Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
141. Menjadi Jahat



Menggunakan mutiara pelahap darah sama saja melakukan pembantaian massal. Meski tulang iblis lebih kejam, mutiara pelahap darah akan membangkitkan hasrat iblis hati untuk membunuh lebih kuat. Dia akan membunuh tanpa pandang bulu untuk sebuah tujuan sampai terlepas dari mutiara pelahap darah.


Ini adalah sesuatu di luar apa yang Gu Yuena pikirkan. Hanya memegangnya saja, emosi Gu Yuena telah bergejolak. Ia memandang Li Hua dan Gu Ying bergantian, ekspresinya sangat rumit.


Gu Yuena menarik sudut bibirnya. Melihat kembali ke arah mutiara semerah darah itu, ia menggenggamnya dengan erat, tenggelam dalam kepalannya. Saking eratnya, sihir yang terkandung dalam mutiara menembus sela-sela jari Gu Yuena dan menghilang ketika dia membuka kepalan tangan.


Mutiara pelahap darah telah hancur.


Perasaan Gu Yuena tenggelam, sedangkan Li Hua memandang mutiara pelahap darah yang hancur dengan tidak percaya. Ia menghampiri Gu Yuena lebih dekat, lalu melihat sihir yang menguap dengan tatapan frustrasi.


"Tidak ... jangan hilang ...." Li Hua ingin mengambil sihir yang semakin hilang, tapi itu tembus. Kemudian, tatapannya terarah pada Gu Yuena yang memasang wajah datar. Sepasang iris merah itu menyatakan kemarahan.


"Gu Yuena!" Li Hua mengangkat tangannya dan menampar Gu Yuena sangat keras. Gu Yuena menutup matanya, menerima tamparan dan menahan segala emosi yang membakar hatinya.


Gu Yuan juga terlihat terkejut, tapi tidak mengatakan apa pun. Sedangkan Gu Ying masih terlihat lemah. Dia sedang memikirkan cara agar Li Hua tidak terlalu marah pada Gu Yuena. Tidak disangka, Gu Yuena akan begitu ekstrim.


Sebelumnya, Gu Ying dan Gu Yuena telah membuat kesepakatan. Begitu tulang iblis mengkorosi tubuhnya, Li Hua pasti akan meminta Gu Yuena kembali mengumpulkan 1000 darah. Pada saat itu, Gu Ying meminta Gu Yuena untuk menolaknya.


Gu Yuena sejujurnya enggan menolak. Dia ingin Gu Ying tetap hidup, tapi perbuatan Li Hua jelas tidak dapat dibenarkan. Lagi pula, mereka memang seharusnya sudah mati. Gu Ying juga pasti tidak ingin hidup seperti itu.


"Kalau begitu, jadikan aku sebagai orang jahatnya."


Itulah yang dikatakan Gu Yuena. Dia tidak mengatakan kesetujuannya secara langsung, tapi jawabannya sudah jelas. Dia sudah setuju, tapi bukan sebagai orang yang memimpin kebenaran.


Gu Yuena ingin pergi sebelum semua itu terjadi karena tidak ingin mengambil keputusan sulit. Tapi siapa sangka, segalanya terjadi lebih cepat. Ia diberi pilihan membiarkan ayahnya mati untuk menyelamatkan ribuan orang atau menyelamatkannya menggunakan nyawa ribuan orang.


Gu Yuena tidak bisa memilih keduanya. Ia bukan orang baik, juga bukan seseorang yang sangat tidak masuk akal. Jika Gu Yuena berada di posisi Gu Ying, ia akan lebih memilih mati daripada hidup bergantung dengan nyawa orang lain.


Terlalu menyedihkan.


Gu Yuena tertawa miris. Ia menatap Li Hua yang tampak sangat marah sampai iris merahnya seperti ingin membunuhnya. Sesuai dugaan.


"Kau tidak ingin menyelamatkannya, maka jangan menghancurkan mutiara pelahap darah." Li Hua menatap Gu Yuena dengan tajam. "Gu Yuena, apa kau begitu tidak tahu diri?"


"Aku tidak tahu diri, maka aku melakukannya." Gu Yuena berkata dengan nada rendah, melihat mutiara yang ia hancurkan telah menguap seperti angin.


Mutiara itu sudah hancur, satu-satunya yang bisa menyelamatkan ayahnya sudah hancur. Sekarang, hanya tinggal menunggu kematian. Ia telah menjadi orang jahat di sini. Maka dari itu, lebih baik melanjutkannya.


