
Sebulan telah berlalu semenjak Riki menanyakan status Ayumi
Riki sibuk dengan pekerjaannya yang benar-benar menguras waktu dan tenaganya,Riki lebih banyak menghabiskan waktunya dikota
Ayumi pun sangatlah sibuk dengan berbagai macam pesanan dari pelanggannya, apalagi sekarang memasuki bulan suci Ramadhan permintaan produksi pakaian muslim muslimah dari anak-anak hingga dewasa semakin membludak sehingga ayumi memutuskan untuk kembali membeli ruko yang dijual pemiliknya yang berada bersebelahan dengan rumah makan langganan Ayumi didepan puskesmas
Ayumi menyulap ruko itu menjadi rumah konfeksi nya Ayumi mempekerjakan penduduk lokal dan itu membuat mereka merasa senang karena mereka bisa memiliki pekerjaan tanpa harus pergi dari desa mereka sendiri
begitu pun dengan beberapa butiknya diberbagai daerah yang dipercayakannya kepada anak-anak buah kepercayaan Azlan
terutama dibutik Oma Shintya pengunjung disana makin bertambah banyak
setiap minggunya Ayumi mengeluarkan berbagai macam model pakaian dari segala umur
dan hasil desainnya banyak menarik perhatian orang-orang kelas atas
Angel dan Zahira beserta rama suami Zahira sangat telaten mengurus Butik Oma sedangkan disetiap cabang usaha Ayumi baik dibidang butik dan Restoran Ayumi meminta Azlan untuk menempatkan orang-orang terbaik dan terpercayanya
Azlan, Azka dan satria memilih menetap di Desa Makmur jaya itu semuanya demi menuruti segala keinginan sang pujaan hati mereka yang sudah tidak ingin melakukan hubungan jarak jauh
usaha Azlan dikota dipercayakannya kepada Desta,bejo dan Ramdhan sebagai orang-orang kepercayaannya dan sesekali mereka akan kekota jika pekerjaan mereka harus mereka yang turun tangan langsung
sedangkan Azka sebagai seorang pengacara mengharuskannya selalu bolak-balik kota X dan desa makmur jaya
mereka memilih membeli hunian yang nyaman dan aman serta dekat dari kediaman ibunda Ayudia
tanpa mereka semua Sadari hunian yang mereka beli berdekatan dengan rumah Riki dan ayumi pun tidak menyadari itu
berada di sebelah kanan Rumah orang tua Riki
"sedangkan Satria dan Azka, berada didepan rumah Riki
Namun mereka belum menempati semua rumah mereka hanya rumah Azlan yang mereka tempati selama ini sedangkan rumah Azka dan satria hanya dihuni oleh Art nya saja namun azka dan satria akan nginap dirumah mereka sesekali
Azlan dan satria serta azka akan segera menikahi wanita pujaannya
Azka telah mendapatkan restu dari bik Mimin atau bik Aminah ibu dari Nana bahkan Azka sudah melamar Nana secara resmi dan mereka sudah bertunangan
Namun Azka masih menunggu kedua kakaknya untuk menikahi kekasihnya itu
Azlan dan satria pun sudah melamar kekasihnya itu
mereka berdua hanya menunggu waktu yang ditentukan oleh keluarga pihak wanita kapan waktu mereka akan menikah
keluarga Fatiyah menginginkan mereka menikah tiga bulan yang akan datang sedangkan orang tua Aurel ingin mereka menikah bulan depan
Azlan tidak mempermasalahkan jika satria menikah terlebih dahulu darinya dan saat ini Satria sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan Aurel dikampung halaman Aurel
sedangkan Ayumi yang tidak pernah lagi mendapatkan kabar dari Riki hanya bisa pasrah saja bagaimana akhir hubungan mereka apakah akan berlanjut atau akan berakhir begitu saja
selama ini ayumi tidak pernah membahas tentang Riki dihadapan ketiga sahabatnya ataupun suadara-saudaranya namun Ayumi merasakan ada rindu ingin bertemu dengan pria dingin itu, Ayumi malu mengatakannya hingga akhirnya Ayumi hanyalah merindukannya dalam diam saja dan Ayumi mencoba menyibukkan diri agar dapat melupakan perasaannya kepada pria itu
Azlan, satria dan Azka sebenarnya tau kegalauan saudaranya itu namun mereka tidak ingin bertindak gegabah yang dapat menambah luka dihati wanita penyelamat mereka itu
sedangkan ditempat lain dimana seorang pria tampan setiap hari memasang wajah datar dan dingin serta menakutkan namun bagi kaum hawa wajah itu adalah pujaan mereka banyak dari anak rekan bisnisnya yang dengan senang hati menyerahkan diri mereka kepadanya namun selalu berakhir dengan sebuah penolakan
Pria itu akan berubah menjadi seorang yang sangat hangat bila bersama keluarganya saja
