
setelah melihat keadaan ibunya dikamar tamu bima menelpon azlan dan meminta alamat Ayahnya bersama istri keduanya
Azlan yang tidak tau permasalahan yang terjadi segera mengirimkan alamat tempat tinggal pak Wijaya dan siska
tanpa mengulur waktu bima meminta pinjam mobil pada arumi kakak iparnya itu dengan alasan ingin jalan-jalan untuk mendinginkan kepalanya yang seharian ini tegang karena emosi
dan Arumi tidak menaruh curiga sedikitpun
setelah sampai ditempat tujuannya bima berdecak kesal karena ternyata ayahnya telah memberikan sebuah villa dan dijadikannya tempat tinggal bersama istri keduanya
bima juga melihat ada sebuah mini market disamping villa tempat tinggal pak Wijaya
tanpa menunggu lama bima menuju pagar dan menekan bel yang ada disana
tak berselang lama seorang pria keluar menemuinya
"maaf mas cari siapa ya?" tanya pria itu
"saya cari pak Wijaya " jawab bima
"oh oak Wijaya,dan sekali lagi maaf mas kalau boleh tau Mas ini siapa ya!?" tanya pria itu lagi
"saya bima pak, tolong sampaikan pada pak Wijaya jika bima ingin bertemu " jawab bima
"kalau begitu mas tunggu sebentar ya"ucap Pria itu,bima hanya mengangguk
pria itu pun langsung berlari masuk kedalam,bima berdiri di depan gerbang dengan berkacak pinggang
"kata ibu bapak sedang mandi dan mas bisa menunggu didalam " jawab pria itu membukakan pintu gerbang dengan lebar
bima masuk kedalam mobil Arumi dan memasukkannya kedalam pekarangan villa pak Wijaya
setelah terparkir dengan baik bima turun dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam rumah di ikuti oleh pria itu
"mari mas silahkan masuk dan duduk dulu"ucap pria itu dan diyakini oleh bima pria itu tukang kebu dan sekaligus security
"iya pak terima kasih saya duduk diluar saja sepertinya udaranya sangat sejuk duduk disini jawab bima sopan
"kalau begitu mas Duduk dulu ya menunggu pak Wijaya"ucap pria itu
"oha iya pak...." ucapan bima terhenti
"saya Danu mas" jawab pak danu
"oh iya pak Danu sekali lagi terimakasih banyak "Ucap Bima
"iya mas sama-sama,kalau begitu saya tinggal dulu saya mau selesaikan pekerjaan saya dulu "ucap pak Danu membungkukkan badannya dihadapan bima
"iya pak silahkan " jawab bima
sepeninggal pak Danu bima mengambil ponselnya dan memainkannya untuk mengusir rasa jenuhnya
"Dasar orang tua tidak tau malu,apa sih yang dilakukannya sampai lama begitu atau papa sengaja tidak mau menemui saya !! cih dasar tidak tau malu "gumam Bima pelan
tak berselang beberapa lama ada seorang asisten Art Datang membawa secangkir kopi dan beberapa cemilan
"silahkan mas kopi dan cemilannya " jawab wanita mu itu
"makasih bik, apakah bapak belum selesai !?" tanya Bima sudah gelisah
"maaf suami saya sedang sholat mas"ucap Siska tiba-tiba sudah berada dibelakang bima dan bima menolehkan kepalanya karena suara perempuan itu sepertinya tidak asing ditelinga nya
"siska"
"Bima"
mereka berdua terkejut dan saling tunjung menunjuk saat menyebutkan nama orang yang berada dihadapannya
"jadi kamu wanita simpanan tua b*ngk* itu !?" ucap bima dengan senyuman sinisnya
"cih ternyata kamu murahan juga ya lebih memilih pria tua yang sudah punya istri dan anak!! saya fikir selama ini saya berfikir kanu itu perempuan baik ternyata tak lebih dari seorang simpanan