Gu Yuena menatap Li Hua dengan dingin, lalu berkata, "Kau pikir kau berhasil mengendalikanku? Yang Mulia, kau pikir hanya kau yang memiliki iblis hati? Aku juga. Tapi iblis hatiku tidak sesaleh dirimu."


Tidak ada perasaan kemanusiaan dalam iblis hati Gu Yuena. Baginya, kematian adalah kedamaian. Sedangkan bagi Li Hua, kehidupan abadi adalah kepuasan. Li Hua ingin terus hidup dan menjadi dewa agar dapat memberi kehidupan pada orang terdekatnya dan mempermainkan jiwa mereka. Sedangkan Gu Yuena berbeda.


Gu Yuena menyukai pembunuhan. Itu sebabnya Li Hua memanfaatkannya untuk mengumpulkan 1000 darah sepanjang hidup untuk memberi kehidupan abadi.


"Kau tahu apa yang diinginkan iblis hatiku?" Gu Yuena tersenyum. "Kematian untuk kalian semua."


Tanpa sadar, Gu Yuena mengepalkan tinjunya untuk menahan gejolak dalam hati. Ia mengatakannya dengan lancar, tapi sebenarnya merasa putus asa. Ia berharap Li Hua tidak ragu membunuhnya.


Li Hua menatap Gu Yuena dengan kebencian yang mendalam. Ia sangat marah sampai ingin membunuh wanita itu, tapi tidak bisa melakukannya sekarang.


"Aku mungkin akan senang jika membunuh orang. Tapi menggunakan 1000 darah untuk mempertahankan kehidupan yang fana, itu bukan caraku. Yang Mulia, kenapa kau tidak melakukannya sendiri?" Gu Yuena bicara secara perlahan sehingga nadanya terdengar kejam.


"Tanpamu, aku bisa menghancurkan seluruh dunia. Tapi kamu adalah salah satu orang yang aku hidupkan kembali. Aku telah memberi kehidupan untukmu, tidak hanya sekali atau dua kali, apa itu balasanmu? Aku memberimu banyak hal, kenapa kau tidak bisa menuruti keinginanku?"


"Karena itu, aku akan mengembalikan semua yang kau berikan." Gu Yuena melempar kantung penyimpanan yang berisikan barang-barang yang diberikan Li Hua sebelumnya. Dia tidak pernah menggunakan itu.


"Kau berani!"


"Aku sangat berani. Aku tidak akan membiarkanmu mendapatkan apa yang kau inginkan, karena kau sama sekali bukan ibuku. Ibuku sudah mati."


"Gu Yuena, jika kau benar-benar pergi dari sini, aku bersumpah akan membunuhmu!"


"Aku sangat menantikannya." Gu Yuena melangkah mundur menjauhi mereka. Wajahnya terlihat sangat dingin.


Sebelum benar-benar pergi, dia melihat kembali ke arah Li Hua. "Aku lupa satu hal," katanya. Tangannya memunculkan sihir merah. Ia mengarahkan sihir merah itu ke dirinya sendiri, terutama matanya untuk menarik sesuatu di dalam sana.


Mereka yang melihat terkejut. Gu Ying ingin menghentikan, tapi tidak bisa melakukannya. Sedangkan ketika Gu Yuan akan berlari menghentikan Gu Yuena, Li Hua menahan bahunya.


"Mari kita lihat apa dia berani melakukannya." Li Hua melihat Gu Yuena dengan penuh pertimbangan.


Gu Yuena menarik lingkaran sihir yang pernah ditanam di matanya. Itu sama saja menarik matanya sendiri. Rasanya sangat sakit. Matanya terasa dicungkil, sedangkan yang mengalaminya tampak memasang wajah datar seolah semua rasa sakit itu bukan apa-apa.


Lingkaran sihir benar-benar keluar, menembus matanya dalam bentuk lingkaran sihir merah muda. Dia melemparnya ke arah Li Hua, sedangkan Li Hua menangkapnya.


"Kau akan buta. Apa kau sudah gila?" Li Hua sebenarnya agak terkejut. Ia pikir Gu Yuena hanya menggertak. Tapi ternyata wanita itu jauh lebih gila dari yang diharapkan.


"Ini adalah monster yang kau ciptakan dengan tanganmu sendiri, Yang Mulia." Gu Yuena menunjukkan senyum jahatnya. Ia pun pergi tanpa membawa apa pun, sama seperti ketika ia memasuki tempat ini.


"Bagus, kau sudah memutuskannya." Li Hua tertawa seperti orang frustrasi, "Seharusnya kau tahu bahwa aku tidak akan membiarkan segalanya menjadi mudah!"


