
sedangkan Haris datang langsung kerumah bu Ayudia dan disana dia bertemu dengan pak Umar
"oh ternyata om Umar sudah ada disini,baguslah kalau begitu saya tidak perlu repot-repot lagi untuk jauh-jauh untuk mencari om Umar untuk bisa menikahkan kami nantinya "ujar Haris percaya diri
"iya saya sudah ada disini tapi kamu sudah tidak bisa menikah dengan putriku karena Ayumi sudah saya nikahkan kemarin "ujar pak Umar
"hahahaha,kamu tidak usah mengarang cerita om Umar,saya tau kamu masih marah kepadaku karena menarik semua sahamku dari perusahaan om,tapi saya janji om jika kamu menikahkan Saya dengan Ayumi saya akan kembali menanam saham di perusahaan om sebesar 75 persen "ujar Haris merasa dibohongi oleh pak Umar
"buat apa saya mengarang cerita, karena itu tidak membawa keuntungan untukku "ujar pak Umar menimpali ucapan Haris
"hahahaha ternyata kau ingin bermain-main denganku om Umar "ujar Haris
"terserah kamu mau percaya atau tidak saya sudah mengatakan yang sebenarnya kepada kamu"ujar pak Umar lagi
"baiklah kalau begitu siapa yang berani menikah dengan calon istriku hah? jawab om Umar "ujar Haris mulai gusar
"pria yang pernah bertemu denganmu dirumah Oma Shintya "ujar pak Umar
"oh duda itu? berani-beraninya dia menikahi calon istriku dan kamu juga Umar berani-beraninya menikahkan mereka tanpa sepengetahuanku "ucap Haris murka
"apa aku salah menikahkan putriku ?tidak kan?"jawab pak Umar
"ya kamu salah karena kamu menikahkan putrimu bukan denganku"teriak Haris
"loh salahku dimana? seharusnya kamu menyalahkan dirimu sendiri karena kamu menarik semua sahammu dari perusahaan ku dan saya berpikir kamu sudah tidak menginginkan Ayumi lagi"ujar pak Umar membela dirinya karena tidak ingin disalahkan
"dasar orang tua b*d*h, kenapa kamu tidak memberi tahukan padaku terlebih dahulu "ujar Haris dengan muka memerah karena marah
"kamu bilang saya b*d*h?kamu orang b*d*h yang sebenarnya ingin mendapatkan anaknya tapi kamu berlaku tidak baik pada wali nikahnya jadi jangan pernah menyalahkan orang lain salahkan dirimu sendiri yang gegabah dalam mengambil keputusan, dasar orang egois "ujar pak Umar kesal pada Haris
"pokoknya saya tidak mau tau kamu harus memisahkan Ayumi dengan suaminya dan menikahkannya denganku jika tidak kamu akan tau akibatnya"ujar haris pada pak Umar
"memangnya apa yang akan terjadi padaku, perusahaanku sebentar lagi akan bangkrut, pekerjaanku sebagai dokter juga sudah terbengkalai jadi yang saya butuhkan sekarang adalah bersantai menikmati hidup dan masa tuaku"ujar pak Umar beralasan
"hahahaha kamu pikir saya tidak tau siapa kamu Umar kamu itu orang yang gila harta apa pun akan kamu lakukan untuk mendapatkan harta kekayaan termasuk melenyapkan ayah istrimu sendiri dan menjual aset berharga milik mertuamu juga menggadaikan nama ibu mertuamu saat mengambil pinjaman pada bank sehingga jantung ibu mertuamu kumat hingga koit dan satu lagi pak Umar saya tau tujuamu datang kesini bukan karena kamu ingin menikmati hidup bersama banak dan mantan istrimu tapi kamu datang kesini agar kamu bisa menguasai harta warisan milik istri dan anak-anakmu
jadi kamu tidak usah sok polos padaku om Umar karena saya sudah tau luar dalam diri dan hatimu"ujar Haris pada Umar
"dan ingat jika saya tidak kamu nikahkan dengan Ayumi maka anak perempuan keduamu akan aku jadikan p*l*cur ku
sekali lagi saya ingatkan untuk bisa menikah kanku dengan Ayumi jika tidak Arumi gantinya hahahahaha"ujar haris lagi tersenyum miring lalu berdiri dari duduknya dan meninggalkan pak Umar yang masih duduk ditempatnya
Degg Degg
jantung bpak Umar berdetak kencang karena Haris ternyata tidak bisa dipandang sebelah mata seolah-olah tau dengan apa yang dilakukan oleh nya
