
Ayumi Merasa jumawa,ayumi teringat saat baru sampai didesa ini dengan kelakuan keduanya
Ayumi ikut duduk di bawah pohon karena Fatiyah terus melemparinya dengan buah rambutan sedangkan Nana sibuk merekam aksi ketiga sahabatnya itu
Ayumi dan Aurel terus menggoda Fatiyah agar Fatiyah terus melemparinya dengan buah rambutan
Nana mengirimkan video aksi kakak iparnya pada suaminya karena dia yakin suaminya pasti mengirimkan ke suami-suami mereka
"hehehehe,gimana ya reaksi kak azlan, Satria juga kak Riki kalau lihat ini "ucap nana dalam hatinya cekikikan sendiri
Nana masih saja mengambil video kakak-kakak iparnya
Fatiyah yang dengan santai duduk diranting pohon rambutan sambil menikmati rambutan itu sesekali melemparkan kebawah dimana kedua sahabatnya duduk dirumput yang juga menikmati buah rambutan yang dilemparkan Fatiyah
"Fatiyah turun dong, sekarang giliran saya yang naik kesitu makan rambutan "teriak Aurel
"naik aja Rel ini muat kok kalau kalian nai juga "ucap Fatiyah Santai
"iya deh saya naik,nak kamu Jangan rewel ya kita sekarang mau makan rambutan masa kalah sama Bibu "ucap Aurel dan Ayumi hanya cekikikan mendengar ucapan sahabatnya
tak berselang berapa lama kini Aurel juga sudah ada diatas pohon rambutan dan menikmati buahnya karena rambutan Bu Ayudia sedang berbuah lebat namun anehnya Aurel tidak memakan buah yang berwarna merah malah di memakan buah yang masih hijau sedangkan yang berwarna merah dilemparkan pada Ayumi
nana selain sibuk memvideokan kakak- iparnya Nana juga sibuk menyuruh pak Darto memunguti buah rambutan yang berserakan dan memasukannya kedalam kantong plastik yang sempat diambilnya tadi didalam Dapur
"eh Aul,kok kamu makan yang warna hijaunya itukan masih muda!?" tanya Fatiyah
"ini enak Bibu,rasanya asem-asem ngangenin "jawab Aurel
Ayumi dan Nana cekikikan mendengar jawaban Aurel dan itu tidak luput dari tangkapan kamera Nana lalu mengirimkan hasil kerja kerasnya pada suaminya tercinta
dikantor Azka
tring
suara ponsel Azka berdering tanda ada pesan yang masuk
Azka menghentikan pekerjaannya yang sedang mempelajari berkas-berkas kliennya
"akh, istriku pasti sudah kangen tapi kok tumben ngirim video "monolog azka sambil membuka video yang dikirimkan oleh istrinya
matanya membulat melihat kakak iparnya yang sedang hamil memanjat pohon rambutan milik ibu angkatnya
tawanya pun meledak saat mendengar lontaran- lontaran candaan kedua kakaknya yang sedang duduk dengan santai dibawah pohon rambutan dan sesekali dilemparkan buah rambutan oleh Fatiyah
"hahaha hahaha hahaha, mereka memang benar-benar luar biasa, mereka unik dan Ajaib ha-ha-ha hahaha "Azka tak bisa menahan tawanya perutnya sakit karena tertawa
azka tidak menunggu waktu lama langsung mengirimkan video itu kegrupnya yang berisikan para suami
mata azka kembali melotot saat melihat Aurel juga ikut memanjat keatas pohon rambutan tanpa kesulitan sama sekali
wanita hamil itu benar-benar sangat jago memanjat
azka kembali bertawa terbahak-bahak melihat kakaknya dan istrinya memanfaatkan situasi
Ayumi tidak berhenti makan rambutan tanpa harus repot-repot dan hanya duduk santai dibawah pohon
sedangkan istrinya memunguti rambutan yang berserakan bersama security dirumah ibu angkatnya
"hahahaha hahahahaha,istriku memang the best tidak usah repot-repot menjolok namun dapat banyak buah rambutan "ucap azka disela-sela tawanya
ditempat lain
Azlan, satria dan Riki yang mendapat kiriman video dari adiknya melalui grup mereka membuatnya tepok jidat melihat aksi istri mereka
"ya Allah kenapa sampai sebegininya istriku,saya sangat khawatir dengan kandungannya "ucap Azlan mengusap kasar wajahnya melihat kelakuan istrinya
"kak,kakak ingat nggak dulu kita sering melakukan hal seperti itu Ayumi, Arumi dan Azka menunggu kita lemparkan buah rambutan dibawah pohon rambutan opa
Arumi dan Azka akan bertepuk tangan heboh jika kita melemparkan mereka buah rambutan
sedangkan Ayumi akan tetap duduk tenang melihat kita sambil makan rambutan
masih ingat nggak kak!?" satria menginginkan kenangan mereka berlima saat masih keci
"iya saya masih ingat sat,apa anak-anak kita itu menunjukkan kita semasa kecil ?! azlan menarik nafas panjang, kekhawatirannya pada istri dan calon bayi kembarnya belum juga hilang
