
Dobel Pov
Pov Bayu
"kalian ingat jika dia berlaku manja pada kalian semua pasti ada yang menyakiti hatinya karena dia butuh perhatian sehingga dia bermanja-manja pada kalian "jawab umah
degg
ternyata begini cara istriku menyalurkan kesedihan dan kekecewaannya pantas saja dia selalu ingin pulang
"Bayu apakah ada yang pernah terjadi!?"tanya Umah
degg
apa yang harus saya katakan, tidak mungkin saya katakan jika mama meragukan anak dalam kandungan Arumi
"sebenarnya Tante maya pernah datang kerumah dan mengatakan bahwa Arumi mengandung bukan anakku "ucapku jujur
setelah menceritakan apa yang dilakukan oleh tante maya pada semua saya merasa sedikit was-was,saya tidak menceritakan apa yang dikatakan mama pada Arumi saya takut aemu membenci mama
"sialan, orang itu sudah membunuh batin adikku "ucap Azlan penuh amarah adik yang disayanginya ada yang menghinanya
begitupun dengan Azka dan satria mengepalkan tangannya karena marah
saya dapat melihat itu
setelah berbincang-bincang saya pamit untuk masuk kedalam kamar
sesampainya didalam kamar istriku tidak ada,saya bingung sendiri kemana isrtiku
kuketuk pintu kamar mandi,namun tidak ada sahutan dari dalam sana kuperhatikan sekitar pintu balkon ternyata terbuka
"mungkin Rumi sedang berada dibalkon" fikirku
saya berjalan kearah balkon yang ternuka berharap Arumi ada Disana dan ternyata Arumi juga tidak ada disana
saya bingung,kemana Arumi tengah malam begini
saya kembali keluar dari dalam kamar menemui keluarga istriku yang suaranya masih ada diruang keluarga
"loh ada apa bayu kenapa wajahmu panik begitu!?" tanya Azka,memang azka sangat peka dengan perubahan diwajah seseorang
"Arumi tidak ada dikamar !!!" jawabku
"kok bisa !?"tanya mereka serempak
"saya sudah cari disemua sudut dikamar tapi Arumi tidak ada"jawabku
"ya Allah Arumi kemana !?" tanya Umah
"balkon dikamar terbuka "jawabku lagi
"Apa!? jangan-jangan ada yang culik!!" ucap kak Aurel
"jangan asal bicara rel!!! ayo kita cari "ucap kak satria
"iya ayo" kamipun berpencar mencari Arumi tapi tetap tidak ditemukan
umah juga sudah menangis karena putri bungsunya belum ditemukan
"umah jangan nangis, Arumi pasti baik-baik saja "ucap kak Azlan pada umah yang tak berhenti menangis
"adikmu dimana lan,umah khawatir dia itu sedang hamil muda jaman sampai terjadi sesuatu pada adikmu lan
umah tidak sanggup jika sesuatu terjadi padanya " umah sesegukan dalam pelukan kak Azlan
"umah tenang ya,kami akan cari Arumi"ucap kak Azlan
"iya lan cari Adikmu"ucap umah masih sesegukan
"Yumi antar umah masuk kekamar "ucap kak Azlan pada kak Ayumi
"iya kak,ayo umah"uvap kak Ayumi
"Na, tolong bawa anak-anak kekamarnya ya,sayang ikut sama mama Nina ya
Bunda temani Oma dulu"ucap kak Ayumi lagi
"iya kak,ayo sayang kita kekamar "Nina mengajak anak-anak kak Ayumi kekamarnya
"Ayo kita cari Arumi "ucap Mas Riki
"iya mas"jawabku dan kami pun keluar dari rumah untuk mencari Arumi ditempat-tempat yang mungkin didatangi oleh istriku itu
"kalian berdua cari di tempat lain ya kami juga akan berpencar biar kita bisa cepat menemukannya jika salah satu diantara kita lebih dulu menemukan Arumi lekas sampaikan digrup"ucap kak Azlan
"iya kak"jawab kami
saya dan mAs Riki pun meninggalkan rumah umah untuk mencari keberadaan Arumi,kami menggunakan mobil mas Riki dan mas Riki yang mengendarainya
"ya Allah kemana isrtiku "Ucapku dalan hati
"sabar ya Bay,saya yakin Arumi pasti baik-baik saja" mas Riki menenangkanku
"iya mas"jawabku dan terus merapalkan Do'a agar istri dan anakku baik-baik saja
Pov Author
sepeninggalan Bayu dan Riki
Azlan, satria dan Azka merencanakan sesuatu untuk memberikan peringatan kepada Tante Maya, karena sejak dari waktu orang tua Bayu Tante maya menghina ibu dan Adik mereka namun mereka menahan diri karena tidak ingin Bu Ayudia malu
"jadi bagaimana kak?! apa yang harus kita lakukan !?" tanya Azka
"orang seperti tante maya itu tidak akan pernah jerah dan akan mengulang perbuatannya lagi jika ada kesempatan "ucap azlan
"jadi kak bagaimana "sahut azka
mereka bertiga terdiam mencari solusi terbaik
