
Subuh menjelang
Ayumi bergegas bangun dari tidurnya dan langsung masuk kedalam rumah untuk melaksanakan shalat dua rakaatnya
setelah shalat subuh Ayumi sibuk didapur menyiapkan sarapan untuk tamunya yang semalam tertidur di klinik ibunya, Ayumi membuatkan bubur dan susu untuk Arisha
setelah semua selesai dimasaknya Ayumi meminta bantuan Nana untuk mengantarkan sarapan pagi untuk Tamunya di klinik
Ayumi hanya membuat Nasi goreng seafood dan telur ceplok serta teh manis hangat
Nana membawa nasi goreng itu masuk kedalam klinik di ikuti oleh Bik Ijah yang membawa nampan berisi teh hangat
Aroma nasi goreng menguar memenuhi penciuman mereka
"emmm,baunya wangi sekali, membuat perut keroncongan " ujar Rafa
"iya benar baunya sedap sekali, ini pasti enak deh
makasih ya mbak Nana sudah buatkan kami Nasi goreng " ujar Rana
"ini Nadi goreng buatan mbak Ayumi mbak Rana " jawab Nana tersenyum
"wow, benarkah ?" ucap Rana lagi
"iya Mbak, silahkan mbak mas dicoba nasi gorengnya mumpung masih hangat" ujar Nana
"iya mbak Nana, makasih banyak ya trus mbak Ayumi nya mana mbak?" tanya Rana
"tuh lagi bawa bubur buat Icha" ujar Nana menunjuk Ayumi yang sedang berjalan masuk kedalam klinik dengan membawa nampan ditangannya
semua menoleh kearah Ayumi, Ayumi yang diperhatikan pun tersenyum kearah mereka
"silahkan di cicipi sarapannya mbak mas mumpung masih hangat,saya kedalam dulu mau siapin icha bubur dulu biar bisa makan obat "ujar Ayumi lalu masuk kedalam kamar dimana icha berada
"Assalamualaikum anak cantik wah udah bangun rupanya " ujar Ayumi saat sudah berada didekat tempat tidur Arisha
"waatitumcayam dunda" jawab Arisha dan Riki,Rafa serta Rana bisa mendengar itu dari luar mereka hanya saling tatap tanpa ada yang bersuara
mereka kembali menikmati sarapan mereka
didalam kamar Ayumi menyuapi Arisha dengan sangat telaten
Arisha memakan sarapannya dengan sangat lahap, setelah selesai menyuapi Arisha Ayumi meminta Rana untuk memberikan obat dan membersihkan tubuh Arisha
setelah cairan infus Arisha telah habis Ayumi mencabut jarum infus dari tangan Arisha, Arisha merasa senang karena tangannya sudah terbebas
"mamacih dunda"ujar Arisha tersenyum manis pada Ayumi
"sama-sama anak cantik, jangan sakit lagi ya sayang " ujar Ayumi lalu mencium kening Arisha
Arisha merasa sangat senang mendapat perlakuan seperti itu dari Ayumi
"wah ponakan cantik aunty sudah sembuh" ujar Rana merasa sangat senang melihat wajah ceria ponakannya itu lagi
"iya onty,icha tan diwawat Pama dunda dadi Icha tepat pembuh
Icha tat bau takit ladi latana atit bituntit pama dunda" ucap Arisha dengan mimik wajahnya ketakutan namun terlihat sangat menggemaskan
"iya sayang jangan sakit lagi ya nanti bunda Ayumi suntik tangan icha lagi" ujar Rana, Ayumi hamya tersenyum memperhatikan mereka berdua
Ayumi keluar dari kamar tempat Arisha menuju ruang tamu dalam klinik itu, Ayumi duduk dikursi tunggal yang ada didekat pintu kamar yang ditempati oleh Radlfa semalam untuk tidur
"Icha sudah bisa dibawa pulang tapi icha belum bisa terlalu banyak bermain apalagi lari-larian dia harus banyak beristirahat"ujar Ayumi panjang lebar
"iya mbak,trus biaya perawatannya berapa mbak?"ujar Rafa sedangkan Riki hanya diam
"oh tunggu ya, saya cek dulu"ujar Ayumi lalu berjalan kemeja kerja Bu Ayudia dan mengecek pesan dari ibunya karena semalam dia sudah menanyakan kepada ibunya berapa pembayaran sekali berobat
"Mbak Ayumi makasih banyak ya sarapannya nasi gorengnya rasanya top deh dan juga makasih mau merawat icha sampai rela tidur sempit-semnpitan dengan icha"ujar Rana dia merasa bersyukur ponakannya dirawat oleh dokter yang baik hati seperti Ayumi
"sama-sama Ran,cuma nasi goreng telor ceplok aja dibilang top bisa aja kamu" ujar Ayumi
"iya mbak nasi goreng mbak tadi tampilannya memang sederhana tapi rasanya luar biasa "ujar Rafa mengangkat kedua jempol nya
"jangan terlalu melebih-lebihkan" ujar Riki dengan nada dingin,namun sebenarnya Riki juga mengakui bahwa nasi goreng buatan Ayumi sangatlah enak rasanya dan Riki sebenarnya masih pengen nambah namun gengsi untuk mengakuinya
"melebih-lebihkan gimana kak !
