Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 36



Hari ini Icha tiba-tiba demam tinggi lagi setelah beberapa lama setelah mendapatkan perawatan dari Ayumi


Bu Hanim menyarankan untuk membawa icha ke klinik milik Ayumi,tanpa berfikir panjang Riki segara menggendong putrinya itu dan berlari keluar dari dalam rumah dan Icha dalam gendongannya


tak butuh waktu lama Riki telah sampai di depan rumah Ayumi karena langkanya yang panjang dan tubuh kecil Arisha tidak menyulitkannya, Bu Hanim menyusul mereka dengan berboncengan dengan Rana


kebetulan pak Dirman sedang membersihkan taman bunga milik Bu Ayudia


"Assalamualaikum pak "ujar Riki


saat berdiri diluar pagar


"waalaikumsalam,ada yang bisa bantu mas?"tanya pak Dirman


"apa Bu dokter ada pak?" ujar Riki bertanya kepada pak Dirman


"oh bu dokter semua ada dipuskesmas biasanya mereka pulang saat malam hari mas" Jawab pak Dirman


"oh begitu ya pak ?! kalau begitu saya pamit pulang dulu mau antar anak saya lagi sakit"jawab pak Dirman


"iya mas, semoga anaknya cepat sembuh"ujar pak Dirman


"iya pak terima kasih " ujar Riki


"ma,mama bawa pulang icha ya saya akan nyusul setelah itu kita bawa ke puskesmas " ujar Riki lagi


"iya Rik,Sini icha biar mama gendong "ucap Bu Hanim


"Ran,kamu bonceng mama ya" ujar Riki pada Rana adiknya


"iya mas,ayo ma kita kita pulang"ujar Rana pada mamanya


Rana Kini membonceng mamanya pulang dan icha dalam gendongannya


sedangkan Riki berjalan cepat bahkan berlari kecil untuk bisa Segera sampai kerumahnya


setelah Riki sampai Rana dan Bu Hanim sudah duduk diatas mobil milik Riki dan siap untuk berangkat karena panas badan Arisha semakin tinggi mereka takut Arisha mengalami kejang -kejang seperti tempo hari


Riki juga langsung naik keatas mobilnya menyalakan mesinnya dan segera menjalankan mobilnya menuju puskesmas


beruntungnya jalanan sedang sepi karena belum jam pulang kerja


sesampainya dipuskesmas Riki, Rana dan Bu Hanim segera turun dari mobil


Riki mengambil putrinya dari gendongan ibunya dan membawanya masuk kedalam puskesmas


"suster tolong anak saya" ujar Riki panik


suster yang sedang tugas berjaga segera mendekati Riki meminta Riki menidurkan Arisha dibrankar pasien dan mendorongnya masuk ke UGD


Riki,bu jl Hamim dan Rana mengikuti langkah suster itu


Dokter jaga yang ada di dalam ruangan itu adalah Aurel


"dok anak ini badannya panas sekali "ujar suster yang membantu Riki tadi


"oh ..biar saya periksa dulu "ujar Aurel dan mulai memeriksa kondisi Icha


Bi Hanim sudah berderai air mata melihat cucu kesayangannya terbaring lemah


"bagaimana dok kondisi anak saya?" tanya Raka pada Aurel


"Bapak jangan khawatir ya,kami pasti melakukan yang terbaik untuk Putri Anda tapi saat ini kami akan melakukan pengambilan simpel darahnya "ujar Aurel menjelaskan


"iya dok" Jawab Riki


"Bunda,tenapa Bunda indat bau tindal zama icha, Icha tan indat natal bunda hiks hiks hiks hiks " igau Arisha dan itu mampu membuat Ayah,nenek dan aunty nya menangis


"sepertinya putri anda sangat merindukan Bundanya,kalau bisa datangkan saja dulu mantan istri bapak kesini supaya bisa membantu putri anda biar bisa cepat sembuh, kasihan anak bapak jika karena keegoisan orang tuanya anak-anak pasti yang akan jadi korban "ujar Aurel panjang lebar


"bagaimana caranya dok agar saya bisa mendatangkan istri ku sedangkan istriku telah kembali kepemiliknya" ujar Riki berusaha meluruskan kesalah pahaman itu


"kan bisa minta tolong mas sama yang punya kalau mas meminta mantan istri mas untuk sementara waktu menjaga putrinya sendiri biar putrinya bisa lekas sembuh " ujar Aurel