Ketika Gu Yuena berbalik, ia melihat sihir hijau pekat melesat ke arahnya. Tekanan yang begitu besar dan mengerikan, berhasil membuat seluruh kekuatan jiwanya tidak terkendali saat itu juga. Gu Yuena memasang pertahanan, membiarkan sihir itu menabraknya.


Gu Yuena berhasil mempertahankan tubuhnya agar tidak jatuh, tapi ia terdorong cukup jauh. Perasaan ditekan dengan kekuatan yang jauh lebih kuat darinya benar-benar menyebalkan. Sebenarnya, Li Hua ada di tingkat berapa?


Ketika Li Hua akan meluncurkan serangan lagi, Gu Ying tiba-tiba muncul menahan lengannya. Li Hua menatapnya tajam.


"Singkirkan tanganmu!"


Gu Ying menurunkan lengan Li Hua, lalu menggunakan kekuatan kegelapan untuk memblokirnya sementara. Sedangkan Li Hua sangat marah sampai nyaris meledak.


"Lepaskan!"


"Hentikan semua ini," tegas Gu Ying. Ia menahan rasa sakit di tubuhnya sambil memaksakan diri berdiri tegak. Ia melirik Gu Yuan di belakangnya, "Bawa Gu Yuena."


Gu Yuan segera pergi menghampiri Gu Yuena dan membawanya keluar ruangan, membiarkan Li Hua dan Gu Ying berdebat di dalam. Setelah kedua orang itu pergi, Gu Ying memandang Li Hua dengan tenang kembali.


"Ini salahku, aku yang memintanya bersikap seperti itu." Gu Ying mengakuinya.


Li Hua menatapnya tidak percaya. "Kenapa?"


"Aku tidak bisa hidup bergantung pada nyawa orang lain. Andai kata semua orang di luar sudah mati, apa kau akan mengorbankan orang-orang istana ini?"


Li Hua terkejut. Ia menunduk, menggigit bibirnya dengan erat. Ia sangat frustrasi dan marah sampai tidak bisa mengendalikan pikirannya dengan benar.


"Aku sudah memikirkannya dengan baik," balas Li Hua. Ia menatap Gu Ying dengan perasaan bercampur aduk, "Apa kau lebih memilih pergi daripada bersamaku?"


"Aku lebih baik pergi daripada melihatmu seperti ini." Gu Ying membalas dengan nada datar.


Li Hua tidak tahu berapa kali ia terkejut hari ini. Ini kali pertama Gu Ying bicara dengan nada seperti itu padanya. "Kamu ...."


"Jangan berkata seperti itu ...." Li Hua tiba-tiba menjadi ketakutan. Ia melepas blokiran dengan cepat, lalu mendekati Gu Ying dengan ekspresi rumit. Ia begitu kacau. "Kau tidak tahu apa yang kualami. Kau pikir mudah hidup seperti ini? Aku sampai terpaksa menikahi orang lain untuk semua rencanaku. Aku mengorbankan banyak hal selama bertahun-tahun. Gu Ying, kau tidak bisa menyalahkanku."


"Oleh karena itu, jangan lakukan hal sia-sia."


"Sia-sia? Kau hidup kembali, usahaku tidak sia-sia. Bahkan jika Gu Yuena tidak bersedia mengumpulkan darah untuk membuatmu tetap hidup, aku masih memiliki Gu Yuan dan Yang Xinyuan. Kau tidak boleh pergi tanpa persetujuanku!"


Tatapan Li Hua terhadap Gu Ying mengeras. Ada senyum jahat di baliknya, yang membuat Gu Ying semakin mengerutkan kening. Gu Ying tidak suka ini. Meski ia adalah orang yang dapat melakukan apa pun demi tujuannya, ia tidak akan melibatkan terlalu banyak orang.


Hati Gu Ying mendingin. Di depannya, bukanlah Li Hua istrinya, tapi orang lain.


"Tatapanmu seperti seseorang," kata Li Hua. Gu Ying memiliki mata yang sama seperti Gu Yuena, dingin dan tidak berperasaan. Namun, tatapan Gu Ying saat ini sama seperti tatapan dingin yang pernah ia lihat beberapa tahun lalu.


Tatapan wanita yang akan mati.


Memikirkannya benar-benar membuat Li Hua sangat kesal. Bagaimana kesamaan itu bisa ada? Ia membenci tatapan itu.


"Jangan berharap dapat mati dengan mudah dan bertemu roh Bai Yue. Aku sudah menghancurkannya berkeping-keping di dalam tulang iblis."


Gu Ying terkejut. Bai Yue sudah mati? Li Hua membunuhnya?


