
sekarang tujuanku adalah kerestoran adikku Rafa untuk meminta tolong kepada chef untuk membuat sate dari daging ayam yang kubawa ini
saya sekarang berada di depan restoran milik adikku Rafa saat akan melangkah masuk ke dalam restoran Ayumi kembali menghubungi ku
"halo mas, mas sekarang ada di mana !?"tanya nya
"lagi direstoran milik Rafa,mau buatkan kamu sate sayang,kamu tunggu ya "ucap ku penuh percaya diri
"saya nggak mau kalau satenya dibuat oleh chef di restoran, saya mau satenya dibuat sama orang madura " ucap Ayumi lalu menutup telponnya
"ahkrg.... dimana saya akan mencari penjual sate Madura "ucap ku menggaruk kepalaku prustasi
banyak orang yang memandangku aneh, mungkin mereka berfikir saya orang gila
"ada yang bisa saya bantu pak?! tanya seseorang yang mungkin akan makan di dalam restoran
"saya lagi pusing pak, istri Saya sedang ngidam ingin makan sate tapi yang jual harus orang Madura dan dari daging ayam sendiri "ucapku sedikit berbohong mengatakan Ayumi sedang ngidam tapi semoga saja agar rasa lelahku seharian ini terbayar kan
"oh ada pak dekat kantor tempat saya bekerja pak ada penjual sate Madura, dijalan kemerdekaan pas samping mini market tapi kalau jam segini biasanya tempatnya penuh tapi bapak coba kesana saja siapa tau bang toba bisa bantu yang saya tau bang Toba itu orangnya baik" ucap pria baik hati itu
"terima kasih banyak ya atas infonya,oh iya kalau boleh tau nama kamu siapa?!"tanyaku pada orang itu
"oh nama saya Wisnu pak"ucapnya
"kenalkan nama saya Riki "ucaku mengulurkan tangan untuk berjabat tangan Wisnu menyambut uluran tanganku
"oh iya Nu,ini kartu nama saya kamu tunjukkan kartu ini pada pelayan didalam oke
kalau begitu saya permisi dulu, sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih "ucap ku kepada Wisnu
"iya pak Riki sama-sama, terima kasih kembali"ucap Wisnu
saya meninggalkan R & R RESTORAN menuju tempat yang Wisnu tunjukkan
sampai disana benar kata Wisnu tempat itu sangat ramai pengunjung,saya pun turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah makan sate Madura itu dan bertanya kepada salah satu pelayanannya bahwa saya ingin bertemu langsung dengan bang toba
tak berselang berapa lama orang yang bernama bang toba menghampiri ku dan bertanya apa tujuanku mencarinya dan saya pun mengutarakan keinginanku walaupun saya kembali berbohong bahwa istriku Ayumi sedang ngidam
saat sedang berbicara dengan bang toba Ayumi kembali menghubungi ku dengan video call
"assalamualaikum mas, sate ayam yang yumi mau ?!"ucap Ayumi
"iya sayang ini lagi di warung sate Madura mau minta tolong buatkan sate ayam yang kamu mau"ucapku
"cepetan ya mas ini saya sudah ngeces,tapi ingat yang buat satenya harus orang Madura asli kalau nggak mas nggak usah temuin Ayumi Hiks hiks hiks "ucap Ayumi lagi sudah mulai terisak
"iya sayang sabar ya ini saya dengan orang madura asli namanya bang toba"ucapku semoga Ayumi percaya
"coba yumi lihat mas,yumi mau ngomong "ucapnya lagi
"iya sayang saya minta izin dulu ya "ucapku dan terlihat Ayumi mengangguk dengan air mata dipipinya
"bang istri saya ingin berbicara dengan abang"ucapku sesopan mungkin karena tidak ingin orang yang didepanku ini menolak
beruntungnya bang toba mengajakku ngobrol di dalam dekat dapurnya disitu ada sebuah kursi dan meja kayu
bang toba mengulurkan tangannya meminta ponselku dan saya pun memberikan ponselku pada bang toba
dan saya mendengar ayumi memohon pada bang Toba untuk membuatkannya sate
setelah selesai berbicara dengan istriku bang Toba berdiri dari duduknya dan meminta ayam yang sudah dipotong-potong kecil yang kubawa kemana-mana
"Alhamdulillah ya Allah ternyata bang toba ingin membantu "gumamku mengusap wajah lelahku
seorang anak buah bang toba menghampiriku, membawa secangkir kopi hangat, mungkin bang toba yang memerintahkan nya
"silahkan mas kopinya diminum dulu "ucapnya dengan sopan
"terima kasih banyak bang,oh iya bang saya ingin memesan sate apa masih ada!?"tanyaku
"oh ada mas, mas mau pesan sate apa!? tanya orang itu
"sate kambing saja mas"ucapku
Tunggu ya mas saya siapkan dulu pesanannya "ucap pelayan itu
"iya mas"jawabku
tak berselang berapa lama pesananku datang bersamaan dengan pesanan Ayumi yang diantarkan langsung oleh bang toba
