
kini Riki,anton dan Tika telah berada di bandara mereka sudah menunggu pesawat mereka berangkat
tak berselang beberapa menit pesawat yang mereka tumpangi pulang telah lepas landas dan akan segera membawa mereka ke kota tujuan
kini Riki sudah sampai didepan rumah orang tuanya seterah menempuh perjalanan selama berjam-jam
"assalamualaikum "ujar Riki mengucapkan salam
"waatitumcayam "jawab icha yang sedang bermain boneka sendiri diruang tamu
"holeee,yayah puyan "ucap icha kegirangan
"dunda nana yah?"tanya icha celingak-celinguk mencari seseorang
"Bunda tidak ada sayang"ujar Riki sedih
"tot dunda nda,ninin Puyang cih? apatah dunda tak bau pama echa ladi?"ujar icha sedih
"bukan begitu sayang, bunda kan sibuk bekerja sayang "ujar Riki
sebenarnya ini kesalahan Riki karena membiarkan putrinya itu selalu berasumsi sendiri bila dia pergi bekerja maka putrinya itu akan menyangka akan pergi menjemput sang bunda
"ya cudalah, icha atan celalu menundu dunda Puyang "ujar Arisha pasrah lalu berdiri dari duduknya dan berlari kedalam rumah namun beberapa saat kemudian dia kembali lagi menemui ayahnya yang masih berjongkok ditempatnya tadi karena mensejajarkan tubuhnya dengan sang putri
"mamaf yayah,Icah pupa cayim"ujar Icha dengan suara cadelnya dan menyodorkan tangannya meminta tangan Riki lalu menciumnya
"tidak apa-apa sayang"jawab Riki mencium pucuk kepala putrinya itu
Icha kembali berlari kedalam rumah dan masuk kekamar kakaknya
"ata hiks hiks "panggil icha pada kakaknya
"kamu kenapa dek?"tanya Abi heran karena dia meninggalkan adiknya bermain diruang tamu masih baik-baik saja
"Yayah Cuda Puyang Pati tidat bawa dunda, apatah dunda pitat cayang pita ladi? hiks hiks hiks "ucap Arisha dengan terisak
"mungkin bunda sibuk bekerja dek,jadi bunda tidak bisa pulang bersama ayah
kamu kan anak yang baik dan pintar harusnya kamu bisa mengerti seperti kak Bian selalu sabar menunggu Bunda pulang
kamu sudah lupa apa yang dikatakan Bunda?
bunda kan pernah bilang kalau Icha sering nangis dan sakit bunda tidak akan mau pulang "ujar Abian membujuk adiknya itu
"iya Ata',mamaftan Icha suta yupa-yupa,pati icha sanat lindu pada dunda hiks hiks hiks "ujar icha yang masih terisak
"sekarang kita harus rajin berdoa dan meminta kepada Allah supaya bunda bisa cepat pulang dan menemani kita ya
jadi icha mulai sekarang jangan suka nangis dan harus selalu sabar
icha juga harus rajin Sholat dan mengaji biar Allah mau mengabulkan doa kita
kamu mau kan dek?"ujar Abian penuh kesabaran menghadapi adiknya
"iya Ata'Icah mau"ujar Arisha
"nah sekarang hapus Air matamu dan tersenyumlah "ujar Abian tersenyum dan mencium kening adiknya dengan sayang
Arisha pun menghapus air matanya dan tersenyum lalu memainkan boneka Barbienya
sebenarnya Abian juga merasa kasian kepada adiknya tak terasa air mata Abian menetes namun dengan segera dihapusnya dia tidak ingin adiknya melihat itu
sedangkan dipintu kamar Riki sejak tadi menangis melihat kedua buah hatinya yang begitu merindukan sentuhan seorang ibu
"sayang lihat anak-anak kita begitu merindukanmu dan lihat putramu sudah seperti orang dewasa sebelum waktunya memberikan pengertian kepada adiknya
kamu disana tenang ya dan doakan saya bisa mendapatkan seorang ibu pengganti yang sama baiknya denganmu dan sayang pada anak-anak kita "ujar Riki dalam hatinya
Riki meninggalkan kamar putranya dan masuk kedalam kamarnya sendiri lalu membersihkan diri
Riki berencana akan menemui Ayumi malam ini dan meminta maaf
"Ayumi maafkan mas ya,mas sangat merindukanmu "ujar Riki yang kini terlelap dalam tidurnya
malam hari menjelang setelah sholat Maghrib Riki sudah bersiap untuk berangkat kerumah Ayumi
