
"sama-sama mbak,kalau begitu kami pamit dulu, Assalamualaikum " ujar jaka dan di ikuti oleh yang lain
"iya Bang hati-hati,salam buat keluarga di rumah waalaikumsalam " jawab Ayumi, Arumi dan Nana
Mereka bertiga bergegas masuk kedalam rumah karena waktu magrib sebentar lagi
setelah membersihkan diri mereka tak berselang lama waktu magrib berkumandang
Ayumi segera melaksanakan kewajibannya sebagai ummat muslim
setelah sholat Maghrib Ayumi turun menuju dapur disana sudah ada bik Ijah dan nana sedang menata makanan dimeja
"Adakah yang bisa saya bantu ?" tanya Ayumi bercanda
"Ada dong mbak, bantuan Mbak ini sangat dibutuhkan "ujar Nana menimpali candaan Ayumi
bik ijah hanya tersenyum mendengar ucapan mereka berdua
"Bantuan apakah itu ? tanya Dora " ujar Ayumi tertawa kecil
"kamu nanya,kamu bertanya tanya baiklah kalau begitu saya akan menjawabnya " ujar Nana cekikikan
begitu pula Ayumi ikut tertawa
belum sempat Nana menjawab Arumi datang dan langsung duduk membalikkan piringnya dan hendak mengambil makanan
"baca doa dulu Rum"ujar Ayumi
dan sudah lupa dengan pembahasannya dengan Nana
"hehehe iya mbak, soalnya lapar banget "jawab Ayumi
"Na, Aurel sama Fatiyah belum pulang ?"tanya Ayumi pada Nana
"tadi kak Aul nelpon katanya malam ini lembur soalnya dia dan kak tiyah harus menggantkan dokter Riska dan Dokter Erik"ujar Arumi
"oh begitu ya, ya sudah Ayo lanjut makan "ujar Ayumi dan semua pun makan
setelah makan malam Ayumi memilih duduk di depan rumah, Ayumi duduk di kursi teras
Nana keluar membawa nampan berisi teh hangat dan cemilan
mereka berdua duduk dan bercengkrama sambil bercerita dan bercanda
"Alhamdulillah ya mbak,hari pertama kita jualan online sudah banyak pembeli" ujar Nana
"iya Alhamdulillah,semoga kedepannya lebih banyak lagi,oh iya na bagaimana pendapat kamu kalau bang jaka kita minta jadi kurir aja jadi ongkirnya kita kasi kebang jaka " ujar Ayumi menanyakan pendapat Nana
"bagus juga sih mbak jadi saya bisa standby terus di ruko untuk melakukan live jadi penjualan nggak mesti dipending-pending tapi apa bang Jaka mau mbak trus kalau semua ongkir kita kasi ke kurir kita keuntungannya apa mbak?"ujar Nana
"disetiap satu potong pakaian itu kita sudah dapat keuntungan na, jadi biarpun ongkir kita kasi ke kurir kita tidak bakal rugi"ujar Ayumi
"oh gitu ya mbak,saya belum begitu paham sih maklum baru didunia perjual belian hahahha"ujar nana tertawa sendiri
"gayamu Na, kayak apa saja pakai bahasa perjual belian "ujar ayumi tersenyum
"ya benar kan mbak,kita yang jual mereka yang beli" ujar nana lagi tidak mau kalah
"seterahmu Na" ujar Ayumi
"terserah mbak bukan seterah bisa-bisa kalau salah ucap jadinya seteres" ucap Nana
"ya kamu seteres lama-lama
hahahahaha"ujar Ayumi dan tertawa terbahak bahak
"Mbak besok kita live lgi?" tanya Nana
"iya lah Na, kita cari pembeli melalui sosial media dulu jadi pas toko buka kita sudah punya pembeli tetap " ujar Agus tersenyum
"benar juga mbak,jadi kita nggak repot-repot lagi promosi " ucap Nana ikut tersenyum
"Nah itu tau,pinter banget sih kamu,anak siapa sih ini kok pinter banget ?" ujar Ayumi lalu menguyel-uyel pipi Nana
"ihhh..... Mbak Ayumi KDRT "teriak Nana mencoba menepis tangan Ayumi diwajahnya
"Masa KDRT sih na, memangnya saya apaan,ih...... nggak Sudi gelai " ujar Ayumi menirukan gaya bicara lebay yang biasa dilihatnya ditok tok
"aku jhijik mbak......akhyu jhijik " ucap Nana lebay dengan gaya yang di buat-buat
"hahahaha hahahaha " mereka berdua tertawa terbahak-bahak
"khuk huk huk" suara Nana terbatuk-batuk
"kamu kenapa Na" ujar Ayumi menepuk pelan punggung Nana
"kesedak nyamuk mbak,ueeek" jawab Nana membuat Ayumi tidak bisa menahan tawanya
Ayumi menutup mulutnya saat tertawa dia tidak ingin seperti Nana
"hahahaha, makanya Na kalau ketawa itu mulutnya jangan dibuka lebar-lebar hahahaha" ujar Ayumi disela sela tawanya
