
Hari terasa seru semua bayi yang baru belajar bicara selalu bikin heboh dengan tingkah laku mereka
itu berlaku jika para orang tua bersama mereka namun bila orang tua mereka tidak ada dan sibuk bekerja maka akan sangat menurut pada baby sitter mereka tidak ada yang banyak tingkah
itu yang sering membuat para baby sitter heran dan merasa bersyukur karena bayi-bayi pintar itu tidak pernah menyusahkan mereka
seperti hari ini semua kembali berkumpul namun kali ini mereka semua berkumpul dirumah Arumi karena Arshila putri sulung Arumi sedang demam dan merengek ingin bersama saudara-saudaranya
Ayumi, Fatiyah dan Aurel hari ini sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing begitu pun dengan para suami sibuk dengan pekerjaan mereka namun mereka berjanji akan pulang disaat waktu makan siang
para bayi berkumpul dikamar Arshila dijaga oleh baby sitter mereka
mereka bermain dengan asyik ngobrol bersama membahas banyak hal tentu saja membahas tentang mainan dan makanan
namun mereka tidak membuat kehebohan yang menyusahkan baby sitter mereka
Arumi hari ini sengaja tidak datang kekliniknya karena tidak tega meninggalkan putrinya yang sedang demam
"mbak Dian tolong ambil cemilan untuk anak-anak yang ada di meja makan saya sudah buatkan kalau bisa sekalian dengan susunya "ucap Arumi pada baby sitter Arshila
"iya bu,ayo mbak mila bantuin "jawab dian dan mengajak Mila baby sitter Al Raiyan dan Raina anak Ayumi
mereka pun turun kelantai satu untuk mengambil cemilan yang Arumi maksudkan
"siapa yang mau cemilan !?" ucap Dian saat sudah sampai kembali di kamar Arshila dengan piring cemilan ditangannya
"caya bau"
"caya juda"
"aya duda"
suara bayi-bayi lucu itu berlomba menunjuk diri mereka masing-masing
Dian membagikan cemilan itu kepada mereka
dian dan para Baby sitter merasa gemas melihat pipi tembem mereka bergoyang saat mengunyah
mereka kembali bermain bersama setelah cemilannya habis
"ata' chila tot bica zakit"tanya Al-Ghazali putra Nana memijat pelan kaki kakak sepupunya itu
"temalin ata' Bain ail caat ata' bandi cole dadi balanna dadan ata' telasa pedal-pedal caat Mima pelikca telnata badan ata banas"jawab Arshila menceritakan penyebab dia sakit
"oh beditu,dadi bulai tekalan pita pidat poleh bain ail mala-lama ya det"sahut Fauzi mengingatkan semua adiknya
"iya ata' " jawab mereka kompak
"pedet chila pepat tembuh ya, toalnna tulang selu talau bada yang zakit "ucap Amira pada Arshila
"iya ata' chila pidat atan bain ail lama-lama ladi"jawab Arshila
"ayo pita bain picitu zada jaman dandu chila bobo bial pepat bembuh" ujap Fauzi mengajak semua adiknya dan mereka semua menurut mereka memilih bermain di tempat permainan yang memang disediakan didalam kamar Arshila
"inat ya talia pemuana belmain belcama-cama pati janan ada yang bibut banti chila teldandu tan tasian "ucap Fauzi lagi memperingatkan Adik-adiknya
"biya ata' "sahut mereka lalu asyik bermain tanpa suara karena takut suara mereka mengganggu ketenangan Arshila yang sedang beristirahat
para baby sitter mereka tersenyum bangga karena mereka masih sangat kecil tapi sudah pengertian dengan keadaan saudaranya yang sedang sakit
siang menjelang semua orang pulang untuk makan siang para bayi merasa sangat senang orang tuanya ada dirumah mereka mulai membuat ulah untuk menarik perhatian kedua orang tua mereka
"Apah pedet iyan nait atas memali"teriak Fauzi memanggil ayahnya
semua bergegas mendekati Fauzi yang ada diruang tamu rumah Arumi
"kenapa teriak-teriak nak!?" tanya Azlan saat berada didekat Putranya
"bihatlah tetatas"tunjuk Fauzi
"astaghfirullah,kenapa kamu bisa ada diatas sana nak"ucap Riki terkejut
"ya Allah Rai,gimana caranya kamu ada disana nak" ucap Ayumi cemas
"ian tantap zizak unda"ucap Raiyan tanpa bersalah
"aru Juda bau tantap zizak"ucap Al-Ghazali mulai naik keatas sofa
"astaghfirullah bayi-bayi ini"ucap Fatiyah menepuk jidatnya sendiri
