
Anak buah Azlan sudah mengirimkan video dimana pak Wijaya disambut dengan mesra oleh seorang wanita muda yang sedang hamil dan seorang anak perempuan yang berusia sekitar setahun lebih
Azlan pun mengirimkan video yang didapatkannya dari anak buahnya pada Bayu
dan itu membuat Bayu merasa sangat frustasi karena tidak menyangka jika ayahnya akan tega melakukan hal seperti itu kepada mamanya
Bayu yang hari ini menjadwalkan pemeriksaan ibunya pada dokter yang menanganinya selama mereka di kota
Bayu mengantarkan ibunya kontrol kembali ke pada dokter tanpa di temani oleh Arumi karena anaknya yang kecil sedang rewel dan tidak bisa ditinggal oleh sang istri
bayu juga sudah meminta tolong kepada kakak-kakak iparnya untuk terus memantau ayahnya yang kini sudah kembali kekampung
sebenarnya Bayu sudah sangat ingin segera kembali dan menemui ayahnya dan meminta penjelasan
tapi saat ini bayu harus fokus pada kesehatan ibunya
setelah selesai dengan semua rangkaian pemeriksaan dan mendapatkan izin dari dokter untuk bisa membawa sang ibu untuk segera pulang kerumahnya yang berasa dikampung
Bayu dan Arumi sudah menyiapkan semuanya untuk membawa pulang sang ibu
Bu Raidah yang tidak bisa berbicara dan menggerakkan tangan dan kakinya hanya pasrah dengan keadaannya sekarang ini
mungkin ini suatu teguran dari dang pencipta untuk Bu Raidah yang selalu saja tidak bisa mengontrol mulut nya untuk tidak menghina orang
setelah beberapa jam perjalanan kini mereka sampai di rumah Arumi
Bu Raidah sengaja mereka bawa pulang kerumah mereka karena mereka tau dirumah Bu Raidah tidak akan ada yang bisa mengurusnya
Arumi dan bayu akan kerepotan bolak-balik merawat Bu Raidah
"mama sekarang istirahat disini ya" ucap Arumi pada mertuanya itu saat mereka sudah berada dikamar tamu dirumah Arumi
"Arumi mau melihat anak-anak dulu ya ma,arum juga mau ganti pakaian nanti saya akan binta tolong bibi untuk membantu mama bersih-bersih " ucap Arumi dan keluar dari dalam kamar itu
"bik tolong bantu mama untuk bersih-bersih ya soalnya saya mua lihat anak-anak dulu" ucap Arumi pada bibik yang membantu dirumahnya
"iya buk"jawab sang bibik
"ya sudah saya keatas dulu ya bik!" ucap arumi lagi dan diangguki oleh pembantunya itu
setelah sampai dilantai dua arumi langsung masuk kedalam kamar Anak-anaknya dan disana terlihat baby sitter mereka membantu mengganti pakaian mereka
"Mbak anak-anak nggak rewel kan!?" tanya Arumi pada kedua Baby sitter anak-anaknya itu
"Alhamdulillah anak-anak anteng buk "ucap baby sitter putrinya itu
"oh ya sudah saya juga mau bersih-bersih dulu, setelah mereka selesai bersih-bersih Mbak juga istirahat ya" ucap Arumi
"iya buk"jawab mereka
Arumi meninggalkan kamar Anak-anaknya dan menuju kamarnya sendiri namun saat masuk kedalam kamarnya arumi melihat suaminya sedang duduk di tepi ranjang mereka sambil memijat pelipisnya yang terasa berdenyut sakit
"kamu kenapa mas!?" tanya Arumi pada suaminya itu
"nggak apa-apa kok sayang kepala mas hanya terasa sedikit sakit mungkin karena beberapa Minggu ini tidur nggak begitu nyenyak "jawab Bayu beralasan
"ya sudah mas istirahat saja,rumi mau bersih-bersih dulu takut anak-anak rewel kalau lama di tinggal " ucap Arumi lalu mengambil handuk dna baju ganti dalam lemari pakaiannya dan segera masuk kedalam kamar mandi
Bayu mengikuti saran istrinya untuk merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya walaupun ada bantal namun Bayu memakai kedua tangannya dibawah kepalanya sebagai bantal
Bayu menatap langit-langit kamarnya merenungi apa yang sudah ayahnya lakukan
berhianat pada sang ibu namun Bayu juga tidak menyalakan ayahnya sepenuhnya karena melihat tingkah ibunya selama ini pada ayahnya itu
"ya Allah pa, kenapa kamu mengambil langkah seperti ini kamu juga sudah punya anak dari perempuan itu
bagaimana caranya untuk mengatakan semua ini pada mama
ya Allah semoga mama tidak kembali drop setelah tau semua ini" lirih Bayu
lama bayu berfikir hingga akhirnya dia tertidur
ke esokan harinya seperti yang sudah direncanakannya bersama Azlan bayi akan mendatangi tempat tinggal ayahnya bersama simpanannya itu
Bayu ingin memastikannya semua dan membicarakannya dengan ayahnya secara baik-baik
sebelum Bima datang dan mengamuk
"bagaimana bay kamu mau datang ketempat papamu!?" tanya Azlan saat sudah berada diruang tamu rumah bayu
"iya jadi mas" jawab Bayu
"ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat sekarang soalnya siang ini saya akan kekota soalnya mau bertemu dengan klien"ucap Azlan
"ya sudah ayo mas,saya pamit Arumi dulu" jawab Bayu
"lagi dikamar mas, semalaman Aarav sangat rewel badannya sedikit demam" jawab Bayu
"loh sudah dikasi obat !?"tanya Azlan khawatir
"sudah mas Arumi sudah memberikannya obat,kata Arumi Aarav hanya demam sehabis imunisasi kemarin waktu masih dikota" jawab Bayu
"oh, Alhamdulillah kalau sudah langsung ditangani "jawab Azlan sedikit lega
"saya keatas dulu mas pamit sama Arumi " ucap Bayu dan beranjak dari duduknya dan menuju kelantai dua menuju kamarnya untuk menemui istrinya
tak berselang beberapa lama Bayu turun bersama Arumi dan Putranya yang masih dalam gendongan Arumi
"sayang abah kenapa !?" tanya Azlan mendekati ponakanya itu
Aarav segera mengulurkan tangannya minta digendong oleh pamannya itu
"sayang abah lagi sakit ya,sayang!?" tanya Azlan pada bayi tampan itu
"papapapamamama prufffftt" ucap bayi tampan itu dengan bahasa planetnya
"kepalanya terasa sakit ya nak,abah elus-elus ya biar sakitnya berkurang "ucap azlan dan mulai mengelus kepala putranya adiknya itu
bayi tampan itupun menyandarkan kepalanya di dada bidang pamannya dan terlelap
Arumi dan Bayu melongok melihat begitu mudahnya kakaknya itu membuat putra mereka tertidur
Arumi mengambil alih putranya dari gendongan kakaknya lalu membawa Putranya masuk kekamar tamu dimana ibu mertuanya berada
karena arumi sudah meminta bayu untuk meletakkan keranjang bayi di kamar itu agar Memudahkan Arumi memantau keduanya tanpa harus repot naik turun tangga yang bisa membuatnya kelelahan
sedangkan bayu dan Azlan sudah berpamitan untuk pergi ketempat tujuan mereka
tak butuh waktu lama mereka sampai didepan sebuah villa dan disebelahnya ada sebuah mini market yang lumayan ramai sedangkan saat itu masih Pagi namun pengunjung mini market itu sudah didatangi banyak pembeli
"beneran mas ini rumah papa dan istri mudanya !?" tanya bayu
"iya mereka selama ini tinggal disini itu menurut informasi yang anak buahku dapatkan "jawab azlan
"trus mini market itu juga punya papa!?" tanya bayu lagi dan diangguki oleh azlan
"papa kamu membangunkan mini market itu untuk istri mudanya kelola untuk kebutuhan sehari-harinya dna juga anaknya karena Papa kamu katanya jarang datang kemari jadi wanita itu meminta kesibukan seperti itu "jawab azlan
"pantas saja papa menikahi wanita itu karena dia tipe wanita yang yang mandiri tidak seperti mama yang taunya hanya meminta dan menghina papa" ucap Bayu mengusap wajahnya kasar
"astaghfirullah "ucapnya lagi
"ya bisa juga seperti itu,jadi bagaimana ini apa kita jadi menemui mereka !?" tanya Azlan
"iya mas,saya harus meminta penjelasan papa untuk ini semua " jawab Bayu
"Oke kalau begitu ayo kita masuk mumpung papa kamu masihada didalam "ucap azlan dan diangguki oleh bayu mereka lun berjalan menuju villa yang dijadikan tempat tinggal oleh bpak Wijaya dan istri mudanya juga anaknya
"permisi pak,pak Wijaya nya ada!?" tanya Azlan pada security tempat itu
"oh ada pak tapi kalau boleh tau kalian siapa ya!?" tanya security itu penuh selidik
"saya putra sulungnya oak Wijaya pak,papa sudah menyuruh saya kemari"ucap bayu sedikit berbohong
"oh begitu ya mas!?" ucap pak security pada bayu dan Azlan dan mereka berdua segera mengangguk
security itu lagi-lagi memperhatikan keduanya dan melihat wajah majikannya sangat mirip dengan bayu dan itu juga yang membuatnya percaya dan mengizinkan mereka masuk
azlan segera berjalan ke arah mobilnya diparkir dan menjalankannya masuk kehalaman villa itu setelah pintu gerbang terbuka lebar
sedangkan bayu berjalan masuk kedalam rumah itu
"assalamualaikum"ucap Bayu dan Azlan
"waalaikumsalam "jawab seorang wanita dari dalam rumah itu tak berselang lama keluarlah seorang wanita hamil yang usianya mungkin sama dengan Arumi
"cari siapa ya mas !?" tanya wanita itu
"pak Wijaya ada mbak!?" tanya Azlan karena bayu tidak mengeluarkan suaranya
"oh bapak ada kok,mari mas silahkan masuk " ucap wanita itu ramah
"duduk dulu ya mas saya panggilkan bapak dulu"ucapnya lagi lalu berjalan masuk kedalam untuk memanggil pak Wijaya
pak Wijaya pun keluar dengan seorang anak perempuan dalam gendongannya dan kening anak perempuan itu ditempel obat kompres demam
"Bayu azlan!?" ucap pak Wijaya tertegun melihat siapa yang datang bertamu