Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 175 Masih Heboh



"Baitlah talo beditu selang setalang"ucap Raiyan memberikan komando pada semuanya karena sudah tidak sabar menunggu


mereka pun bergerak mendekati Fatiyah, Fatiyah yang menyadari pergerakan semua bayinya akan menyerangnya pura-pura tertidur pulas


semua bayi naik ketubuh Fatiyah,ada yang menggelitik ada yang mencium dan ada juga yang tidur diatas perut Fatiyah lalu menggigitnya


"akhhhh, siapa yang sudah berani menggigitku "ucap Fatiyah namun tidak berani menggerakkan tubuhnya karena takut bayi-bayinya jatuh dan terluka


"tamu halus belasatan pelalasantu"ucap Amira yang sudah menggigit lengan ibunya


"memangnya kalian siapa kisanak hingga ingin membalasku"ucap Fatiyah penuh drama


"atu badadah putli laja azzan yam pelah tamuh baniyayah" ucap Amira lagi


"biya penal tamuh halus bihutum talena Zhuda benaniyaya apah tami"ucap Raina


"ahahahaha, baiklah kalau begitu saya pun akan memakan kalian satu persatu agar perutku bisa kenyang "ucap Fatiyah masih tidak bis bergerak karena para bayi masih menguasai tubuhnya


"tamuh pidat atan pisa mematan tami kalna tami nanak bebat"ucap Zahira


Fatiyah pun mengangkat tangannya dan memeluk tubuh Putrinya yang sedang tidur diatas perutnya lalu membangunkan badannya


"lihatlah saya sudah menangkap salah satu saudara kalian dan ini akan menjadi santapanku yang lezat "ucap Fatiyah


"ahkkk polong, loloyong eh baksudnya polong atuh teltantap.


pepastan atuh bostel papal" teriak Amira


"hahaha aku tidak akan melepaskanmu "ucap Fatiyah lalu mencium pipi tembem putrinya hingga terdengar suara gelak tawanya


"pampung polong pepastan atu"ucap Amira dengan nada memohon


"hai entau bostel papal lepastan adittu "ucap Fauzan merasa kasihan pada Adiknya


"oh tidak segampang itu, wahai manusia-manusia kecil"ucap Fatiyah lalu berdiri dari rebahannya


bayi-bayi yang sedari tadi berada diatas tubuhnya perlahan turun dan mulai berlari Fatiyah mulai mengejar mereka sambil menakuti mereka


riuh suara tawa dan teriakan dari mulut kecil mereka sampai akhirnya mereka kelelahan


ibu yang lain menyiapkan susu untuk anak-anak mereka


sebagai penghilang dahaga


mereka makan siang bersama tak ada lagi suara yang terdengar hanya dentingan sendok yang bertemu dengan piring


setelah makan anak-anak dibawa oleh ibu mereka masing-masing untuk tidur siang


tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah tertidur,mungkin mereka Kelelahan seperti halnya dengan Fatiyah dan para ibu juga ikut tertidur bersama anak-anaknya


sore menjelang anak-anak sudah rapi dan wangi begitupun dengan dua dokter cantik yang sudah siap untuk berangkat menjalankan tugasnya dipuskesmas karena hari ini mereka dapat giliran sift sore sampai malam


"Bibu tama mami bau telja ya" tanya Zahira pada kedua ibu kesayangannya itu


"iya sayang,bibu sama mami mau menolong orang yang sedang sakit "jawab Aurel


"oh beditu ya mi,zila juda bau padi doptel bial cama Bibu juda mami" ucap Zahira lagi


"tentu saja sayang, insyaallah kita diberi umur panjang dan zira bisa jadi seorang dokter yang hebat"jawab Aurel lagi mencium pipi bayi cantiknya itu


"mila juda bau padi doptel bial bica polong tucing ban cakit"ucap Amira tak mau kalah


"tot bau polong pucing cih mila!?" tanya Raina bingung karena yang di taunya bibu mami dan neneknya itu dokter yang menolong orang yang sakit


"biya tan tasihan tucing-tucing yam pidalanan ipu banak yan cakit talena pidat bada yam bau belolongna"ucap Amira meyakinkan adik sepupunya itu


"oh beditu ya,oteh caya atan bembantumu buntuk menumpultan beleta balu pita menobatina belcama-cama"ucap Raina


"bemanna tamu juda bau padi doptel !? "tanya Amira polos


"piya don,bial atu itu pama seperti nenet


nenet tan potlel yan bebat"ucap Raina bangga


"wah anak-anak bibu hebat, semoga cita-cita kalian jadi kenyataan ya sayang "ucap Fatiyah mencium pipinya bayinya satu persatu