dan hanya satu orang wanita saja yang mampu membuatnya menanggung beban rindu yang begitu besar dan berat namun apa daya dia harus berpisah jauh karena pekerjaannya itu sangatlah penting demi untuk masa depan anak-anaknya kelak dan juga istri masa depannya nanti
"Raf, kapan pekerjaan kita disini rampung semua ?"ujar Riki kepada adiknya sekaligus asisten pribadinya itu
"kenapa mas, apakah mas sudah merindukan kak Ayumi ?"ujar Rafa
"sangat Raf, entah mengapa saya tidak bisa melupakannya saya benar-benar mencintainya"ujar Riki
"apa mas tidak mempermasalahkan tentang status kak ayumi yang masih belum jelas ?"tanya Rafa pada kakaknya untuk meyakinkan sang kakak tentang hati dan perasaannya kepada wanita itu
"saya tidak pernah mempermasalahkan itu semua Raf,dia saja mau menerima Anak-anak kakak kenapa kakak tidak melakukan hal yang sama !"ujar Riki
"kalau begitu pulanglah mas dan meminta maaf kepadanya karena sejak hari itu sampai detik ini mas belum menghubunginya lagi, sudah sebulan lebih mas tidak memberikan kabar padanya takutnya dia menyangka mas tidak serius kepadanya dan hanya sekedar kagum saja padanya dan akhirnya dia memilih bersama pria lain yang lebih jelas akan kemana hubungan mereka "ujar Rafa menasehati kakaknya dengan begitu dewasanya
"jangan berkata seperti itu Raf terus terang mas merasa takut jika itu terjadi mas sesungguhnya sudah tidak bisa membendung rasa rindu dan cinta ini padanya,Rindu ini benar-benar berat Raf,Rindu yang tidak pernah mas rasakan pada mbakmu almarhumah rindu padanya hanya sekedar rindu saja namun kali ini Rindu yang mas punya untuk Ayumi sangat besar dan berat untuk bisa menepisnya "ujar Riki dengan mata berkaca-kaca, RaFa semakin merasa iba kepada kakaknya itu baru kali ini kakaknya yang dingin,cuek dan acuh tak acuh pada sekitarnya menunjukkan sikap aslinya dihadapannya
"iya mas harus segera pulang dan mengatakan itu semua pada Ayumi, ingat mas dia itu banyak yang menginginkannya
mas masih ingatkan kejadian sebulan lalu pria yang terobsesi ingin menjadikannya sebagai istri juga mantannya masih berharap kembali padanya
dan satu lagi Athar dan Erick juga menginginkannya "ujar Rafa mengingatkan kakaknya itu
"saya juga sangat menginginkannya mas,saya juga sangat merindukannya
namun saya rela mengalah demi untukmu karena kau telah banyak berkorban untuk keluarga kita "ujar Rafa dalam hatinya
"tapi bagaimana dengan pekerjaan kita disini ?"tanya Riki pada Adiknya itu
"mas tidak usah khawatir biar saya dan Dahlan yang akan menanganinya karena pekerjaan kita disini tinggal sedikit saja insya Allah saya dan Dahlan bisa menanganinya "ujar Rafa meyakinkan kakaknya
"Baiklah Raf,mas akan mengikuti saran mu
apakah kamu tidak ingin ikut mas pukang dulu sekedar melepas rindu dengan mama dan papa?"tanya Riki pada Adiknya itu
"tidak mas saya akan kembali setelah semua pekerjaan disini rampung,mas pulang saja dan menangani usaha mas disana"ujar Rafa
"baiklah"ujar Riki lalu merogoh kantongnya dan mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang
"halo Assalamualaikum,iya mas ada apa?"tanya seseorang diseberang sana
"waalaikumsalam,Ton kamu pesan tiket pesawat kita akan pulang "jawab Riki
"tapi mas pekerjaan kita disini belum benar-benar rampung "ujar Anton dari seberang sana
"kalau kamu tidak ingin pulang biar kamu tinggal disini bersama Rafa dan Dahlan biar saya dan Tika Akan pulang "ujar Riki
"iya mas saya akan memesan tiket, untuk kita bertiga "jawab Anton cepat
"baiklah kamu urus semua, Assalamualaikum "ujar Riki lagi Tanpa menunggu jawaban Asisten duanya itu lalu mematikan sambungan teleponnya
"waalaikumsalam, selalu seperti itu "ujar Anton
"kenapa mas?apa ada masalah ?"tanya Tika sekretaris Roki dan dia adalah istri dari Anton
"mas Riki ingin kita pulang sayang"ujar anton dengan mata berbinar
"Alhamdulillah ya Allah,saya sudah sangat rindu pada putri kecil kita mas"ujar Tika bahagia
"iya sayang mas juga sudah rindu pada putri kecilku "jawab Anton
"tapi bagaimana dengan pekerjaan disini ?kan belum selesai semua ?"tanya Tika
"mas juga nggak tau sayang,tapi mas Riki tadi bilang Rafa dan Dahlan yang akan tinggal "ujar Anton menjelaskan keraguan sang istri
"oh....baguslah kalau begitu, cepat mas pesan tiketnya sekarang saya sudah tidak sabar ingin segera pulang "ujar Tika pada suaminya
"iya sayang,mas hampir lupa"jawab Anton cengengesan dan segera mengotak atik ponselnya
"