Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 97



Arumi berjalan masuk kedalam rumah menuju kamarnya dengan berbagai macam yang fikirkan nya


Sesampainya didalam kamar Arumi merebahkan tubuhnya


Arumi menatap langit-langit kamarnya


"saya harus melakukan sesuatu agar Babah tidak harus datang kepernikahanku"ucap Arumi pada dirinya sendiri


Keesokan harinya Arumi meminta izin kepada kakaknya untuk pulang kerumah sang ibu


"kak Rumi balik kerumah Umah dulu ya,siapa tau aja Umah sudah balik"ucap Arumi pada sang kakak yang duduk didepannya membantu putrinya untuk mengupas buah Apel saat Mereka selesai sarapan


"iya Rum"jawab Ayumi menolehkan wajahnya menatap adiknya


Arumi berdiri dari duduknya lalu membersihkan meja makan dan mengangkat piring kotor ke westafel lalu mencucinya


"biar saya saja mbak Rumi "ucap Bi Ratna


"nggak apa-apa bik,bibik kerja yang lain aja"jawab Arumi tersenyum pada art kakaknya itu


"baiklah mbak, kalau begitu saya tinggal dulu "ucap Bik Ratna


"iya bik"jawab Arumi


Bik Ratna meninggalkan Arumi di dapur dan menuju ruangan loundry untuk menyelesaikan pekerjaannya


Setelah selesai membersihkan piring-piring kotor Arumi keluar menemui kakaknya dan berpamitan untuk pulang


"kak,Rumi pulang dulu ya"ucap Arumi


"tunggu Rum kita barengan aja, sekalian kakak mau kerumah mama Hanim bawa baju seragam mereka mudah-mudahan mereka belum pada berangkat "jawab Ayumi


"ya sudah kak ayo"ucap Arumi dan diangguki oleh Ayumi


"sayang ayo kita kerumah oma "ucap Ayumi pada anak-anaknya


"ayo bun"sahut Abian


Mereka pun berjalan keluar rumah dan Ayumi menuju kegarasi untuk mengeluarkan mobilnya


"kok pakai mobil kak?! Kan dekat "tanya Arumi pada kakaknya


"sekalian Rum, setelah dari rumah Mama Hanim mau langsung kebutik soalnya mau selesaikan pesanan orang "jawab Ayumi


"ohhh.... begitu ?! Ya sudah ayo "ucap Arumi


mereka pun naik kemobil Ayumi, Ayumi terlebih dahulu mengantarkan adiknya lalu kerumah mertuanya


"makasih ya kak hati-hati dijalan,dada sayang-sayang nya Aunty "ucap Arumi dan melambaikan tangannya pada kedua ponakanya


"dada aunty,nanan tanen ya banti belat"ucap Arisha dengan lidah cadelnya


"hahaha,iya sayang kamu juga ya jangan kangen "jawab Arumi terkekeh mendengar ucapan ponakanya itu


Ayumi juga ikut terkekeh mendengar apa yang dikatakan putrinya kepada adiknya


Setelah mobil kakaknya sudah jauh dan tidak terlihat lagi Arumi bergegas masuk kedalam rumahnya


Arumi masuk kedalam kamarnya dan mengemas beberapa lembar pakaiannya


"hari ini saya harus bisa bertemu dengan Babah dan semoga saya tidak bertemu dengan Umah disana"ucap Arumi pada dirinya sendiri


"tapi apa alasan yang harus saya katakan pada mas bayu agar mas bayu memberikanku izin"ucap Arumi lagi


Arumi mendudukkan dirinya dikasur dan berfikir mencari alasan yang akan diberikan pada calon suaminya itu


"atau saya minta tolong aja sama mas Satria?!"ucap Arumi lagi


Lama berfikir akhirnya Arumi menelpon Satria


"Halo Assalamualaikum "ucap Arumi saat telponnya diterima oleh Satria


"waalaikumsalam,ada apa Rum!?"tanya Satria


"kakak dimana?!"tanya Arumi


"Dirumah Rum,kakak baru nyampe


Memangnya ada apa?! Sepertinya serius "jawab satria


"oh kalau gitu tunggu Rumi dirumah ya kak Rumi kesitu sekarang "ucap Arumi lalu mematikan sambungan telponnya


Satria hanya mengerutkan keningnya bingung dengan tingkah Adiknya itu


Tak berselang lama Arumi sampai dirumah satria dengan nafas ngos-ngosan


"kamu kenapa dek!?ada yang mengejar kamu!?"tanya Satria khawatir lalu berdiri dari duduknya dan melihat sekeliling rumah nya tapi dia tidak menemukan apa-apa


Satria memang sengaja menunggu Arumi diteras rumahnya saat Arumi mematikan sambungan telponnya secara sepihak


"tidak ada kak"jawab Arumi


"trus kenapa kamu kelihatan panik begitu "jawab satria


"kak minum dong haus ini"ucap Arumi


Satria pun berjalan kedalam rumah untuk mengambilkan adiknya itu air minum


Arimi menerima botol air mineral itu lalu membukanya dan meneguknya sampai setengahnya


