
POV Ayumi
kini kami berempat telah sampai di ruko seperti biasanya Disana sudah ada pak ceking dan yang lainnya sedang sibuk bekerja menyelesaikan renovasi dibagian belakang ruko yang dulunya kata pak ceking tempat tinggal pemilik lama
"assalamualaikum"ucap kami saat memasuki toko
"waalaikumsalam "jawab semuanya
saya berjalan mendekati pak ceking dan yang lain, saya ingin melihat sudah sampai mana pekerjaan mereka
"wah sudah hampir selesai ya pak?!"tanya ku pada mereka
"iya mbak tinggal membersihkankan dan mengecet dindingnya " jawab pak Parto
"oh iya pak ceking bagaimana dengan yang mau kerja membantu saya apa sudah dapat ?" tanyaku pada pak ceking
"sudah Mbak, kapan bisa saya antar kesini?" jawab pak ceking
"besok pagi saja pak, suruh kesini sekalian kita mengatur semua isi toko.oh iya bang jaka pak aiman kalau pekerjaan kalian sudah selesai ada yang mau saya bicarakan sedikit "ujarku pada pada pak Paiman dan bang Jaka
"iya mbak ayumi " jawab mereka berdua
"kalau begitu saya keatas dulu ya pak mau jualan online dulu mudahan hari ini banyak yang terjual,oh iya pak ceking hari ini saya sewa motor bapak ya sama motor pak Parto boleh nggak pak buat antar pesanan pelanggan nantinya " ujar ku meminta izin kepada mereka
"bisa mbak " jawab pak ceking cepat dan anggukkan kepala pak Parto
"oh kalau begitu terimakasih banyak ya pak"ujar ku pada mereka dan mereka hanya mengangguk lalu saya pun membalikkan badan untuk naik kelantai dua menyusul yang lainnya
ternyata merasa sudah memulai siaran langsung dan dua dokter cantik sahabatku itu yang jadi modelnya
sepertinya saya juga harus mencari karyawan yang bisa membantu Nana nantinya untuk mencatat pesan saat live
saya akan membicarakan hal ini dengan pak ceking karena nantinya pak ceking akan saya jadikan bagian keamanan karena beliau sudah tau orang sini dan saya merasa aman bersama pak ceking karena selama beberapa hari ini saya mengenalnya beliau orang yang amanah
selama dua jam kami melakukan penjualan secara live Alhamdulillah hari ini pesanan meningkat saya sendiri yang bertugas mencatat pesanan yang masuk
setelah live selesai kami mengemas pesanan dan siap mengirim kannya
kami menulis alamat pemesan masih secara manual karena saya belum sempat membeli semua itu rencananya sepulang dari ruko saya akan berbelanja bersama ketiga pasukan berani lelahku
saya juga berencana akan membeli Totebag dan mencetak nama toko untuk pengunjung nantinya agar mereka tidak akan mudah lupa dengan toko pakaian kami karena setiap mereka memakai Totebag dari tokoku maka mereka akan mengingat pernah berbelanja disini dan saya berharap dengan seperti itu mereka akan datang lagi untuk berbelanja seperti halnya dengan yang berbelanja online akan mudah ingat alamat toko pakaian ku
semoga Allah selalu memberikan kelancaran dan kemudahan mendapatkan rezekinya yang halal melalui berjualan ditokoku ini
karena hari ini Arumi tidak datang maka saya akan meminta tolong pada bang Jaka untuk membantu Nina bagian pengantaran
setelah semua pesanan selesai dikemas saya segera turun kelantai satu untuk menemui bang Jaka agar bisa membantu Nana mengantarkan pesanan hari ini
"Bang jaka" panggilku pada bang jaka yang sedang membersihkan lantai segi menoleh dan bukan hanya jaka yang menoleh ke arahku namun semua yang ada disana juga ikut menoleh dan menatapku penuh tanda tanya
