
Tok tok tok
"umah bisa masuk ?!"tanya Bu Ayudia setelah mengetuk pintu kamar pengantin putri bungsunya itu
"silahkan masuk umah"ucap Fatiyah setelah pintu terbuka
"makasih sayang " jawab Bu Ayudia lalu masuk kedalam kamar
"ayo nak kita kebawah ijab qobul nya akan segera dilaksanakan "ucap Bu Ayudia dan di angguki oleh Arumi
mereka ber enam bejalan menuruni tangga orang-orang yang memang duduk diruang keluarga seketika menoleh menatap enam orang wanita cantik sedang berjalan menuruni anak tangga
mereka berjalan menuju tempat dimana ijab qobul akan dilaksanakan para tamu undangan merasa takjub melihat wanita-wanita cantik yang mengiringi sang pengantin yang tak kalah cantiknya
"kita seperti berada dikayangan ya melihat bidadari-bidadari sedang berjalan beriringan"ucap salah seorang tamu pria
"iya kamu benar mereka sekeluarga cantik-cantik "sahut tamu yang ada disampingnya
mereka begitu takjub bukan hanya sang pengantin yang terlihat sangat cantik namun pengiringnya juga sangat mempesona
senyuman tak pernah lepas dari bibir Arumi sampai akhirnya senyumannya hilang saat melihat pria paruh baya yang duduk didepan calon suaminya
Arumi menarik nafas dalam-dalam meredam kekesalan dan kekecewaannya
Arumi duduk disamping Bayu,Bayu menoleh untuk melihat wajah cantik calon istrinya
Bayu tidak berkedip memandang wajah cantik Arumi
"Nanti aja mas Bayu wajahnya ditatap sampai puas nggak bakalan hilang kok kecuali make-upnya yang luntur "ujar pak penghulu bercanda
"orang-orang yang ada disana tertawa mendengar ucapan pal penghulu
sedangkan Bayu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena gugup dan malu
pak Umar yang berada disamping pak penghulu hanya menunduk tidak ingin menatap wajah putri bungsunya karena dia tau Arumi marah dan kecewa karena tidak memenuhi keinginannya
pak Umar memutuskan untuk datang karena bu Ayudia mengatakan padanya saat Datang menemuinya bahwa kedatangannya adalah bentuk tanggung jawab terakhirnya untuk putrinya karena selama ini dia sudah mengabaikan mereka
dan itulah mengapa pak Umar datang untuk menghadiri pernikahan putrinya dikawal oleh Empat orang polisi
sesampainya dikediaman bu Ayudia mereka diberikan baju seragam yang sama keluarga pengantin perempuan pakai
pakaian itu diberikan oleh Ayumi sehingga keluarga pengantin pria dan para tamu tidak tau jika pak Umar adalah seorang tahanan dan datang bersama petugas, karena pakaian ke empat petugas itu mereka sama dengan para karyawan Ayumi pakai sedangkan pak Umar pakaian nya sama dengan yang dipakai Azlan dan yang lainnya
"silahkan pak Umar jabat tangan calon menantu bapak"ucap pak penghulu,pak Umar menoleh pada pak penghulu dan mendapatkan anggukan
pak Umar mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan calon menantunya, Bayu menerima uluran tangan calon mertuanya,Bayu dapat merasakan tangan pria paruh baya itu bergetar
"kamu siap nak?"tanya pak Umar
"iya pak"jawab Bayu
"Anakda Bayu samudra Wijaya Bin Kusuma Wijaya saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Putri ku Arumi Rahmania Affandi Binti Umar Affandi dengan mas kawin Dua stel perhiasan emas seberat Dua puluh lima gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai karena Allah "ucap pak Umar bergetar lalu menyentakkan tangan Bayu
"Saya terima Nikah dan kawinnya Arumi Rahmania Affandi Binti Umar Affandi dengan mas kawin tersebut diatas dibayar tunai Karena Allah " ucap Bayu dengan lantang dan sekali tarikan nafas
"bagaimana para saksi ?"tanya pak penghulu
"sah"
"sah"
"sah"
"sah" ucap mereka semua dengan tawa bahagia
sedangkan pak Umar meneteskan air mata karena telah menikahkan putrinya walaupun putrinya tidak menginginkan kehadirannya
"Alhamdulillahirabbil alaamiin "ucap pak penghulu lalu menyuruh pengantin bertukar cincin