begitu pun dengan bu Ayudia memilih pergi dari tempatnya berdiri mendengarkan perdebatan kedua orang itu karena bu Ayudia takut ketahuan mengintip
deg deg
jantung bu Ayudia berdetak kencang mendengar ucapan tamu pak Umar yang sedang berdebat dengannya
Bu Ayudia tidak sengaja mencuri dengar pertengkaran pak Umar dan tamunya
Awalnya bu Ayudia penasaran dengan suara berisik dari ruang tamu, Bu Ayudia diam-diam mendatangi mereka dan berdiri di balik horden ruang keluarga
Bu Ayudia berinisiatif memvideokan pertengkaran pak Umar dan Tamunya itu guna untuk mengirimkannya pada anak-anaknya dan ternyata tindakannya itu membuat Bu Ayudia mengetahui sebuah Rahasia besar dari suaminya sendiri
tak terasa air mata bu Ayudia menetes membasahi pipinya.bu Ayudia
"ternyata kamu sendiri dalang dari semua yang menimpa kedua orang tuaku,saya tidak akan pernah diam Umar, saya akan membalaskan dendam kedua orang tuaku
saya akan membuat kamu merasakan sakit yang derita kedua orang tua ku"ujar Ayudia mengepalkan tangannya
bu Ayudia mengirimkan video percakapan Umar dan Haris pada anak-anaknya
"kurang ajar kamu haris"ucap pak Umar matanya sudah memerah mendengar ucapan haris tentang niatnya pada Arumi
pak Umar memang gila akan harta tapi dia tidak ingin juga melihat anak-anaknya diperlakukan tidak baik sama orang lain terutama pada Arumi karena Arumi tidak sekuat dan seberani Ayumi, Arumi mewarisi sifat lemah lembut dari nibu dan Omanya sedangkan Ayumi mewarisi sifat keras kepalanya dan juga opanya namun dibalik sifat keras kepala Ayumi masih ada sisi lemah lembutnya sebagai seorang Dokter
Ayumi,azlan dan yang lainnya mengepalkan tangannya saat melihat video yang dikirimkan oleh Bu Ayudia kepada mereka, Arumi yang kebetulan datang keruko sang kakak juga ikut menyaksikan dan mendengar semua yang diucapkan dalam video itu,Arumi manangis karena takut jika ayah kandungnya akan menyelenggarakanny pada pria tidak waras itu
"kamu jangan takut tidak akan terjadi apa-apa padamu selagi ada kami bersama mu "ujar Azlan menenangkan Arumi
"tapi saya takut kak Babah akan melakukan keinginan pria sint*ng itu "ucap Arumi cemas
"tenang Rum kita hadapi semuanya bersama-sama,okey!"ujar Ayumi memeluk adiknya.
"iya kak"ujar Arumi membalas pelukan kakaknya
Azlan,Azka dan satria berpamitan karena mereka mendapatkan telpon dari seseorang
"kami pamit dulu ya,ada yang harus kami lakukan "ujar Azlan
"iya kak kalian hati-hati ya,oh iya kak tolong cari cara agar haris menghentikan tingkah gil*nya atau jadikan dia penghuni rumah sakit jiwa agar tidak ada lagi yang ganggu kita"ujar Ayumi
"Baiklah kami akan memikirkan bagaimana cara untuk bisa membuat Haris dan pak Umar berhenti membuat ulah "ujar Azlan pada Ayumi
"iya kak"jawab Ayumi
"kalau begitu kami pergi dulu ya,Riki kami titip adik-adik kami ya sama kamu"ujar Azlan pada Riki yang sedari tadi hanya diam saja memperhatikan mereka
"iya mas"jawab Riki cepat
Sedangkan dirumah Bu Ayudia,pak Umar mencoba untuk membujuk Bu Ayudia untuk membujuk Ayumi agar ingin bercerai dengan Riki
"kamu benar-benar gil* ya mas,demi harta kamu rela menggadaikan kebahagiaan putri kandungmu sendiri "ujar Bu Ayudia kesal
"mumpung mereka masih menikah Siri Audi, tidak butuh banyak proses untuk memisahkan mereka "ujar pak Umar
"saya tidak akan pernah mau mas,apapun alasanmu saya tidak akan pernah mau memisahkan mereka "ujar Bu Ayudia bersikeras dengan keputusannya
"jadi kamu mau jika Arumi yang jadi korbannya ?"ujar pak Umar mulai emosi karena Bu Ayudia tidak mau mendengarkan perkataannya
"tidak ada anak-anakku yang bisa kamu korbankan"jawab Bu Ayudia meninggalkan pak Umar dan masuk kedalam kamarnya dengan membanting pintu dengan keras
"sial,kenapa semua jadi keras kepala seperti ini"ujar pak Umar prustasi