
Azlan pun merogoh sakunya dan mengambil ponselnya dan melihat keberadaan mereka bertiga
"mereka ada dilantai dua "jawab azlan
"ayo kita menyusul keatas "jawab satria,dan mereka pun bergegas naik kelantai dua
Sesampainya dilantai dua mereka melihat Aurel dan Fatiyah sedang berkelahi dengan empat orang anak buah Haris mereka terlihat begitu lihai dan cekatan dalam menangkis semua serangan lawan-lawannya
"kenapa kalian diam saja,kenapa kalian tidak membantu mereka "tanya Bayu
"tenang Bay, lihatlah mereka tidak butuh bantuan kita" ujar Satria
Tiba-tiba saja Aurel dan Fatiyah bersorak kegirangan karena mereka mampu mengalahkan semuanya
"yeah....."seru mereka berdua dan bertos
mereka berdua belum menyadari kehadiran mereka semua
"tinggal satu orang lagi yang belum Kita bereskan "ujar Fatiyah
"yah tinggal satu orang yang akan kita bereskan semoga Ayumi bisa menanganinya "ujar Aurel
"Aurel Fatiyah,dimana ?"tanya Bu Ayudia
"kami tidak tahu Haris membawanya kemana karena saat kami mengikutinya kami dihadang oleh mereka semua "jawab Fatiyah
"Lan,cari keberadaan adikmu jangan sampai haris mencelakainya "ujar Bu Ayudia
"Baik Umah "jawab Azlan lalu mengutak atik ponselnya namu tidak menemukan titik signal
Yang tersimpan di cincin dan kalung Ayumi
"tidak terbaca umah, sepertinya Haris sudah tau jika cincin dan Kalung yang dipakai Ayumi memakai alat lacak "jawab Azlan prustasi karena adiknya tidak dapat dilacak keberadaannya
"lalu kita harus berbuat apa lan?"tanya Bu Ayudia yang sudah sangat khawatir kepada putrinya
"terus cari tau keadaan adikmu lan"ujar Bu Ayudia lagi
"tenang Umah, Ayumi pasti baik-baik saja
Ayumi bisa menjaga dirinya sendiri saya yakin itu"ujar Fatiyah lalu memeluk tubuh Bu Ayudia dari samping
"iya tiyah umah juga berharap seperti itu "jawab Bu Ayudia
"Ayo kita telusuri rumah ini, Haris pasti memiliki ruang rahasia "ujar Azka
"iya kamu benar Ayo kita menelusurinya "jawab Riki cepat karena khawatir dengan keadaan istrinya
"sayang kamu dimana, Semoga kanu baik-baik saja "ujar Riki dalam hatinya
mereka menelusuri rumah itu dan memeriksa semua tempat
hingga akhirnya Azlan tidak sengaja menginjak sebuah benda keras yang membuat kakinya terbalut sepatu dapat merasakannya
Azlan memeriksa benda apa yang telah di injaknya
Azlan memungut benda itu dan merasa benda yang ditemukannya itu sangat familiar dan saat Riki melihatnya Riki langsung mengenalinya
"ini cincin milik Ayumi yang keberikan kepadanya saat pertama kali melamarnya di danau buatan di kota X"jawab Riki lalu memasukkan cincin itu kedalam saku celananya
"berarti Ayumi memang dibawa oleh Haris melewati jalan ini dan kemungkinan besar Ayumi sengaja menjatuhkan benda-benda miliknya agar kita mudah menemukannya "ujar Azka menjelaskan kemungkinan yang terjadi
"kamu benar ka, itu petunjuk dari Ayumi untuk kita "ujar Bu Ayudia dan mereka semua mengangguk membenarkan ucapan Bu Ayudia
"Ayo kita telusuri lagi rumah ini,kali ini kita harus lebih jeli agar dapat menemukan petunjuk "ujar Satria
"iya kamu benar sat,jangan sampai ada petunjuk yang terlewat kan "sahut Azlan
Mereka terus menelusuri rumah itu dan akhirnya mereka menemukan lagi satu cincin milik Ayumi
Mereka pun semakin yakin jika Ayumi memberikan mereka petunjuk
Mereka menyusuri dan mengikuti semua benda-benda yang yang sengaja Ayumi Jatuhkan tanpa sepengetahuan Haris
Mereka menemukan semua petunjuk Ayumi yang mengarah ke sebuah ruangan yang terletak dilantai bawah dan ternyata rumah itu memiliki banyak tangga dan pintu yang menuju kebawah sampai ada yang langsung keluar kehalalan belakang rumah itu mungkin haris membuat banyak tangga dan pintu untuk memudahkannya melarikan diri dari kejaran petugas atau musuh-musuhnya
"Pantas saja signal pelacak di kalung dan cincin Ayumi didapatkan sengaja dimatikan "ujar Azlan Setelah mendapatkan kalung milik Ayumi dilantai bawah tepatnya di teras yang berbeda dibelakang rumah itu
"Ayumi mungkin sengaja melakukannya karena dia tidak ingin Haris mengetahuinya "ujar Aurat yy kini sudah berada dalam pelukan sang suami
"jadi sekarang kita harus bagaimana, kita harus kemana ?"tanya Bu Ayudia
"ya Allah lindungilah putriku da berilah petunjuk kemana kami akan mencarinya "ujar Bu Ayudia dab Fatiyah yang sejak tadi berada disampingnya langsung memeluknya
"Fat Adik Kamu baik-baik saja kan?"ujar Bu Ayudia lagi.."
