
Pov Raidah
saya sangat kesal,saya mengira mertua bayu datang untuk meminta maaf karena putrinya sudah lama mendiami ku tapi ternyata dia datang hanya untuk mengintimidasi ku
dasar janda kering, mentang-mentang kaya jadi sok-sokan tapi bisa saja kan dia itu jajan diluar secara uangnya banyak
lihat saja gayanya,mana mungkin dia mau perawatan kalau bukan untuk menggoda daun-daun muda
mana bisa dia bertahan tanpa disentuh laki-laki
sok suci sekali !!!! huhhh!!!
saya tau dia itu ingin saya mengakui ucapanku tempo hari pada anaknya yang manja, tidak mungkinlah saya mau mengakuinya,enak saja dia itu sok sekali mentang-mentang dia seorang dokter mau menginjak-injakku
ini juga karena bayu punya istri tukang ngadu, seandainya bukan keinginan bayu saya tidak mungkin merestui mereka
iya sih cuma Arumi yang mau dengan putraku yang sudah cacat tapi biar bagaimanapun putraku itu sudah sukses dan wajahnya juga tampan
ini terjadi karena gara-gara maya mulutnya yang tidak pernah disekolah kan,saya harus menemui maya saya akan menguyel-nguyel mulutnya yang tidak punya akhlak
"mama mau kemana?!" tanya mas Wijaya
"mama mau ke rumahnya Maya"Ucapku kesal
"inikan sudah mau malam ma,besok aja ya biar diantar sama Bayu "ucap mas Wijaya
iya juga sih belum tentu juga bayu meu mengantarku, apalagi ini sudah malam
bayukan sudah sangat bucin pada istrinya yang tukang ngadu itu
"ya sudah mama mau tidur saja,mama lelah
hati mama juga lelah "ucapku pada mas Wijaya
"ma pa Bayu dan Arumi keluar dulu ya, soalnya Arumi mau makan sate "ucap Bayu berpamitan
"ini kan sudah malam Bayu,kamu juga pasti lelah pulang kerja
lagian ya istri itu jangan terlalu dimanja bisa-bisa dia nginjak kepalamu "ucapku kesal bisa-bisanya dia mengajak Putraku keluar malam begini
dasar si bayu sudah sangat bucin pada istrinya
"dimanja gimana sih maksudnya ma,ini istri bayu kan lagi ngidam ma jadi nggak papa kan kalau bayu nurutin keinginannya
lagian juga bayu nggak capek-capek Amat seharian cuma duduk ngawasin anak-anak "ucap bayu
"kamu ya sekarang sudah berani ngebantah mama"ucapku semakin kesal saja
"sudahlah ma,kan tidak ada salahnya Bayu nurutin ngidam istrinya "sahutas Wijaya
"terserah kalian,kesal saya sudah tidak ada lagi yang mau peduli dengan perasaan ku, turutin saja semua kemauan istri kamu itu yang manja "ucapku
Dasar anak manja sedikit-sedikit nangis, sedikit-sedikit mengadu
saya pun masuk kedalam kamar dan membantin pintu dengan keras hatiku sangat kesal, terserah dia mau ngadu pada ibunya yang janda itu ataupun pada ayahnya yang nara pidana itu
selama ini saya berbaik- baik pada dia semua karena Bayu yang minta, seandainya dulu Rosa tidak pergi mungkin sekarang sudah jadi menantu ku tapi Rosa meninggalkan bayu semenjak kaki Bayu cacat dan jalannya sekarang pincang karena kakinya panjang sebelah
nasib nasib sekarang dapat menantu yang cengeng dan manja huff
putra keduaku dari dulu suka membantahku apalagi sekarang dia memilih tinggal dikota sendirian ketimbang tinggal bersama kami
Bayu juga labih memilih mengikuti istrinya
dasar bodoh si bayu sangat percaya pada istrinya bisa saja kan kalau si Arumi itu selingkuh dikampusnya secara ayahnya tukang selingkuh juga kriminal
lebih baik tidur saja biar hati nggak semakin kesal
Ke esokan paginya saya bangun, itupun saya agak kesiangan karena saya bangun jam 6 pagi
