Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 159 kebahagiaan paman dan bibi



" ini rumah siapa nak satria !?"tanya pak Arman


"ini rumah untuk paman dan bibi tempati "jawab satria


"nak kenapa kamu harus repot-repot memberikan kami rumah sebagus ini cukup kami diberi rumah yang kecil saja karena kami hanya berdua "ucap pak Arman dengan mata berkaca-kaca


"tidak apa-apa paman bibi,ini sudah reski kalian jadi satria mohon jangan menolaknya karena jika kalian tolak maka sarah pasti akan sangat sedih "jawab satria mengelus punggung kurus pamannya


"sekali lagi terimakasih banyak nak"ucap pak Arman yang sudah tidak bisa lagi membendung air matanya karena tidak pernah menyangka akan tinggal ditempat sebagus itu lagi walaupun belum seberapa besar dibandingkan dengan rumah orang tuanya dulu karena semenjak perusahaannya bangkrut mereka memilih untuk tinggal dirumah yang sangat sederhana


"iya paman sama-sama, bagaimana bik apa bibi suka!?"tanya satria pada bibi nya yang sedari tadi diam saja memperhatikan suaminya dan satria


"bibi sangat senang nak, Alhamdulillah bisa tinggal ditempat seperti ini "jawab Bu Rahma


"syukurlah kalau Paman dan bibi suka kalau Begitu saya akan menunjukkan satu hal lagi" ucap satria yang membuat Paman dan bibinya saling tatap


"apa nak!?" tanya pak Arman penasaran


"ayo paman bibi ikut dengan Saya "jawab satria tersenyum lalu berjalan ke arah belakang rumah tepatnya di dapur rumah itu, satria mengambil kunci dari saku celananya lalu membuka sebuah pintu yang ada di dapur dekat kamar mandi


setelah pintu terbuka satria melangkah masuk tidak lupa mengucapkan salam pak Arman dan istrinya mengikuti satria kedalam ruangan itu karena penasaran betapa terkejutnya mereka setelah melihat apa yang ada dalam ruangan itu setelah satria menekan saklar lampu dan semua lampu menyala dan memperlihatkan isi ruangan itu.Bu Rahma menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya


"apa ini nak satria !?"Tanya pak Arman


"paman dan bibi sekarang punya toko sembako jadi kalian tidak perlu lagi repot-repot untuk mencari pekerjaan cukup kalian mengelola toko ini dan saya juga sudah menerima dua orang pekerja yang akan membantu paman dan bibi disini


paman cukup mengawasi mereka saja bekerja dan bibi cukup duduk dimeja kasir "jawab satria


"nak paman tidak tau harus berkata apa sama kamu nak ini semua sangat luar biasa untuk kami "ucap pak Arman terharu air matanya sudah menetes membasahi pipinya dia tidak pernah menyangka jika akan mendapatkan itu semua karena setelah perusahaan mereka bangkrut pak Arman bekerja serabutan untuk bisa menghidupi dirinya dan juga Istrinya


"mulai besok paman bisa mulai membukanya dan ini dua orang karyawan yang akan bekerja ditoko paman" satria menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan foto dua orang anak laki-laki yang usianya masih sangat muda pada pak Arman dan Bu Rahma


"iya nak sekali lagi kami ucapkan terimakasih banyak atas segalanya nak"ucap pak Arman memeluk tubuh kekar ponakanya itu


"iya paman sama-sama,kalau begitu kalian istirahatlah dulu karena saya ingin berpamitan untuk pulang karena hari ini saya masih ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan "jawab satria


"tapi nak kamu tidak makan siang dulu disini!?"tanya Bu Rahma


"paman bibi, bisakah saya memanggil kalian ayah dan ibu karena hanya kalian keluarga kandungku yang saya kenal dan saya miliki saat ini "ucap satria memegang tangan kedua paruh baya yang ada didepannya itu


"benarkah nak kamu ingin menganggap bibi mu ini sebagai ibumu !?"tanya Bu Rahma penuh haru karena ponakanya itu ingin memanggilnya ibu


"iya bu jika ibu mengizinkannya "jawab satria


"tentu saja nak ibu mengizinkannya bahkan sangat mengizinkannya "ucap Bu Rahma berderai air mata bahagia


"mas sekarang kita punya anak setelah puluhan tahun kita menanti seorang anak memanggil kita dengan panggilan ayah dan ibu bahkan sekarang kita juga sudah punya menantu dan cucu"ucap bu Rahma pada suaminya


"iya dek kamu benar kita sangat beruntung begitu mendapatkan anak kita juga langsung dapat menantu dan cucu"jawab pak Arman tertawa bahagia


"iya pak,nak kita harus merayakan ini.maukah kalian datang kemari besok ibu dan ayah akan menjamu kalian dirumah baru ibu ini sebelum toko baru kita buka,maaf jika ibu banyak permintaan "ucap Bu Rahma


