
Istana Phoenix mengadakan perjamuan di mana banyak petinggi wilayah berdatangan. Tentu saja mereka tidak hanya ingin menikmati perjamuan yang diadakan sang Ratu secara langsung, melainkan mencari kesempatan untuk menjatuhkan sang Ratu untuk berada di posisi rumit.
Gu Yuena sudah menebaknya, tapi dia acuh tak acuh sambil minum anggur di tangannya. Para tetua sangat loyal terhadap phoenix terdahulu, tidak bersedia Wilayah Phoenix dipimpin seorang tiran. Meski tahu kekuatan mereka bukan apa-apa di mata Gu Yuena, mereka tetap berpendirian teguh. Itu yang membuat Gu Yuena menyukai orang-orang itu.
Namun, ada kalanya mereka menjadi merepotkan. Dia juga tidak suka di saat yang sama.
Jadi dia mengumumkan perjamuan setelah kedatangannya dari Istana Penguasa. Sebenarnya para tetua itu hampir mengubah argumen mereka ketika menyaksikan pernikahan Gu Yuena dengan sang Penguasa Dunia Bawah. Namun, mereka tidak boleh goyah demi loyalitas.
Penguasa Dunia Bawah juga sama tirannya. Mereka tidak ingin Dunia Bawah dipenuhi sekelompok orang gila haus darah. Istana Penguasa tidak bisa mereka sentuh, tapi mereka bisa mengencam Ratu Phoenix.
Alhasil, suasana perjamuan jadi sangat tegang dan dingin.
Gu Yuena nampak sangat tenang membuat mereka gugup sendiri.
Sampai akhirnya keheningan digantikan oleh suara Gu Yuena. "Beberapa waktu lalu, kestabilan Wilayah Phoenix terganggu dan terjadi banyak reformasi demi perluasan wilayah. Kita telah mendapatkan wilayah, Wilayah Phoenix kita semakin besar. Tapi sepertinya para tetua tidak menyetujui adanya reformasi tersebut."
"Yang Mulia, bukannya kami tidak menghormatimu sebagai Ratu. Kami sangat menunggu kedatanganmu sangat lama sampai akhirnya impian kami untuk kembali ke permukaan tercapai berkat Anda. Tapi ... reformasi yang dilakukan terlalu fatal dan menyebabkan phoenix diasingkan secara tidak langsung oleh seluruh makhluk."
"Jadi, apa ini hanya menjadi masalah sosial? Aku akui caraku sebelumnya tidak benar, membuat kalian semua memiliki prasangka. Kita baru saja muncul kembali, harus mengumpulkan kekuatan dan memperbaiki pemerintahan yang sebelumnya kosong. Kalian adalah para phoenix setia, tapi apa kalian yakin di luar sana semua phoenix benar-benar setia?"
"Kami para phoenix selalu setia."
"Aku percaya. Lalu, bagaimana dengan beberapa berandalan yang merencanakan perebutan kekuasaan sebelum kedatanganku? Bukankah kalian sangat susah payah menyingkirkan orang-orang tidak setia?"
Para tetua terdiam. Para berandalan itu sudah mati dijadikan umpan ketika reformasi berlangsung. Tiap tahun, selalu ada phoenix yang tergoda oleh kursi kosong itu. Para tetua bertindak dan mengurung mereka dalam penjara seumur hidup. Sisanya akan diputuskan oleh Ratu masa depan.
Tapi berkat cara Gu Yuena yang kejam, mereka jadi kasihan pada para berandal itu. Para tetua ini sudah sangat tua dan memiliki hati yang lunak dan bersih. Melihat seorang tiran menduduki kursi kosong itu, buruknya lagi tiran tersebut adalah Ratu yang mereka tunggu, mereka tidak memiliki pilihan lain selain menuntut keadilan.
Mereka ingin reformasi berdarah itu dihentikan dan menggunakan cara lama yang lebih damai, atau mereka tidak akan sungkan bertindak kasar. Untungnya, reformasi berdarah itu tidak dilanjutkan setelah peperangan melawan iblis.
Gu Yuena tidak menyalahkan mereka. Ia pun membuat pengaturan jangka panjang melalui Huang Jiu untuk menata kembali Wilayah Phoenix. Ia telah belajar di Istana Yuansu dan memiliki sedikit kemampuan mengatur sebuah wilayah. Setidaknya, untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu.
