil mengingat-ingat. "Tidak ada sihir, tidak ada monster maupun iblis. Meski ada beberapa monster dan sihir yang tersembunyi, tapi mereka—termasuk aku—sangat skeptis akan keberadaan monster dan sihir. Bisa dibilang, hidup layaknya manusia lemah yang hanya mengandalkan kecerdasan dan uang."
"Ada dunia seperti itu?" Bai Youzhe terlihat terkejut. Sepertinya dunia yang ia ketahui masih jauh dari dunia yang sebenarnya. Seberapa luas alam semesta?
"Manusia membuat senjata untuk menjadi lebih kuat. Senjata itu tidak hanya senjata untuk membunuh secara langsung seperti pedang, panah, pistol, atau sebagainya. Teknologi, relasi antar-negara, pengaruh, uang, informasi, semuanya dijadikan senjata. Pemikiran mereka jauh lebih rumit dan didasarkan oleh sains dibandingkan manusia di tempat ini. Orang-orang di sekitarku menolak hal berbau supranatural, sehingga aku ikut tidak percaya pada sihir awalnya."
"Mereka tidak berkultivasi, lalu bagaimana jika ada monster terang-terangan menyerang?"
"Sudah kukatakan, keberadaan monster sangat tersembunyi di sana. Hanya sering bertemu binatang buas di hutan yang dijaga ketat menggunakan kecerdasan manusia. Asal kau tahu, bahkan mereka dapat membuat barrier tanpa menggunakan sihir. Aku pernah berada dalam sebuah perang, senjata yang digunakan untuk membuat ledakan dan membunuh, tidak menggunakan sihir atau senjata yang biasa kita pakai." Gu Yuena menghela napas mengingat seseorang. "Andai aku tahu cara membuatnya seperti orang itu, aku pasti tidak perlu repot."
"Orang itu?"
"Hanya seorang teman yang membunuhku." Gu Yuena menyengir. "Di masa lalu, aku hidup di atas genangan darah. Menjadi mata-mata, lalu membunuh dalam bayangan. Aku pikir aku sudah gila karena menyukai bagaimana caraku membunuh orang sampai bermandikan darah. Itu sebabnya aku berkata, aku khawatir jika kembali ke masa itu dan melukai lebih banyak orang. Kekuatan jiwa mendorongku melakukannya."
Bai Youzhe tidak tahu apa saja yang dilakukan Gu Yuena, tapi ia tahu rasanya menjadi seseorang yang gila akan membunuh. Dia pernah mengalaminya, tapi itu sudah sangat lama sejak di Dunia Bawah.
"Jangan menahannya, itu akan menyakitimu," ujar Bai Youzhe.
"Aku berjanji pada guru untuk tidak membunuh orang sembarangan." Gu Yuena mengeluh.
"Tidak harus melakukannya pada sembarang orang. Pengaruh kekuatan jiwa sangat kuat. Semakin kamu menolaknya, semakin kuat pengaruh itu yang membuatmu kehilangan akal." Bai Youzhe tiba-tiba terlintas sesuatu. "Omong-omong, aku penasaran dengan dunia yang kau maksud."
"Jika kamu mau, minta saja pada ibuku untuk mengirim jiwamu ke sana. Dia akan sangat bersemangat." Gu Yuena menyengir.
Bai Youzhe terkekeh. "Tidak perlu meminta pada ibumu, kamu yang membawaku ke sana."
Gu Yuena tertawa. "Aku tidak bisa."
"Kalau begitu, aku akan mencarikannya untukmu."
"Memangnya bisa?"
Bai Youzhe melihat ke langit gelap, lalu berkata, "Pasti di sana, 'kan? Dunia ini begitu luas, kita bisa menjelajahi berbagai dunia sepanjang waktu."
"Menjelajahi dunia ...." Tidak buruk, pikirnya. Gu Yuena akan menunggu hari itu tiba. Tapi sebelum itu .... "Yang Mulia, apa kau begitu berkuasa sampai bisa melakukan perjalanan lintas dunia?"
"Ingin mencoba?"
Gu Yuena terkejut. Pria itu serius atau sedang bercanda? "Tidak. Aku takut tidak bisa kembali. Lebih buruknya, aku tidak bisa melakukan apa yang harus kulakukan di sini karena tidak bisa kembali tepat waktu."
Bai Youzhe tertawa melihat tingkah Gu Yuena. "Kalau begitu, kita tunggu waktu yang tepat untuk pergi."
