Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 94



Pagi hari menjelang kini mereka duduk bersama dimeja makan untuk menikmati sarapan pagi yang telah dibuat oleh Ayumi dibantu bu Ratna Artnya


"Sayang hari ini mas akan kekantor sama Rafa ada rapat penting yang harus mas tangani langsung dan mungkin mas akan langsung berangkat kekota X karena kantor di sana juga ada sedikit pekerjaan yang harus mas selesaikan "ucap Riki pada istrinya


"pak bu,maaf saya nggak bisa menemani kalian hari ini karena tiba-tiba Adik saya menelpon dan katanya ada rapat penting dan Saya harus hadir dalam rapat itu"ucap Riki pada kedua calon mertua adik iparnya


"iya nak Riki tidak apa-apa,kami mengerti kesibukan nak Riki"ucap pak Wijaya memakluminya beliau tersenyum pada Riki


Mereka merasa sangat beruntung mengenal keluarga yang baik ini walaupun mereka tau jika Ayah dari calon menantunya itu pernah berbuat jahat kepada anaknya sendiri dan saat ini ayah dari calon istri putra mereka mendekam dipenjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya namun itu tidak akan menyurutkan keinginan mereka untuk menjadikan Arumi menantunya karena mereka yakin didikan Bu Ayudia yang diberikan pada anak-anaknya sangatlah baik


"oh iya mas, keperluan mas yang akan mas bawa yumi siapkan sekarang ya"ucap Ayumi ingin melangkah meninggalkan meja makan untuk kekamarnya menyiapkan pakaian yang akan dibawa suaminya


"nggak usah sayang kamu sarapan saja,tadi mas sudah siapkan semua saat kamu sibuk masak "ucap Riki memegang tangan istrinya


"kok nggak tanya Yumi sih mas kan biar yumi bisa siapkan "ucap Ayumi merasa bersalah karena tidak memperhatikan keperluan suaminya


"kan dadakan sayang,mas dapat telpon dari Rafa baru pagi tadi jadi ya mas langsung siapkan semuanya aja sendiri


Lagian mas cuma bawa beberapa lembar aja pakaian ganti, insya Allah mas akan cepat pulang kalau pekerjaan cepat selesai mas langsung pulang"ucap Riki


" iya mas, kalau mas kerjanya sampai malam nggak usah memaksakan untuk langsung pulang takutnya mas kecapean dijalan kasian Rafa juga kalau harus nyetir dan keadaan capek"Jawab Ayumi pada suaminya, sengaja berkata seperti itu karena ayumi sangat tau suaminya akan memaksa adiknya untuk pulang walaupun masih merasa lelah seharian bekerja


"iya sayang "ucap Riki


jawab Riki mengusap punggung istrinya itu


Selesai sarapan Riki langsung berpamitan kepada semuanya karena dia dan adiknya akan mengadakan rapat penting pagi itu


Sebelum keluar dari rumah Riki kembali berpamitan kepada orang tua calon suami adik iparnya


Sebagai bentuk menghargai tamunya


"Pak Bu saya pamit dulu "ucap Riki mengulurkan tangannya pada kedua pasangan paruh baya itu lalu mencium punggung tangan mereka berdua


"iya nak Hati-hati dijalan "Ucap pak Wijaya menepuk pelan punggung Riki saat mencium punggung tangan pak Wijaya


"pak bu,saya antar mas Riki dulu kedepan "ucap Ayumi


"iya nak,kami juga ingin bersiap-siap sebelum semuanya datang "ucap bu Radiah dan diangguki oleh Ayumi


Ayumi dan anak-anaknya mengantarkan suaminya sampai didepan rumahnya


Riki masih Betah memeluk pinggang ramping istrinya itu dan tangan sebelahnya menggendong putri kecilnya


Sedangkan Abian berjalan digandeng oleh Ayumi


Ayumi meminta Bi Ratna membawakan koper dan tas kerja suaminya ke mobil


"tasnya sudah bibi simpan di mobil Bu "ucap bi Ratna pada Ayumi yang masih berdiri didepan rumah bersama anak dan suaminya


"oh iya makasih banyak ya bi"jawab Ayumi dengan tersenyum


"iya bu sama-sama "ucap bi Ratna lalu kembali kedalam rumah untuk menyelesaikan pekerjaannya


"sayang mas berangkat ya "ucap Riki mencium kening istrinya


Lalu mencium pipi tembem putrinya yang masih dalam gendongannya


Riki menurunkan Arisha dan berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan putra sulungnya


lalu mencium kening dan pipi putranya itu


"kalian jangan nakal ya sayang,nurut sama bunda .