Tapi sepertinya para tetua masih tidak puas. Di mata mereka, Gu Yuena masih memiliki aroma darah pembantaian. Saat wanita itu kembali, mereka berpikir akan dihadapkan dengan darah yang tergenang lagi.
Itu sebabnya perjamuan ini menjadi sangat tegang. Mereka waspada, berpikir Gu Yuena akan menghabisi mereka di perjamuan ini untuk menyingkirkan benalu.
"Tenang saja, aku tahu kesalahanku dan tidak menyalahkan kalian." Gu Yuena bersikap lunak. Senyuman di bibirnya terlihat alami membuat para tetua untuk sesaat berpikir bahwa wanita itu bukan tiran yang pernah mengancam mereka.
Gu Yuena melanjutkan, "Aku telah mengatur pengaturan baru melalui Huang Jiu. Kalian bisa lihat perubahannya. Jika kalian masih tidak percaya, aku akan sedikit merepotkan kalian untuk membantu pengawasan dan pengarahan. Jika ada saran, katakan secara langsung."
Mereka tidak percaya akan ucapan Gu Yuena yang terlalu terbuka dalam urusan pemerintahannya. Ini tidak seperti biasanya. Ratu yang mereka kenal selalu mengerjakan segalanya sendiri dan bahkan berniat menyingkirkan mereka.
Apa ada konspirasi di baliknya?
Gu Yuena tahu akan sulit mendapat kepercayaan, jadi dia akan berusaha bersabar. Waktunya masih cukup panjang.
"Jadi, jangan sia-siakan anggur yang bagus ini." Gu Yuena bersikap ramah dan meminta mereka santai di depannya. Ia menunjukkan kesabarannya.
Ya, bersabar.
Meski hasilnya tidak terlalu memuaskan.
Mendapatkan kepercayaan lebih sulit dibandingkan mendapat kekuatan dan kekuasaan. Istana menjadi canggung karena sikap anehnya, tapi setidaknya itu lebih baik.
Huang Jiu sendiri tidak dapat membantu. Dia hanya menjalankan perintah dan berusaha maksimal untuk menunjukkan bahwa ratunya telah berubah. Dia bukan lagi seorang tiran!
Yah, setidaknya begitulah tekad Huang Jiu. Tidak menutup kemungkinan bahwa Gu Yuena bukanlah tiran. Apalagi aksinya beberapa tahun lalu menyebabkan namanya tercetak dalam sejarah kelam Dunia Bawah. Dia menjadi tokoh publik.
Tiran kedua setelah Penguasa Dunia Bawah yang pernah hampir menghancurkan seluruh Dunia Bawah ratusan tahun yang lalu. Penguasa Dunia Bawah adalah orang gila. Wanitanya lebih liga lagi.
Sekarang dua tiran itu telah menikah, menjadi pasangan penguasa yang tidak dapat diprovokasi. Mereka tidak berani memikirkan akan seperti apa Dunia Bawah kedepannya.
Gu Yuena kembali ke Istana Penguasa lebih awal karena bosan. Ia juga mendapat surat dari Su Churan, menyatakan bahwa wanita itu telah datang dan ingin bertemu dengannya.
Ketika tiba di Istana Penguasa, Gu Yuena disambut sangat baik dan mendapat penghormatan. Tidak ada yang berani mengganggunya.
Xiao Hei datang setelah mematai Jiang Xixi cukup lama, lalu bertengger di lengan Gu Yuena. Xiao Bai masih belum terlihat.
"Xiao Bai pergi ke Dataran Mitian bersama iblis itu." Xiao Hei memberitahu, "Mengenai Jiang Xixi, tidak ada banyak perubahan. Karena iblis itu telah pergi ke Dataran Mitian, tidak ada waktu bagi Jiang Xixi untuk mendekatinya. Dia bersikap baik di Istana Ratu."
Gu Yuena mengangguk-anggukkan kepalanya. "Di mana Su Churan?"
"Dia akan datang, aku dapat mencium aromanya yang mendekat." Xiao Hei kembali bermalas-malasan setelah melaporkan semuanya. Gu Yuena mengelus bulunya yang lembut.
Su Churan datang tepat ketika Gu Yuena akan pergi ke Istana Ratu. Wanita itu memberi salam sejenak, lalu melupakan formalitas dan menggandeng lengan Gu Yuena dengan akrab.
"Xiao Yuena, kita bertemu lagi." Su Churan tampak riang seperti biasa.