bohong jika satria tidak merasa khawatir pada istri dan calon anaknya namun dia harus bersikap tenang agar Kakaknya itu tidak semakin khawatir
"ayo kita pulang sat,lagian inu juga sudah sore "Azlan mengajak satria pulang
kini mereka keluar dari ruang kerjanya
"To,kami pulang ya ingat kamu harus terus memantau pergerakan target jangan sampai lengah "ucap Azlan pada anak buahnya
"siap bos"jawab Wanto
dikantor Riki
"Ya Allah, untung istriku tidak terpengaruh untuk ikutan naik juga keatas pohon "ucap Riki saat melihat video yang dikirimkan oleh azka
"kenapa kak!?"tanya Rafa penasaran karena kakaknya berbicara sendiri
Riki pun memperlihatkan video aksi ibu-ibu hamil yang menurutnya unik dan Ajaib
"Hahahaha hahahahaha hahahahaha "Rafa tidak dapat menahan tawanya melihat aksi Saudara-saudara ipar kakaknya
"mereka memang luar biasa dan ajaib ha-ha-ha "ucap Riki tertawa
"pulang yuk Raf, khawatir juga saya jangan sampai Ayumi juga tergoda dan ikut memanjat pohon"ucap Riki
"hahahaha,iya ayo kak"jawab Rafa yang masih terkikik geli
Bu Ayudia yang juga mendapatkan Video dari Nana bergegas pulang karena takut jika sesuatu terjadi pada cucu-cucunya
"astaghfirullah Fatiyah Aurel kenapa kalian manjat- manjat kayak gitu,ayo turun "ucap Bu Ayudia marah
"iya umah "jawab keduanya
"ini lagi liat dua orang itu manjat malah duduk anteng sini"Bu Ayudia juga memarahi ayumi
"maaf umah "jawab ayumi berdiri dari duduknya dan mendekati kedua sahabatnya yang baru saja turun dari atas pohon rambutan
"kamu sih pakai manjat- manjat segala "ucap Ayumi menyenggol lengan Fatiyah
"ye.ee kamu kan juga nikmati hasil manjat kita"jawab Fatiyah mengerucutkan bibirnya dengan mata berkaca-kaca
sedangkan Aurel sudah tidak bersuara lagi tapi air matanya sudah menetes membasahi pipinya, Aurel menangis dalam diam dia merasa bersalah karena telah membahayakan nyawa anaknya didalam kandungannya
"kamu juga Nana bukannya melarang kakak-kakaknya malah asyik ikutan makan "Bu Ayudia juga memarahi Nana dan bu Hadijah menghadiahkan cubitan mesra sipinggang putri semata wayangnya
"maaf umah "hanya itu yang diucapkan Nana
" sekarang pak darto kembali kepos , bukannya melarang malah ikut-ikutan " securitynya pun dapat bagian
"takut bu kena marah non Ayumi "ucap pak Darto menundukkan kepalanya
"sudah pak sana kembali ke pos"ucap Bu Ayudia
pak darto hanya mengangguk lalu kembali ke kepos penjagaan
"umah memarahi kalian karena Umah sayang pada kalian umah juga tidak ingin terjadi sesuatu pada cucu-cucu umah, kalian kan tau yang kalian kandung itu adalah penerus- penerus umah "ucap Bu Ayudia karena melihat menantunya sudah menangis memang tiga orang ibu hamil ini sangat sensitif dan gampang menangis
"lain kali jangan di ulang lagi" ucap bu Ayudia
"iya umah", jawab mereka dengan suara serak karena menangis kecuali Nana
"oma tot mami,bibu cama Dunda nanyis?!"tanya Arisha yang tiba-tiba datang bersama kakaknya
"untung anak-anak kalian ini tidak melihat tingkah kalian "ucap Bu Ayudia lagi yang masih marah
"tidak apa-apa sayang, Bunda,mami sama Bibu lagi pengen makan rambutan tapi mereka nggak tau cara bukannya gimana "ucap Bu Ayudia bwrbohong tapi Arisha anak yang pandai
"tapi tot tulit bambutannya belambulan?!"ucap Arisha lagi melihat banyaknya kulit rambutan yang berhamburan
"itu kerena dimakan monyet cantik sayang monyetnya hamil lagi hingga pengen makan rambutan jadinya ya gitu kulit rambutan nya berserakani"jawab bu Ayudia melirik ketiga ibu hamil itu
bu ijah dan nana menahan tawa mereka begitu pun dengan ke empat pria tampan yang berdiri dibelakang Bu Ijah dan Nana ikut menahan tawanya
mereka sengaja memarkirkan mobilnya diluar pagar rumah bu Ayudia karena saat mereka sampai hampir bersamaan mereka melihat bu Ayudia memarahi trio kwek-kwek
mereka ingin melihat bagaimana rupa istri mereka dimarahi oleh sang ibu mertua
"beditu ya oma,padalal Icha Penen liat monet tantip, apatah patai pistip taya bibu,mami juda Dunda " Arisha kembali bertanya karena penasaran namun pertanyaannya itu membuat yang lain ingin tertawa
"iya sayang mereka itu pakai lipstik dan pakai bedak makanya mereka cantik, sudah yuk kita masuk kalian bersih-bersih
dan kalian ber empat bersihkan halaman rumah dari kulit rambutan hasil berburu mereka "ucap Bu Ayudia memandang ke empat pria yang berdiri dibelakang Nana