Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 99



Arumi hanya mengangguk dan tersenyum tipis


Sebenarnya Arumi masih merasa takut berada didekat pak Umar namun Arumi menahannya agar bisa menyampaikan keinginannya


"pagi tadi Umah dan Azlan datang menemui Babah, meminta Babah untuk datang ke pernikahan kamu"ucap pak Umar dengan suara serak karena menahan tangisnya


Arumi merasa bersyukur karena tidak datang a bersamaan dengan umahnya


"apakah Babah akan datang ?"tanya Arumi


"iya nak babah akan datang,babah ingin menyaksikan pernikahanmu "ucap pak Umar menatap putrinya yang kini menunduk


Arumi menghela nafas panjang mendengar penuturan pak Umar


Arumi mengangkat wajahnya dan menatap wajah pria paruh baya yang dulu menjadi cinta pertamanya itu, pria yang dulu selalu dibanggakannya dihadapan teman-temannya


Namun sekarang pria paruh baya itu yang telah mengukir rasa trauma didalam hatinya


didalam hati Arumi bukan lagi rasa kagum yang dia punya untuk lelaki tua itu yang bergelar Ayahnya namun rasa benci


"apakah Arumi bisa meminta sesuatu pada babah sebagai hadiah pernikahanku?"tanya Arumi pada pria itu


"iya nak kamu bisa meminta apa saja jika babah sanggup, Babah akan mengabulkan permintaanmu "ucap pak Umar mantap dan senyuman bahagia terpancar diwajahnya karena putri bungsunya masih menghargainya dan meminta hadiah padanya secara langsung


"Rumi berharap Babah bisa mengabulkannya karena hadiah dari Babah ini akan membuatku sangat bahagia "ucap Arumi


Pak Umar merasa bingung dan penasaran dengan apa yang akan Putrinya itu minta yang dikatakannya sebagai kado istimewa


"Katakanlah apa yang kamu inginkan "ucap Pak Umar


Arumi menarik nafas panjang sebelum mengutarakan keinginannya


"Arumi hanya ingin Babah tidak hadir dipernikanku dan mas Bayu, Arumi ingin babah mewakilkan pernikahanku pada wali hakim saja "ucap Arumi


Yang membuat hati pak Umar terasa tertusuk belati


"kenapa seperti itu nak, Babahmu ini masih hidup dan masih sehat "ucap pak Umar dengan wajah sendu


"ya saya tau Babah masih hidup dan masih sehat namun hatiku yang tidak baik-baik saja bah, hatiku yang sakit "ucap Arumi dengan berderai air mata


"maafkan Babah nak, Babah sangat menyesal "ucap pak Umar yang juga sudah berderai air mata


"apakah kata menyesal bisa mengembalikan semua seperti semula ?"tanya Arumi penuh penekanan


"tidak nak, tapi Babah benar-benar menyesal "ujar pak Umar lagi


"Babah tau? Saya merasa sangat malu pada keluarga mas Bayu atas perbuatan Babah waktu itu dihadapan mereka.


Arumi sangat malu bah"ucap Arumi dengan suara bergetar


"maaf "hanya itu Yang bisa pak Umar ucapkan


"walaupun babah mengucapkan beribu-ribu kali kata maaf tidak akan bisa mengembalikan semuanya,luka dihatiku masih sangat sakit bah.


Jadi Rumi mohon pada Babah jangan pernah hadir di acara pernikahanku


Jangan pernah menampakkan wajah babah di hadapan keluarga calon suamiku


Biarkan saya bahagia bah "ucap Arumi, Arumi sangat tau jika perkataannya itu bisa melukai perasaan lelaki paruh baya yang ada dihadapannya itu namun Arumi tidak akan sanggup mendengar gunjingan orang-orang yang akan datang kepesta pernikahannya dengan hadirnya sang Ayah dengan pengawalan polisi


"siapa pun yang telah meminta mu untuk hadir diacara bahagiaku tapi saya sangat berharap kamu tidak usah hadir


Dan carilah alasan apapun itu yang pastinya kamu tidak akan hadir


Kalau kamu menganggap saya egois maka sikap itu kupelajari dari mu sejak kecil


Kamu akan melakukan apapun sesuai keinginanmu dan saat ini saya akan melakukan apapun sesuai dengan keinginan ku


