Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 140 Ratapan pilu sang Ayah



Azlan yang mendapatkan laporan dari anak buahnya hanya tersenyum sinis


ternyata semua itu adalah hasil skenario Azlan dan satria


orang -orang yang dimintai keterangan adalah anak buah Azlan dan satria


begitu rapi cara kerja mereka sehingga teman Bayu dan anak buahnya tidak tau


Azlan dan satria melakukan itu agar papa dan kakek bayu menghentikan pencariannya


Bayu dan kedua orangtuanya masih berada di pemakaman umum Bhayangkara mereka menangis meratapi kematian keluarga mereka yang begitu tragis


"Bay bagaimana kalau kita melakukan autopsi jenazah siapa untuk memastikan apa benar mereka keluargamu "ucap teman bayu memberikan saran


"tidak usah mengganggu istirahat adikku dan keluarganya biarkan mereka beristirahat dengan tenang "ucap pak Wijaya sesegukan


pak Wijaya tidak menyangka jika adiknya beserta keluarganya akan berakhir seperti ini


teman bayu pun menjadi diam mendengarkan ucapan pak Wijaya


sedangkan Bayu hanya diam saja memperhatikan semuanya


Bayu juga meneteskan air matanya karena tidak menyangka bahwa mereka akan seperti ini


pencariannya selama berbulan-bulan ternyata seperti ini akhirnya


"Bay, suruh orang untuk mengganti batu nisan mereka bari nama pada batu nisan mereka "ucap pak Wijaya semakin sesegukan


"iya pa"jawab Bayu


"sekarang kalian sudah tenang, tidak membuat onar lagi


semoga Allah SWT memaafkan segala kesalahan yang kalian perbuat semasa hidup kalian dan semoga kalian Khusnul khatimah "ucap Bayu airmata nya tak berhenti berderai


sedangkan bu Raidah hanya diam,dia masih syok karena tidak menyangka jika adik iparnya akan berakhir seperti itu


meninggal karena kecelakaan bersama suami dan anak-anaknya


air matanya tidak bisa berhenti mengalir walaupun maya sering membuat masalah yang membuat keluarganya repot tapi maya adalah adik iparnya adik kesayangan suaminya


saat mereka semua yang ada disana sibuk dengan pemikiran mereka tiba-tiba saja terdengar langkah kaki yang begitu tergesa-gesa dari arah belakang mereka dan ternyata itu adalah kakek Kusuma dan Beberapa anak buahnya


"Bayu, Wijaya "panggil kakek Kusuma


"ayah"


"ayah"


"kakek"


mereka bertiga berdiri menyambut pria tua itu lalu memeluknya


"ayah,maya sudah meninggalkan kita Hiks hiks hiks "ucap pak Wijaya kembali sesegukan


"sudahlah jaya mungkin ini akhir petualangan adikmu bersama suami dan anak-anaknya


mungkin Allah SWT sudah merasa cukup dengan semua keonaran yang selalu mereka perbuat "ucap kakek Kusuma matanya juga kini sudah basah karena air matanya tidak bisa berhenti mengalir


kakek Kusuma membayangkan bagaimana dia dulu merawat dan memanjakan putrinya itu penuh kasih sayang, menuruti semua keinginannya


tidak pernah membentaknya apalagi memukulnya


kakek Kusuma membayangkan membesarkan ketiga anaknya sendirian setelah istrinya meninggal setelah


melahirkan maya


usaha kakek Kusuma berkembang pesat saat istrinya hamil Maya dan maya lahir mewarisi wajah cantik ibunya itulah mengapa kakek Kusuma begitu memanjakan putrinya


kakek baru menyesal saat putrinya beranjak dewasa dan tidak bisa dikendalikan sampai akhirnya cucunya Furqan lahir saat maya masih duduk di bangku sekolah SMA


maya akhirnya menikah muda namun nasibnya harus menjanda di usia muda ayah Furqan meninggal dunia kerena kecelakaan saat akan berangkat bekerja


kakek Kusuma mengira dengan adanya kejadian seperti itu akan membuat maya sadar namun Kakek Kusuma salah bukannya sadar Maya semakin menjadi


sampai akhirnya maya menikah dengan firman dan Furqan dirawat oleh keluarga mantan suaminya dan saat maya memil


kakek Kusuma sengaja tidak ingin membantu maya lagi saat semua harta warisan yang di berikan padanya habis terjual entah kemana semua uang hasil penjualan rumah,sawah dan ladang besar atas nama maya dan mulai saat itu kakek Kusuma mengusir maya dari kampung halamannya


namun Wijaya tidak tega pada adiknya hingga membelikan sebuah rumah sederhana untuk maya dan keluarganya


sedangkan kakak tertua maya tidak lagi mau peduli karena firman suami maya pernah berselingkuh dengan istri dari kakak tertua maya itulah juga yang menjadi alasan bagi warga mengusir firman dan Maya yang sudah bucin tidak ingin ditinggalkan oleh firman suaminya


