Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 48



cie....cie....udah panggil mamas,itu sebuah kode mas Riki untuk segera dihalalkan"ujar Azka lagi


"sudah....sudah,ini sudah hampir sore katanya mau pulang "ujar Azlan melerai mereka


"kakak beneran mau ikut kita pulang ? tanya Ayumi


"iya,sudah lama tidak pernah bertemu dengan Umah dan Arumi "ujar Azlan jujur


"oh mau ketemu Umah dan Arumi toh! tapi rasa-rasanya ada yang aneh kok tiba-tiba kangen sama Umah atau sama ayang emmbek"ujar Ayumi


"jiahahahaha ayang emmbek, emangnya kambing hahahahaha"tawa Azka meledak mendengar ucapan Ayumi


Riki dan Rafa pun ikut tertawa


Ayumi hanya nyengir kuda seolah merasa tak bersalah


Azlan tidak peduli dengan ejekan kedua adiknya itu dia berjalan keluar dari rumah


"kamu sih ka, lihat tuh kulkas dua pintu kita ngambek "ujar Ayumi pada Azka


"kok Azka sih kak,kan kakak yang bilang embek"ujar Azka tidak ingin disalahkan


"iya saya yang emmbek tapi kamu yang memperjelas "ujar Ayumi tidak mau mengalah


Riki dan Rafa tersenyum-senyum sendiri melihat tingkah laku kedua orang didepannya itu yang sedang asyik berdebat


tadi Riki melihat Ayumi yang begitu dewasa dalam menghadapi ayahnya dan sekarang Riki melihat Ayumi yang kekanak-kanakan hanya karena satu kata yang membuat mereka berdebat


Denis, Nana dan pak Karim sedari tadi mereka diam memperhatikan semuanya


"kalian ini mau berdebat sampai kapan,apa kita tidak jadi pergi nih?"ujar satria mulai kesal sendiri


"jadilah,ayo Nana kita Back to Home "ujar Ayumi pada Nana


"Alhamdulillah saya ternyata masih di ingat"ujar Nana merajuk


"jangan merajuk nanti tambah cantik "ujar Azka dan itu membuat wajah Nana bersemu merah


"cieee cie sudah mulai goda- godaan "ujar Ayumi tertawa lepas dan berjalan keatas menuju kamarnya untuk mengambil tas pakaiannya Nana mengikutinya dari belakang karena hendak membantu ayumi


"Bro kamu harus bisa bersabar menghadapi tingkah lakunya ya, dia itu gadis yang Unik dan perlu kamu tau dia itu dunia kami rumah tempat kami kembali,dia adalah adik sekaligus ibu untuk kami


dia adalah malaikat tak bersayap yang telah menyelamatkan kami


jadi jangan sekali pun kamu berpikir untuk menyakitinya" ujar satria menepuk pundak Riki


"iya mas insya Allah saya akan menjaganya "ujar Riki


"kamu mau langsung ikut kami atau bagaimana ?"tanya Satria lagi pada Riki


"kami akan menyusul mas, soalnya kami harus kembali ke hotel dulu "ujar Riki


"oh oke kalau begitu,kami akan menunggu kamu di rest area pertama,kita ketemu disana dan barengan kekampung "ujar satria lagi


"iya mas"jawab Riki


Satria kembali menepuk pundak Riki dan berjalan keluar dari rumah diikuti oleh Azka, Denis dan Pak Karim


sedangkan Riki dan Rafa masih duduk diruang tamu menunggu Ayumi untuk berpamitan


"mas beneran sudah jadian sama mbak Ayumi ?"tanya Rafa


"menurut kamu ?"jawab Riki singkat


"kalau menurutku sih,mas dan mbak Ayumi sudah jadian "ujar Rafa


saat mereka berdua asyik ngobrol membahas tentang pertemuan Rafa dengan klien mereka tadi Ayumi datang dengan membawa tas pakaiannya


dibelakangnya ada Nana dan bik Sum


"Mas Riki dan Rafa mau langsung berangkat dari sini atau bagaimana ?"tanya Ayumi saat sudah berada disamping Riki


"kami mau balik ke hotel dulu untuk mengambil pakaian kami yang masih ada disana dan kita akan bertemu di rest area pertama dan setelah itu Kita berbarengan pulang kekampung "ujar Riki


"oke mas kalau begitu kami berangkat duluan "ujar Ayumi


"iya yum,kamu hati-hati ya dijalan "ujar Riki


"iya mas kamu juga hati-hati ya"jawab Ayumi


lalu Ayumi membalikkan badannya menatap bik sum yang matanya sudah berkaca-kaca


"Bik Ayu berangkat dulu ya,bibik dan pak adam baik-baik ya disini jangan kangen sama Ayu ya bik berat soalnya biar dilan aja soalnya dia sudah biasa menanggung rindu berat"ujar Ayumi cengengesan,bik sum menepuk gemas lengan Ayumi


