
Makanan mereka Karena tau jika sudah seperti itu mereka akan merajuk dan susah untuk membujuknya
setelah mereka selesai makan, mereka mendekati Istri mereka masing-masing
"sayang kita makan diluar yuk, memangnya kamu mau maka apa!?"tanya Riki pada istrinya yang sudah Mulai terisak
"mau makan nasi goreng tapi buatan papa hiks hiks hiks "ucap Ayumi disela isakan tangisnya
"kita makan nasi goreng mang asep yum" Riki berusaha membujuk istrinya
begitupun dengan yang lainnya berusaha membujuk istrinya agar acara merajuknya cepat selesai
"nggak mau mas,yumi mau makan nasi goreng buatan papa dan Umah "jawab Ayumi
"sayang malu dilihat anak-anak,coba kamu lihat anak-anak kita liatin kamu terus "ucap Riki berniat untuk menenangkan istrinya
"jadi mas malu punya istri seperti yumi!? hiks hiks hiks "Ayumi semakin menangis bahkan sesegukan
"bukan begitu sayang "jawab Riki
Riki mengusap wajahnya kasar dan menghela nafas panjang karena kalau sudah seperti ini pasti bakal panjang ceritanya dan akan menular pada yang lainnya
benar saja ibu hamil yang lainnya juga kini ikutan menangis
"sudah dong sayang,kan kasian papa masa baru datang kesini disuguhkan dengan kalian nangis kayak gini!"ucap Azlan
"saya juga nggak mau seperti ini mas tapi nggak tau perasaanku jadi sedih pengen nangis ! Hiks hiks hiks "Ucap Fatiyah sesegukan
Aurel, Arumi dan Nana juga Ayumi mengangguk -angguk setuju dengan Ucapan Fatiyah
"ya sudah kalian berhenti nangis saya dan pak Marvel akan masakin kalian nasi goreng,kalian ini seperti anak kecil saja dikit-dikit nangis, dikit-dikit ngambek nggak kasian apa sama suaminya kerepotan membujuk kalian seharusnya kalian itu bisa nahan diri biar anaknya nanti bisa jadi penurut "ucap Bu Ayudia dengan wajah kesal
"tidak usah umah,jika umah tidak ikhlas "jawab Ayumi kesal mendengar ucapan ibunya yang memarahi mereka
"bukannya umah nggak ikhlas,coba kalian fikir pak marvel ini baru datang loh belum istirahat sama sekali, baru juga makan kan kasihan
coba kalau keselek dengan makanannya apa kalian tega?! apa kalian mau seperti itu !?
umah nggak pernah ya ngajarin kalian seperti itu sedari kecil umah ngajarin kalian untuk bisa sabar dan mandiri bahkan saat kalian masih dalam perut umah pun umah itu selalu ngajarin bersabar dengan tetap sabar hadapi kesibukan abah kalian
umah juga pernah ngidam seperti kalian,tapi umah nggak selalu menuntut apa yang umah ingin harus ada itu umah lakukan karena umah ingin ngajarin kalian pengertian dan Sabar sejak dalam kandungan Umah
dan buktinya kalian juga nggak ileran terlahir cantik dan jenius itu karena hasupan gizi yang umah makan bukan karena umah ngidam macam-macam "ucap Bu Ayudia menasehati anak dan menantunya
jika Bu Ayudia sudah seperti ini tidak ada lagi anak-anaknya yang akan berani membantah
semuanya menunduk dalam diam,papa marvel saja hanya diam seribu bahasa
Bu Ayudia sudah mulai jengah dengan tingkah laku anak dan menantunya yang menjadikan ngidam untuk membuat suami mereka menuruti semua permintaan istrinya yang menurut Bu Ayudia tidak wajar
"maaf pak Marvel baru datang sudah disuguhi dengan situasi yang kurang menyenangkan seperti ini" ucap Bu Ayudia menangkupkan kedua tangannya didepan dadanya dan meminta maaf pada tamu anak-anaknya
"tidak apa-apa Bu Ayudia, apakah Bu Ayudia mau menemani saya untuk membuat kan mereka nasi goreng !?"ucap papa Marvel sedikit canggung
"baiklah mari saya temani kedapur "jawab Bu Ayudia
mereka berdua pun berjalan masuk kedalam dapur untuk memasak nasi goreng
"mas umah marahin kita"ucap Aurel dengan tangisannya
"tidak apa-apa Sayang,umah seperti itu juga demi kebaikan kalian "jawab satria
"umah sebentar pasti akan baik kembali "sahut azka
"mas apakah Umah marah-marahnya tidak bakalan lama!" tanya Fatiyah pada suaminya
"tidak,umah itu tidak bisa bertahan untuk marah paling setelah umah hatinya tenang dia akan baik lagi"jawab azlan
"mas maaf ya kalau selama ini tiyah suka keterlaluan tapi itu bukan tiyah yang mau tapi memang keinginan tiyah yang sangat menggebu-gebu jika tidak diturutin hatiku rasanya sangat sakit hingga menjadi sangat kesal"jawab Fatiyah tertunduk
"iya sayang mas memakluminya "jawab azlan mengusap lembut lepala istrinya yang berbungkus hijab langsung
