
"ayo kak kita kerumah umah dulu ambil semua tugas kuliahku "ucap Arumi pada satria
"ya sudah saya telpon kak Aurel dulu takut nanti dia mencak-mencak sampai manjat pohon kalau kakak nggak izin hehehe "ucap satria tersenyum geli mengingat tingkah istri ajaibnya jika sedang kesal atau marah
"assalamualaikum sayang"ucap satria saat telponnya di terima oleh kekasih halalnya
"waalaikumsalam my husband tersayang dan tercinta sarangeo"jawab Aurel lebay, satria sudah terbiasa dengan tingkah istrinya itu
"sayang hari ini mas mau kekota X ya! Mas mau menemani Arumi untuk kekampusnya "ucap Satria
"kok tiba-tiba sih Mas,trus mas pastinya nginap dong disana!
Mas yang angetin dede entar malam siapa mas!?"ucap Aurel dengan tingkah lebaynya
"pakai kompor aja biar anget"celetuk Fatiyah karena jengah melihat tingkah sahabatnya itu
"ish apaan sih kamu,kamu juga kan lagi butuh kehangatan suami kamu tuh lagi kekota juga"jawab Aurel kesal
"sayang mas bisa pergi kan?"ucap Satria mengalihkan pertengkaran istrinya dengan istri kakaknya
"iya mas,tapi kamu hati-hati ya sayangchu "ucap Aurel
"iya sayang kamu juga dirumah hati-hati ya,love you "ucap satria
"love you to my huby"jawab Aurel
"assalamualaikum "ujar satria lagi
"waalaikumsalam "jawab Aurel dan sambungan telepon mereka terputus
"gimana kak,ngantongin izin nggak dari istri tercintanya?!"tanya Arumi pada kakaknya itu
"dapat dong "jawab satria
"Alhamdulillah "ucap Arumi
"ayo kita kerumah Umah "ucap satria
Dan mereka pun masuk kemobil satria dan kerumah Bu Ayudia untuk mengambil semua tugas kuliah Arumi seperti yang dikatakannya
"sudah ada semu?! Tidak ada lagi yang ketinggalan ?"tanya Satria pada adiknya itu
"sudah kak,ayo kita berangkat sekarang tapi kita singgah dibutik kak Ayumi dulu takut nanti dia marah kalau kita nggak izin"jawab Arumi
"oke "jawab satria lalu melajukan mobilnya membelah jalanan yang nmasih sedikit sepi karena matahari bersinar terik membuat banyak orang yang lebih memilih tinggal didalam rumah
Kini mereka telah sampai di butik Ayumi namun ayumi tidak ada dia sedang keluar bertemu dengan seorang pelanggan yang ingin bertemu dirumahnya
"mbak,Kak Ayumi ada kan diruanganya ?"tanya Arumi pada salah satu karyawan butik Ayumi
"mbak Ayumi keluar mbak Rumi bareng mbak Nana"jawab Wanda
"trus anak-anak ?"tanya Arumi
"mereka ikut mbak"jawab Wanda lagi
"oh ..ya sudah kalau begitu, saya minta tolong ya mbak jika kak Ayumi sudah kembali tolong bilangin kalau saya datang kesini nyariin dia"ucap Arumi
"iya mbak nanti saya sampaikan "jawab Wanda
"makasih ya mbak Wanda,saya pamit dulu"ucap Arumi dan berlalu dari sana menuju tempat parkir dimana satria menunggu
"bagaimana sudah izin sama kakak kamu ?"tanya satria
"kak Ayumi nggak ada kak,dia keluar katanya ada janji temu dengan pelanggannya.