"Apa kau sedang bertukar posisi dengan Bai Youzhe?"
Su Churan menyengir, lalu memberikan sebuah surat. "Seseorang dari Wyvernia mengenalimu di Kota Yin."
"Lalu?"
"Lalu apa lagi? Mereka ingin menjemputmu kembali ke 'rumah' dan mengenali keluarga ibumu. Aku tidak tahu apa tujuan mereka mencarimu, tapi bisa kupastikan posisi mereka sangat tinggi. Bahkan Kaisar tidak dapat semena-mena. Aku curiga ini ada hubungannya dengan Istana Linghun."
Gu Yuena berpikir sejenak, lalu menggeleng. "Seharusnya mereka tidak tahu tentang Ratu Istana Linghun."
"Bagaimana bisa kau menyimpulkan seperti itu?"
"Aku telah memutuskan hubungan dengan mereka. Sedangkan Ratu Istana Linghun sudah sangat lama menginginkan Wyvernia. Menempatkanku di sana sama saja mencari perkara."
"Apa kau yakin?"
Gu Yuena tidak begitu yakin. Dia tersenyum dan memandang Su Churan. "Tapi aku memiliki spekulasi lain. Jika aku menjadi Ratu Istana Linghun, aku akan memanfaatkan keluarga lamaku untuk mendapat kekuasaan yang lebih luas. Aku akan menginginkan tahta Wyvernia dan menggunakan keluargaku sebagai dukungan terkuat."
"Jadi orang Wyvernia yang datang adalah rencana Ratu Istana Linghun?"
"Itu hanya akan terjadi jika mereka mengetahui keberadaan Ratu Istana Linghun." Gu Yuena mendengus. "Bukankah mereka adalah Keluarga Duke Elberg? Kekuatan militer mereka setara dengan kekuatan militer kekaisaran, pengaruh mereka juga sama besarnya dengan keluarga kekaisaran. Ditambah, mereka adalah keluarga permaisuri dari generasi ke generasi. Jika tidak ada keturunan Elberg yang menjadi kaisar, tentu saja mereka gelisah. Sekarang ingin menjemputku, pasti sudah berpikir untuk merebut tahta melalui tanganku."
Su Churan pikir Gu Yuena ada benarnya. Ini bukan sekadar tentang mengenali keluarga, tapi perang antar pewaris tahta untuk merebutkan kursi tahta kekaisaran. Gu Yuena bisa lepas dari perang tersebut, dengan syarat tidak kembali ke Keluarga Elberg.
Tapi Keluarga Elberg menjemputnya untuk kembali. Sudah jelas bagaimana rencana mereka.
"Lalu Ratu Istana Linghun ...."
Gu Yuena berkata, "Jika Ratu Istana Linghun ingin menguasai Wyvernia, dia harus kembali ke Keluarga Elberg atau menghubungi keluarga kerajaan secara langsung. Keluarga Elberg tidak akan mencariku. Datangnya Duke Elberg memberi kemungkinan bahwa mereka tidak berkontak dengan Ratu Istana Linghun."
Pada akhirnya, ia tetap harus berhadapan dengan Li Hua, Putri Vanya yang kembali ke kekaisaran. Gu Yuena tidak terlalu yakin apa Li Hua akan mengklaim posisinya kembali sebagai seorang putri, karena itu terlalu sia-sia. Ia pikir, Li Hua bisa saja membunuh kaisar dan merebut tahta hari ini juga.
Atau mungkin Li Hua memiliki rencana. Duke Elberg tidak tahu keberadaannya, jadi kemungkinan Li Hua bertindak sendiri di kekaisaran. Entah kapan waktunya. Jika ingin menghentikannya, Gu Yuena harus pergi ke Wyvernia.
"Bai Youzhe ada di Istana Tianshuang, kan?" tanya Gu Yuena.
"Ya. Apa kau akan ke Istana Tianshuang?"
Gu Yuena hanya menunjukkan senyum. Su Churan paham dan segera membawa Gu Yuena pergi ke Istana Tianshuang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana hening menyertai Duke Elberg. Pria tampan itu terdiam ketika mendengar ucapan Raja Istana Tianshuang mengenai siapa sebenarnya wanita yang ia cari.