saya menuju dapur dan berharap menantuku itu sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk suaminya dan kami juga
ternyata didapur hanya ada bik asih yang sedang mencuci peralatan memasaknya
"bik apa istrinya bayu sudah bangun !?"tanyaku pada bik Asih
"sudah bu"jawab Bik Asih
L i qqel
"trus yang masak siapa bik!?"tanyaku lagi
"say bu, memangnya kenapa bu!?"jawab bik Asih dan kembali bertanya padaku
"tadi keluar bu, sepertinya kembali kerumah ibunya "jawab hik Asih
"pulang ngadu lagi sama mamanya dia itu "ucapku masih pagi-pagi saja sudah bikin gondok
"trus Bayu kemana bik!?" tanyaku lagi
"ikut sama istrinya buk"jawab bik asih
dasar bucin tu anak
setelah sarapan saya meminta mas Wijaya mengantarku kerumah adiknya
"mas ayo kerumah Maya "ucapku pada mas Wijaya yang sedang meminum kopinya yang tinggal sedikit
"tunggu ma biar kopi papa habis dulu "ucap mas Wijaya
kini kami sudah menuju rumah maya dan mas Wijaya ternyata memakai sopir untuk mengantarkan kami
setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam lebih kami akhirnya sampai didepan rumah kontrakan maya
tok tok tok
"assalamualaikum, Maya may buka pintunya may"panggilku
ceklek
pintu rumah maya dibuka oleh seorang pria namun bukan Firman suami maya ataupun salah satu putra maya
"kamu siapa? kenapa ada dirumah adik saya "tanya mas Wijaya yang ternyata juga terkejut
"saya tidak mengenal siapa yang anda maksudkan "ucap pria itu
"adik saya maya dan Keluarganya kontrak dirumah ini"ucap mas Wijaya
"oh pengontrak yang lama !? kalau itu say tidak tsu karena saat kami pindah kemari rumah ini sudah kosong!"ucap pria itu lagi
"trus adik saya kemana ?!"tanya mas Wijaya
"kalau iti saya tidak tau pak , kemana adik bapak pergi atau begini saja pak sebaiknya bapak bertanya pada Bu Warsida kemana adik bapak dan ibu pergi pasti mereka berpamitan saat mengembalikan kunci rumah"ucap pria itu lagi
kamipun meminta alamat bu Warsida pada pria itu,dan ternyata rumah pemilik kontrakan itu tidak jauh dari rumah kontrakan maya
kami pun berjalan menuju e
rumah bu Warsida yang terlihat sangat mewah dibandingkan rumah-rumah yang ada disekitar lnya
setelah kami sampai ternyata Bu warsida sedang duduk santai didepan rumahnya
"hei say,
" ucap Bu warsida sok dekat dan sok kenal
saya hanya tersenyum canggung
"mari mari silahkan duduk"ucapnya ramah
"iya bu terimakasih "jawabku yang kini sudah duduk disebuah kursi rotan
ada apa ya bapay dan ibu cari saya"ucapnya
"ini bu ida saya mau tanya adik saya maya pergi kemana !?"tanya mas Wijaya
"kalau mereka pergi kemana saya juga tidak tau karena anaknya si Reza kemarin mengembalikan kunci dengan terburu-buru dan setelah itu mereka pergi entah kemana "ucap bu warsida
"oh begitu ya bu, kalau begitu kami pamit terima kasih Waktunya "ucap mas Wijaya dan bu Warsida menatap genit mas Wijaya
saya segera menarik tangan mas Wijaya menjauhi janda gatal itu
kenapa sih janda-janda ini sangat mengesalkan
"mas kemana maya pergi!?,masa iya nggak menghubungi mas"ucapku karena Heran bisa-bisanya Maya pergi tidak menitipkan pesan sama sekali
"nggak tau juga dek, mungkin dia kekampung firman "jawab mas Wijaya
"coba deh hubungi mereka "ucapku lagi
mas Wijaya mengambil ponselnya dan mencoba menelpon adiknya itu namun semua nomor ponsel mereka tidak ada yang aktif
kemana maya dan keluarganya