
Selama libur Arumi selalu menemani Bayu menjelajahi daerah-daerah wisata yang ada disana baik yang berada di Desa seberang maupun di desa-desa tetangga lainnya
Bayu sangat bahagia karena Arumi mulai membuka hatinya padanya, mereka pun semakin dekat ditambah lagi sudah beberapa tempat yang dipilih oleh Arumi sudah bayu bangun beberapa usahanya seperti ide-ide yang diberikan oleh Arumi tentu saja Arumi merasa tersanjung karena Bayu menerima semua ide-idenya
Seperti membuat penginapan dan rumah makan sekaligus jadi jika ada pengunjung yang datang dan ingin nginap mereka tidak perlu lagi repot untuk mencari warung makan karena disana sudah tersedia
Bayu berencana akan meresmikan hubungan mereka sebelum Arumi kembali kekota
Bayu sudah menyampaikan niatnya pada Riki, Ayumi dan Azlan mereka mendukung niat baik Bayu
Bayu juga telah menyampaikan niatnya kepada orang tua dan keluarganya mereka sangat Bahagia karena baru kali ini Bayu berniat mempersunting seorang wanita setelah banyaknya wanita yang diperkenalkan padanya dan semua ditolaknya secara halus
Keluarganya terutama ayah dan ibunya sudah uring-uringan karena anak lelakinya tidak tertarik pada wanita-wanita yang diperkenalkannya namun niat bayu kali ini mematahkan semua asumsi buruk mereka kepada Bayu
Orang tua bayu dan keluarganya sudah ada Desa makmur maju dimana hunia bayu beberapa bulan ini karena setelah mendapatkan kabar dari Putranya orang tua Bayu segera menyiapkan segala sesuatunya yang akan mereka bawa nanti saat datang kerumah calon menantunya itu dan mereka tiba di desa makmur maju sehari sebelumnya agar mereka tidak kerepotan
Arumi juga sudah menyampaikan niat baik Bayu, Bu Ayudia merasa sangat senang dan sedikit lega karena Arumi akan segera menikah dengan lelaki pilihannya buka dengan Haris lelaki kurang Seons seperti pak Umar
Setidaknya niat jahat pak Umar dan Haris bisa mereka patahkan dengan menerima pinangan Bayu nantinya dan Bu Ayudia berencana ingin mempercepat saja pernikahan Arumi dan Bayu nanti
Bu Ayudia ingin mereka menikah setelah pernikahan Azlan dan Fatiyah serta azka dan Nana dua minggu yang akan datang
Karena setiap malam Bu Ayudia tidak bisa tertidur dengan nyenyak karena memikirkan keselamatan Arumi yang sekarang menjadi incaran Haris dan pak Umar
Kini bayu dan keluarganya sudah tiba dirumah Bu Ayudia dan disana mereka disambut oleh keluarga Arumi
Orang tua Riki pun sudah ada disana untuk menyebut mereka begitu pun dengan orang tua Aurel yang kebetulan datang berkunjung kerumah anaknya
Senyuman di wajah semua orang tidak pernah lepas kecuali pak Umar yang kembali gagal menyandingkan putrinya dengan Haris
keluarga Bayu diajak kedalam rumah Bu Ayudia dan mereka pun menyampaikan maksud dan tujuan mereka sehingga datang kerumah Bu Ayudia
Setelah lama berbincang akhirnya Arumi menerima pinangan Bayu dan mereka sudah sepakat akan menikahkan Arumi dan Bayu tiga minggu lagi Bu Ayudia beralasan agar nantinya Arumi ada yang menjaganya dikota selama menempuh pendidikannya dan juga Bayu bebas menemani Arumi dan juga terbebas dari fitnah karena mereka sudah halal
Mereka pun setuju dengan usulan bu Ayudia
Pak Umar sempat protes namun tidak ada satupun yang menanggapi protesannya
hingga akhirnya pak Umar hanya bisa diam
Namun tanpa sepengetahuan mereka semua pak Umar sudah menghubungi Haris dan mengatakan jika Arumi akan segera menikah dengan lelaki cacat pilihannya
Pak Umar juga pernah terang-terangan menghina fisik Bayu dan mengatakan jika Bayu tidak pantas bersanding dengan Arumi yang seorang calon Dokter sedangkan dia hanya seorang pengusaha warung makan yang cacat
Arumi juga sempat bersitegang dengan Ayahnya itu karena Arumi sangat tidak suka jika ada orang yang dihina dihadapannya
Arumi waktu itu merasa tidak enak hati kepada Bayu karena perkataan ayahnya
flashback
"Arumi "panggil pak Umar pada putrinya saat akan pergi bersama Bayu
"ya ada apa?"jawab Arumi menoleh kearah pak Umar
"mau kemana Kamu ?" tanya pak Umar
"saya mau menemani mas Bayu mengecek pembangunan tempat usaha mas bayu didesa sebelah "jawab Arumi lembut karena dia merasa tidak enak hati pada Bayu jika dia berkata ketus kepada ayahnya itu