Gu Yuena, Ratu Istana Tianshuang. Duke Elberg meneguk saliva dan merasa bahwa ucapan Tetua Han sebelumnya sangat masuk akal. Pantas saja Tetua Han terlihat ragu padanya dan berkata harus berdasarkan keputusan Bai Youzhe. Duke Elberg tidak bisa berkutik di depan sang Raja meski posisinya sangat tinggi.
Wyvernia adalah Wyvernia, Istana Tianshuang adalah Istana Tianshuang. Kaisar Wyvernia tidak bisa macam-macam pada Duke Elberg, tapi Raja Istana Tianshuang tidak peduli pada hal itu dan bisa membunuhnya tanpa berpikir panjang.
Ia telah mendengar banyak rumor sepanjang perjalanan mengenai pasangan tiran itu.
Duke Elberg tidak pernah menduganya. Ditambah ... hubungan Gu Yuena dengan Istana Linghun, membuatnya dipaksa percaya bahwa sepupunya adalah Ratu Istana Linghun yang berbahaya.
Huh, bagaimana adik sepupunya bisa jatuh sejauh itu? Duke Elberg tidak habis pikir dan menjadi sakit kepala.
Ini adalah kisah dengan silsilah yang rumit, setidaknya begitulah yang dipikirkan Duke Elberg.
Di depannya adalah Bai Youzhe yang duduk. santai. Matanya terlihat malas menghadapi Duke Elberg, dia sangat ingin kembali ke Dunia Bawah untuk menemui Nana-nya setelah beberapa hari tidak bertemu.
Dia rindu Nana-nya. Sangat ....
Kapan Nana-nya datang?
Yang ada di pikiran Bai Youzhe saat ini hanya Nana yang ia rindukan. Sedangkan Duke Elberg sangat tertekan. Melihat wajah datar Bai Youzhe, ia pikir bahwa raja tertentu tidak menyukai kehadirannya.
Wajah itu sangat datar dan dingin. Meski Duke Elberg terlihat tidak memiliki ekspresi, siapa yang tahu bahwa setetes keringat dingin muncul dari pelipisnya. Dia bingung ingin berkata apa setelah mengetahui fakta ini.
Setelah beberapa saat terdiam, sang Duke pun memberanikan diri berkata, "Karena Raja adalah suami Putri kami, aku merasa sangat terhormat dan tidak memiliki kekhawatiran."
Bai Youzhe menarik alisnya. "Putri kami?" Nadanya terdengar tidak suka.
"Maksudku, Ratu." Duke Elberg kehilangan kewibawaannya. Ia merasa ingin menitikkan air mata.
"Gu Yuena adalah Ratu Istana Tianshuang. Bukankah di Wyvernia, seseorang akan dipanggil melalui gelar tertinggi?"
"Benar. Aku yang salah menyebut karena belum terbiasa." Duke Elberg bersikap murah hati meski merasa sakit kepala. Ia pikir tempramen sang Raja akan sedikit meluntur karena ia adalah bagian dari keluarga istrinya, tapi ternyata tidak.
Tiran tetaplah tiran.
"Aku bertanya sekali lagi. Kau berniat membawa istriku ke Wyvernia dengan tujuan seperti apa? Apa hanya untuk menjadi seorang putri yang mematuhi keinginan keluarganya?" Bai Youzhe bertanya dengan nada sarkas.
Duke Elberg meneguk saliva kasar, lalu berkata, "Sebelumnya, aku berpikir bahwa Ratu belum menikah dan ingin membawanya kembali mengenali keluarga. Bagaimanapun, Ratu adalah kandidat pewaris tahta yang sah. Meski tidak dibesarkan di istana, dia tetap memiliki garis keturunan yang murni Elberg."
"Oh? Kau ingin menjadikannya permaisuri untuk kaisar selanjutnya?" Bai Youzhe sengaja memberi kesan salah paham untuk memberi pelajaran pada orang yang ingin membawa pergi istrinya.
Duke Elberg tersenyum pahit. "Raja salah paham. Kandidat pewaris tahta hanya bisa menjadi Kaisar."
"Aku baru tahu keluarga kekaisaran kalian memiliki kebiasaan aneh. Kau ingin menjadikan istriku kaisar, sedangkan aku sebagai suaminya menjadi permaisuri? Huh, apa dunia sudah terbalik?"
"...."
Duke Elberg ingin beteriak kesal saat itu juga. Meskipun ia ingin menjadikan Gu Yuena sebagai kaisar, tapi tidak seperti itu konsepnya!
