Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 177 Si julid Datang



Kini mereka sedang menikmati sate yang dibawa oleh pak Marvel setelah lelah lari-larian


setelah makan sate semua beristirahat karena lelah habis kejar-kejaran dan para bocil-bocil tidur siang mengistirahatkan tubuh mereka yang kelelahan habis ngerjain orang tuanya


Badan Arshila kembali hangat karena juga ikut berlarian


"wah badan chila kembali panas"ucap Fatiyah yang baru saja selesai memeriksa Arshila


"trus kamu sudah kasi obatnya fat!?" tanya Bu Ayudia pada menantunya itu


"sudah mah, semoga setelah bangun dari tidurnya panasnya reda"jawab Fatiyah


"syukurlah kalau begitu "ucap Bu Ayudia


"bagaimana tidak panas kembali dia ikut-ikutan kejar-kejaran juga" sahut Aurel dan diangguki oleh semuanya


tubuhku rasanya sangat lelah setelah kejar-kejaran dengan dengan bocil-bocil itu"ucap Ayumi memijat pelan kakinya yang terasa lelah


"iya saya juga sama, kakiku rasanya ingin patah "sahut Fatiyah


"ini akibat kalian waktu ngidam senangnya nongkrong di atas pohon rambutan "ucap Bu Ayudia dan membuat semua terkekeh


"tapi saya tidak ikut-ikutan manjat umah"jawab Ayumi


"iya nggak ikutan manjat tapi ikutan makan hasil panjatan mereka "ucap Bu Ayudia dan mereka semua kembali terkekeh


"saya nggak nyangka anak-anak sekuat itu, mereka juga sangat cerdas mengecoh kita sehingga kita kewalahan kalau menangkap mereka "ucap Azlan dengan wajah lelahnya


"iya benar mereka sangat gesit dan lincah "jawab Riki


sedang asik membahas tentang para bocil-bocil mereka tiba-tiba saja ada yang mengucapkan salam dari luar dengan segera bayu berdiri dari duduknya dan berjalan keluar kepintu utama untuk melihat siapa yang datang


saat sudah berada di depan pintu bayu tersenyum karena yang datang adalah kedua orang tuanya


"ayo ma pa masuk"ucap bayu


"rumah Kamu pada ramai ya yu"tanya Bu Raidah


"iya ma semua saudara Arumi datang berkunjung untuk menjenguk Arshila yang sedang sakit" jawab bayu


"kamu ini tau anak sedang sakit malah membiarkan orang-orang datang berkumpul di sini


mana bisa anakmu beristirahat kalau begitu, apa lagi anak-anak mereka pasti sangat bandel- bandel nggak ada yang mau mendengarkan ucapan orang tuanya "celotehan Bu Raidah tidak ada habisnya


Bayu menahan kedua orang tuanya di ruang tamu karena dia tidak ingin ibunya itu banyak bicara disaat semua keluarga istrinya ada disana


walaupun azlan Azka dan Satrio hanya saudara angkat istrinya namun bayu sangat menghargai mereka bertiga,bayu sering minta tolong pada pada kakak-kakak iparnya itu


jadi bayu tidak ingin berselisih dengan mereka karena mulut pedas ibunya


"sudahlah ma"ucap Bayu tidak tau mau bilang apa lagi pada ibunya itu


"kan memang kenyataannya seperti itu "ucap Bu Raidah ketus


"sudah ma,kenapa mama begitu tidak suka dengan keluarga Istriku padahal mereka itu baik pada keluarga kita tapi sikap mama pada mereka selalu saja ketus"ucap bayu mulai prustasi dengan sikap ibunya itu


"baik bagaimana? ibu mertuamu itu bahkan pernah mengancam mama "ucap Bu Raidah tidak mau kalah


"umah mengancam mama waktu itu karena mama mengatakan jika istriku selingkuh dan mengandung benih pria lain tapi lihat ma putriku sangatlah mirip denganku "ucap Bayu berdengus kesal


ayumi Aurel dan Fatiyah yang memang memiliki jiwa kepo yang sangat tinggi berdiri di dekat pintu penghubung antara ruang tamu dan ruang keluarga sehingga mereka dapat melihat bayu dan mamanya sedang berdebat