Apa pria itu benar-benar serius?
"Masalah Istana Linghun dan Dunia Bawah harus segera diselesaikan lebih cepat. Dengan begini, waktu yang dimiliki akan lebih banyak," ujar Bai Youzhe.
Sedangkan Gu Yuena masih tidak dapat berkata-kata. Pria itu benar-benar serius!
"Yang Mulia Bai, sebenarnya berapa tingkatan kekuatanmu?"
"Bukan itu ... aku pikir kau tidak lagi bisa dikatakan manusia. Tingkat 9 manusia tidak akan memiliki kekuatan sepertimu."
"Aku adalah naga. Keluarga Bai adalah keturunan naga."
"Keluarga Gu bukan keturunan phoenix atau naga, tapi aku memiliki darah phoenix," gerutu Gu Yuena.
"Kau keturunan darah naga, wajar jika memiliki darah phoenix. Pada dasarnya, hampir tidak ada keturunan antara darah naga atau darah phoenix, apalagi keduanya. Jika salah satunya memiliki keturunan, maka akan mewarisi kekuatan naga atau phoenix."
"Aku baru tahu." Gu Yuena merasa terkejut. Kenapa ia tidak pernah menemukan informasi ini dari buku mana pun?
"Aku mengarang."
"...."
"Bercanda." Bai Youzhe menyengir.
"...."
Bai Youzhe sialan. Sebenarnya dia sedang serius atau bercanda!
"Aku serius. Apa yang kukatakan ada di buku kuno perpustakaan istana ras Naga. Penjelasannya sangat lengkap."
Gu Yuena jadi terpikirkan sesuatu. "Jika anak kita lahir ... dia akan menjadi apa?"
Bai Youzhe tampak menatap Gu Yuena sambil berpikir. "Entahlah." Tidak ada informasi itu dari buku kuno, karena memang tidak pernah terjadi.
Seharusnya kelahiran anak mereka akan membawa sejarah baru, tapi sayangnya nasib berkata lain.
"Apa kita buat saja?" Ide Bai Youzhe yang terlalu blak-blakan berhasil mendapat tatapan datar Gu Yuena.
Namun, tatapan datar itu hanya sekilas. Wanita itu menarik sudut bibirnya. "Setelah menikah saja."
Yang artinya, setelah semua masalah usai. Gu Yuena tidak mau ambil resiko yang membuatnya merasa bersalah lagi. Sekarang saja dia masih sedih jika memikirkannya.
Bai Youzhe menyadari suasana hati Gu Yuena yang tiba-tiba menjadi sedih ketika mengingat kematian anak mereka. Ia pun meraih tangan Gu Yuena, menggenggamnya erat-erat.
"Masa lalu tidak akan terulang." Bai Youzhe tidak ingin Gu Yuena terus sedih.
Gu Yuena tampak baik-baik saja di detik berikutnya. Tiba-tiba saja pikirannya teringat sesuatu, yang membuatnya harus menatap Bai Youzhe dengan serius.
"Aku harus ke Istana Linghun."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ratu Li Hua telah mendengar apa yang terjadi berkat mata-mata yang ia kirim. Memanggil Yang Xinyuan kembali ke istana untuk melapor, sekaligus mengetahui hasil yang telah diraih. Sayangnya, semua itu tidak sesuai harapannya.
"Bai Youzhe?" Wanita itu menarik alisnya. Ia mendengus, "Mereka, ibu dan anak benar-benar mirip."
Yang Xinyuan hanya diam di hadapan Li Hua. Li Hua telah membunuh Bai Yue, Putri Istana Tianshuang yang merupakan ibu kandung Bai Youzhe, ia menyaksikannya dengan jelas saat itu. Mengenai ada masalah apa di antara mereka, dia tidak tahu pasti. Yang jelas, Li Hua sangat membenci wanita itu.
"Sepertinya, Keluarga Bai sudah muncul sepenuhnya setelah kejadian ini. Aku bisa merasakan kehadiran wanita itu." Li Hua tersenyum jahat. "Apa menurutmu, aku harus bertemu dengan teman lama untuk menyapa, sekalian menjemput putriku? Sudah lama aku tidak ke tempat itu."
"Gu Yuena berkata, dia akan segera datang. Murid pikir ...."
