
sudah seminggu lebih mereka berada Dikota dan esok hari akan pulang bersama dan hari ini mereka berencana akan kepantai liburan sebelum pulang
mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya yang akan mereka bawa bahkan anak-anak semua sudah pada Rapi Abian dan Arisha yang bertugas menjaga Adik-adiknya yang sangat aktif itu namun jika abian dan Arisha yang menjaga mereka tidak ada yang banyak tingkah entah apa yang mereka lakukan sehingga Adik-adiknya yang super kepo bisa takluk
"Anak-anak pada kemana sih kok sepi " ucap Fatiyah mencari anak-anaknya
"iya ya anak-anak nggak ada semua "sahut Aurel
"oh iya abian dan Arisha pun tidak ada"jawab Fatiyah
"loh tadi kan pada main disini setelah ganti pakaian " ucap Bu Ayudia
"dek tunggu dibawah ya "suara abian
"iya bang"sahut semuanya
para orang tua berjalan cepat kearah halaman belakang setelah mendengar suara anak-anaknya
"lagi ngapain mbak sama Adik-adiknya " tanya Ayumi pada putrinya
"lagi nungguin abang metik jambu"jawab Arisha santai
tak berselang berapa lama Abian turun dari atas pohon membawa sekantor buaha jambu biji yang sudah matang abian menggigit kantongan itu dimulutnya agar memudahkannya untuk turun
"astaghfirullah,tingkah mereka seperti tingkah kalian, lihatlah saudaranya naik keatas pohon sedangkan mereka duduk dengan manise menunggu hasil "ucap Bu Ayudia dan mereka semua terkekeh pak Marvel merangkul pundak istrinya ikut tertawa mendengar ucapan Istrinya itu
"itu cucu-cucu kamu sayang " ucap pak Marvel berbisik tepat ditelinga istrinya
"iya tau mas,tapi mereka itu anaknya ibu-ibu ajaib itu" jawab Bu Ayudia menunjuk anak dan menantunya
setelah sampai dibawah dengan selamat abian membagikan hasil panjatannya pada semua adiknya
"coba Shila dan al ada disini juga pasti seru deh"ucap Raina mengingat ke-dua Adik sepupunya
"iya ya pasti pasti Wajah mereka lucu jika makan jambu ini"
"iya pasti lucu apalagi saat makan buah ini "jawab Amira mengangkat buah jambu yang dibagikan oleh sang kakak
para orang tua pun ikut makan buah jambu yang dipetik oleh Abian
"makasih ya sayang buahnya sangat manis, tapi lain kali jika mau manjat-manjat pohon harus ada yang ngawasin ya sayang !" ucap Ayumi pada putra sulungnya itu
"iya Bunda "jawab abian
"yok kita berangkat sekarang ini sudah sangat siang loh, nanti dipantai pasti panas banget "ucap pak Marvel mengajak semua keluarganya
"iya opa benar kalau kita kepantai terlalu siang pasti cuacanya panas"jawab Ayumi
mereka pun masuk kedalam rumah, anak-anak berjalan bersama seperti kumpulan pinguin yang lucu-lucu dan menggemaskan
setelah mengambil semua perlengkapan yang sudah mereka siapkan kini mereka berjalan keluar rumah menuju garasi mobil dimana mobil mereka berada
mereka sepakat akan menggunakan satu mobil saja yaitu mobil bus yang memuat mereka semua ,mobil itu pak Marvel yang membelinya dua hari yang lalu sengaja untuk cucu-cucu dan anak-anaknya
jika nanti hendak berlibur atau mendatangi salah satu rumah kerabat mereka, mereka akan berkumpul bersama dalam satu mobil pasti sangatlah seru ,seperti sekarang ini para bocah-bocah cilik beraksi dengan segala tingkah laku mereka semua yang terjadi sangat lucu
ting nong ting nong
suara bell membuat anak-anak berhenti melangkah begitu pun dengan yang lainnya
"biar saya saja yang buka" ucap azlan dan diangguki oleh yang lainnya
Azlan pun mempercepat langkahnya menuju pintu utama yang satria, Riki,pak Marvel dan Bu Ayudia menyusul azlan sedangkan para ibu menemani anak-anaknya di ruang tamu yang juga sangat penasaran lebih tepatnya kepo
"days siapa ya kila-kila yang batang beltamu!? apatah dia pidat pahu dika pita imi bau belgi belbibul!?"ucap Zahira dengan bibir dimonyong-monyongkan
"iya ya apatah bia ipu kulang impolmasi ditu!?" sahut Raina yang juga terlihat kesal