oh sekarang saya tau alasan kamu memutuskan hubungan kita ,apa karena saya dulu tidak punya banyak uang dan kamu memilih menggoda pria tua bau tanah untuk kau rayu !?" tanya bima sangat kesal karena mantan kekasihnya sendiri yang menjadi duri dalam rumah tangga kedua orang tuanya
"tidak seperti itu bim kamu salah paham saya.... " ucap Siska
"sudahlah semua tidak perlu lagi dijelaskan lagia saya juga tidak butuh penjelasanmu semua sudah sangat jelas
saya juga sudah punya anak dan istri p yang sangat saya cintai karena tentunya istriku yang sekarang menerima saya apa adanya "ucap Bima menyindir siska
"Bima kamu disini nak!?" ucap pak Wijaya saat sudah berada didekat mereka berdua
sedangkan siska terus menahan tangisnya agar tidak pecah
"sis kenalin ini putra keduaku bima "ucap pak Wijaya memperkenalkan bima oada istri keduanya itu
degg
"kalian memang cocok yang satu pengecut dan penghianat dan yang satunya lagi penghianat dan murahan " ucap bima san Siska hanya menunduk tak bisa berkata apa-apa lagi
"bima jaga ucapanmu biar pun kalian ini seumuran tapi dia tetap istri papa" ucap pak Wijaya suaranya terdengar bergetar karena menahan marahnya
"cek, saya minta sama kamu segera ceraikan ibuku tuan Wijaya Kusuma karena saya tidak akan pernah rela memiliki ibu sambung wanita murahan sepertinya " ucap bima menunjuk wajah Siska
plak
"jaga sopan santunmu Bima " Pak Wijaya melayangkan tamparannya pada putranya itu
"papa menamparku hanya karena perempuan itu!?" tanya bima tak percaya karena sampai sebesar itu pak Wijaya tidak pernah memukul Putra-putranya
ini kali pertamanya pak Wijaya menampar putra keduanya
"Oke baiklah dan saya akan menyesali perbuatannu ini tuan Wijaya dan berbahagialah kalian diatas penderitaan mamaku dan kau ingat satu hal suatu hari nanti jika tua b*ngk* itu sudah bosan padamu dia akan mencari pelampiasan lain
karena selingkuh itu adalah penyakit jika sudah pernah merasakannya pasti akanmengulanginya lagi
dan saat itu terjadi kepadamu atau pun keturunanmu merasakan bagaimana sakitnya di khianati"ucap Bima pada siska
siska sudah terisak-isak dan memegang perutnya yang tiba-tiba Terasa sakit
"cukup bima cukup " teriak pak Wijaya dan bima hanya tersenyum sinis
"mas" ucap Siska memegang lengan suaminya
"sayang kamu kenapa !?" tanya pak Wijaya panik melihat istrinya kesakitan
"sakit mas perutku rasanya sangat sakit " ucap siska terbata-bata karena rasa sakit diperutnya
"cuih memuakkan " ucap bima membuang ludahnya kearah samping
"pak danu siapkan mobil,kita akan mengantarkan ibu kerumah sakit " teriak paj Wijaya panik pak Wijaya tak sengaja menoleh kearah Bima bertepatan saat bima tersenyum devil menatap mereka sari kejauhan
"jika terjadi sesuatu pada putra dan istriku saya akan membuatmu tak bisa berjalan "ucap pak Wijaya mengancam bima
"cih lakukan saja saya menunggumu tuan Wijaya Kusuma yang terhormat dan saat itu terjadi kau bukan lagi suami dari ibuku"ucap bima balik mengancam
hingga terdengar suara teriakan Siska yang saat itu juga akan melahirkan
"ingat itu ya saya tidak main-main dengan ucapanku" ucap pak Wijaya
"lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan tuan saya menunggu hari itu tiba" jawab bima
pak Wijaya tak lagi meladeni bima dan segera naik keatas mobil yang dikemudikan oleh sopir pribadinya
"sabar ya sayang,kita akan segera kerumah sakit bertahan ya sayang demi anak-anak kita ucap pak Wijaya panik