kakak saja tadi makannya lahap" ujar Rafa
" ya harus dihabiskan kalau tidak ya mubakzir namanya, lagian juga saya sedang lapar dari semalam belum makan "ujar Riki beralasan
"Dasar kulkas tiga pintu, bukannya berterima kasih dibuatkan sarapan "ujar Ayumi salam hati merasa dongkol dengan sikap Riki
tepat jam sepuluh pagi mereka berpamitan, awalnya Arisha tidak ingin pulang dan ingin bersama Ayumi namun berbagai alasan diberikan hingga dia menurut dan ingin pulang walaupun dengan tangisannya, sebenarnya Ayumi merasa kasian kepada Arisha namun mau apa mau dikata mereka hanya sebatas dokter dan pasien
tidak pantas bila Ayumi meminta untuk merawat anak itu apalagi mereka baru kenal semalam
setelah mereka semua telah pulang, Ayumi masuk kedalam rumah dan terkejut mendapati kedua sahabatnya sudah duduk disofa depan Tv dengan cemilan ditangannya
"loh kapan kalian pulang ?"tanya Ayumi pada kedua sahabatnya itu
"sudah sedari tadi sayangchu,kamu itu sibuk sama pasien mu
Akhirnya profesimu sebagai diokter terbaik dulu kini berguna lagi" ujar Fatiyah yang terus mengunyah cemilannya
"saya kan nggak keterima kerja disini dari pada nganggur mending jadi pedagang
dapat duit juga kan"ujar Ayumi dan ikut duduk bersama sahabatnya itu
"ngomong-ngomong kamu ngak ke toko ?"tanya Aurel
"mau,ketoko yuk bantuin jualan online " ujar Ayumi mengajak kedua sahabatnya
"emangnya kamu mau jualan online ?"tanya Fatiyah
"sudah dari kemarin sayangchu jualannya, kalian tau nggak pasti kalian nggak tau kan!"ujar Ayumi
"ya nggak tau lah bege kamu kan belum kasi tau" ujar Fatiyah memutar malas bola matanya
"hehehe makanya saya mau kasi tau, dengar ya baik-baik dan simak ucapanku dengan hikmat jangan sampai kalian tidak mengerti " ujar Ayumi dengan wajah serius membuat kedua sahabatnya itu jadi tegang dan terus memperlihatkan Ayumi
ingin rasanya Ayumi Tertawa kencang melihat ekspresi wajah sahabat-sahabatnya itu
namun sebisa mungkin Ayumi menaham rasa geli dihatinya
"kalian tau nggak kemarin itu waktu kami diruko..."ujar Ayumi dengan mimik wajah seolah-olah terjadi hal-hal yang horor membuat kedua sahabatnya begitu serius memperhatikannya
"kami berhasil menjual pakaian sebanyak 115 picis baju mulai dari baju anak-anak sampai baju orang dewasa hahahaha "ujar ayumi dengan gaya centilnya dan tertawa terbahak bahak membuat kedua sahabatnya membuang nafas panjang karena mereka menyangka telah terjadi sesuatu
"saya fikir kamu itu diganggu makhluk astral saat diruko, tapi Alhamdulillah penjualan pertama sudah pecah banyak
yeeeeeeiiiii ....... selamat ya sayangchu...kamu memang hebat masalah penjualan " ujar Aurel
"eh jangan salah neng bukan saya yang menjual tapi Arumi dan Nana sedangkan saya cuma jadi model dadakan mereka dan mereka jug yang jadi kurir,hebatkan mereka berdua "ujar Ayumi dengan bangganya
Nana yang hendak mendekati mereka berhenti saat mendengar ucapan Ayumi,Nana merasa terharu karena Ayumi selalu menghargai hasil kerjanya walaupun itu hanya pekerjaan kecil
"Mbak kita jadi ketoko nggak ?" ucap Nana mendekati mereka bertiga
"jadi dong, kalian berdua mau ikut nggak ?" tanya Ayumi pada dua sahabatnya
"maulah,yok berangkat sekarang " ujar Aurel dan mereka pun berangkat ketoko menggunakan mobil Aurel