
Setelah puas berkeliling dan minum teh di gazebo taman mereka kembali masuk kedalam rumah karena waktu sudah menjelang magrib
setelah sholat Maghrib berjamaah di musholla didekat taman belakang rumah Ayumi mengajak mereka untuk makan malam diluar
"kita makan di luar ya, sekalian jalan-jalan "ujar Ayumi
"iya mbak, kalau begitu kami siap-siap dulu"ujar Nana
"iya saya juga mau siap-siap "ujar Ayumi lalu naik ke kamarnya
setelah semua selesai bersiap -siap mereka segera berangkat ke restoran yang dimaksudkan oleh Ayumi yaitu restoran pertama milik mereka bertiga Fatiyah, Aurel dan dirinya sendiri mereka bekerja sama membangun restoran besar itu "Restoran ThuAF"
Ayumi sengaja ingin makan disana sekalian mengontrol kinerja karyawannya disana
kini mereka telah tiba diparkiran Restoran ThuAF
lagi-lagi mereka bertiga menganga melihat sebuah restoran besar didepan mereka
mereka tidak pernah menyangka mereka akan makan malam disebuah restoran besar seperti itu biasanya mereka makan di warung makan pinggir jalan
"Ayo masuk "ajak Ayumi pada mereka
"selamat malam mbak " sapa salah seorang pelayan yang bertugas berdiri didepan pintu untuk menyambut para pengunjung yang datang untuk makan ditempat itu
setiap stegah jam mereka akan bergantian berdiri dipintu menyambut para pengunjung
"selamat malam,apakah masih ada meja yang kosong?" tanya Ayumi pada pelayan itu
"ada mbak tapi apa mbak berneran mau makan di restoran ini?"tanya pelayan itu pada Ayumi dan menelisik cara berpakaian Ayumi dan yang lainnya yang terlihat sangat sederhana
"iya benar kami akan makan disini, memangnya kenapa ?" tanya Ayumi kesal melihat ada salah satu karyawannya yang bersifat seperti ini menilai seseorang dengan penampilannya
"ya tidak apa-apa sih mbak saya cuma tidak mau saja setelah mbak makan bersama keluarga mbak trus pura-pura memberikan alasan karena tidak punya uang"ujar pelayan wanita itu pada Ayumi dan itu membuat Ayumi semakin kesal
"oh jadi begini cara kalian melayani pengunjung? hanya karena penampilan kami yang sederhana kalian ingin menghina kami!" ujar Ayumi dengan suara tegas dan dingin
"ya siapa tau aja mbak" ujar pelayan itu lagi mencibir
"ada apa Nola?" tanya seorang pelayan pria mendekati mereka yang sedang berdebat
"saya tadi bertanya padabak ini,saya bilang benar kah mbak mau makan disini ? tapi mbaknya malah ngegas"ujar pelayan yang bernama Nola itu
"sepertinya pelayan ini karyawan baru "ujar Ayumi dalam hati
"kamu tidak bisa seperti itu jangan suka meremehkan orang lain jangan sampai pak Agung tau kamu bisa dipecat "ujar karyawan Ayumi yang di nametag nya tertulis dengan nama Gina
"mari mbak silahkan, maafkan teman saya" ujar gina mempersilahkan Ayumi dan yang lainnya untuk masuk kedalam restoran dan membawa mereka ke meja yang kosong
"terimakasih ya mbak Gina"ujar Ayumi
"iya mbak sama-sama "ujar gina pada Ayumi
"oh iya mbak Gina teman mbak tadi anak baru ya,trus namanya siapa?" tanya Ayumi
"oh yang tadi itu nama Nita mbak dia anak baru,kalau tidak salah baru bekerja sekitar tiga atau empat bulanan mbak saya juga kurang akrab soalnya baru kali ini kami satu shift "ujar gina
"oh begitu ya,sekali lagi terimakasih ya " ujar Ayumi
"iya mbak sama-sama,oh iya mbak mas nya mau pesan apa?"ujar gina sambil menyerahkan buku menu kepada Ayumi
"kalian mau pesan apa? ujar Ayumi kepada ketiga temannya itu sambil menyodorkan buku menu yang diberikan gina tadi