"maaf mas Riki lama nunggunya "ucap bang toba degan nada bicara khas orang Madura
"tidak apa-apa bang seharusnya saya yang minta maaf karena telah merepotkan bang Toba "ucapku merasa tidak enak hati
"tidak apa-apa mas Riki saya senang membantu istri mas Riki semoga istri dan anak mas Riki selalu sehat "ucap bang Toba
"ya Allah semoga istriku benar-benar hamil aamiin "doaku dalam hati
"oh iya mas Riki silahkan dinikmati satenya semoga mas Riki senang"ucap bang Toba
"iya bang,saya jadi lapar memcium aroma satenya he-he-he "ucapku terkekeh
"iya mas silahkan,saya tinggal dulu kebelakang mau bantu anak-anak "ucap bang Toba
"iya bang silahkan,tapi bang kalau boleh tau ini jadi berapa bang "ucapku sambil menunjuk pesanan Ayumi
"kalau saya kasi gratis mas, lagian juga ayamnya mas yang bawa sendiri "Ucap bang toba
"tidak bisa begiti bang,nanti abang rugi ini kan pakai bumbu"ucapku
"tidak apa-apa mas riki saya ikhlas membantu mas Riki dan juga istri mas Riki,kita tidak tau suatu saat nanti balik mas Riki yang membantu Saya "ucap Bang Toba tersenyum
"Alhamdulillah ya Allah,semoga rezeki abang barokah dan usahanya semakin lancar "ucapanku tulus
"aamiin "Jawab bang toba
"kalau begitu Saya tinggal dulu mas Riki "ucap bang toba
"iya bang sekali lagi terimakasih banyak atas bantuannya "Jawabku
"kembali kasih mas Riki"ucap bang toba dan meninggalkanku yang sedang menikmati sate kambing pesananku
Benar kata mas Wisnu bang toba sangat baik hati
setelah makan sate kambing saya kembali memesan dua porsi sate ayam untuk saya bawa pulang karena saya jadi ketagihan,rasa bumbunya sangat gurih pas dilidah
setelah membayar semua pesanan saya pun pergi dari warung sate bang Toba dan menuju hotel dimana istriku berada untuk membawakan pesanannya
"Nanti saya akan ajak semua keluarga kesini sebelum mereka semua pulang kekampung masing-masing "
gumamku sambil mengemudikan mobilku menuju hotel Xxx
setelah sampai saya menyerahkan pesanan Ayumi
sate ayam berbulu cerah tanpa bulu hitam
Ayumi menikmatinya dan memakannya dengan lahap, entah ada berapa banyak tusuk sate yang pastinya ada banyak karena itu dari satu Ekor ayam berukuran jumbo dan semua dihabiskan oleh Ayumi
saya hanya bengong melihatnya makan seperti orang kesurupan Susanna hahahaha
flashback off
…………………………………
"masa sih mas Riki !!?"ucap satria tidak percaya
"beneran nih saya sempat videokan Nanti saya akan bagikan digrup tapi jangan ribut nanti dia ngambek bisa bahaya kalau nanti dia minta yang aneh-aneh lagi"ucap riki terkekeh Azlan dan satria pun ikut terkekeh
"hahaha jangan sampai minta sate buaya atau anakonda itu yang bahaya mas"ucap Satria tergelak
Azlan dan Riki pun ikut tertawa mendengar ucapan satria
"dih amit-amit sat, membayangkannya saja sudah buatku mual"ucap Riki dengan ekspresi seperti orang menahan mual dan itu membuat satria dan Azlan semakin tergelak
"istriku pun seharian ini permintaannya aneh dan ekstrim mas"ucap satria
"memangnya dia minta apa!?"tnaya Azlan
"dia minta dibelikan seblak super pedes dan menyuruhku makan bersamanya,namun beru sesendok masuk kemulutku lidahku rasanya mau terbakar karena rasanya sangat pedas sedangkan ekspresi wajah aurel biasa-biasa saja "ucap satria dan kedua kakaknya itu hanya menggeleng
"tapi ngomong-ngomong saja jadi Heran kenapa mereka bertiga tiba-tiba bertingkah aneh, aurel sih sudah nyata kalau sedang hamil sedangkan ayumi dan Fatiyah ..."ucap Riki
"iya benar Rik,atau jangan-jangan istriku juga sedang hamil "sahut Azlan menimpali ucapan Riki
"iya benar kakak, jangan jangan istriku juga sedang hamil "ucap Riki dengan binar bahagia di wajahnya begitu pun dengan Azlan dan Satria
saat mereka sedang asyik ngobrol sambil tertawa tiba-tiba saja Fatiyah datang mendekati mereka dan duduk diatas pangkuan Azlan
"mas pulang yuk "ucap Fatiyah
"loh kenapa cepat sekali kak"jawab satria
"iya sayang kenapa cepat sekali mau pulang "tanya Azlan pada istrinya itu
"saya mau kita buat anak mas biar cepat hamil juga seperti Aurel "jawab Fatiyah santai namun Azlan melototkan matanya karena tau arti dari perkataan Istrinya itu
"pruffffttt hahahahaha "Satria dan Riki tidak bisa menahan tawanya saat melihat ekspresi wajah kakaknya itu