"sekarang nak Bayu sekarang bisa mencium kening sang istri dan nak Arumi mencium punggung tangan suaminya "ucap pak penghulu
Bayu pun mencium kening Arumi, Arumi memejamkan matanya saat bibir Bayu untuk pertama kalinya menyentuh keningnya
Arumi mencium punggung tangan suaminya dengan begitu takzim
Arumi dan bayu sungkeman pada orang tu mereka secara bergantian
saat Arumi sungkeman pada pak Umar,pak Umar memeluk tubuh putrinya dan menangis
"maafkan babah nak, maafkan babah "hanya itu yang bisa diucapkan oleh Pak Umar
"Arumi juga minta maaf ya bah"jawab Arumi mencium punggung tangan Ayahnya
dia mencoba menepiskan rasa benci dan kecewanya kepada ayahnya itu
tak terasa air matanya pun menetes dan mengenai punggung tangan pak Umar dan itu membuat pak Umar semakin merasa bersalah kepada putrinya itu karena selama ini dia mengabaikannya demi kesenangannya
Yang melihat mereka pun ikut meneteskan air mata karena mereka merasa terharu
setelah acara sungkeman kepada orang tua mereka
Bayu dan Arumi di antarkan naik ke pelaminan dimana disana Azka dan Nana sudah duduk bersanding
setelah ijabq Qobul tadi Azka dan Nana Naik keatas pelaminan untuk menunggu Arumi dan Bayu
namun bukan hanya mereka ber empat yang duduk di pelaminan memakai baju pengantin namun Ayumi the gank juga ikut memeriahkan acara resepsi pernikahan mereka diatas panggung
mereka bertiga bersama pasangan masing-masing telah berganti pakaian dengan pakaian pengantin yang terlihat sangat indah
jangan lupakan Arisha dan Abian yang juga tidak mau kalah dengan ke-dua orang tuanya
mereka pun sudah memakai gaun pengantin kecil yang sangat indah
pelaminan dipenuhi lima pasang pengantin yang terlihat sempurna dan serasi senyuman mereka tidak pernah lepas dari bibir mereka
sebenarnya bukan lima pasang tapi enam pasang pengantin dengan anak pengantinnya
mereka sangat bahagia kerena bisa mengadakan resepsi pernikahan mereka bersama
para tamu undangan terkagum-kagum melihat pasangan pengantin yang terlihat begitu cantik-cantik dan tampan-tampan
apalagi mereka lihat sepasang pengantin kecil yang begitu menggemaskan
dan tanpa sepengetahuan para istri,para suami telah mempersiapkan resepsi pernikahan mereka party 2 disebuah hotel berbintang lima dikota X mereka akan mengundang para kolega bisnis mereka juga para sahabat,teman dan karyawan yang ada dikota maupun diluar kota untuk hadir dalam pesta pernikahan mereka dan acara resepsi pernikahan mereka akan diadakan sebulan kemudian agar mereka bisa bebas mempersiapkannya agar semuanya sempurna dan menjadi kejutan terindah untuk para istri
mereka malakukan sesi Foto-foto mereka dibantu oleh fotografer untuk mengabadikan moment-moment bahagia mereka
Bu Ayudia dan pak Umar juga mereka disandingkan saat sesi Foto-foto keluarga
bergantian dengan orang tua dan keluarga Fatiyah, Aurel, Riki dan bayu
terakhir mereka berfoto bersama dengan semua keluarga
mereka menerima tamu undangan sampai sore karena tamu terus berdatangan
"kamu kenapa sayang"ucap Bayu karena melihat istrinya meringis kesakitan
"kakiku pegal mas"ucap Arumi
"ya sudah kita masuk aja kerumah ya istirahat "ucap Bayu dan diangguki oleh Arumi
"Arumi kenapa bay"tanya Azlan pada Bayu
"kakinya sakit dan keram mas"jawab Bayu
"ya sudah yuk kita istirahat aja karena ini sudah sore" ucap Azlan dan diangguki semua adiknya
sepasang pengantin kecil mereka sudah lama menyerah sejak siang tadi karena mereka mengantuk,Rana dan Rafa yang menjaga mereka berdua
kini kelima Pasang pengantin itu turun dari pelaminan
dan masuk kekamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri, sholat dan mereka makan bersama dimeja makan karena sejak siang mereka belum sempat untuk makan
mereka makan diselingi dengan canda tawa bahagia
sedangkan pak Umar kini telah kembali ke hotel prodeo bersama ke empat petugas setelah sesi foto-foto selesai tanpa sempat berganti pakaian lagi