
Bayu merasa malas untuk mencari keberadaan adik papanya itu, yang sedari dulu selalu membuat onar bersama dengan suami dan anak-anaknya Namun bayu juga merasa kasian pada papanya walaupun sering disakiti,ditipu ataupun direpotkan berulang kali oleh mereka papanya itu selalu saja peduli katanya Tantenya itu adalah satu-satunya kenangan yang ditinggalkan oleh sang nenek yang harus dijaganya
Bayu menghubungi beberapa temannya saat masih menjadi seorang tentara yang memang punya banyak koneksi
Bayu merasa bersyukur walaupun dirinya sudah tidak lagi menjadi seorang prajurit dan bergabung dikesatuan tapi teman-temannya masih ingin membantunya
Bayu juga menceritakan semuanya kepada ke empat saudara iparnya berharap mereka bisa membantunya dan Tanpa sepengetahuannya tiga serangkai yang sudah membawa Tantenya pergi walaupun bukan dengan tangan mereka sendiri yang membawa maya dan keluarganya pergi jauh
tiga serangkai pura-pura khawatir agar Adik iparnya itu tidak curiga kepada mereka
Pak Wijaya terus mencari keberadaan Adik semata wayangnya namun tidak menemukan sedikit pun titik terang dimana adiknya itu berada
sampai berbulan-bulan pak Wijaya melakukan pencarian di bantu oleh teman Bayu namun tidak menemukan mereka dimana pun itu
orang-orang bayaran pak Wijaya mencari bu maya dan keluarganya namun tidak ada yang menemukan keberadaan mereka bahkan mereka sampai keluar kota untuk mencari mereka
pak Wijaya akhirnya menyerah mencari keberadaan adiknya dan menghentikan pencariannya
pak Wijaya sudah pasrah jika terjadi sesuatu pada akhir adiknya itu
eyang Kusuma pun mengerahkan orang-orang suruhannya untuk mencari keberadaan anak perempuannya itu namun tidak juga membuahkan hasil
"Firman kemana kamu membawa adik dan ponakan-ponakanku "ucap pak Wijaya mengusap wajahnya prustasi
"sudahlah pa ,Bayu yakin Tante maya pasti baik-baik saja dia punya suami dan anak-anaknya yang mampu menjaganya "ucap Bayu yang sebenarnya sangat kesal pada papanya itu
"Benar kata mamamu Bay, semenjak kamu mengenal dan menikah dengan Arumi kamu berubah,kamu sudah tidak peduli lagi pada keluargamu sendiri "ucap pak Wijaya meninggikan suaranya
"saya tidak pernah berubah pa,saya sangat peduli dengan keluargaku pa walaupun Tante maya dan keluarganya sering membuatku sakit hati tapi saya masih peduli pada mereka
dan satu lagi pa, jangan bawa-bawa nama istriku karena Arumi tidak tau apa-apa
coba papa lihat juga pengorbanannya istriku rela mengambil cuti kuliahnya supaya saya bisa fokus membantu papa mencari Tante Maya
saudara-saudara iparku juga membantuku mencari tante maya jika di ingat kembali apa yang dilakukan tante maya pada istriku pa, Tante maya berulang kali menghina dan memfitnah bahwa anak yang dikandung istriku bukan anakku dan mama juga ikut-ikutan meragukan kehamilan Arumi " Bayu sangat kesal pada papanya karena papanya hanya peduli pada Adiknya saja
"Maafkan Papa bay,papa hanya pusing memikirkan dimana tantemu berada " pak Wijaya merasa bersalah pada anaknya
"sudahlah pa,papa memang selalu seperti itu yang ada di fikiran papa hanya Tante Maya sedangkan kami anak-anakmu tidak pernah dipedulikan sampai-sampai Bima tidak ingin lagi tinggal disini"Bayu masih saja kesal pada papanya itu
"maafkan papa bay"ucap pak Wijaya
"sudahlah pa,papa dan mama selalu saja seperti itu "ucap Bayu lalu meninggalkan papanya duduk sendirian diruang keluarga
tanpa sepengetahuan mereka Azlan selalu memantau apa saja yang mereka lakukan saat Arumi ada dirumah itu
semakin hari sikap Asli bu Raidah terlihat dia sangat tidak menyukai Arumi
katanya Arumi terlalu menguasai Bayu,bu Raidah juga mengatakan jika Arumi anak manja tukang ngadu
Azlan sudah beberapa kali ingin melabrak bu Raidah tapi Arumi melarangnya karena dia tidak tega melihat suaminya pasti akan semakin pusing apalagi sampai saat ini adik papa mertuanya menghilang dan belum ditemukan