Apa Raja Bai ini memang bodoh atau sengaja membuatnya kesal?
(Biasanya kalau perempuan yang naik tahta akan mendapat gelar Permaisuri/Ratu, tapi bukan Permaisuri Consort atau pasangan Kaisar, suami mereka tidak akan menjadi Kaisar melainkan Pangeran, karena Kaisar memiliki posisi yang lebih tinggi dari Permaisuri. Kalian bisa mengambil contoh dari Ratu Britania Raya, Ratu Elizabeth II dengan Pangeran Philip.)
Bai Youzhe menunjukkan senyum mengejek diam-diam. Ia sengaja mengatakan hal konyol untuk membuat sang Duke kapok bicara padanya. Siapa suruh datang tanpa diundang?
Duke Elberg masih berusaha menjadi lapang dada. "Untuk masalah ini, lebih baik membicarakannya juga dengan Ratu. Masalah ini tidak bisa lepas dari keterlibatannya sehingga kami juga membutuhkan pendapatnya."
"Oh."
Dosakah memukul raja? Sepertinya tidak. Duke Elberg sangat ingin mementung kepala Bai Youzhe menggunakan tongkat. Untung saja dia memiliki temperamen yang baik dan dapat mengendalikan emosi.
Setidaknya panggilkan Gu Yuena!
Bai Youzhe mencibir pria tidak sabaran itu diam-diam. Dia menyambut dengan baik, memandang pihak lain sebagai keluarga jauh Nana-nya. Ia hanya sedikit bersantai, tapi Duke Elberg sangat tidak sabaran ingin bertemu Nana-nya.
Di sisi lain, Tetua Han yang menjadi patung hanya bisa menunjukkan senyum 'ramah'. Ia tegang sejak tadi di pojokan seperi orang terasingi, berpikir dua pria itu sedang merencanakan hal serius mengenai Wyvernia.
Wajah mereka sangat serius sampai dapat membuat semua orang tidak akan berpikir bahwa keduanya sedang mencari cara membawa keponakan dan mempertahankan istrinya.
Setelah menghadapi suasana menjengkelkan dengan cara berpikir masing-masing, suara langkah kaki terdengar. Sosok yang ditunggu-tunggu akhirnya datang membuat dua pria 'serius' itu mengubah ekspresi.
Wanita dengan gaun merah yang indah, serta penampilan cantik dan menawan yang tak tertandingi. Dia terlihat memiliki temperamen baik. Sepasang mata merahnya berkilau indah seperti mawar.
Hanya dengan sekali pandang, Duke Elberg langsung mengenalinya. Dia berdiri, begitupula Bai Youzhe yang langsung menghampiri Gu Yuena.
"Kamu baru datang, kenapa tidak istirahat dulu? Perjalanannya pasti melelahkan." Bai Youzhe pikir Gu Yuena langsung pergi ke sini ketika baru pulang dari Wilayah Phoenix. Ditambah, ia sedang tidak ingin Gu Yuena bertemu pria di belakangnya. Ia cemburu.
Duke Elberg merasa ingin muntah darah melihat perubahan sikap yang drastis itu. Lihatlah pria budak cinta itu! Sebelumnya terlihat sangat dingin dan berlidah tajam sampai membuat Duke Elberg kesal setengah mati. Tapi sekarang ... pria itu menunjukkan ekspresi lembut dengan kata-kata manis.
Dasar budak cinta!
Apa Bai Youzhe sebenarnya adalah dua orang?
Gu Yuena tidak tahu betapa kesal pamannya. Ia hanya tahu bahwa Bai Youzhe sama sekali tidak memiliki wibawa ketika melihatnya meski ada di depan umum sekalipun. Ia pun mencubit hidung pria itu dengan gemas.
Setelah berurusan dengan Bai Youzhe, Gu Yuena langsung menoleh ke arah Duke Elberg. Ia menghadap, lalu memberi salam khas bangsawan Wyvernia. Duke Elberg juga memberi salam untuknya dengan sopan.
"Aku dengar Duke Elberg datang mencariku." Gu Yuena menunjukkan senyum ramah.
"Benar, Ratu. Ada beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui menyangkut identitasmu."
Gu Yuena menatapnya untuk beberapa lama, lalu memutuskan untuk duduk terlebih dahulu. Dia meminta Duke Elberg kembali ke tempat duduknya.