"Aku tahu niatmu untuk menjauhkan berbagai masalah untuk Gu Yuena. Tapi dia tidak boleh berada di sana lebih lama. Dia telah kehilangan sekali lagi karena kesalahannya sendiri, takutnya lingkungannya akan semakin membuatnya membenciku." Itu akan sangat merepotkan. Li Hua tidak ingin melawan putrinya sendiri. Gu Yuena pasti juga berpikir demikian.
Li Hua melihat Yang Xinyuan dengan penuh peringatan. "Untuk saat ini, jangan menemuinya. Kekuatan jiwa seharusnya telah menguasainya untuk beberapa saat."
Yang Xinyuan hanya diam mendengar apa yang dikatakan gurunya. Kekuatan jiwa adalah hal mengerikan. Ketika pikirannya diambil alih oleh kekuatan jiwa, ia dikurung di dalam sangkar mengerikan agar tidak membuat banyak kerugian bagi istana. Ia tidak ingat jelas sampai akhirnya sadar saat terbangun di sangkar bergerigi dalam kondisi dirantai.
"Sudah saatnya aku mengirimnya ke Dunia Bawah. Ketika dikuasi oleh kekuatan jiwa, dia bisa menjadi sesuatu yang menguntungkan bagiku." Suasana hati Li Hua sedang baik. Meski penyerangan mereka gagal karena kedatangan Bai Youzhe, setidaknya Yang Xinyuan berhasil membuat Gu Yuena menyentuh batas kekuatan jiwa.
Saat Gu Yuena mulai kacau, saat itulah dia akan membuat Gu Yuena menaati perkataannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa Ratu akan melakukan sesuatu?" tanya Bai Youzhe. Ia terkejut mendengar Gu Yuena berencana pergi ke Istana Linghun.
"Ada beberapa hal yang bahkan tidak kupahami ketika bicara dengannya. Dua penyerangan ini, dia sepertinya sangat terburu-buru agar aku pergi ke sana. Jika aku tidak pergi, entah berapa banyak yang akan dia lakukan."
"Apa kau harus pergi?" Bai Youzhe tidak ingin Gu Yuena pergi. Satu-satunya tempat yang tidak bisa disentuh Bai Youzhe adalah Istana Linghun. Jika Gu Yuena pergi ke sana, ia takut Gu Yuena benar-benar pergi darinya.
"Aku harus. Aku tahu apa yang harus kulakukan." Gu Yuena berkata penuh keyakinan. Ia tidak boleh membiarkan ibunya membuat masalah yang lebih besar di mana-mana.
Pembangkitan ayahnya adalah hal pertama. Lalu disusuli dengan misi sang phoenix di Dunia Bawah. Gu Yuena memiliki rencananya sendiri untuk menghentikan aksi gila ibunya yang di luar batas. Sayangnya, ia tidak boleh mengungkapkan rencananya pada siapa pun agar segalanya terlihat lebih alami.
Sampai semua rencananya dilakukan dengan lancar, ia akan kembali. Ia akan kembali sebagai Gu Yuena dari Istana Yuansu dan mengakhiri segalanya.
"Saat ini, aku adalah Putri Istana Linghun. Aku harus menyelesaikan identitas itu secepatnya. Memanfaatkan dan mengakhiri segera, agar kembali menjadi Gu Yuena." Gu Yuena menatap Bai Youzhe dengan serius. "Jangan hentikan aku."
Ia tahu, Bai Youzhe pasti akan menghentikannya memasuki lubang kegelapan yang berbahaya apa pun resikonya.
"Apa aku tidak memiliki kesempatan membantu?" tanyanya.
"Mungkin ada, tapi tunggu setelah kita bertemu kembali di Dunia Bawah." Itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama.
Bai Youzhe yakin apa yang akan dilakukan Gu Yuena tidak sesederhana menuruti atau menentang Ratu Istana Linghun. Gu Yuena pasti memiliki rencana.
"Baik, aku akan menunggu." Bai Youzhe akhirnya menyerah, membiarkan Gu Yuena melakukan apa yang dia inginkan. "Tapi sebelum itu, beri aku waktu sebelum berpisah. Kita baru saja bertemu setelah 5 bulan. Di Dunia Bawah, waktu yang kuhabiskan lebih dari waktu di Dataran Mitian."
Gu Yuena mengangguk. Perpisahan ini akan sangat lama, tidak hanya memakan waktu beberapa bulan. Gu Yuena pastikan, ia akan kembali dalam keadaan baik-baik saja. Mereka akan bertemu dengan cara berbeda, tidak seperti sebelumnya yang diawali dengan Gu Yuena yang terluka.