"saya yang ini saja Mbak "ujar nana Denis dan pak Karim pun hanya menunjuk satu macam makanan saja karena melihat harganya yang sedikit mahal
"loh kok cuman itu saja apa bisa kenyang ?" tanya Ayumi pada mereka
mewakili kedua temannya, Nana yang biasanya ceplas-ceplos pada Ayumi kini sedikit merasa canggung karena dia tidak menyangka bahwa Ayumi yang dianggap seperti kakaknya sendiri ternyata orang yang sangat kaya
"oh ya sudah,kalau begitu saya pesan yang ini,ini,ini,dan ini ya mbak oh iya ini juga sekalian minumnya kl saya yg ini saja kalian mau apa?"ujar Ayumi menunjuk semua pesanannya dan lembali bertanya kepada nana Denis dan pak Karim
"kalo saya cappucino aja Mbak"ujar Denis
"saya samakan saja sama denis mbak"ujar pak Karim
"kalau saya jus jeruk aja mbak " ujar nana pada gina
setelah gina selesai mencatat semua pesanan Ayumi dan yang lainnya dia pun berpamitan
"oh oke mbak,tunggu sebentar ya
saya pamit dulu"ujar Gina
"iya mbak Gina" ujar Ayumi
saat akan melangkah Nita berdiri disampingnya dan berkata sangat tidak mengenakkan hati
Ayumi dan yang lainnya masih bisa mendengar ucapan Nita
"banyak juga ya pesanan mereka, tidak takut kamu kalau mereka tidak bisa bayar tagihannya
tanggung sendiri ya kalau sampai itu terjadi dan gaji kamu yang tidak seberapa itu akan dipotong "ujar Nita sinis
Gina yang merasa tidak enak hati menoleh kepada Ayumi dan tersenyum seolah-olah meminta maaf atas perkataan rekan kerjanya itu ,Ayumi yang Langsung paham dengan yang dimaksudkan oleh Gina hanya mengangguk dan membalas senyuman Gina dan mengatakan tidak Apa-apa dengan gerakan bibir saja
Gina menarik lengan Nita kedalam
"apaan sih kamu,main narik-narik orang saja seenaknya "ujar Nita kesal
"kamu yang apa-apaan,main menghina orang seenaknya,coba kalau kamu yang digituin pasti akan merasa tidak enak hati kan?!"ujar gina mencoba memperingatkan rekan kerjanya itu
"ya nggak bakalan lah,saya kan nggak akan pernah mau makan di restoran besar seperti ini karena saya itu sadar diri nggak kayak mereka sok-sokan makan ditempat mahal butut- bututnya mereka akan bikin malu diri sendiri "ujar nita yang masih saja kekeh menganggap bahwa dirinya benar
"ya terserah kamu aja, yang pastinya saya sudah memperingatkanmu,dan semoga saja pak Agung tidak tau" ujar Gina kesal
"ya kalau pak Agung tau, berarti kamu yang ember "ujar Nita semakin kesal
"bukan hanya saya yang melihat tingkahmu Nita tapi banyak anak-anak yang lain yang lihat "ujar Gina yang kini benar-benar emosi, sedangkan Nita pergi begitu saja meninggalkan Gina yang masih emosi
"Sudah Gin, nggak usah diladeni Nita memang seperti itu bukan hanya kamu yang sering menegurnya kak Dewi pun pernah menegurnya tapi adia tidak berubah "ujar Selfi menenangkan Gina
"iya makasih ya Fi"ujar Gina pada Selfi
"sama-sama Gin,sana bawa pesanan orang nanti kamu kena teguran juga karena pengunjung komplain karena pesanan mereka lama datang " ujar Selfi mengingatkan Gina
"oh iya, astaghfirullah ini semua gara-gara si Nita
untung kamu ingat kan
makasih ya" Gina mengomel panjang pendek karena masih merasa emosi
"hehehe iya sama-sama, dari tadi makasih terus
kembali kasih neng Gina hehehe "jawab Selfi terkekeh dan itu membuat Gina kembali tersenyum
"maaf mbak lama tadi ada sedikit masalah dibelakang jadi saya agak lama "ujar Gina merasa tidak enak hati pada Ayumi karena terlambat mengantarkan pesanannya
"iya Mbak Gina tidak apa-apa "ujar Ayumi