"dasar mertua julid, sampai kapanpun tidak akan pernah berubah "ucap Fatiyah dan diangguki dua saudara iparnya


"pengen deh rasanya mulut pedesnya kuberi terasi dan tomat biar sekalian jadi sambel level tertinggi "ucap Aurel


"hihihi,kamu ini dia itu cabe!?" jawab ayumi cekikikan


"emang benarkan mulutnya itu pedes plus bau kayak terasi ya sudah tinggal masukin tomat jadi deh sambel terasi made in mak julid"ucap Aurel dan itu membuat Ayumi dan Fatiyah ingin tertawa kencang namun Aurel menyumpal mulut mereka memakai kain gorden yang ada di samping mereka


agar suara mereka tidak terdengar keluar


"mama sudah janji pada papa kita kesini itu mau jengukin cucu kita tapi kok malah buat masalah lagi sih"ucap pak Wijaya lalu berdiri dari duduknya


"bay papa pulang ya,papa tidak mau dapat masalah lagi karena mulut pedas mamamu ini"ucap pak Wijaya lagi lalu pergi begitu saja meninggalkan istri dan anaknya yang sedang berdebat


"ini semua gara-gara keluarga istri kamu bay,kamu sudah berani melawan mama" ucap Bu Raidah kesal


"dan saya yakin mertuamu yang genit itu pasti yang sudah mempengaruhimu" ucap Bu Raidah lagi


"cukup ma,jika mama datang kesini untuk menghina keluargaku lebih baik mama pergi saja dari sini " ucap Bayu dengan wajah yang memerah karena kesal


"dasar kamu anak durhaka berani-beraninya kamu mengusir saya ibu kandungmu sendiri "ucap Bu Raidah berteriak


"mama yang sudah buat saya seperti ini,apa salah keluarga istriku kurang baik apa keluarga istriku ma


ingat ma mereka yang sudah membantu usaha papa yang sudah hampir bangkrut


ibu mertuaku yang selalu baik merawat papa saat terserang stroke ringan ma


Keluarga istriku menerimaku apa adanya diriku yang tidak sempurna ini ma" ucap bayu dengan suara bergetar


"tidak ada gunanya saya disini,kamu sudah tidak menghargai dan menghormati mama lagi dan lihat sejak tadi mama ada disini istrimu maupun keluarganya yang lain tidak ada yang menyediakan minuman untuk tamunya"ucap Bu Raidah dengan percaya dirinya


ufhhh,bayu menghela nafas panjang karena tidak habis fikir dengan sikap mamanya yang tidak pernah berubah


"enak saja mau dijamu,datang kemari hanya untuk menghina keluargaku


tidak sudi saya menjamu tamu macam ibu, kasihan bayu punya ibu seperti anda"ucap Ayumi keluar dari persembunyiannya karena sudah tidak tahan lagi dengan hinaan yang dilontarkan Bu Raidah pada mereka semua


"cih...saya yang merasa kasian oada putraku menikah dengan wanita dari keluarga seperti kalian"sahut Bu Raidah tidak mau kalah


"lebih baik mama pergi dari sini,mama memang selalu membuat kekacauan jika datang kemari"ucap Bayu karena sudah melihat suasana yang sudah mulai memanas


"dasar kamu anak durhaka"ucap Bu Raidah berdiri dari duduknya dan mulai melangkah keluar dari rumah namun beberapa detik kemudian Bu Raidah kembali lagi


"kasi ibu ongkos taksi,papamu sudah meninggalkan mama disini"ucap Bu Raidah menengadahkan tangannya pada putranya itu


Bayu merogoh sakunya lalu mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang merah lalu menyerahkan pada ibunya


Bu Raidah mengambil uang itu dari tangan bayu dengan kasar dan berlalu begitu saja tanpa berpamitan


"maafkan mama saya ya kak!"ucap Bayu dengan wajah sendunya


"iya kami sudah memaklumi nya,jadi kamu tidak usah merasa tidak enakan ya" jawab Ayumi menepuk pundak Adik iparnya itu dengan pelan