saat mereka sedang bingung harus melakukan apa tiba-tiba saja Bayu menunjukkan sesuatu yang mencurigakan
Mereka pun melihat apa yang terjadi disana
"kamu menemukan apa bay?"tanya Azlan
"coba mas lihat ini "ujar Bayu menunjukkan sesuatu yang seperti tertanam ditanah
"ini cuka kain yang tertanam didalam tanah apanya yang aneh "ujar Azlan
"trus ini apa mas"ujar Bayu memungut sebuah ikat rambut
"itu ikat rambut Icha yang sering dipakai Ayumi saat menemani icha bermain"Jawab Riki
"berarti Ayumi dibawah disekitaran sini tapi dia ada dimana?"tanya Riki semakin khawatir pada istrinya
"sepertinya mereka ada diatas sana"ujar bayu menunjuk keatas dan benar saja diatas sana ada sebuah bangunan yang tidak terlihat jika kita tidak jeli karena disana hanya ada jendela namun seperti pentilasi udara
"trus bagaimana cara kita untuk bisa naik keatas sana"tanya Riki
"pasti ada tangga atau semacamnya yang bisa membawa kita Keatas sana"jawab Bayu
Lalu bayu mencari tangga yang bisa dipakai keatas
lalu bayu menemukan sebuah tombol yang mirip dengan knock lampu
Bayu menekan tombol itu karena dia penasaran Dengan fungsi tombol itu
Seketika mereka semua terkejut ternyata tempat itu memiliki tangga otomatis yang akan turun jika tombol ditekan
Setelah tangga itu turun dengan sempurna mereka bergegas menaiki tangga itu
Sebelum naik satria memerintahkan beberapa anak buahnya untuk berjaga di sana
Sesampainya diatas ternyata disana terdapat sebuah ruangan yang luas dan terlihat mewah
serta perabotan yang lengkap
Disana juga terdapat sebuah kamar dan mereka yakin Haris menyembunyikan Ayumi didalam kamar itu
Mereka bergegas menuju kamar itu sesampainya didepan kamar mereka tidak mendengar suara apapun karena kamar itu kedap suara
Riki ingin segera mendobrak pintu itu namun ditahan oleh Fatiyah karena dia takut jika saat ini menjalankan aksinya
"jangan dulu mas Riki,kita bisa gegabah nanti malah kita menumbalkan Ayumi "ujar Fatiyah
"iya benar jangan sampai karena kita yang ingin menyelamatkannya malah kita yang membuatnya celaka "ujar Bayu
"Jadi kita harus melakukan apa?apa kita hanya berdiri disini?"ujar Riki kesal karena khawatir pada istrinya
"sabar kita cari solusinya bersama "ujar Azlan
saat mereka semua sibuk mencari cara menyelamatkan Ayumi, Aurel dan Fatiyah berjalan mondar mandir didepan kamar bohong jika mereka tidak merasa khawatir dengan keadaan Ayumi
sahabat kesayangan mereka
Tiba-tiba saja Fatiyah mencari jepitan rambut Aurel yang memang sangat senang menjepit poni rambutnya agar tidak menggangu pandangannya
"rambut ku kok diacak-acak sih tiyah,kamu cari apa ?"tanya Aurel pada Fatiyah
"saya cari jepitan rambut kamu"jawab Fatiyah
"bilang kek dari tadi"ujar Aurel lalu mengambil jepitan dirambutnya
"nih"ujar Aurel dan memberikan jepitan rambutnya pada Fatiyah
Setelah mendapatkan jepitan rambut Aurel Fatiyah melakukan sesuatu pada jepitan itu entah diapakannya jepitan itu
Fatiyah mengorek-ngorek lubang kunci pada pintu kamar itu seperti maling yang ingin masuk kedalam rumah orang
sedangkan yang lain masih sibuk berdiskusi
Tak membutuhkan waktu lama Fatiyah bisa membuka pintu kamar itu
Azka yang tanpa sengaja melihat aksi salah satu kakak iparnya yang ajaib itu berdecak kagum
"ck ck ck,kita pusing memikirkan cara untuk masuk kedalam kamar itu sedangkan kedua kakak iparku yang ajaib dengan mudahnya membuka pintu itu "ujar Azka dan membuat semua menoleh menatap Fatiyah dan Aurel yang cengengesan
Bayu dan Riki benar-benar kagum dibuatnya, mereka membenarkan kata mereka jika mereka itu anak Ajaib
Tak membuang banyak waktu mereka bergegas masuk kedalam kamar itu
setelah mereka memasuki kamar itu mereka dibuat terkejut karena Ayumi sedang berkelahi dengan Haris