Fatiyah memeluk pinggang suaminya dan merebahkan kepalanya didada bidang suaminya menghirup aroma tubuh suaminya yang belum sempat mandi
Azlan sudah terbiasa seperti itu semenjak istrinya hamil azlan sudah jarang mandi disore hari saat pulang kerja karena Fatiyah melarangnya
"mas kamu kok wangi banget sih mas!! kekamar yuk !!"ajak Fatiyah pada suaminya
tidak seperti suami-suami yang lain jika Istrinya mengajak masuk kedalam kamar maka mereka akan sangat senang sedangkan azlan akan merasakan waspada karena dia yakin tidak akan mendapatkan jeda dan pasti tubuhnya akan terasa remuk
Satrio yang duduk dengan isterinya tidak jauh dari kakaknya itu dapat mendengar apa yang kakak iparnya katakan
satrio dan Aurel sudah cekikikan melihat ekspresi wajah kakaknya itu
Azka pun sama sudah cekikikan memikirkan nasib kakaknya yang dipastikan akan bangun kesiangan lagi
Azka kini tidur dipangkuan sang istri wajahnya menghadap perut istrinya yang sudah mulai terlihat buncit
"halo anak papa kamu jangan rewel ya sayang kasihan mama,i love you kesayangan papa"ucap azka diperut istrinya
Nana terkikik geli saat suaminya itu mendusel-duselkan wajahnya diperut sang istri
"mas geli"Ucap Nana dan Azka hanya tertawa namun tidak menghentikan kegiatannya
"mas...."ucap Nana
"hahahaha,mas geli tau mas hahahaha "ucap Nana disela sela tawanya
azka berhenti menggosokkan wajahnya diperut istrinya karena merasa kasihan
"ayo sini makan semua ini nasi gorengnya sudah selesai "ucap umah
semua berjalan menuju meja makan kecuali Ayumi yang masih ngambek
Ayumi tak berhenti memakan martabak keju dobel coklatnya untungnya Riki tidak hanya membeli satu box saja tapi tujuh box agar semua bisa memakannya
Ayumi seperti orang kesurupan mulutnya tak berhenti mengunyah sampai dua box martabak habis dimakannya sendirian
"sayang sudah ya,apa kamu mau makan nasi goreng !? nasi goreng umah dan papa marvel sudah jadi"ucap Riki
"malas "jawab Ayumi
"sayang nggak boleh seperti itu, kasihan papa marvel sudah bersusah payah memasak untuk kamu tapi kamu tidak mau makan"ucap Riki membujuk istrinya yang sedang merajuk
tanpa sepatah kata pun lagi ayumi berdiri dari duduknya dan memegang perutnya yang sudah sangat buncit
sedangkan Fatiyah dan Azlan sudah dipanggil oleh bik Mimin dikamar nya
Ayumi duduk dikursi meja makan lalu mengambil piring dan memakan nasi goreng yang masih panas itu
Ayumi memakan nasi gorengnya tanpa mengucapkan satu kata pun seperti biasanya
Ayumi mengunyah makanannya dengan cepat lalu nambah lagi Setelah makannya habis Ayumi berjalan cepat meninggalkan ruangan makan
bu Ayudia dan lainnya melongo melihat tingkah ayumi
" Rik,apakah Ayumi kesurupan ?!"tanya Azlan pada Riki dengan berbisik
"Nggak tau mas soalnya tadi dia juga sudah makan dua box martabak keju "jawab Riki ikut berbisik takut istrinya mendengarnya
semua menggelengkan kepalanya heran bertanya-tanya dalam hati apa yang telah terjadi pada Ayumi
setelah makan sua piring nasi goreng Ayumi berdiri dari duduknya dan berjalan ke wastafel untuk mencuci piring bekas makannya
setelah selesai Ayumi berjalan kearah ibunya yang duduk berdampingan dengan papa marvel
"terima kasih pa ,umah saya berjanji ini yang berakhir kalinya saya akan menyusahkan kalian
sekali lagi terimakasih banyak,maaf pa Ayumi sudah merepotkan papa"ucap Ayumi membungkukkan kepalanya karena badannya sudah susah untuk dibungkukkan dengan wajahnya yang dingin dan datar
"tidak nak papa tidak merasa direpotkan,malah papa senang bisa memenuhi keinginan cucu papa"jawab papa marvel
sedangkan Bu Ayudia hanya diam saja menatap anaknya itu, dia sangat paham anaknya itu tersinggung dengan ucapannya tadi ada rasa menyesal dan bersalah dalam hatinya
setelah ayumi meminta maaf pada ibu dan papa marvel kini ayumi meminta maaf pada kakak dan adiknya serta ipar-iparnya juga pada suaminya
kini ayumi meninggalkan meja makan dan naik kelantai dua menuju kamarnya Riki mengikuti istrinya karena takut Istrinya kenapa-napa
"wajah ayumi jika dingin dan datar seperti itu sangat menyeramkan "ucap Aurel
"iya benar, lihat sampai bulu kudukku meremang karena takut "jawab Fatiyah menggosok lengannya yang terbungkus dengan lengan dasternya yang panjang
Nana dan Arumi pun mengangguk membenarkan ucapan kedua kakak iparnya itu