"yayah mau temana?"ujar Arisha melihat ayahnya sudah rapi dan wangi
"ayah mau keluar sebentar ya sayang !"jawab Riki
"Basti yayah mo telja ladi,telja teyus Icha tan juda bau bain-bain cama yayah"ujar Arisha protes dengan wajah cemberut namun terlihat sangat menggemaskan
"maafkan Ayah sayang,tapi Ayah janji jika pekerjaan ayah sudah beres semua ayah ajak kalian main-main atau belanja baju dan mainan "ujar Riki merayu putri bungsunya itu
Rana dan Abian hanya tersenyum melihat itu begitu pun dengan Bu Hanim dan pak Aditya
"lihatlah cucu perempuanmu ma, makin hari makin pintar dan menggemaskan "ujar pak Aditya pada istrinya
"iya pa kamu benar "jawab Bu Hanim
"ma pa,Riki jalan dulu ya "ujar Riki berpamitan kepada orang tuanya
"kamu mau kemana nak?"tanya Bu Hanim karena tidak biasanya Riki keluar malam seperti itu
"mau menyelesaikan masalah,doakan Riki berhasil ya ma pa"ujar Riki lagi lalu mengambil tangan kedua orang tuanya dan menciumnya secara bergantian
"iya nak,kami selalu mendoakanmu segala usahamu akan berhasil "ujar bu Hanim
dan diangguki oleh pak Aditya lalu menepuk pelan pundak putra sulungnya itu
"saya berangkat dulu ya mah pah, Assalamualaikum "ujar Riki
"iya nak, hati-hati"jawab Bu Hanim
"Waalaikumsalam "jawab mereka bersamaan
Riki pun melangkahkan kakinya dengan penuh keyakinan keluar dari rumah dan mengendarai motor besarnya menuju kerumah Ayumi
tak membutuhkan waktu lama kini Riki berada didepan pintu gerbang rumah Ayumi
"permisi pak, assalamualaikum "ujar Riki
"waalaikumsalam,eh mas Riki ya "jawab pak manto
"iya pak "ujar Riki
"oh tunggu mas saya buka gerbangnya dulu"ujar pak manto
"iya pak "jawab Riki
pak Manto membuka kunci pintu gerbang dan mempersilahkan Riki masuk kedalam halaman rumah Ayumi
Riki segera menyalakan mesin motornya dan masuk kedalam halaman,Riki segera memarkirkan kendaraannya
"Ayumi nya ada pak?"tanya Riki pada Pak Manto
"oh Non Ayumi baru saja pulang mas"ujar pak manto dan itu membuat Riki merasa lega dan deg degan
"bisa saya ketemu dengannya ?"tanya Riki lagi
"oh saya tanya dulu ya mas! mas Riki duduk dikursi teras dulu,saya kedalam panggil mbak Ayumi nya "ujar pak Manto dengan sangat sopan
"iyanpak terimakasih banyak "ujar Riki dan diangguki oleh pak Manto
tak berselang beberapa lama Pak manto keluar bersama Nana yang membawa minuman dan cemilan
"tunggu sebentar ya Mas Riki mbak Ayumi lagi bersih-bersih soalnya baru pulang dari ruko "ujar Nana lalu meletakkan minuman dan cemilan diatas meja depan Riki
"iya Na, makasih banyak ya "jawab Riki
"iya mas sama-sama,oh iya diminum dulu tehnya mumpung masih hangat "ujar Nana
"iya Na makasih"jawab Riki dan mulai meminum teh hangat yang disuguhkan oleh Nana
"oh iya Na,mas Azlan dan yang lainnya sudah kembali kekota ?"tanya Riki sekedar berbasa-basi
"oh Mas Azlan dan yang lainnya sekarang tinggal disini mas, mereka sudah membeli rumah disekitar kompleks sini"jawab Nana
"oh benarkah ?"jawab Riki terkejut
"iya mas, mereka ingin menetap disini bahkan mas Satria dan mbak Aurel akan menikah bulan depan "ujar Nana
"oh benarkah begitu?"jawab Riki kembali terkejut dengan penuturan Nana
Ternyata banyak yang telah dilewatkannya selama sebulan ini
"trus kalau Ayumi bagaimana ?"tanya Riki
Nana menyeringai jahil otak nya sudah terkontaminasi dengan kejahilan calon suaminya siapa lagi kalau bukan Azka
"oh kalau mbak Ayumi lagi dekat dengan seseorang mas,dan mbak Ayumi sekarang ini lagi menunggu keputusan keluarga bagaimana kedepannya "ujar Nana dan membuat wajah putih Riki semakin putih karena pucat
Arumi yang hendak keluar dari rumah membatalkan niatnya karena mendengar ucapan Nana pada Riki
Ayumi ingin tau bagaimana reaksi Riki