Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
bab 105



satria yang kini sudah sampai di rumahnya dan istri cantiknya sudah menunggunya didepan rumahnya


"Assalamualaikum sayang,kok


nunggu mas diluar "ucap satria mengelus lengan istrinya


"waalaikumsalam mas, nggak sabar aja mau ketemu sama mas kangen "ucap Aurel manja


dan bergelayut di lengan kekar suaminya


"mas juga kangen sayang "jawab satria mengelus tangan istrinya yang melingkar di lengannya


"mas sudah makan?"tanya Aurel pada suaminya itu


"sudah Sayang tadi sempat singgah makan dijalan Bareng umah dan Arumi "jawab satria


dan mereka berjalan kelantai dua dimana kamar mereka berada


"oh ya sudah mas bersih-bersih dulu ya, biar saya siapkan dulu air hangatnya untuk mas"ucap Aurel saat mereka sudah berada di dalam kamarnya


Aurel melepaskan tangannya dari lengan sang suami lalu beranjak masuk kedalam kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk suami tercintanya


"sudah selesai mas,mas bersih-bersih aja dulu "ucap Aurel saat keluar dari kamar mandi yang berada di dalam kamar mereka


"iya sayang, makasih ya"ucap satria mengecup pipi istrinya sekilas


"iya mas sama-sama "jawab Aurel


satria masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa gerah


satria pun menyempatkan berendam dalam bathtub karena tubuhnya terasa pegal-pegal setelah melakukan perjalanan jauh


setelah merasa tubuhnya sudah kembali segar satria mengakhiri acara mandinya dan keluar kekamarnya


satria tersenyum melihat istrinya yang kini sudah terlelap karena lama menunggunya mandi


satria melihat istri cantiknya itu menyiapkan pakaian tidur untuknya


satria segera mengenakan pakaiannya lalu naik ketempat tidur menyusul sang istri


"maaf kan mas sayang,kamu pasti lelah seharian bekerja walaupun begitu kamu tetap melayani mas dengan baik


semoga kita selalu seperti ini sampai maut memisahkan aamiin "ucap satria lalu memeluk tubuh istrinya dan ikut terlelap


subuh menjelang satria bangun terlebih dahulu dari istrinya


"sayang bangun Sudah subuh kita sholat dulu yuk"ucap satria mengelus kepala istrinya dengan lembut


Aurel menggeliat dan mengerjap-ngerjapkan mata indahnya


Aurel tersenyum melihat wajah tampan suaminya yang sudah terlihat rapi dan segar dengan balutan baju kokonya


assalamualaikum bidadari surgaku "ucap satria mengecup kening istrinya itu


"waalaikumsalam salam imamku"jawab Aurel


"bersih-bersih dulu sayang setelah itu kita sholat berjamaah "ucap satria dan diangguki oleh Aurel


"iya mas"jawab Aurel lalu beranjak dari tempat tidurnya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk berwudhu


kini mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah


sedangkan dirumah Ayumi Arisha sudah membangunkan seluruh penghuni rumah untuk sholat subuh


"dunda Yayah banun tita tolak tubuh"ucap Arisha dengan lidah cadelnya tangannya sibuk mengedor-ngedor pintu kamar Ayumi


bi Ratna yang berdiri dibelakang Arisha sudah cekikikan mendengar ucapan Arisha


Ayumi dan Riki sebenarnya sudah siap ke musholla untuk sholat subuh berjamaah sebelum Arisha datang


"mas ayo keluar, kasihan putriku berteriak-teriak seperti itu"ucap Ayumi pada suaminya


Riki Sudah sedari tadi tertawa mendengar ucapan Arisha


"iya sayang ayo"ucap Riki dan mulai membuka kunci pintu kamarnya


setelah pintu kamar mereka terbuka mereka disambut oleh Arisha yang sudah berkacak pinggang karena kesal


"temapa cih talian belbua mala cetali"ucap Arisha


"ya ipu matsudna apang"jawab Arisha memanyunkan bibirnya


"sudah sudah Sayang maaf kami ya karena lama soalnya tadi bunda dan ayah lagi siap-siap "jawab Ayumi mencium pipi putranya itu


mereka pun berjalan menuju musholla berada ditaman belakang rumah mereka


setelah sholat subuh mereka Mereka menyempatkan diri untuk mengaji sebentar dan mengenalkan beberapa huruf Hijaiyah kepada kedua anaknya


setelah mengaji mereka kembali kedalam rumah dan mereka bersiap-siap untuk berangkat ketempat aktivitas mereka masing-masing


