
Azlan yang mendapatkan laporan dari anak buahnya hanya tersenyum sinis
ternyata semua itu adalah hasil skenario Azlan dan satria
orang -orang yang dimintai keterangan adalah anak buah Azlan dan satria
begitu rapi cara kerja mereka sehingga teman Bayu dan anak buahnya tidak tau
Azlan dan satria melakukan itu agar papa dan kakek bayu menghentikan pencariannya
Bayu dan kedua orangtuanya masih berada di pemakaman umum Bhayangkara mereka menangis meratapi kematian keluarga mereka yang begitu tragis
"Bay bagaimana kalau kita melakukan autopsi jenazah siapa untuk memastikan apa benar mereka keluargamu "ucap teman bayu memberikan saran
"tidak usah mengganggu istirahat adikku dan keluarganya biarkan mereka beristirahat dengan tenang "ucap pak Wijaya sesegukan
pak Wijaya tidak menyangka jika adiknya beserta keluarganya akan berakhir seperti ini
teman bayu pun menjadi diam mendengarkan ucapan pak Wijaya
sedangkan Bayu hanya diam saja memperhatikan semuanya
Bayu juga meneteskan air matanya karena tidak menyangka bahwa mereka akan seperti ini
pencariannya selama berbulan-bulan ternyata seperti ini akhirnya
"Bay, suruh orang untuk mengganti batu nisan mereka bari nama pada batu nisan mereka "ucap pak Wijaya semakin sesegukan
"iya pa"jawab Bayu
"sekarang kalian sudah tenang, tidak membuat onar lagi
semoga Allah SWT memaafkan segala kesalahan yang kalian perbuat semasa hidup kalian dan semoga kalian Khusnul khatimah "ucap Bayu airmata nya tak berhenti berderai
sedangkan bu Raidah hanya diam,dia masih syok karena tidak menyangka jika adik iparnya akan berakhir seperti itu
meninggal karena kecelakaan bersama suami dan anak-anaknya
air matanya tidak bisa berhenti mengalir walaupun maya sering membuat masalah yang membuat keluarganya repot tapi maya adalah adik iparnya adik kesayangan suaminya
saat mereka semua yang ada disana sibuk dengan pemikiran mereka tiba-tiba saja terdengar langkah kaki yang begitu tergesa-gesa dari arah belakang mereka dan ternyata itu adalah kakek Kusuma dan Beberapa anak buahnya
"Bayu, Wijaya "panggil kakek Kusuma
"ayah"
"ayah"
"kakek"
mereka bertiga berdiri menyambut pria tua itu lalu memeluknya
"ayah,maya sudah meninggalkan kita Hiks hiks hiks "ucap pak Wijaya kembali sesegukan
"sudahlah jaya mungkin ini akhir petualangan adikmu bersama suami dan anak-anaknya
mungkin Allah SWT sudah merasa cukup dengan semua keonaran yang selalu mereka perbuat "ucap kakek Kusuma matanya juga kini sudah basah karena air matanya tidak bisa berhenti mengalir
kakek Kusuma membayangkan bagaimana dia dulu merawat dan memanjakan putrinya itu penuh kasih sayang, menuruti semua keinginannya
tidak pernah membentaknya apalagi memukulnya
kakek Kusuma membayangkan membesarkan ketiga anaknya sendirian setelah istrinya meninggal setelah
melahirkan maya
usaha kakek Kusuma berkembang pesat saat istrinya hamil Maya dan maya lahir mewarisi wajah cantik ibunya itulah mengapa kakek Kusuma begitu memanjakan putrinya
kakek baru menyesal saat putrinya beranjak dewasa dan tidak bisa dikendalikan sampai akhirnya cucunya Furqan lahir saat maya masih duduk di bangku sekolah SMA
maya akhirnya menikah muda namun nasibnya harus menjanda di usia muda ayah Furqan meninggal dunia kerena kecelakaan saat akan berangkat bekerja
kakek Kusuma mengira dengan adanya kejadian seperti itu akan membuat maya sadar namun Kakek Kusuma salah bukannya sadar Maya semakin menjadi
sampai akhirnya maya menikah dengan firman dan Furqan dirawat oleh keluarga mantan suaminya dan saat maya memil
kakek Kusuma sengaja tidak ingin membantu maya lagi saat semua harta warisan yang di berikan padanya habis terjual entah kemana semua uang hasil penjualan rumah,sawah dan ladang besar atas nama maya dan mulai saat itu kakek Kusuma mengusir maya dari kampung halamannya