saat Bayu Hendak keluar dari rumah tiba-tiba saja ponselnya berdering
"halo Assalamualaikum "ucap penelpon diseberang sana yang ternyata teman Bayu
"waalaikumsalam,bay saya dapat informasi bahwa beberapa bulan yang lalu telah terjadi kecelakaan bis antar kota dan ciri-ciri yang kamu sebutkan ada diantara korban "ucap teman Bayu
"gini Bayu, kemarin tim kami telusuri semua terminal bis antar kota siapa tau saja orang yang kita cari selama beberapa bulan ini pernah ada yang melihatnya,trus kami bertanya beberapa orang warga yang memang sering mangkal disana mereka mengatakan jika orang yang kami maksud naik ke bis antar kota tujuan kota Jakarta namun saat melewati sebuah jalan yang memang terjal ban mobil tersebut meleduk dan mengakibatkan bis tersebut oleng dan terjadilah kecelakaan
dalam kecelakaan itu banyak korban jiwa termasuk ke empat orang yang kami cari "ujar teman bayu menjelaskan temuannya
saat temannya bercerita bayu luluh terduduk kelantai tidak menyangka bahwa pencarian mereka akan berakhir seperti ini
Bayu yang tanpa sengaja menindis tombol loudspeaker ponselnya karena terkejut tidak menyadari bahwa kedua orang tuanya berdiri dibelakangnya dan mendengar semua ucapan temannya
"jadi mereka dimakamkan dimana?!"tanya Bayu
"mereka di makamkan di pemakaman umum dekat rumah sakit Bhayangkara,kalau kamu ingin kesana kami bersedia mengantar kalian ada pun beberapa barang milik mereka yang masih disimpan oleh pihak rumah sakit
mereka tidak langsung membawa pulang ketempat kerabat mereka ataupun menghubungi keluarga korban karena mereka tidak sama sekali membawa kartu identitas diri"ucap teman bayu lagi
pak Wijaya baru ingat bahwa Ktp dan surat-surat penting mereka sekeluarga ikut terbakar bersama rumah mereka yang di kota tempat tinggal mereka dulu dan mereka tidak pernah lagi mengurus surat-surat identitas mereka
Tubuh pak Wijaya seakan tak sanggup berdiri lagi mendengar berita yang didengarnya
Bayu terkejut saat mendengar jeritan tangis pilu sang papa memanggil-manggil nama adiknya
Bayu dan bu Raidah mencoba menenangkan pak Wijaya namun pak Wijaya terus saja histeris
"sudah pa lebih baik kita kemakam tante maya,om firman,fahri dan Faris sebelum semakin sore dan kita lihat dulu apakah benar itu Tante Maya "ucap Bayu
dan akhirnya vpak Wijaya setuju dengan Ucapan putranya
mereka pun berangkat menuju tempat yang diberitahukan oleh teman bayu dan mereka janjian bertemu di gerbang masuk pemakaman karena batu nisan mereka tidak memiliki nama
Bayu sengaja tidak memberi tahukan dulu pada Arumi karena bayu tidak ingin Arumi kepikiran dan bisa berpengaruh terhadap kehamilannya
setelah mereka sampai di sebuah pemakaman umum yang tidak begitu jauh dari rumah sakit Bhayangkara
Brama teman Bayu mendekati mereka membawa kantong plastik berwarna hitam dan menyerahkan kepada Bayu
"periksa dulu Bayu,jika benar itu milik keluargamu maka benar orang yang mereka makam adalah keluargamu" ucap Brama
pak Wijaya merebut kantong plastik iyu dan membukanya matanya melotot melihat isi kantong plastik itu yang ternyata pakaian adiknya juga ipar dan ponakan-ponakannya walaupun sudah kotor Wijaya masih bisa mengenalinya
tangis pak Wijaya kembali pecah, siapa pun yang mendengarnya pasti juga ikut merasakan kesedihannya
"sudah pa, kendalikan dirimu ayo kita kemakam mereka dan mendoannya"ucap Bu Raidah menenangkan suaminya yang masih sesegukan
mereka pun berjalan bersama menuju makam yang dimaksudkan
Azlan yang mendapatkan laporan dari anak buahnya hanya tersenyum sinis
ternyata semua itu adalah hasil skenario Azlan dan satria
orang -orang yang dimintai keterangan adalah anak buah Azlan dan satria
begitu rapi cara kerja mereka sehingga teman Bayu dan anak buahnya tidak tau
Azlan dan satria melakukan itu agar papa dan kakek bayu menghentikan pencariannya
sedangkan didesa terbuang bu Maya dan keluarganya sedang bekerja di ladang untuk terpaksa bisa bertahan hidup