
"tot beditu Tami pidat atan bendandu pedet banyina bobo tok,iya tan ata' ata'" Jawab Amira meyakinkan ibunya
"dedek bayinya tidak suka kalau ramai, lihat saja dia nggak mau buka matanya "ucap Fatiyah lagi memberikan alasan agar semuanya mengurungkan niatnya untuk tidur bersama adik bayinya
"piya ya pedet banyina pidat bau buta mata na, apatah bia pidat bau belihat tami!?" ucap Amira penasaran
"iya apatah pita ini pidat basit!?" sahut Zahira
"pundu bulu,buntin badet banyina mula-mula !?" ucap Fauzan tiba-tiba
"balu-balu apang butan mula-mula " sahut Raiyan membenarkan ucapan kakak sepupunya itu
"oh biya ipu batsut apang"jawab Fauzan menggaruk kepalanya
"mas anakmu mas menggemaskan sekali "ucap Fatiyah lalu menggigit bahu suaminya
"auuuhh kok kamu gigit mas sih sayang " ucap Azlan mengaduh karena kesakitan digigit oleh istrinya dan semuanya menoleh pada mereka
"habisnya mereka menggemaskan dari oada saya gigit mereka labih baik menggigit kamu saja mas" jawab Fatiyah dan kembali menggigit lengan suaminya itu
"sakit sayang "ucap azlan menggosok lengannya yang digigit oleh istrinya itu
"maaf mas, sakit ya"jawab Fatiyah ikut mengelus lengan suaminya yang digigitnya tadi
"sakitlah bibu,sekali lagi kamu menggigit saya Saya akan memakanmu" ucap Azlan mengancam istrinya
"tenapa zih apah pama bibu bibut"ucap Amira menegur kedua orang tuanya
mereka semua tertawa melihat wajah Amira yang sedang kesal pada orang tuanya
"bibu sayang sudah menggigit abah"ucap Azlan mengadu pada Putrinya dengan wajah memelas
"ah benaltah,tenapa bibu didit apah!?" tanya Amira kini berdiri dihadapan kedua orang tuanya
"mas kamu curang"ucap Fatiyah mengerucutkan bibirnya
"azlan menahan tawanya melihat istrinya ditatap tajam oleh mata indah Putrinya
"apatah ipu satit apah!?" tanya Amira mendekati ayahnya
Azlan memperlihatkan bekas Gigitan istrinya yang ada dilengannya
"iya sayang sakit sekali"jawab azlan dengan wajah sedihnya
"ahkhh!!!! benaltah!!!??" ucap semua bayi kecuali chira dengan mata membulat lalu mendekati Azlan dan mereka dapat melihat bekas Gigitan dari salah satu ibu mereka
"bibu tenapa tamu teda setali pama apah!? apatah bibu ipu pedang papal!?" ranya Raina berkacak pinggang didepan Fatiyah
semua menahan tawa mereka, satria sudah memvideokannya sudah banyak video mereka yang satria sudah simpan
"maafkan bibu sayang,bibu hanya gemas"ucap Fatiyah membela dirinya
wajahnya sudah dibuat sesedih mungkin karena banyak yang memarahinya
"tlus tenapa bibu beditu pegana mendidit lenang apah,apatah bibu papal!? tanya Amira mengintimidasi ibunya
"iya bibu sedang lapar, lihatlah lengan abah seperti Roti yang begitu lezat " ucap Fatiyah memegang lengan suaminya lalu kembali menggigitnya karena sangat gemas pada anak-anaknya yang kini berdiri didepannya mengintimidasinya
"akhhhhh" teriak Azlan kencang karena Fatiyah sengaja menggigitnya keras karena kesal Azlan mengadu pada anak-anaknya
"bibu sunduh teda dilimu,menaniyayah apah
apatah bibu pidat puna pelasaan sebititit pum" kini Arshila yang berbicara
perut semua sudah keram menahan tawanya, mereka juga terharu ternyata AArshila putri sulung Arumi ingin mengorbankan dirinya demi menolong salah satu ayah kebanggaannya
"Baiklah jika itu mau kalian,saya akan memakan kalian satu persatu biar perutku yang lapar ini akan merasa kenyang buahhhhhh" ucap Fatiyah seperti orang kesurupan