Dan Satu lagi yang harus kamu tau saya tidak peduli lagi dengan perasaanmu "ucap Arumi dengan suara lantang karena sudah jengah dengan sikap Pak Umar yang kekeh ingin hadir di acara pernikahan Arumi dan Bayu


"Baiklah saya akan menuruti keinginanmu,saya tidak akan hadir di acara pernikahanmu "ucap pak Umar menundukkan wajahnya dan terisak


Pak Umar merasakan hatinya terasa sangat sakit dengan penolakan putri bungsunya itu


"terima kasih karena kamu sudah mau mengerti dengan keinginanku, makanlah dengan benar agar kamu di beri umur yang panjang agar bisa bertobat" ucap Arumi lalu meraih tangan pria paruh baya itu lalu menciumnya dan pergi dari tempat itu meninggalkan pak Umar yang masih tertegun ditempat duduknya karena terkejut dengan perlakuan putrinya barusan yang masih sedikit menghormatinya sebagai seorang Ayah


Sebenci apa pun Arumi kepada ayahnya itu namun Arumi tidak melupakan kodratnya sebagai seorang anak


Pak Umar terguguh ditempatnya duduk menangkup wajahnya dengan kedua tangannya dan bahunya bergetar hebat


Pak Umar menyesali semua perbuatannya selama ini kepada kedua putrinya dan juga istrinya dulu


Bahu pak Umar semakin bergetar saat mengingat penghianatannya kepada Bu Ayudia dan juga mertuanya yang begitu baik padanya


Namun karena harta pak Umar tega melenyapkan nyawa sang mertua yang sudah menganggapnya seperti anaknya sendiri dimana dirinya hanyalah seorang anak yatim-piatu


Pak Umar kembali mengingat bagaimana dia mendekati Bu Ayudia yang seorang gadis cantik yang berpenampilan sederhana namun cerdas dan ternyata anak seorang abdi negara sekaligus pengusaha sukses yang kaya raya


Pak Umar dengan mudahnya mendekati seorang Ayudia yang lugu


Membuat Ayudia menjadi bucin hingga akhirnya mereka menikah


dan Pak Umar bebas menikmati segala kemewahan yang diberikan oleh orang tua Ayudia


"maaf kan abang Audi, maafkan Abang, Ayumi maafkan babah nak maafkan hiks hiks hiks"ucap pak Umar yang masih terisak


Dua orang petugas yang ada disana membiarkan pak Umar meluap kan semua beban dihatinya


setelah merasa tenang dan tangis pak Umar telah berhenti salah satu diantara mereka mendekati pak Umar dan memberikan tisu dan meminta pada pak Umar kembali kedalam selnya


Pak Umar menuruti ucapan petugas itu lalu berjalan menyusuri lorong sempit tahanan itu ,tak lupa pak Umar membawa makanan yang dibawa oleh putri bungsunya .


Pak Umar ditempatkan disebuah kamar sel tahanan yang kosong karena penghuninya sudah bebas dan hanya tersisa pak Umar seorang


pak Umar bisa ditempatkan disel kosong itu atas permintaan Azka karena saat pak Umar masuk dihari kedua pak Umar hampir saja meregang nyawa karena dihajar oleh teman satu selnya yang tidak sengaja pak Umar injak kakinya


azka meminta itu demi keselamatan pak Umar sampai hari pernikahan adik bungsu mereka yaitu Arumi


Pak Umar kini telah sampai disel tahanannya yang kini menjadi kamarnya,pak Umar duduk diatas tikar lusuh yang sudah mulai robek-robek karena termakan usia


Pak Umar perlahan membuka kotak nasi yang dibawa putrinya,hati pak Umar semakin nyeri melihat perhatian putrinya itu


Paj Umar mulai menyendokkan makanannya kedalam mulutnya dengan lelehan Air mata penyesalan


Sedangkan diatas mobil satria Arumi menumpahkan segala tangisannya yang sedari tadi ditahannya


satria hanya diam membiarkan adiknya itu meluapkan segala perih yang mengganjal dihatinya