"tuan apakah kita akan memindahkan makam nyonya maya dan keluarganya ?!"tanya salah seorang anak buah kakek Kusuma


"tidak usah, biarlah tetap disini mereka sudah tenang jangan usik lagi cukup beri nama pada batu nisannya "ucap kakek Kusuma disela isak tangisnya


"sudah kek, mungkin ini sudah takdir Tante maya dan keluarganya kita hanya bisa mengirimkan doa agar semua dosa mereka diampuni "ucap Bayu mengusap punggung tua sang kakek


"iya bay kamu benar, mungkin ini sudah takdir mereka meninggalkan dunia ini dengan jalan seperti ini"ucap kakek Kusuma masih sesegukan


"iya kek,kita harus ikhlas "ucap Bayu lagi


"ayo kita pergi dari sini kek,ini sudah mulai Sore "bayu memegang lengan sang kakek dan membantunya untuk berdiri


pak Wijaya dan Bu Raidah mengikuti langkah Bayu sedangkan beberapa anak buah kakek Kusuma mengurus makam yang katanya milik maya dan keluarganya


Dengan langkah gontai mereka meninggalkan pemakaman,kakek Kusuma masih saja sesegukan


orang yang mendengarkan ratapannya yang begitu pilu juga akan merasakan hatinya teriris


"maya kenapa kamu tinggalkan ayah nak,kenapa kamu tidak pernah menemui ayah nak


ayah Sangat merindukanmu, ayah selalu menanti kepulanganmu nak tapi kamu tidak lagi mau menemui ayah


kamu marah pada ayah karena ayah memarahimu, ayah memarahimu demi kebaikanmu nak ayah berharap kamu mau berubah menjadi lebih baika tapi ayah salah


ayah sangat menyesal melepaskanmu


Tari maafkan mas tidak bisa menjaga amanahmu,mas tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk putrimu


maaf kan mas Tari hiks hiks hiks hiks


Wijaya adikmu telah meninggalkan kita, pergi untuk menemui ibumu hiks hiks hiks hiks " tangis kakek Kusuma pecah saat berada diatas mobil


Bayu menjalankan mobilnya perlahan karena air matanya tak bisa berhenti mengalir mendengar ratapan kakeknya


bu Raidah yang duduk disamping bayu yang mengemudikan mobilnya pun terus menangis mendengar tangisan mertuanya


sedangkan pak Wijaya terus memeluk tubuh ayahnya yang tak bisa berhenti menangis dan menyalahkan dirinya tidak bisa menjaga putrinya dengan baik


pak Wijaya pun sama seperti ayahnya tak bisa mengendalikan tangisnya sampai akhirnya kakek Kusuma tak sadarkan diri karena terlalu lama menangis


"bay, kakek tak sadarkan diri hiks hiks hiks


cepat bay kita langsung kerumah sakit saja Hiks hiks hiks " suara pak Wijaya semakin bergetar hebat karena sang ayah tak sadarkan diri


"iya pa" Jawab Bayu


"ayah bangun yah jangan tinggalkan jaya yah Hiks hiks hiks ayah bangun ayah"pak Wijaya terus menepuk wajah ayahnya itu agar sadar tapi tidak berhasil


mereka semakin khawatir dengan kondisi kakek Kusuma


setelah sampai dirumah sakit Bhayangkara Bayu segera memanggil petugas untuk membantunya membawa kakek Kusuma keluar dari dalam mobilnya


para perawat sudah mendorong brangkar dimana Kakek Kusuma ditidurkan


mereka membawa kakek Kusuma kedalam UGD untuk segera ditangani


Bayu dan kedua orangtuanya mengikuti dari belakang


"sudah pa ,papa jangan nangis lagi papa harus jaga kesehatan


mama juga berhentilah menangis ma,siapa yang akan merawat kakek jika kalian juga sakit"ucap Bayu dan akhirnya kedua orang tuanya mencoba menghentikan tangisannya mendengar ucapan Bayu


"kakek akan baik-baik saja kan bay"ucap pak Wijaya


"insyaallah pa,kita berdoa bersama semoga kakek baik-baik saja "jawab bayu