Li Hua tersenyum senang melihat keterkejutan Gu Ying. Ia tidak memberitahu kematian Bai Yue sebelumnya, sampai akhirnya ia melihat tatapan yang sama seperti wanita penuh darah itu.


"Bahkan saat mati, dia masih menatapku dengan menyedihkan." Li Hua terkekeh, "Sayang sekali, aku tidak berhasil membunuh putranya. Atau Gu Yuena pasti ada dalam genggamanku sekarang. Keluarga Bai selalu merepotkan seperti biasanya."


"Kenapa kau melakukan itu?"


"Aku hanya ingin. Aku membencinya. Aku ingin dia menjadi bagian pertama dari tulang iblis untuk membangkitkanmu." Li Hua sepertinya teringat sesuatu. "Melihat orang itu—suami Bai Yue—menangisi kematiannya, aku jadi seperti melihat diriku sendiri, jadi tidak membunuhnya. Sayangnya, orang itu ikut menghunuskan pedangnya padaku. Terpaksa aku mencampurnya ke dalam tulang iblis."


Gu Ying mengepalkan tinjunya, merasa terlalu terkejut. Ia tidak menyangka Li Hua akan bertindak begitu jauh, bahkan sebelum iblis hati benar-benar menguasainya.


"Jadi, jangan sia-siakan 'pengorbanan' mereka." Li Hua tertawa, lalu pergi dari ruangan. Ia membiarkan beberapa pelayan tetap di dalam ruangan sampai akhirnya Gu Ying mengusir mereka dengan dingin.


Semua ini tidak bisa berakhir dengan baik seperti yang diharapkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nana!" Gu Yuan memanggil Gu Yuena yang terus berjalan keluar istana.


Gu Yuena berhenti, lalu berbalik melihat ke arah Gu Yuan. Wajahnya masih datar dan dingin seperti sebelumnya tanpa adanya jejak rasa bersalah.


"Kau yakin akan pergi sekarang?" tanya Gu Yuan.


Gu Yuena melihat ke arah istana. "Ayah dan ibu bahkan sudah bertengkar. Jika aku tetap di sini, bukankah sama saja cari mati? Aku sangat menghargai hidupku."


"Jangan berpura-pura lagi. Katakan yang sebenarnya. Kenapa kau melakukan itu?" Gu Yuan masih belum tahu apa yang terjadi di balik semua ini. Ia merasa Gu Yuena telah merencanakan sesuatu.


"Menghancurkan harapan hidup satu-satunya?" Gu Yuena mendengus. "Aku pikir itu bukan harapan hidup, tapi harapan menjadi mayat hidup abadi. Aku tidak akan ikut andil dalam permainan kematian ini."


Gu Yuan terdiam. Ia mengerti apa maksud dari perkataan Gu Yuena. Ia sendiri tidak bisa menerimanya, tapi tidak bisa melakukan banyak hal demi melindungi semua yang ingin ia lindungi. Ia pikir, dengan berada di tempat ini dan mengikuti rencana Li Hua, semua orang yang ia kasihi akan baik-baik saja.


Li Hua membuat Gu Yuena menjadi contoh untuk mengancamnya. Gu Yuena kehilangan banyak hal yang membuatnya putus asa dan sendiri karena terus menentang. Selama lebih dari setahun, Gu Yuena berada di tempat ini, segalanya terasa sangat sunyi selagi pengorbanan 1000 darah dijalankan.


Namun, ia sadar pengorbanan 1000 darah tidak akan berhenti bagaimanapun waktu berputar. Meski makhluk di seluruh dunia sudah punah, Li Hua akan menuntut 1000 darah dan mengorbankan orang-orang yang tersisa. Wajar jika Gu Yuena memilih menentang.


"Kakak, jika kau ingin ikut bersamaku, kita akan berjalan bersama." Gu Yuena menatapnya penuh harap. Ia ingin kakaknya ikut, terlepas dari tempat mengerikan dan sunyi ini.


"Nana ... aku tidak bisa ...." Gu Yuan benar-benar tidak bisa. Sebelum ia menjelaskan alasannya, Gu Yuena sudah berbalik akan pergi.


"Baiklah kalau itu keputusanmu, aku tidak akan memaksa." Gu Yuena merasa agak kecewa, tapi ia tidak marah. Ia menoleh ke arah kakaknya, lalu tersenyum, "Semoga kau dan Luo Yi baik-baik saja."


Gu Yuan merasakan perasaan berat di hatinya. Ia ingin menghentikan Gu Yuena yang terus pergi menjauh, tapi tidak bisa mengatakan apa pun lagi. Ia tahu, masih ada hal yang harus dilakukannya di tempat ini untuk membatasi Li Hua.