Ayumi kedua anaknya untuk bersiap-siap untuk kesekolah


sejak pulang dari kampung Fatiyah Ayumi mendaftarkan kedua anaknya ditaman kanak-kanak yang berada tidak jauh dari butik dan itu memudahkan ayumi untuk mengantar dan menjemput mereka


abian dan arisha merasa senang karena mereka bisa memiliki banyak teman


sedangkan Riki kembali aktif menjalankan bisnisnya, sesekali dia masih sering membantu sang istri mengelola toko dan butiknya


terutama butik-butik sang istri yang berada dibeberapa tempat Riki yang lebih sering mengontrolnya karena Ayumi yang memintanya


Riki sering keluar kota melakukan perjalanan bisnis bersama Rafa sehingga Ayumi sering meminta suaminya untuk datang memantau perkembangan usahanya itu


Ayumi sangat bersyukur karena butik-butik nya berkembang pesat karena tangan dingin orang-orang kepercayaannya yang begitu setia padanya dan itu juga tak luput dari pengawasan ketiga saudara laki-lakinya


"Ayo sayang kita sarapan dulu"ucap Ayumi mengajak anak-anaknya kemeja makan untuk sarapan sang suami mengikuti dibelakang mereka


"dunda Icha mau matan loti celai toklat pama cucu aja ya"ucap Arisha


"oke tuan putri "jawab Ayumi dan menyiapkan apa yang di inginkan oleh putrinya itu


"kalau Abang mau apa?"tanya Ayumi pada putra sulungnya


"Bian mau nasi goreng dan telur ceplok aja bunda "jawab Abian dan Ayumi pun mengambilkan apa yang putranya inginkan


"ini sayang "ucap Ayumi menyodorkan piring yang berisi nasi goreng dan telur ceplok dihadapan anak lelakinya


"makasih bunda " ucap abian


"sama-sama sayang"jawab Ayumi lalu mengecup kepala putranya itu dengan sayang


Riki yang melihat Ayumi memperlakukan kedua anaknya layaknya anak kandungnya sendiri menyunggingkan senyum bahagianya karena kasih sayang seorang ibu anak-anaknya dapatkan dari Ayumi


Riki merasa bersyukur karena telah memilih ayumi sebagai pendampingnya seorang wanita cantik yang sangat perhatian dan penyayang


"mas mau makan apa biar bunda Ambilkan"ucap Ayumi pada suaminya itu


"tidak usah sayang,biar ayah ambil sendiri


bunda juga sarapan ya"ucap Riki mengelus lengan istrinya dengan lembut


Ayumi tersenyum pada suaminya itu lalu dia pun duduk disamping putrinya yang sibuk mengunyah roti isi coklatnya


lalu mengisi piringnya sendiri dengan nasi goreng dan telur ceplok kesukaannya


setelah selesai sarapan Riki pamit terlebih dahulu karena hari menjemput rafa dirumah Bu Hanim


"mas barangkat duluan ya sayang "ucap Riki mencium pucuk kepala sang istri yang tertutup hijab


"iya mas hati-hati ya "jawab Ayumi lalu mengambil tangan suaminya untuk diciumnya


"iya Sayang,kamu juga dan anak-anak hati-hati ya "ucap Riki lagi dan diangguki oleh Ayumi


Riki berjongkok dihadapan kedua buah hatinya lalu mencium mereka bergantian


"kalian jangan nakal ya sayang,nurut sama ibu guru dan bunda"ucap Riki


"iya ayah "jawab kedua anaknya lalu mencium punggung tangannya


setelah Riki pergi Ayumi pun mengajak ke-dua anaknya dan mengantarkan mereka ke sekolahnya


Ayumi kebutik nya setelah mengantarkan kedua anak-anaknya


Ayumi sibuk membuat desain Baju-baju pesanan para pelanggannya


saking sibuknya Abian dan Arisha dijemput oleh Nana sekolah mereka, inilah alasan Ayumi menyekolahkan anak-anaknya disekitar butiknya sehingga dia tidak meski khawatir jika dia tidak sempat untuk menjemput mereka karena banyak yang bisa dimintainya tolong