"aamiin " ucap semua mengaminkan ucapan Fatiyah


"apang,apang bian bau padi pa!?" tanya Fauzi tiba-tiba pada Abian yang duduk disampingnya


"tot penatalan!?" tanya Fauzi bingung


"pengacara dek bukan penasaran "Abian memperbaiki ucapan adik sepupunya itu


"iya pu massudna apang,pati pamacala ipu pa apan!?" tanyanya lagi


"pengacara itu orang yang membantu orang lain untuk mendapatkan keadilan "jawab Abian


Fauzi hanya mengangguk anggukkan kepalanya walaupun dia belum begitu mengerti apa yang dijelaskan oleh kakaknya itu


"talo atuh bau badi pebagang cepelti opa bitya juda bau padi penucaha pepelti Yayah "ucap Raiyan tiba-tiba


para bayi mengalihkan perhatiannya kepada Raiyan


"tot manak tekali bas!?" tanya Raina pada saudara kembarnya


"pidat papa det,tan banat peteljaan banat juda papat uanna"jawab Raiyan pada adiknya


"oh beditu ya bas!? talo beditu paya juda bau buta tutik cepelti dunda atu tan bandai bebambal badu-badu umpuk belbi"jawab Raina tersenyum karena yakin dengan bakatnya


"sayang ayo berangkat ini sudah jam berapa "ucap Azlan pada istrinya yang belum juga berangkat bekerja karena masih asik mendengar celotehan para bayinya


"mas,saya masih ingin mendengar apa cita-cita mereka nanti,masih banyak bayi yang belum bicara tentang cita-citanya " ucap Fatiyah memelas


"iya mas kita masih dengar ocehan mereka "sahut Aurel


"kan masih ada hari esok" ucap Azlan


"tapi pembahasan mereka pasti sudah berbeda mas" jawab Aurel


para bayi tetap heboh membicarakan tentang cita-citanya tanpa memperdulikan kedua ibunya yang sedang dipaksa berangkat bekerja


'ayo berdiri dan berangkat kerja ini sudah telat loh"ucap Azlan mengangkat tubuh istrinya yang seperti tak memiliki tulang


Fatiyah berdiri lalu meloncat dalam gendongan suaminya


melingkarkan kakinya di pinggang sang suami


mereka semua menggelengkan kepalanya melihat tingkah Fatiyah yang tidak pernah berubah walaupun sudah memiliki dua anak


"ckckck,bibu imi cudah becal macih caja binta bidendong cepelti toala"ucap Zahran yang melihat Fatiyah dalam gendongan ayahnya itu


"bibu tuyun tan tazian apah,bibu itu cuda zanat belat banti pindang apah batah" ucap Amira melipat tangannya didepan dadanya


putrinya itu memang sangat bucin pada ayahnya


semua menahan tawanya karena Fatiyah dimarahi oleh Putrinya sendiri


"tidak mau bibu mau digendong sama abah "jawab Fatiyah menggoda putrinya


azlan hanya tersenyum melihat perdebatan putri dan istrinya karena itulah yang akan terjadi jika salah satu dari mereka menguasainya


Amira mendengus kesal mendengar ucapan ibunya


lalu mendekati ibunya dan menarik kaki ibunya itu


"bayo tulun pasal olang pua pak puna lahlak"ucap Amira kesal


prufffftt


semua menahan tawanya sedangkan oara bayi menolong saudaranya untuk.menarik kaki Fatiyah agar turun dari gendongan azlan


"sayang ayo turun, lihat putrimu sudah mau nangis "ucap Azlan dan Fatiyah pun akhirnya turun dari gendongan azalan dan Amira segera meminta ayahnya untuk menggendongnya


lalu menyembunyikannya wajahnya dicuruk leher ayahnya


"mas Fatiyah berangkat ya"ucap Fatiyah mencium punggung tangan suaminya lalu mencium kepala Putrinya yang sedang ngambek


Fatiyah dan Aurel pun meninggalkan rumah Azka dan Nana menuju puskesmas


"kamu sengaja kan membuat putri kamu marah supaya mereka tidak melanjutkan ceritanya "ucap Aurel yang sedang menyetir mobilnya pada kakak iparnya


"hehehe tau aja kamu"jawab Fatiyah terkikik geli


"dacal olanpua tak puna ahlat"ucap Aurel menirukan cara bicara para bayinya lalu mereka tertawa