"Nana, berhati-hatilah," gumamnya.


Di samping itu, Gu Yuena telah menerobos keluar pembatas ilusi dan tiba di hutan pinus. Hari sudah malam ketika ia berada di luar, udara dingin menusuk kulitnya.


Ketika melewati pembatas, ia tidak lagi terlihat dingin dan acuh tak acuh seperti yang dilihat semua orang. Ia memeluk tubuhnya sendiri, merasakan tubuhnya yang bergetar hebat.


Jubahnya cukup untuk menangkal udara dingin, tapi tubuhnya masih terasa sangat dingin seperti akan membeku. Ia telah menahannya cukup lama, sampai lapisan pelindung di tubuhnya dilepas.


Kekuatan Li Hua memiliki energi dingin yang menyakitkan. Itu berhasil membuatnya nyaris membeku. Untung saja, Gu Yuena memiliki api phoenix sehingga tidak terluka sangat buruk.


Hanya saja, kekuatan spiritualnya mengalami cedera.


Melepas lingkaran sihir secara paksa menyebabkan kerusakan berat pada kekuatan spiritual. Gu Yuena harus merasakan rasa sakit di matanya, bahkan pada detik ini, ia mengerang sakit sambil berlutut di tepi derasan sungai.


"Melepaskan lingkaran sihir secara paksa akan merusak pengelihatanmu. Jika tidak ditangani dengan cepat, kamu tidak akan bisa melihat lagi." Xiao Bai bicara dari ruang spiritual, merasa khawatir.


"Nona, lebih baik kita cepat pergi ke kota untuk diobati," seru Xiao Hei.


Gu Yuena diam untuk beberapa saat. Ia melihat cerminannya sendiri dari air, lalu mendengus. "Siapa yang bisa menanganinya?"


"Sama seperti saat racun api menyerang, para alkemis mungkin memiliki cara." Xiao Hei sangat cemas. Ini adalah tengah hutan, butuh waktu lama untuk tiba di kota. Dia bisa saja membawa Gu Yuena dengan kecepatannya, tapi itu jika Gu Yuena bersedia.


Melihat suasana hati Gu Yuena kali ini, takutnya wanita itu telah mengalami putus harapan. Ada kesedihan di matanya, serta rasa bersalah yang amat besar. Jika boleh menangis, ia pasti akan menangis.


"Racun bisa diatasi dengan penawar. Tapi organ yang rusak, hanya bisa diganti dengan organ yang sama. Di dunia ini, hal seperti itu masih tabu. Tidak ada yang bisa membantu." Gu Yuena sudah tahu konsekuensinya. Ia sudah merencanakan ini sejak menerima lingkaran sihir.


Ia telah mengembalikan semuanya. Untuk nyawa yang diberikan Li Hua padanya, ia akan membayar perlahan. Dimulai dari pengelihatannya.


"Nona ...."


Gu Yuena menutup mata, menutup hubungan degan ruang spiritual yang membuat Xiao Hei dan Xiao Bai tidak bisa mengetahui kondisi ataupun berkomunikasi dengannya. Gu Yuena benar-benar ingin sendiri.


Melihat cerminannya di air, Gu Yuena pun menunduk. Ia masih berusaha mempertahankan ketenangannya, tapi rasanya sangat sulit. Ia berlutut di tanah dengan pandangan kosong.


"Maaf." Gu Yuena tidak bisa menangis lagi. Ia hanya memandang air sungai dengan kosong dan lemah.


Ia menolak melihat kematian Gu Ying dan memilih pergi. Itu saja membuatnya merasa bersalah. Kini, ia terpaksa menghancurkan satu-satunya cara agar membuat Gu Ying tetap hidup. Ia gagal menyelamatkan ayahnya sendiri, malah sengaja membunuhnya. Rasa bersalah itu terus menghantuinya.


Ia sendirian di hutan pinus yang sepi. Ada banyak monster mengintai, tapi Gu Yuena tidak peduli. Jubahnya terkibar angin, tidak lagi dapat menahan udara dingin yang menusuk dan semakin membekukan tubuh Gu Yuena.


Gu Yuena merasa lemas. Kepalanya sangat sakit, matanya terasa kabur dan nyeri, jantungnya tidak karuan sampai menyebabkan sesak napas. Gu Yuena tidak bisa mempertahankan tubuhnya lagi sampai jatuh ke tanah dan pingsan.


Ia pingsan di bawah dinginnya malam dan intaian monster.