"Bagaimana caranya menantuku bisa datang menjaga putrinya dok sedangkan dia sudah meninggal dunia " ujar Bu Hanim dengan lelehan air matanya membasahi wajah tuanya


"oh maafkan saya,mas Bu maaf kan saya


saya tidak bermaksud membuka luka lama kalian saya sama sekali tidak tau sekali lagi maafkan saya " ujar Aurel kikuk karena merasa bersalah dan tidak enak hati


"sabar pak simpel Darahnya sudah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa supaya kami bisa memberikan penanganan yang tepat setelah mengetahui apa penyakitnya yang sebenarnya


Aurel sudah menyuruh suster mamesangkan infus dan obat agar Arisha bisa tidur tenang


"terima kasih banyak dok


atas bantuannya "ujar Bu Hanim


"iya bu sama-sama,kalau begitu saya tinggal sebentar ya bu"ujar Aurel


"iya dok sekali lagi terimakasih ya" ujar Bu Hanim


"sus,saya bisa nanya?"ujar Riki menahan suster yang merawat putrinya saat akan keluar dari ruangan


"iya pak mau nya apa?" tanya suster itu dengan Ramah


"begini sus apakah dokter Ayumi masuk kerja sus?" ujar Riki pada suster itu


"oh dokter Ayumi?! kalau dokter Ayumi sekarang di pindah tugaskan ke kota X "ujar suster itu


"oh begitu ya sus?" ujar Riki ada raut kecewa di wajahnya


"iya pak, kalau begitu saya permisi pak " ujar suster itu


"iya sus, terimakasih banyak " ujar Riki lagi


"iya pak sama-sama " ujar suster itu


"ternyata benar dugaanku, ternyata dokter Ayumi sudah dipindahkan " ujar Riki dalam hatinya merasa kecewa karena tidak bisa bertemu dengannya


Tanpa Riki ketahui bahwa Dokter Ayumi yang dimaksudkan oleh suster itu bukan Ayumi yang dicarinya melainkan Dokter lain yang kebetulan namanya sama


sedangkan di Ruko Ayumi dia sangat sibuk karena permintaan pelanggan semakin meningkat baik secara Online maupun para pelanggan yang datang secara Langsung


Ayumi juga banyak pesanan Desainnya dari pakaian seragam sekolah, kantoran ataupun acara pesta hajatan


Ayumi kini menambah karyawannya dibagian pemotongan bahanl,gunting pola maupun dibagian jahit


Banyak dari orang-orang kampung sebelah yang datang untuk meminta Ayumi membuatkan mereka baju


Bahkan Ayumi sering nginap dirukonya hanya untuk menyelesaikan pesanan orang-orang


tok tok tok


"iya Na tunggu "itu ujar Ayumi dari dalam ruangannya yang berada dilantai dua bersama dengan ruangan dimana Nana dan tim promosinya sering melakukan live yang berada didepan ruang kerja Ayumi


Ayumi membuka pintu ruangannya dan keluar menemui Nana


"mbak,ini pesanan mbak "ujar Nana menyodorkan kotak nasi pesanan Ayumi


"oh terimakasih ya Na"ujar Ayumi lalu menerima kotak yang diberikan oleh Nana


"kamu sendiri sudah makan Na?"tanya Ayumi pada Asisten rasa saudaranya itu


"sudah mbak tadi bareng anak-anak "jawab Nana cepat


"oh,ya sudah kalau begitu mbak makan dulu ya soalnya sudah laper banget "ujar Ayumi memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi


"iya mbak silahkan,saya lanjut live ya mbak ?!" ujar Nana


"iya Na, sukses ya live nya "ujar Ayumi tersenyum manis pada Nana


"oke mbak, tapi nanti ada bonus dong ya?!" ujar Nana bercanda


"ada dong Na, kamu tenang aja bulan ini kalian semua dapat bonus " ujar Ayumi sehingga membuat Nana dan tim live nya bersorak kegirangan


"beneran mbak ?!" ujar mereka


"kapan saya nggak nepatin janji apa lagi kerja kalian sekarang makin top Marko top "ujar Ayumi menaikkan jari jempolnya


"Alhamdulillah, terimakasih banyak ya Allah"ucap mereka berucap syukur


"terimakasih ya mbak sebelumnya " ujar mereka semua pada Ayumi


"iya sama-sama,kalau begitu saya makan dulu ya soalnya sudah laper "ujar Ayumi lalu membalikkan badannya masuk kembali kedalam ruangannya