"diakan bisa pergi sendiri karena itu adalah usahanya bukan usahamu kenapa kamu mesti buang-buang tenaga dan waktuku untuk menemaninya dan juga apa kamu tidak malu dengan cemoohan para tetangga karena kamu setiap hari pergi dengannya
dan lagian juga apa yang kamu lihat dan dapatkan dari pria cacat sepertinya yang ada hanya akan menyusahkanmu saja"ujar pak Umar panjang lebar
Sedangkan Arumi tersulut emosinya mendengar pam Umar menghina Bayu
"dengar ya pak Umar yang terhormat dan bertubuh sempurna walaupun mas Bayu kakinya cacat tapi dia memiliki akhlak yang baik tidak memiliki niat yang buruk kepada orang lain
Walaupun fisiknya tidaklah sempurna anda tapi saya percaya padanya akan bisa menjagaa saya dari orang-orang yang berniat jahat padaku
Dan satu lagi yang anda harus tau tidak selamanya orang terlihat sempurna itu tidak memiliki kekurangan terutama akhlaknya
Orang yang terlihat sempurna fisiknya namun hati dan otaknya cacat juga percuma lebih baik cacat fisik daripada otak dan hati yang cacat apalagi dia itu seorang pecundang dan penghianat selamanya akan tetap seperti itu "ujar Arumi dengan wajah memerah karena emosi
Pak Umar tak bisa berkata apa-apa mendengar ucapan anaknya yang dikenalnya selama ini tak banyak tingkah
"lihat saja kamu sekarang Arumi setelah bergaul dengannya kamu menjadi anak yang pembangkan dan juga sudah berani melawan ayahmu sendiri demi pria cacat itu "ujar pak Umar lagi
emosi Arumi kembali tersulut mendengar ucapan pak Umar
Saat Arumi ingin menyahuti ucapan pak Umar Bayu segera meraih tangan Arumi dan menggeleng pelan
"sudah dek tidak baik terus berdebat dengan orang tua kita "ujar Bayu
"tapi mas dia sudah keterlaluan "jawab Arumi dengan mata berkaca-kaca
"sudahlah dek,mas tidak ingin karena mas kamu dan keluargamu berselisih "ujar bayu lagi
"Baiklah mas,lebih baik kita pergi dari sini"jawab Arumi
"tapi dek"ujar Bayu
"tidak usah pedulikan dia mas"jawab Arumi air matanya sudah menetes membasahi pipinya Bayu merasa sakit hati melihat wanita yang dicintainya merasa sakit hati karena ucapan ayahnya sendiri yang sudah menghinanya namun dengan mati-matian wanitanya ini membelanya
Arumi menarik tangan Bayu meninggalkan pak Umar
"Arumi "panggil pak Umar penuh emosi
Namun Arumi tidak mempedulikannya Arumi terus menarik tangan Bayu pergi dari sana, Bayu sesekali menoleh kearah pak Umar yang terlihat sangat marah
Arumi mengajak Bayu menemui kakaknya Ayumi dirumahnya
"mas kita kerumah kak Ayumi ya"ujar Arumi pada Bayu
"baiklah "jawab Bayu dan Bayu menyalakan mesin mobilnya dan melakukannya kerumah Ayumi yang tidak begitu jauh dari sana
Setelah sampai dirumah Ayumi, Arumi segera turun dari mobil saat Bayu sudah memarkirkan mobilnya
Bayu mengikuti langkah Arumi masuk kedalam rumah Ayumi dan Riki
"Assalamualaikum,kak kakak"teriak Arumi
Ayumi yang sedang membantu Arisha berpakaian terkejut mendengar teriakan adiknya
Dan segera bergegas keluar dari kamar putrinya untuk menemui adiknya itu
"waalaikumsalam,kamu kenapa dek"ujar Ayumi yang sudah mendapati adiknya menagis dan Bayu duduk disampingnya
Riki yang berada dihalaman belakang sedang berolahraga juga terkejut mendengar suara teriakan Adik iparnya itu dan segera bergegas keluar untuk melihatnya dan disana dia sudah melihat adik iparnya itu menangis dalam pelukan istrinya dan Bayu sahabatnya juga ada disana
"Arumi kenapa yhang?"tanya Riki pada istrinya dan ikut duduk disamping istrinya
Ayumi hanya mengangkat bahu tanda dia juga tidak tahu
"Bay, Arumi kenapa?"tanya Riki pada Bayu
Bayu pun menceritakan apa yang terjadi tadi dirumah Bu Ayudia
Perdebatan Arumi dan Pak Umar karena menghinanya
"dasar memang situa Bangka "ujar Ayumi ikut geram
"Sayang "sahut Riki mengingatkan istrinya
"dia memang pantas diumpat mas"ujar Ayumi merasa geram sendiri
"maaf jika saya ikut campur, sepertinya kalian sangat tidak menyukai ayak kalian?!"tanya Bayu hati-hati
Arumi pun menceritakan semuanya Tampa sungkan dan ragu kepada Bayu
Bayu ikut mengepalkan tangannya mendengar cerita Ayumi
Dan diapun sudah paham dengan situasi ini
Flashback off