"iya bu kami akan datang,saya akan memboyong semua keluarga besarku yang juga menjadi keluarga ibu dan ayah sekarang "jawab satria Bu Rahma kembali memeluk ponakanya itu yang sudah menjadi anak angkatnya


"iya nak sekali lagi terimakasih banyak ya nak,ibu dan ayahmu ini sangat bahagia,kak Anita sekarang putramu bersama kami kamu disana yang tenang ya kak sekarang Zarah pun sudah ada bersamamu namun putramu akan kami berikan kasih sayang yang belum sempat kamu berikan padanya selama puluhan tahun kalian berpisah Hiks hiks hiks kak anakmu sangat baik pada kami kami berjanji akan menyayanginya setulus hati kami"ucap pak Arman dengan deraian air mata, satria pun ikut meneteskan airmata bahagianya


"saya juga sangat bahagia bisa bertemu dengan kalian karena selama ini saya tidak pernah menyangka jika masih ada keluarga kandung yang kumiliki "ucap satria mengusap punggung ringkih pak Arman


"iya Nak "jawab pak arman memeluk tubuh anak kakaknya itu


"sekarang kalian istirahat ya,saya pamit dulu insya Allah besok kami semua akan datang kemari" ucap satria memcium punggung tangan pak Arman yang hitam kerena terbakar Panas matahari


"ayah ibu saya pergi dulu, assalamualaikum "ucap arman saat melangkah keluar dari rumah pak Arman dan Bu Rahma mengantarkan Putranya itu sampai depan pintu


"waalaikumsalam "jawab keduanya


"hati-hati nak"Ucap Bu Rahma, satria mengusap wajahnya yang penuh dengan Air matanya ada rasa hangat menelusup memenuhi rongga dadanya mendengar Suara lembut Bu Rahma istri dari adik ibunya itu


"ya Allah berikanlah kami selalu kebahagiaan jangan biarkan lagi kami terpisah "ucap satria


sepeninggal satria pak Arman dan Bu Rahma masuk kedalam kamarnya


"Masya Allah mas bagus sekali kamar ini, Alhamdulillah kita bisa tinggal lagi dirumah bagus seperti ini


"Ya Allah lindungilah kami dan juga putra kami dan semua keluarganya dari segala marabahaya dan limpahkanlah kami reskimu yang halal serta lancarkanlah setiap usaha kami"ucap Bu Rahma


"aamiin "jawab pak Arman menyahuti doa Istrinya


"mas ternyata benar ya mas buah kesabaran dan keikhlasan akan terasa sangat manis, semoga hari tua kita selalu bahagia "ucap Bu Rahma lagi


"Benar Bu, mungkin ini adalah jawaban dari doa-doa kita selama ini"jawab pan Arman


saat mereka menikmati kenyamanan kamar Baru mereka tiba-tiba ada suara aneh yang membuat mereka tertawa bersama setelah sholat duhur berjamaah


kruk kruk krukk..


"ternyata para cacing diperut mas Arman sudah pada demo "ucap Bu Rahma tertawa


"hehehe iya nih "jawab pak Arman ikut tertawa


"ya sudah yuk kita kedapur mad,kita liat apa yang bisa kita masak"ucap Bu Rahma


"iya bu ayok jangan sampai mereka semakin demo"jawab Pak Arman cengengesan


mereka pun berjalan bergandengan tangan dengan mesra menuju dapur


"Masya Allah mas, benar-benar nak satria sudah menyiapkan semuanya"teriak Bu Rahma terkejut saat melihat isi kulkasnya penuh dengan kebutuhan sehari-hari mereka


"ada apa sih Bu "jawab pak Arman yang tadi saat sampai di dapur langsung keluar ke pintu belakang yang belum sempat dilihatnya


"ini mas, satria sudah mengisi kulkas kita dengan berbagai bahan makanan dan juga minuman "jawab Bu Rahma


"Alhamdulillah bu,ayo bu mulai masak ayah sudah lapar ini "ucap pak Arman duduk dikursi meja makan


"iya mas Sabar"jawab Bu Rahma dan mulai ritual masak memasaknya


"bu di belakang juga tanahnya luas, ayah mau tanami sayuran kayanya bagus"ucap pak Arman


"apa nanti nggak terbengkalai tuh tanamannya apalagi mulai besok kita buka tokonya mas"jawab Bu Rahma


"iya juga ya bu"ucap Pak Arman


tak terasa masakan Bu Rahma pun selesai


mereka pun makan dengan lahapnya, mereka sangat bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk menikmati hidup yang bahagia dan berkecukupan


"mas kalau nanti usaha kita sudah berkembang kita berbagi ya dengan saudara-saudara kita yang di rumah kumuh tempat kita dulu tinggal "Ucap Bu Rahma


"iya Bu, ingat kan ayah ya bu"jawab pak Arman dan diangguki oleh istrinya itu