"padet pemuana bayo tuyun,pita pidat poleh banjat memali pita itu halusna banjat bohon cepelti bibu cama mami, bayo pulun pemuana "ucap Fauzi memperingatkan adiknya namun yang dikatakannya membuat Fatiyah dan Aurel salah tingkah
"astaghfirullah, bayi-bayiku"ucap Aurel gemas sendiri
"bediti ya ata'!?" ucap mereka semua dengan mata bulatnya
"biya bayo tulun"jawab fauzi melambaikan tangannya pada Adik-adiknya yang sedang berusaha memanjat
semuanya turun dan mulai berlari ke arah depan rumah dimana ada pohon rambutan yang menjadi tempat favorit ibu-ibu mereka nangkring saat hamil
pohon rambutan dekat klinik Bu Ayudia yang kini dikelola oleh Arumi da Ayumi yang sekali-kali datang untuk membantu adiknya
"sayang mau kemana !? jangan lari-lari nanti jatuh"teriakan para ibu menggema diseluruh ruangan bahkan Arshila yang masih sedikit demam pun ikut berlari bersama saudara-saudaranya
Al-Ghazali yang belum begitu lancar berlari pun ikut-ikutan berlari dengan gelak tawa mereka karena ibu mereka mengejar
para baby sitter mengelus dada mereka melihat tingkah anak-anak asuh mereka
"syukur ya saat kita yang jaga mereka, mereka itu anteng dan tak banyak tingkah "ucap dian
dan diangguki yang lainnya
"ayo kita bantu nyonya tenangin para bocil yang lagi beraksi "sahut Dina terkikik geli melihat tingkah para anak-anak asuhannya yang sangat jenius
"iya ayo, kasihan nyonya pasti capek baru pulang kerja sudah dikerjain sama anak-anak mereka " mila menimpali ucapan rekannya itu
mereka pun berlari Pelan keluar kehalaman depan dimana para bocil dikejar oleh ayah dan ibu mereka karena berusaha untuk manjat pohon rambutan
"sayang awas nanti jatuh "teriak Aurel mengejar putrinya
"zaran bau banjat bohon utan apah"ucap Zahran meronta-ronta dalam gendongan ayahnya karena berhasil ditangkap saat menempelkan tubuhnya di pohon rambutan di dekat klinik
"tidak boleh nak nanti kamu jatuh dan bisa cedera "jawab Azlan pada putranya itu
"jangan lari-larian "teriak Riki dan Satria
"tejal tami papi yayah"ucap Raiyan dan Zahran ikut berteriak sambil tertawa senang karena bisa bermain kejar-kejaran dengan orang tua mereka
dian dan teman-temannya bingung harus mengejar siapa karena para orang tua mereka saja kewalahan
saat mereka masih kejar-kejaran pak Marvel datang bersama Bu Ayudia membawa banyak kantong plastik di tangan mereka
saking asiknya mereka mengejar anak-anak mereka mobil pak Marvel pun tak mereka Sadari kedatangannya
"ada apa ini kok semua main kejar-kejaran "ucap pak Marvel heran melihat anak-anak dan cucu-cucunya saling kerjar- kejaran
"mereka mau manjat pohon pa"jawab Azka dengan nafas ngos-ngosan
Bu Ayudia menepuk jidatnya sendiri melihat tingkah cucu-cucunya
"ini karena waktu mereka hamil mereka itu senang sekali manjat-manjat pohon jadi ya anak mereka seperti itu" ucap Bu Ayudia terkikik geli
"ahh...benarkah!?" tanya pak marvel
"benar mas, Waktu pertama mereka datang kesini mereka itu langsung nangkring diatas pohon rambutan itu "jawab Bu Ayudia,pak Marvel pun tertawa apalagi melihat mereka kewalahan menangkap anak-anak mereka
"sayang ayo kakek dan nenek bawa sate "teriak pak Marvel dan akhirnya para bayi berhenti berlari mendengar Kakeknya menyebut sate
para bocil berlari kearah Marvel
"tate atu bau matan tatena banat-banat coalna atu ladi papek lali-lali" ucap Raiyan yang lebih dulu berada didekat pak Marvel
"tentu dong sayang,ayo bersih-bersih dulu sama Mbaknya "ucap pak marvel
"ciap ate"sahut semuanya dengan menempatkan tangannya di dahi mereka seperti sedang hormat namun tangan mereka banyak yang salah cara hormatnya membuat pak Marvel dan Bu Ayudia tertawa melihat tingkah cucu-cucunya
mereka pun masuk kedalam rumah bersama para baby sitter mereka untuk bersih-bersih
"kenapa papa baru datang!? kami sudah sangat lelah mengejar mereka "ucap Ayumi dengan wajah lelahnya
"ya mana papa tau,ini kebetulan umah kalian mau makan sate jadi sekalian saja papa beli banyak untuk kalian juga" jawab pak Marvel lalu masuk kedalam rumah
kini mereka sedang menikmati sate yang dibawa oleh pak Marvel setelah lelah lari-larian