Ayah berangkat kerja dulu"ucap Riki pada kedua anaknya


"iya ayah "jawab mereka bersamaan


"siap nyonya, pesannya akan selalu di ingat "ucap Riki mencolek dagu terbelah istrinya


"ihhhhh yayah nenit cukana tolek-tolek dunda"ucap Arisha tiba-tiba


"hahahaha dengar mas putrimu mengataimu genit "sahut Ayumi dengan kekehannya


"kenapa sih sayang makin hari kamu makin cerewet aja kayak bunda"ucap Riki lalu mengangkat tubuh putrinya tinggi-tinggi


Riki sering dibuat gemas sendiri oleh tingkah anaknya itu


"sudah..... sudah mas, nanti kamu telat loh, kasian Rafa pasti udah nunggu "ucap Ayumi mengingatkan suaminya


"iya ini mas sudah mau berangkat


Assalamualaikum "ujar Riki dan berjalan kearah mobilnya yang sudah dipanaskan oleh pak aji


"waalaikumsalam, hati-hati dijalan jangan ngebut-ngebut "ucap Ayumi melambaikan tangannya di ikuti kedua anaknya


Riki pun menjalankan mobilnya menuju rumah orang tuanya yang sangat dekat dengan rumahnya untuk menjemput adiknya Rafa


setelah mobil yang kendarai oleh suaminya sudah tidak terlihat lagi Ayumi kembali kedalam rumah bersama anak-anaknya untuk bersiap-siap karena hari ini mereka akan Fiting baju seragam untuk acara pernikahan Azka dan Nana serta Bayu dan Arumi


Saat masuk keruang keluarga bu Radiah dan pak Wijaya sudah rapi dan siap berangkat mereka duduk diruang tamu menikmati teh hangat yang disajikan oleh bi Ratna


"maaf lama pak bu"ucap Ayumi tidak enak hati pada tamunya


"iya nak tidak apa-apa "ucap Bu Raidah


"kalau begitu saya dan anak-anak keatas dulu mau siap-siap "ujar ayumi dan diangguki oleh keduanya


Ayumi pun membimbing kedua anaknya Menaiki tangga menuju kamarnya dan kamar anaknya untuk berganti pakaian


setelah selesai Ayumi dan kedua anaknya kembali kelantai satu untuk menemui Bu Raidah dan Pak Wijaya


Belum lama Ayumi sampai di lantai satu terdengar suara orang mengucapkan salam dari luar


"Waalaikumsalam "jawab Ayumi,pak Wijaya dan Bu Raidah


"tuh mereka sudah datang bu"ucap Ayumi pada bu Raidah


tak lama Arumi dan Nana Sudah terlihat bejalan kearah mereka dibelakangnya ada Bayu dan Azka


Mereka berempat menyalami Bu Raidah dan Pak Wijaya


"loh Fatiyah dan Aurel mana ?"tanya Ayumi karena Dia tidak melihat kedua sahabatnya itu


"mereka sudah kepuskesmas kan hari ini mereka sudah mulai masuk kerja tadi kami sempat berpapasan saat jalan kesini "jawab Nana dan diangguki oleh Ayumi


"lalu umah mana Rum?"tanya Ayumi pada adiknya


"umah subuh tadi berangkat kekota diantar kak Azlan soalnya lagi ada pertemuan katanya sekalian meminta izin untuk Babah agar bisa hadir saat Rumi nikah nanti sebagai wali"ucap Arumi menunduk sedih dan malu pada calon mertuanya yang saat ini menatapnya


Bu Raidah berdiri dari duduknya dan mendekati calon menantunya itu lalu memeluknya dengan Sayang


"kamu yang sabar ya nak,kamu tidak usah merasa rendah diri Karena hal ini


Kamu harus terus berdoa semoga dengan jalan seperti ini Babahmu bisa segera memperbaiki diri dan menyadari kesalahannya dan jadikan semua ini pelajaran untuk kita semua untuk lebih mawas diri "ucap Bu Raidah


"ya Allah terimakasih, engkau telah memberikan kami keluarga yang bisa menerima kami apa adanya dan mengerti dengan keadaan keluarga kami


Berikanlah kebahagiaan kepada kami dan bukalah pintu hati Ayah kami untuk bisa berubah dan bertaubat "doa Ayumi dalam hati tanpa disadarinya sudut matanya sudah basah


"tapi Rumi malu ma, pada keluarga mama dan papa pasti mereka akan mencibir kalian karena punya besan seorang narapidana "ucap Arumi semakin sendu


"kamu jangan fikirkan itu nak biarkan orang lain ingin berkata apa karena mereka tidak tau kebenarannya ,dan yang terpenting saat ini kalian bahagia dan kami pun ikut bahagia berangsur-angsur mereka akan melupakan semuanya dan insya Allah keluarga mama dan papa tidak akan pernah malakukan hal yang kamu fikirkan walaupun ada diantara mereka melakukan itu mama yakin mereka akan menyesal "ujar Bu Raidah menenangkan calon menantunya