Ayumi memegang perutnya karena sakit terlalu banyak tertawa
"tertawalah mbak diatas deritaku
"Assalamualaikum "
Assalamualaikum "
sedang Asyik bercanda Ayumi dan Nana mendengar suara laki-laki dan perempuan mengucapkan salam
"Waalaikumsalam " jawab Ayumi dan Nana bersamaan
Nana beranjak dari duduknya untuk melihat tamu yang datang
"assalamualaikum mbak " ucap seorang wanita paruh baya
"waalaikumsalam buk,ada apa ya buk?" tanya Nina saat pintu pagar sudah terbuka
Belum sempat ibu itu menjawab pertanyaan Nana seorang laki-laki yang sedang menggendong anak kecil perempuan menyerobot masuk kedalam dan menuju klinik
"mbak tolong mbak panggilkan dokter, cepat mbak tolong ponakan saya "ujar pria itu
"mbak Ayumi,ada pasien " teriak Nana ikut panik
"kok Ayumi bukannya Ayudia ?"ujar ibu itu bingung
belum sempat Nana menjawab pertanyaan ibu itu Ayumi sudah ada didekat mereka
"ini anaknya kenapa pak?"Tanya Ayumi
"ponakan saya tiba-tiba kejang-kejang mbak " ujar Rafa panik
"Nana,kok bengong itu pintu klinik kenapa belum dibuka " ujar Ayumi
"eh iya maaf" ujar Nana dan berlalu mengambil kunci klinik ditempat biasa bu Ayudia menyimpannya
"Ayo pak Ponakannya dibaringkan iditempat tidur " ujar Ayumi
pria itu pun membaringkan tubuh kecil Ponakannya
Ayumi segera memiringkan tubuh anak itu agar nantinya tidak tersedak oleh liurnya ataupun muntahannya
"usianya berapa tahun ya pak?"tanya Ayumi
"usianya baru 2 tahun "ujar pria itu
" demamnya tinggi sekali ya,sudah berapa hari Demam seperti ini pak?" ujar Ayumi
"Demamnya baru pagi tadi tapi setelah magrib demamnya makin tinggi " ucap ibu yang menurut Ayumi itu adalah neneknya
"oh.... apakah sudah diberikan obat demam bu?" ujar Ayumi lagi
"Belum nak, soalnya stok obat demam dirumah habis dan saya juga hanya berdua karena ayah dan yang lainnya pada kerja tapi saya kompres terus Hingga demamnya sedikit turun "ujar ibu itu
"oh begitu ya bu" ujar Ayumi
"iya nak" jawab nenek anak itu
Ayumi lalu memasangkan infus ditangan anak itu agar tubuhnya tidak dehidrasi dan menurunkan demamnya
Ayumi juga memberikan obat anti kejang kepada anak itu
anak itu tak lagi mengalami kejang-kejang dan suhu tubuhnya berangsur-angsur membaik
Namun anak itu sering mengigau
"Dunda icha Au itut,anan tindal-tindal icha ladhi" ucap anak itu dalam ingauannya
"maaf kalau boleh tau bunda anak ini kemana ya?" tanya Ayumi
"bundanya sudah meninggal saat melahirkannya " ucap ibu itu sendu
"Innalilahi wa innailaihi rojiun, maaf saya tidak tahu "ujar Ayumi merasa bersalah
"tidak apa-apa nak,oh iya kalau boleh tau nama kamu siapa nak?"tanya ibu itu dengan lembut kepada Ayumi
"oh iya,nama saya Ayumi bu" ujar Ayumi mengenalkan namanya
"kalau nama ibu Hanin dan yang itu putraku Rafa sedangkan yang si kecil itu cucu saya anak dari kakaknya Rafa namanya Arisha biasa kami panggil Icha "ujar bu Hanin pada Ayumi, Ayumi hanya mengangguk anggukkan kepalanya
"oh jadi mas ini bukan ayahnya adek ini?" ujar Ayumi menunjuk Rafa
"bukan mbak saya masih bujang tapi belum lapuk loh" ujar Rafa sedikit bercanda
"oh....lapuk juga nggak apa-apa mas! hahahhahah "ujar Ayumi menimpali ucapan Rafa dengan candaan juga
Ayumi kembali memeriksa kondisi Icha dan memeriksa suhu tubuhnya
"Alhamdulillah,demamnya sudah turun " ujar Ayumi
"oh iya bu, maaf sebelumnya kalau beloh tau apakah dalam keluarga ibu atau dari keluarga bunda dari icha ada yang pernah menderita Epilepsi ? dan apakah icha jika demam akan mengalami kejang seperti tadi?"tanya Ayumi pelana agar mereka tidak tersinggung
"tidak ada nak Ayumi dikeluarga kami atau pun ibunya tidak ada yang pernah Epilepsi,ini juga kali pertama icha kejang seperti ini" jawab Bu Hanim
"oh kalau begitu ini hanya demam biasa atau mungkin kangen Bundanya "ujar Ayumi