Dia pergi bersama kak Nana juga anak-anak "jawab Arumi
"ya sudah kalau begitu kita jalan saja dan kamu telpon Ayumi atau Nana untuk minta izin "ucap Satria
"iya kak"jawab Arumi lalu mengambil ponselnya dari dalam tas ranselnya lalu menelpon kakaknya namun berkali-kali Arumi meneleponnya namun Ayumi tidak mengangkatnya
"nggak diangkat kak"ucap Arumi
"coba kamu telpon nana mungkin Ayumi sedang sibuk"ujar Satria
Arumi mengikuti Apa yang dikatakan kakaknya itu
Arumi menelepon nana namun dipanggilan kelima Nana baru mengangkat telponnya
"waalaikumsalam,kenapa Rum"jawab Nana
"lagi sibuk ya Kak ?!"tanya Arumi
"nggak juga,ini lagi ngawasin anak-anak main"jawab Nana
"trus kak Ayumi mana?"tanya Arumi
"lagi didalam ngobrol sama pelanggan yang ingin memesan baju pengantin dan seragam untuk putrinya "jawab Nana
"kok nggak langsung kebutik ?"tanya Arumi lagi karena penasaran
"anaknya nggak mau karena dia memakai cadar "jawab Nana
"oh.... pantas aja,oh iya kak Rumi bisa minta tolong tidak ?"ujar Ayumi
"mau minta tolong apa?"ucap Nana balik bertanya
"kak tolong bilangin kak Ayumi kalau Saya sedang dalam perjalanan ke kota X diantar kak Satria,ada beberapa tugas kuliah yang harus saya stor sekarang karena beberapa hari kedepan saya sudah tidak bisa kemana-mana lagi karena sudah acara pingitan " ujar Arumi
"kenapa nggak izin dari semalam Rum?"tanya Nana
"mendadak kak, waktu pulang dari rumah kak Ayumi saya dapat telpon dari dosen "ujar Arumi yang pastinya berbohong
"maafkan Rumi ya Allah karena sudah berbohong "Ucap Arumi dalam hati nya
Oh...ya sudah nanti saya sampaikan sama kak Ayumi "ucap Nana
"makasih banyak ya kak, soalnya saya juga sudah dari butik tapi kalian nggak ada saya telpon-telpon tapi kak Ayumi nggak angkat "ujar Arumi panjang lebar
"kak yumi memang lagi sibuk, nanti pesan kamu saya sampaikan ke kak Yumi "ucap nana
"sekali lagi makasih ya kak"jawab Arumi
"iya sama-sama, kalian hati-hati dijalan ya!"ujar Nana
"iya kak , assalamualaikum "ucap Arumi
"waalaikumsalam "jawab Nana
dalam perjalanan menuju kota X yang harus menempuh beberapa jam, mereka sempat singgah disebuah warung makan untuk makan siang sekaligus untuk sholat Duhur di musholla kecil yang disediakan oleh pemilik warung tersebut
Selesai sholat mereka menikmati makan siang mereka, setelah makan kini mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka kekota X
Mereka sampai di kota X sekitar jam tiga siang,Arumi meminta kepada satria untuk langsung menemui Babahnya di kantor polisi
mereka sempat tidak di perbolehkan untuk menemui pak Umar karena jam kunjungan sudah berakhir namun karena Satria mempunyai banyak koneksi akhirnya mereka bisa bertemu dengan pak Umar
Pak Umar yang dipanggil oleh salah seorang sipir yang sedang bertugas karena ada yang datang menjenguk sempat merasa heran karena pagi tadi mantan istrinya datang untuk menjenguknya dan memintanya untuk Hadir menjadi wali nikah anak bungsunya
Dan sekarang ada lagi yang datang menjenguknya
Pak Umar berjalan menyusuri lorong disel tahanan itu untuk menemui orang yang datang mengunjunginya
Dihatinya sangat penasaran siapa yang datang
Sesampainya di ruangan khusus untuk penjenguk pak Umar sangat terkejut karena yang datang mengunjunginya adalah anak bungsunya yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan
"Arumi "panggil pak Umar
Arumi mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk memainkan ponselnya sedangkan Satria memilih menunggu diluar karena dia tidak ingin mengganggu percakapan antara anak dan ayah
Satria juga merasa pak Umar tidak akan berbuat nekad untuk menyakiti Arumi karena disana ada petugas yang mendampingi mereka
pak Umar duduk dibangku dihadapan Arumi yang terhalang sebuah meja kecil
Arumi menyodorkan kantong plastik yang berisikan nasi Padang kesukaan Babahnya itu yang tadi sempat dia beli diwarung nasi Padang yang ada didekat kantor polisi itu
"Abah apa kabar ?"tanya Arumi
"seperti yang kamu lihat nak Alhamdulillah abah baik-baik saja "Jawab pak Umar
"oh syukurlah, itu saya bawakan nasi Padang buat Babah "ujar arumi lalu menunjuk kantong plastik yang disodorkannya tadi
"terima kasih banyak nak"jawab pak Umar dengan mata berkaca-kaca karena merasa sangat menyesal telah menyakiti putri bungsunya itu namun Putrinya itu masih peduli padanya
"