"saya laza pia juda bau itut belbibul belsama tita"jawab Fauzi memegang dagunya seperti orang yang sedang berfikir keras
"iya penal tata ata Ochi,buntin dia pau talao tita atan peldi belbibul tetantai padi bia bau itut juda talena pidat puna ontos" sahut Amira dan yang lainnya menggut-manggut seperti tercerahkan
"mmmm,penal pita pidat pusah memitiltan ipu bialtanlah wowang pewaza yan bebitiltanna" ucap Zahran
Aurel sudah memvideokannya sedangkan Fatiyah dan Ayumi perutnya sudah keram menahan tawanya
"punda tenapa yayah lama sih temuim pamunya" ucap Raina pada Ayumi
"bunda juga tidak tau sayang " jawab Ayumi
"akhhh,mama setali atu cuda pulai bocan" keluh Amira lalu berguling diatas karpet
"iya penal ati cuda bulai bocan"sahut Raina dan ikut berguling disamping Amira
dan akhirnya semua anak beguling-guling sambil tertawa dan daling menggoda satu sama lain
lama berguling-guling mereka jadi tertidur, ayumi Fatiyah dan Aurel jadi kasihan pada anak-anak mereka
"Abang kakak, bunda minta tolong ya jagain Adik-adikmu
kami mau kedepan dulu liat siapa tamunya " ucap Ayumi pada kedua anaknya
"iya bunda"jawab mereka bersamaan
Ayumi Aurel dan Fatiyah berjalan beriringan menuju ruang tamu karena penasaran dengan tamu yang datang dan menunda mereka pergi berlibur bersama anak-anaknya
"siapa ya kira-kira ya yang datang,bikin kesal aja?" Fatiyah menggerutu
"iya kasihan anak-anak"sahut Aurel
mereka semakin mempercepat langkahnya karena mendengar suara Bu Ayudia berteriak seperti orang yang sedang marah besar
"siapa lagi yang akan kamu sakiti, siapa lagi yang akan kamu culik"teriak Bu Ayudia emosi
"maafkan saya audi,tolong berikan saya kesempatan " ucap pak umar memohon
"saya sekarang sudah mempunyai suami dan saya sudah bahagia jadi jangan berharap lagi untuk saya beri kesempatan untukmu" jawab Bu Ayudia
"apa lagi yang kamu rencanakan diotak tuamu tuan "ucap Ayumi
"yumi apa yang kamu katakan nak!! saya tidak merencanakan apapun,saya hanya ingin kembali bersama ibumu
saya mohon nak tanya ibumu agar mau bersama abah lagi
"hahahaha, setelah kamu kembali kamu akan menculik salah satu diantara kami lagi!?" ucap ayumi sinis yang lain hanya diam karena mereka tau jika Ayumi sudah berbicara keras berarti dia tidak bisa dibantah lagi
"sebaiknya Babah pergi dari sini dan jangan pernah lagi mengganggu kehidupan kami
karena kami sudah tidak percaya lagi denganmu,dan apakah kamu tau!?
sampai saat ini Arumi masih trauma denganmu
kami tanpa sengaja menyebut namamu dia akan sangat ketakutan jadi dengan alasan apa kami akan menerimamu hadir ditengah-tengah kami lagi"ucap Ayumi dengan mata berkaca-kaca
"jadi saya mohon pergilah dari sini"ucap Ayumi lagi
"apakah kamu akan menjadi anak yang durhaka nak!?" tanya pak umar berderai air mata
"dari mana saya akan menjadi anak durhaka sedangkan kamu tidak pernah peduli kepadaku
semenjak saya kecil saya hanya diurus dan diperhatikan serta disayangi oleh oma,opa dan umahku sedangkan Anda sibuk dengan dunia anda selalu sibuk dengan penelitian dan berambisi menjadi pemilik rumah sakit jadi dari segi mana saya akan menjadi anak durhaka sedangkan anda sudah menelantarkanku
Arumi juga tidak pernah merasakan Kasih sayang darimu karena semenjak dari dalam kandungan kamu menelantarkan kami" ucap ayumi menggebu-gebu karena tidak terima dikatakan sebagai anak durhaka
"maafkan Babah nak maafkan, tolong berilah Saya kesempatan saya berjanji akan berubah
audi kembalilah kepadaku saya mohon " pak Umar berlutut dikaki Bu Ayudia
"hahhhhh,begini nih kalau otaknya sudah dangkal dan tua karena sudah mulai pikun" ucap Ayumi yang lain menahan tawanya mendengar ucapan Ayumi yang secara tidak langsung mengatakan ayah kandungnya b*d*h
"ibu ku sudah nikah dan sekarang ibuku sedang hamil jadi kamu tidak pernah punya kesempatan untuk kembali bersama ibuku, paham kamu!?" Ayumi semakin emosi