namun Wijaya tidak tega pada adiknya hingga membelikan sebuah rumah sederhana untuk maya dan keluarganya
sedangkan kakak tertua maya tidak lagi mau peduli karena firman suami maya pernah berselingkuh dengan istri dari kakak tertua maya itulah juga yang menjadi alasan bagi warga mengusir firman dan Maya yang sudah bucin tidak ingin ditinggalkan oleh firman suaminya
"tuan apakah kita akan memindahkan makam nyonya maya dan keluarganya ?!"tanya salah seorang anak buah kakek Kusuma
"tidak usah, biarlah tetap disini mereka sudah tenang jangan usik lagi cukup beri nama pada batu nisannya "ucap kakek Kusuma disela isak tangisnya
"sudah kek, mungkin ini sudah takdir Tante maya dan keluarganya kita hanya bisa mengirimkan doa agar semua dosa mereka diampuni "ucap Bayu mengusap punggung tua sang kakek
"iya bay kamu benar, mungkin ini sudah takdir mereka meninggalkan dunia ini dengan jalan seperti ini"ucap kakek Kusuma masih sesegukan
"iya kek,kita harus ikhlas "ucap Bayu lagi
"ayo kita pergi dari sini kek,ini sudah mulai Sore "bayu memegang lengan sang kakek dan membantunya untuk berdiri
pak Wijaya dan Bu Raidah mengikuti langkah Bayu sedangkan beberapa anak buah kakek Kusuma mengurus makam yang katanya milik maya dan keluarganya
Dengan langkah gontai mereka meninggalkan pemakaman,kakek Kusuma masih saja sesegukan
orang yang mendengarkan ratapannya yang begitu pilu juga akan merasakan hatinya teriris
"maya kenapa kamu tinggalkan ayah nak,kenapa kamu tidak pernah menemui ayah nak
ayah Sangat merindukanmu, ayah selalu menanti kepulanganmu nak tapi kamu tidak lagi mau menemui ayah
kamu marah pada ayah karena ayah memarahimu, ayah memarahimu demi kebaikanmu nak ayah berharap kamu mau berubah menjadi lebih baika tapi ayah salah
ayah sangat menyesal melepaskanmu
Tari maafkan mas tidak bisa menjaga amanahmu,mas tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk putrimu
maaf kan mas Tari hiks hiks hiks hiks
Wijaya adikmu telah meninggalkan kita, pergi untuk menemui ibumu hiks hiks hiks hiks " tangis kakek Kusuma pecah saat berada diatas mobil
Bayu menjalankan mobilnya perlahan karena air matanya tak bisa berhenti mengalir mendengar ratapan kakeknya
bu Raidah yang duduk disamping bayu yang mengemudikan mobilnya pun terus menangis mendengar tangisan mertuanya
sedangkan pak Wijaya terus memeluk tubuh ayahnya yang tak bisa berhenti menangis dan menyalahkan dirinya tidak bisa menjaga putrinya dengan baik
pak Wijaya pun sama seperti ayahnya tak bisa mengendalikan tangisnya sampai akhirnya kakek Kusuma tak sadarkan diri karena terlalu lama menangis
"bay, kakek tak sadarkan diri hiks hiks hiks
cepat bay kita langsung kerumah sakit saja Hiks hiks hiks " suara pak Wijaya semakin bergetar hebat karena sang ayah tak sadarkan diri
"iya pa" Jawab Bayu
"ayah bangun yah jangan tinggalkan jaya yah Hiks hiks hiks ayah bangun ayah"pak Wijaya terus menepuk wajah ayahnya itu agar sadar tapi tidak berhasil
mereka semakin khawatir dengan kondisi kakek Kusuma
setelah sampai dirumah sakit Bhayangkara Bayu segera memanggil petugas untuk membantunya membawa kakek Kusuma keluar dari dalam mobilnya
para perawat sudah mendorong brangkar dimana Kakek Kusuma ditidurkan
mereka membawa kakek Kusuma kedalam UGD untuk segera ditangani
Bayu dan kedua orangtuanya mengikuti dari belakang
"sudah pa ,papa jangan nangis lagi papa harus jaga kesehatan
mama juga berhentilah menangis ma,siapa yang akan merawat kakek jika kalian juga sakit"ucap Bayu dan akhirnya kedua orang tuanya mencoba menghentikan tangisannya mendengar ucapan Bayu
"kakek akan baik-baik saja kan bay"ucap pak Wijaya
"insyaallah pa,kita berdoa bersama semoga kakek baik-baik saja "jawab bayu