Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 96



Ayumi mendekati mereka


"bagaimana Rum, cocok tidak ?!"tanya Ayumi pada adiknya san dan membuat mereka semua menoleh padanya


"bunda"panggil kedua anak Ayumi yang sejak tadi Anteng duduk disofa bersama bu Radiah dan pak Wijaya


"sayang,wih anak-anak bunda pintar banget sudah mau sabar nungguin bunda "ucap Ayumi lalu berjongkok dihadapan kedua anaknya dan mencium mereka bergantian


Bu Raidah dan Pak Wijaya tersenyum melihat interaksi mereka walaupun mereka bukan ibu dan anak kandung tapi mereka tidak terlihat seperti itu karena sikap Ayumi yang lemah lembut


"cocok semua kak tapi Rumi lebih suka dengan gaun yang itu "jawab Arumi sambil menunjuk sebuah gaun pengantin berwarna putih gading dan penuh dengan Payet sehingga membuatnya terlihat elegan dan mewah


"ya sudah kamu pakai itu saja kalau itu yang kamu suka "jawab Ayumi


"trus kamu Na pilih gaun yang mana?"tanya Ayumi pada Nana


"kalau saya maunya yang itu saja mbak "ucap Nana lalu menunjuk gaun berwarna Biru langit yang juga terlihat sangat anggun


"okey gaunnya sudah Fix tapi ukurannya sudah pas kan?"tanya Ayumi lagi


"iya kak"jawab Nana dan Arumi bersamaan


"Oke, sekarang bagaimana pakaian untuk pengantin prianya apakah jasnya cocok?atau pengen sipermak"ucap Ayumi pada Bayu dan Azka


"sudah cocok mbak"jawab bayu


"iya kak,ini sudah cocok "jawab Azka juga


"Alhamdulillah kalau semua sudah cocok"jawab Ayumi


"oh iya Ka,kamu sudah menghubungi kak seruni dan kak Najwa kan?!"tanya Ayumi pada azka


"sudah kak, katanya mereka akan datang besok mau bicara sama kak yumi "jawab Azka


"oh...jam berapa mereka ingin menemui kakak?"tanya Ayumi lagi


"katanya sih jam makan siang soalnya mereka lagi punya klien yang harus dimakeup untuk acara wisuda "jawab azka


"oh Oke,kamu telpon mereka aja bilang mbak nunggu disini "ujar Ayumi dan diangguki oleh Azka


"mama ida dan papa jaya,apa sudah milih pakaian seragamnya ?"tanya Ayumi


"Sudah nak, bahkan papa terlihat lebih muda dari usia papa pakai baju seragam itu"jawab pak Wijaya terkekeh


"wah Alhamdulillah kalau papa terlihat muda jadi makin tampan dong "sahut Ayumi membalas candaan pak Wijaya


"iya nak papamu makin tampan mama jadi khawatir nanti banyak yang naksir sama dia"ujar Bu Raidah ikut melontarkan candaan nya


"hahahaha,pantas aja mama dan papa tetap awet muda ternyata aslinya seperti ini"ucap Ayumi tertawa


"hahaha kamu bisa aja nak Ayumi "jawab bu Raidah


"oh iya ma, untuk keluarga mama apa sudah dipilihkan juga baju seragam ?"tanya Ayumi


"Apakah harus juga nak?"tanya Bu Raidah


"iya dong ma biar keliatan Bagus "ucap Ayumi


"tapi apakah tidak berlebihan nak?"tanya Bu Raidah merasa tidak enak hati


"tidak lah ma,biar mereka juga merasa tidak dibeda-bedakan,kan kita semua sudah pakai baju seragam masa mereka tidak ma"ucap Ayumi


Bu Raidah dan Pak Wijaya semakin kagum dengan sikap Ayumi yang selalu peduli pada orang lain


"oh kalau begitu biar nanti saja nak biar mereka memilih baju seragamnya saat mereka semua sudah ngumpul disini jadi mereka tau dengan ukuran mereka masing-masing "ucap Bu Raidah


"oke ma"jawab Ayumi


Ayumi kini sibuk memisahkan baju seragam untuk keluarga suaminya karena mereka tidak sempat ikut karena mereka ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan


Seperti Bu Hanim dan Pak Aditya harus datang kepasar dimana toko furniture mereka Berada karena ada banyak barang baru yang datang dan mereka harus mengawasinya langsung


sedangkan Rana harus kekantor karena akan melakukan presentasi untuk promosi kenaikan jabatannya


Setelah selesai dengan Fiting baju pengantin dan seragam


Bu Raidah dan Pak Wijaya serta bayu berpamitan untuk pulang kerumah mereka yang ada didesa sebelah


Ayumi dan Arumi pun memilih untuk pulang karena anak-anak sudah Lelah seharian menemani mereka


sedangkan Fatiyah dan Aurel kembali ketempat kerja mereka


Nana tidak ikut pulang dengan Ayumi karena harus menyelesaikan pekerjaannya


Sebelum pulang Ayumi menyempatkan diri menemui pelanggannya yang ingin bertemu langsung dengannya seperti yang dikatakan oleh suaminya


Setelah sampai dirumah Ayumi langsung menidurkan kedua anaknya yang terlelap dalam mobil saat perjalanan pulang mereka dibantu Arumi


Ayumi juga ikut merebahkan tubuhnya disamping anak-anaknya setelah bersih-bersih dan berganti pakaian dan sholat duhur


Arumi memilih beristirahat di rumah kakaknya itu karena sudah malas untuk berjalan pulang dan tubuhnya juga sudah sangat lelah


Sore menjelang mereka semua terbangun dari tidur siangnya Tubuh mereka terasa lebih segar


setelah mandi dan sholat


Ayumi dan Arumi duduk diteras depan rumah menikmati teh hangat buatan Ayumi dan keripik singkong kesukaan mereka sambil menemani Abian dan Arhisa bermain


Sesekali mereka tertawa melihat tingkah menggemaskan dan celotehan lucu Arisha


"kak apa tidak apa-apa jika Babah datang ?"tanya Arumi dengan wajah sendunya


"ya tidak apa-apa Rum kan Babah memang harus hadir sebagai wali Nikahmu "jawab Ayumi mengerti perasaan adiknya


"apakah tidak bisa diwakilkan oleh orang lain ?"tanya Arumi lagi


"ya tidaklah Rum, karena Babah masih hidup kecuali jika Babah yang meminta pada seseorang untuk mewakilinya "jawab Ayumi


Arumi tertunduk seperti sedang memikirkan sesuatu


"kamu kenapa Rum?!"tanya Ayumi pada adiknya itu


"Ah tidak kak"jawab Arumi


Lalu menyesap tehnya sampai habis karena sudah hampir dingin


Ayumi tau jika adiknya merasa malu jika Babah mereka akan hadir di pernikahannya nanti namun Ayumi tidak bisa berbuat apa-apa karena itu hak Babahnya menikahkan anak perempuannya


"Kak Rumi kekamar dulu ya, kepala Rumi rasanya pening "ucap Arumi


"kakak periksa ya "ucap Ayumi


Walaupun Ayumi tidak lagi bekerja dirumah sakit dan beralih profesi menjadi seorang Disainer namun ilmu kedokterannya masih sering dimanfaatkannya


Warga sekitar rumahnya sering meminta yolong padanya untuk memeriksa kondisi sanak saudaranya yang sedang sakit


surat izin praktek Ayumi juga masih berlaku karena bu Ayudia sering memperbaharuinya karena bu Ayudia sering meminta Ayumi membantunya diklinik pengobatannya


"nggak usah kak, biar Rumi istirahat dulu mungkin karena banyak fikiran jadi kepala Rumi jadi pening "ucap Arumi


"kamu jaga kesehatan dek jangan sampai Drop saat hari H, jangan fikirkan itu semua kakak tau itu sulit tapi kamu harus bersabar "ujar Ayumi


"iya kak,kakak tidak usah khawatir Rumi baik-baik saja "jawab Arumi


"Rumi kedalam ya kak"ucap Arumi dan berdiri dari duduknya


"iya, kamu istirahat saja"jawab Ayumi


Arumi berjalan masuk kedalam rumah menuju kamarnya dengan berbagai macam yang fikirkan nya


Sesampainya didalam kamar Arumi merebahkan tubuhnya


Arumi menatap langit-langit kamarnya


"saya harus melakukan sesuatu agar Babah tidak harus datang kepernikahanku"ucap Arumi pada dirinya sendiri