"hehehehe maaf membuat kalian terkejut "ujarku merasa bersalah
"ada apa mbak Ayumi ?" jawab bang jaka
"bang yumi bisa minta tolong lagi nggak ?" ujarku sedikit ragu takut bang jaka akan menolak
"mau minta tolong apa mbak ?" tanya bang Jaka lagi
"abang bis nggak bantu Nana mengatarkan pesanan-pesanan pelanggan ?" tanyaku penuh harap karena saya belum hafal jalan ditempat ini
"memangnya pesanannya banyak mbak ?"tanya bang Jaka lagi
"iya bang banyak, kemarin kan ada Arumi yang bantu untuk pengantaran tapi sekarang cuma Nana jadi kerepotan "ujarku menjelaskan pada Bang Jaka
"pergi aja ka, kasihan Mbak Ayumi pesanannya tidak ada yang ngantar lagian bersih-bersih nya tinggal sedikit kalau ngecat nya nanti aja setelah sholat dhuhur "ujar pak Parto menyuruh anaknya itu
"iya bang,maaf ya mengganggu pekerjaan bapak"ujarku pada mereka semua
"tidak apa-apa mbak ayumi,ini pekerjaannya tinggal sedikit "ujar pak Parto
"ya sudah pak saya keatas dulu mau angkat kebawah semua pesanan biar gampang diangkatnya "ujar ku pada pak parto, paiman dan pak ceking
"iya mbak silahkan " ujar mereka
saya pun meninggalkan mereka untuk mengambil semua pesanan yang sudah dikemas
kami bertiga sibuk mengangkut-angkut pesanan turun kelantai bawah sedangkan Nana menyiapkan pesanan yang akan diantarkannya
tak lama bang Jaka datang dengan baju yang rapi wajahnya yang tampan makin tampan
"pesanan mana yang akan diantarkan mbak Ayumi " ujar bang Jaka saat sudah berada di sampingku
"yang ini bang,kalau yang itu Nana yang akan antar kepemilikannya "ujarku pada bang Jaka
"alamatnya lengkap kan mbak?" tanya bang jaka lagi
"iya bang alamatnya lengkap "ujar ku menjawab pertanyaan bang Jaka
"kalau nyasar cari aku aja bang yang karena aku akan selalu ada untukmu
ea....ea....ea..."celetuk Fatiyah membuat kami Tertawa
Bang Jaka yang digombal Fatiyah wajahnya bersemu merah
"wajah abang memerah laksana tomat yang siap untuk dipetik namun hatiku selalu siap untuk abang pentik asal jangan makan pakai cabe rawit ya bang nanti Abang kepedesan dan aku kepedean
ea.....ea....ea....." ujar Fatiyah masih dengan gombalannya
"hus kamu ini gombal bang Jaka saja, sana atur barang yang akan bang Jaka bawa nanti "ujar Aurel menegur Fatiyah yang sedari tadi menggobal bang Jaka
"bang jaka tau nggak bedanya bang Jaka dengan spidol permanen ?" tanya Aurel yang juga ikut-ikutan menggombal bang jaka saya hanya bisa tepuk jidat
"Masya Allah anak dua ini "ucap ku dalam hati
"kalau spidol bisa dipakai menulis sedangkan saya hanya bisa menulis "jawab nang Jaka
"salah bang"ujar Aurel
"trus apa dong?" tanya bang jaka
"kalau spidol permanen dipakai menulis di white board akan susah dihapus sedangkan kalau abang menulis nama abang dihatiku takkan pernah bisa hilang
asyiiik...... hahahaha " ujar Aurel berjoget nggak jelas,bang jaka yang terus-terusan digombal dua cewek cantik yang luar biasa ajaib hanya terkekeh pelan
"Mbak saya berangkat dulu ya" ujar Nana berpamitan
"iya Na, hati-hati dijalan ya"jawabku
"iya mbak Assalamualaikum " ujar Nana lagi dan menyalakan mesin motor pak ceking
"waalaikumsalam "jawabku
"mbak Ayumi saya juga pamit ya " ujar Bang Jaka berpamitan
"iya bang hati-hati ya "Jawab ku pada bang Jaka
saat mereka sudah pergi saya mengajak dua orang ajaib itu untuk membeli makana diwarung makan sebelah Untuk kami nanti makan siang