"bagaimana kak kalau kita ungsikan saja Tante Maya dan keluarganya didaerah terpencil agar tidak menggangu kehidupan keluarga arumi lagi"satria memberikan ide
saat mereka bertiga sedang berembuk ayumi tiba-tiba menelpon mereka
"halo kakak dimana?!"tanya Ayumi
"masih di depan rumah,ada apa?!"jawab Azlan dan balik bertanya
"kalau begitu sekarang kakak masuk kedalam kamar umah"jawab Ayumi
"memangnya ada apa dengan umah"tanya Azlan lagi sambil berjalan cepat masuk kedalam rumah di ikuti oleh satria dan Azka
"kakak banyak tanya masuk aja sekarang "ucap Ayumi suaranya seperti sedang panik lalu mematikan sambungan telponnya
Azlan ikut panik dan segera berlari masuk menuju kamar Bu Ayudia, satria dan Azka juga ikut berlari
tok tok tok
azlan mengetuk pintu Bu Ayudia, tak lama Ayumi membuka kamar itu
"masuk kak"Jawab Ayumi
mereka bertiga pun masuk ke dalam kamar Bu Ayudia mereka terkejut melihat Arumi ada diatas ranjang Bu Ayudia menangis sesenggukan
"Rumi,kamu tidak apa-apa dek?!"ucap Azlan
"kakak"Arumi menghambur kedalam pelukan salah satu pria kesayangannya
"kamu kenapa dek"ucap satria ikut mengelus kepala Arumi yang masih memeluk kakak tertua mereka
"kak hiks hiks hiks "ucap Arumi masih sesegukan
"Azka telpon Bayu dan Riki untuk segera pulang "ucap azlan dan Arumi menggeleng
"kenapa dek, Bayu harus tau kamu ada disini kasian dia dan Riki mencarimu diluar ini sudah malam"ucap Azlan mengelus rambut adiknya dengan sayang, Arumi masih saja menggelengkan kepalanya dan masih setia menangis
"jangan menangis dek kasian anakmu pasti ikutan sedih juga"ucap Ayumi sedangkan Bu Ayudia menangis tanpa suara di pelukan Azka
"baiklah kalau kamu tidak mau bayu tau kamu ada disini dan sekarang ceritakan Apa yang terjadi "ucap Azlan lagi yang kini duduk disamping Arumi yang masih memeluknya
"tapi kakak jangan marahin mas Bayu ya, karena mas Bayu tidak salah"ucap Arumi disela tangisannya
"iya kakak janji Kami tidak akan memarahi Bayu, sekarang ceritalah"ucap azlan lagi
Arumi pun mulai menceritakan apa yang membuatnya sakit hati mulai dari hinaan Tante maya sampai apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya dan bagaimana Bayu dan ayah mertuanya membelanya, mereka semua mengepalkan tangannya karena mereka sakit Hati mendengar cerita Arumi
"Umah tidak menyangka Bu Raidah tega mengatakan iti pada Putriku "ucap Bu Ayudia masih menangis
"sebaiknya umah istirahat dan biar Arumi tidur disini dulu biarkan dia tenang "ucap Azlan
mereka pun mengangguk
"sekarang kamu tidur ya"ucap Ayumi pada Adiknya
"iya kak"jawab Arumi hatinya sudah sangat lega karena sudah mengatakan semua kegalauan hatinya pada orang-orang yang menyanginya, bukan Arumi ingin menjadi tukang Adu tapi dia menjaga kewarasannya dan kesehatan kandungannya
setelah Arumi tertidur ditemani oleh Bu Ayudia yang memeluknya
Azlan, satria, azka dan Ayumi meninggalkan mereka
"Yum, telpon suamimu dan suruh mereka pulang "Ucap azlan
"iya kak"jawab Ayumi lalu menelpon suaminya dan menyuruhnya untuk segera pulang dan mengatakan jika Arumi baik-baik saja dan sekarang sedang tertidur bersama Bu Ayudia
"satria, Azka!! amankan Tante Maya seperti rencanamu satria "ucap Azlan
"baik kak"jawab keduanya
satria pun sibuk menelpon seseorang
"berikan alasan pada mereka bahwa mereka akan diberikan pekerjaan yang bagus"ucap satria pada orang yang ditelponnya
"baik bos"jawab anak Buah Satria
"jamin hidup mereka selama Sebulan setelah itu biar mereka yang akan berusaha dan jangan biarkan mereka bisa kembali lagi kesini "ucap satria lagi
"siap bos"sahut suara diseberang sana
satria pun mematikan sambungan telponnya
"sudah beres kak"ucap satria dan Azlan menaikkan jempolnya
Ayumi dan Azka hanya diam karena mereka tau apa yang dilakukan oleh kedua kakaknya pasti jalan yang terbaik untuk mereka
kini Bayu dan Riki sudah sampai dirumah Bu Ayudia
"Kak bagaimana Arumi !?"tanya bayu terlihat wajahnya sangat khawatir
"Arumi baik-baik saja, sebaiknya kamu istirahat,biar Arumi tidur dulu dengan umah"jawab Azlan
"iya kak, kalau begitu saya kekamar dulu "ucap Bayu dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya
begitupun dengan yang lainnya mereka masuk kedalam kamar mereka masing-masing