Sikap Gu Yuena yang sopan dan lembut membuat Duke Elberg melupakan konflik kecilnya dengan Bai Youzhe yang tidak tahu malu. Yah, setidaknya keponakannya tidak seperti Raja menyebalkan itu. Ia jadi penasaran bagaimana Gu Yuena bisa mau menikah dengan pria yang terlihat pelit itu. Apa dia dipaksa?
Jika Gu Yuena tahu apa yang sedang dipikirkan sang Duke, ia pasti akan muntah darah karena kesal.
Bai Youzhe tidak suka pada Duke Elberg. Meski usia Duke Elberg sudah kepala 4, pria itu awet muda dan tampan. Jangan sampai merebut Nana-nya walaupun memiliki hubungan paman sekalipun.
Bai Youzhe pun duduk di sebelah Gu Yuena tanpa menjauh sedikitpun.
"Jadi kau ingin berkata tentang ciri khas kandidat pewaris tahta Wyvernia?" tanya Gu Yuena. Dia menjadi serius saat ini.
"Tidak hanya itu. Sebelumnya, Pangeran James memberitahuku keberadaanmu dan memintaku mencarimu. Kau adalah Putri Valentina, Putri dari Wyvernia. Meskipun Putri Vanya memutuskan hubungan dengan kekaisaran, kamu sebagai putrinya tetap bagian dari kekaisaran."
"Lalu apa yang direncanakan kakakku sampai memintamu mencariku? Berdasarkan urutan, dia lebih baik dariku."
"Pangeran telah meninggalkan beberapa hal untukmu di Duchy. Selama kamu bersedia bergabung untuk mendapatkan identitasmu yang sebenarnya, rencana pangeran akan terlaksana dan kamu akan mendapatkan apa yang ditinggalkannya."
Gu Yuena diam untuk beberapa saat, berpikir. Ia memang akan ke Wyvernia, tapi untuk menyelidiki pergerakan Li Hua, bukan mewarisi tahta. Ia juga sudah lelah dengan tahta.
"Bagaimana jika aku bersedia pergi, tapi tidak bersedia menjadi pewaris tahta?"
Duke Elberg tidak terkejut akan ucapan Gu Yuena. "Asalkan kau kembali ke Wyvernia. Alasan aku membicarakan masalah pewarisan tahta adalah, Kaisar saat ini tidak memiliki pijakan yang kuat di mata masyarakat. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah telah luntur, kekaisaran menjadi goyah. Satu-satunya cara adalah menyingkirkan kaisar saat ini dan menggantinya. Kaisar juga sudah memikirkannya. Tapi masalahnya, tidak banyak pangeran yang memiliki kemampuan sebaik Pangeran James dan Pangeran Alfonso."
Pangeran Alfonso ada di pihak Kaisar. Dia pasti akan menjadi kaisar selanjutnya. Tapi Duke Elberg serta faksi bangsawan tidak menginginkan hal itu. Pangeran Alfonso memiliki kemampuan yang baik, tapi dia sangat serakah. Dia menyukai wanita, harta, dan kekuasaan. Seperti yang Gu Yuena lihat terakhir kali, Pangeran Alfonso berhubungan dengan Klan Ye dan meminta batu jiwa.
Hal pertama yang dipikirkan Gu Yuena adalah, Pangeran Alfonso memiliki kontak dengan Istana Linghun. Atau dia sebenarnya adalah pion Li Hua.
Hanya dengan alasan ini saja sudah cukup bagi Gu Yuena untuk menyetujui saran Duke Elberg untuk pergi ke Wyvernia. Ia tidak perlu menunjukkan niat aslinya menghentikan Istana Linghun.
"Jika kakakku begitu mempercayaiku, aku tidak mungkin mengecewakannya."
Duke Elberg menghela napas lega. Rupanya tidak sulit membujuk Gu Yuena. Iris abu-abunya melirik ke arah Bai Youzhe yang tampak terlalu santai.
Rasanya aneh jika pria itu tidak berkomentar.
Tiba-tiba saja perasaannya tidak enak.
Dan benar saja, Bai Youzhe tiba-tiba berkata, "Aku tidak bisa membiarkan istriku sendirian di tempat orang asing. Duke Elberg, harus merepotkanmu." Dia bicara sambil tersenyum seolah sedang menciptakan suasana yang baik.
Duke Elberg hanya bisa menahan perasaan tertekan dan emosional.