"gimana sudah enakan!?"tanya Satria


"Alhamdulillah sudah kak"jawab Arumi


"nah sekarang cerita sama kakak ada apa trus itu kenapa bawa tas ransel segala "ucap Satria


Arumi memejamkan matanya lalu mengambil nafas melalui hidungnya dan membuangnya lewat mulutnya mencoba menenangkan hati dan pikirannya


satria hanya memperhatikan tingkah adiknya itu tanpa mengucapkan apapun


"kak Rumi ingin minta tolong ditemani menemui Babah "ucap Arumi akhirnya


"untuk apa!? Kan Umah sudah menemui Babah"jawab satria mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Arumi


"Arumi ingin mengatakan sesuatu pada Babah kak secara langsung sebelum acara pingitan "ucap Arumi memainkan jarinya


"mau kan kak menemani Rumi?!"Tanya Arumi pada kakaknya itu


"kapan kamu mau kekota? "satria balik bertanya


"Hari ini kak "jawab Arumi cepat berharap satria bisa menemani nya


"kamu sudah izin sama Bayu dan Ayumi ?!"tanya Satria


"belum kak,Rumi nggak tau harus bilang apa pada mas bayu dan dan kak Ayumi"jawab Arumi menunduk semakin dalam


"ya bilang saja mau ketemu sama Babah "jawab satria enteng


"kalau saya bilang begitu sama mas Bayu pasti dia ingin ikut sedangkan kalau kak Ayumi pasti saya tidak akan dikasi izin "ucap Arumi dengan nada sendu


"memangnya sangat penting Rum kamu bertemu Babah !?"tanya Satria lagi


"teramat sangat sangat penting kak ,demi masa depan Rumi dan rumah tangga Rumi nanti "jawab Arumi


Satria terdiam dan menghela nafas panjang,dia berfikir bagaimana caranya agar dia bisa membantu adiknya itu


"kak,kok diam !?"ucap Arumi


"Rum, sekarang kamu sekarang telpon Bayu lalu katakan kamu sekarang harus segera kekampus untuk menyerahkan tugasmu karena sekarang sudah hampir masa pingitan jadi harus segera dibawa


Bilang aja saya akan menameni kamu "ucap satria


"iya kak "jawab Arumi lalu merogoh saku jaketnya dan mengambil ponselnya lalu menelpon Bayu


Arumi mulai menelpon Bayu panggilan pertama dan kedua Bayu tidak mengangkat namun dipanggilan ketiga Bayu mengangkat telponnya


"Halo Assalamualaikum mas "ucap Arumi saat bayu menjawab teleponnya


"waalaikumsalam salam sayang,ada apa? Kangen sama mas? Hehehe"jawab Bayu menggoda Arumi sambil terkekeh


"ishh apaan sih mas"jawab Arumi dengan wajah yang sudah memerah


satria yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala


"ada apa hemmm"ucap Bayu


"mas Rumi mau kekampus hari ini, Rumi ingin mengumpulkan semua tugas sebelum acara pingitan "jawab Arumi sedikit gugup


"hah?! Memangnya harus sekarang Sayang ?!"tanya Bayu sedikit terkejut


"iya mas harus sekarang karena dua hari lagi kan saya sudah nggak bisa kemana-mana lagi karena sudah dipingit "jawab Arumi


"trus kamu kesana dengan siapa ? Mas temani ya"ucap Bayu dengan suaranya terdengar khawatir


"dengan kak satria mas"jawab Arumi


"mas ikut ya sayang "ucap Bayu


"kalau mas ikut trus yang handle disini siapa? Kasian kak azka kalau dia yang harus ngurus semuanya sendirian, lagian saya ditemani kak satria dikota juga ada umah dan kak Azlan "ucap Arumi mencoba meyakinkan Calon Suaminya itu


Lama bayu terdiam dan sampai akhirnya mengizinkan kekasihnya itu pergi


"ya sudah kamu hati-hati ya beri kabar sama mas kalau kalian sudah sampai "ucap bayu


"iya Mas "jawab Arumi


Arumi mematikan sambungan telponnya setelah mengucapkan salam pada calon suaminya itu


"bagaimana Rum?"tanya Satria


"dapat izin kak, sekarang tinggal kak Ayumi "jawab Arumi


"trus gimana ?"tanya Satria lagi


"kita temuin kak Ayumi di butik kak tapi sebelumnya kita kerumah umah dulu ambil semua tugas kuliahku sekalian aja kita stor semua biar nanti nggak jadi masalah "ucap Arumi


"jadi kamu beneran ada tugas kuliah ?"Tanya satria, karena tadi dia hanya memberi ide asalan aja karena hanya ide itu yang terlintas di otak pintarnya


"ada kak, banyak malah.dan rencananya akan saya kirim paket kekampus tapi kakak ngasih ide itu jadi ya sekalian aja"jawab Arumi terkikik geli melihat ekspresi wajah kakaknya itu


"ayo kak kita kerumah umah dulu ambil semua tugas kuliahku "ucap Arumi pada satria


"ya sudah saya telpon kak Aurel dulu takut nanti dia mencak-mencak sampai manjat pohon kalau kakak nggak izin hehehe "ucap satria tersenyum geli mengingat tingkah istri ajaibnya jika sedang kesal atau marah