"ini mah jatuhnya bukan pada kangen tapi memar"ujar Ayumi sambil memeluk tubuh gempal bik sum


"si non mah suka gitu"ujar bik Sum mengusap matanya dengan punggung tangan


"bibik dan pak Adam selalu jaga kesehatan ya, kumisnya dirawat dengan baik hahahaha"ujar Ayumi lagi


"ish...si non bisa aja,non juga jaga kesehatan jangan kerja melulu sampai lupa waktu makan


salam buat Buk Diah dan Non Arumi juga salam kangen buat Non Aurel dan Fatiyah "ujar bik sum


"iya bik nanti saya sampaikan,kalau begitu kami pamit ya bik"ujar Ayumi dan sekali lagi memeluk tubuh gempal bik sum


"Nana pulang dulu ya bik,nanti kalau nana datang kesini lagi bibik maukan ngajarin nana buat kue bolu gulung "ujar nana pada bik sum lalu memeluknya


"iya non, bibik akan menunggu kedatangan non Nana "ujar bik sum mengelus punggung tangan Nana dengan sayang


Riki dan Rafa semakin kagum melihat bagaimana seorang Ayumi si gadis cantik yang baik hati


"pantas saja mereka bertiga mengatakan bahwa Ayumi adalah malaikat tak bersayap mereka, Ayumi memang sangat baik tidak membeda-bedakan dan memandang siapa mereka "ujar Riki dalam hatinya semakin kagum pada sosok gadis yang sudah membuatnya merasakan jatuh cinta


"Assalamualaikum,kami berangkat ya bik"ujar mereka semua dan berjalan kemobil mereka masing-masing


"kamu hati-hati ya, sampai ketemu nanti "ujar Riki pada Ayumi


"iya mas,kalian berdua juga hati-hati bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut "jawab Ayumi


Ayumi masuk kedalam mobilnya yang dikendarai oleh pak Karim namun belum juga pak Karim menjalankan mobilnya Satria sudah mengetuk pintu mobil mereka


"kenapa kak?"tanya Ayumi pada satria saat kaca mobil sudah terbuka


"biar saya saja yang menyetir pak,pak karim dan Denis ikut dimobil kak Azlan"jawab Satria


"memangnya kenapa mas Satria ?"tanya pak Karim penasaran


"nanti kita ceritakan,bapak Menurut saja"ujar Satria


"baik Mas Satria"jawab pak Karim lalu keluar dari mobil Ayumi begitupun dengan Denis


sedangkan Azka mendekati mobil Riki dan mengetuk kaca mobil Riki


tok tok tok tok


"ada apa mas Azka?" tanya Riki pada Azka


"maaf mas Riki bisa saya ikut dimobil mas?"tanya Azka


"oh tentu saja silahkan "jawab Riki cepat


"tapi bisakah saya yang menyetir ?"tanya Azka lagi


"memangnya kenapa mas Azka?"tanya Rafa Penasaran


"ini Urgent dan demi keselamatan kita semua, nanti saya akan menceritakannya "ujar Azka


"baiklah mas Azka silahkan kalau itu untuk kita semua "jawab Riki lalu keluar dari mobilnya dan beralih duduk dikursi penumpang bagian belakang


Azka dan satria serta Azlan yang kini mengendalikan kemudi Azka keluar terlebih dahulu dari dalam halaman rumah oma Shintya yang lain mengikuti mereka dari belakang dan melakukannya menuju hotel tempat Riki dan Rafa nginap


Ayumi,Nana, Denis,pak Karim,Rafa dan Riki tidak ada yang banyak bicara mereka menurut saja


setelah Urusan Riki dan Rafa selesai mereka melanjutkan perjalanan mereka


Awalnya perjalanan mereka lancar sampai rest area pertama namun saat mereka mulai melalui jalanan sepi dan langit mulai gelap Azlan, Satria dan Azka mendapatkan telpon


"mereka ada dibelakang kalian Bos dan kami ada dibelakang mereka"ujar orang-orang yang menelpon mereka


"Bagus pantau terus pergerakan mereka jangan biarkan mereka mendapatkan kesempatan untuk melakukan hal yang dapat mencelakakan kami, kalian juga harus berhati hati "ujar Azlan disambungan telponnya


"Baik Bos"ujar penempon diseberang sana


"memangnya ada apa sih kak?" tanya Ayumi pada Satria karena penasaran


"Abah dan Haris menyuruh orang untuk mencelakai kita"ujar Satria


"Dasar Orang tua nggak punya Akhlak "ujar Ayumi dengan sorot Mata yang kecewa kepada orang yang dipanggilnya Abah itu atau ayah


"ceritanya gimana sih Kak sampai kalian tau mereka ingin melakukan hal buruk pada kita "tanya Ayumi pada Satria