semua mata kecil itu membulat karena terkejut
"akhhh pelnata bibu tepulupan" ucap Fauzan putra Fatiyah dan Azlan
"apa!!!! pelulupam !?" tanya mereka serempak dengan mata semakin membulat
"pita pidat pisa membialtan imi tezadi,pita halus belolong bibu" ucap Amira Dengan wajah cemasnya
namun semua orang tua tidak ada yang menghentikan aksi sandiwara Fatiyah karena mereka penasaran apa yang akan para bayi itu lakukan untuk menghentikan Fatiyah
"pibu banun pibu bini Al,Al payang pama bibu" ucap Al-Ghazali merasa tidak tega melihat Fatiyah seperti itu, Fatiyah yang melihat wajah Al yang sangat menggemaskan ingin segera menghujaninya ciuman namun ditahannya demi sandiwaranya
"Pedet Al tamu janan detak-detat banti tamu padi tolbanna pepelti apah" Raina menarik tangan adik sepupunya lalu menyembunyikannya dibelakangnya mungkin melindungi adiknya itu
"ayo kemari bayi-bayi gemuk, saya akan segera memakan kalian buahhhhhh "ucap Fatiyah lagi
"mama polong pawalah pedet banyina basut tebalam tamal tami atan bengdadapi bostel imi"ucap Fauzan pada Nana
"tapi sayang nanti kamu dimakannya "ucap nana ikut alur dramanya
"ipu pidat atan Telzadi,paya atan beluzaha belinduni pemua adit-adittu
padi taya bohom mama bendebaltantu pemi pelamatan pedet banyi dali bostel papal itu"ucap Fauzan lagi pada Nana untuk meyakinkannya
"baiklah sayang mama akan membawa adik bayi ke kamar agar terhindar dari monster lapar itu tapi kamu harus hati-hati ya sayang"jawab Nana
"iya mama, mama pidat pusah bawatiltan tami yatinlah tami pait-pait zaja Tami atan zalin pantu "sahut Zahran yang sedari tadi hanya diam saja
"baiklah sayang,mama selalu mendoakan kalian agar selalu diberikan kesehatan dan keselamatan "ucap Nana Lalu beranjak dari duduknya sebenarnya dia sudah tidak tahan ingin tertawa besar tapi ditahannya
Fatiyah yang penasaran apa yang akan dilakukan bayi-bayinya kembali menggigit suaminya namun kali ini paha Azlan yang jadi sasaran
"akhhhh, kenapa kamu tega sekali sayang saya akan benar-benar memakanmu "ucap Azlan setelah berteriak kencang
"bayolah pepat pitilran pestuatu,apah zanatlah bendelita"ucap Amira sangat mengkhawatirkan ayahnya yang terus digigit oleh ibunya sendiri
"paitlah pita halus benal-benal besusun zategi talena pita atan bewawan bostel danas"ucap Fauzan dan diangguki oleh semua adiknya
mereka pun berembuk dan Merencanakan sesuatu agar bisa menjatuhkan Fatiyah
mereka sesekali menatap wajah Fatiyah dan Fatiyah yang tatap oleh bayi-bayinya menjadi semakin gemas dan *******-***** jemarinya sambil tersenyum namun senyumnya itu terlihat sangat menyeramkan untuk bayi-bayi itu
"pihatlah wadah pibu zematin benatuttan, Bayolah pitiltan peswatu"ucap Raiyan terlihat bergidik ngeri
"atu puna dide"ucap Al-Ghazali
"pide sepelti pa dedet Al!-" tanya Arshila penasaran
"Badaimana talopita menelangna belzama-zama adal pia tewawahan bengdadapi pita pemuana:"ucap Zahira seperti tercerahkan
"atuh pestuju"asahut Fausi menyetujui
yang lain pun ikut meganghargai keputusan kakak sepupunya itu
"Baitlah talo beditu selang setalang"ucap Raiyan memberikan komando pada semuanya
mereka pun bergerak mendekati Fatiyah, Fatiyah yang menyadari pergerakan semua bayinya akan menyerangnya pura-pura tertidur pulas