Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 118 Kenapa mereka jadi aneh?



"pakde saya pesan buburnya paket komplit tapi kerupuknya yang banyak, ayamnya juga banyak sama pakai bawang goreng yang banyak juga"ucap Riki menyebutkan pesanannya pakde Timbul kembali mengernyitkan keningnya


"ini den buburnya"ucap pakde timbul menyerahkan bubur ayam pesanan Riki


kini giliran satria yang memesan bubur ayam


pakde saya juga pesan buburnya tapi ayamnya yang banyak ya pakde trus taburin juga bawang goreng yang banyak,satu porsi lagi yang biasa ya pakde "pesan Satria


lagi-lagi pakde timbul mengernyitkan keningnya


"nih kakak adik pesan buburnya aneh -aneh"ucap pakde timbul dalam hatinya


"ini den pesanannya dan ini kembaliannya "ucap pakde timbul


"kembaliannya buat pakde aja ya " ucap satria


"oh terimakasih banyak ya den"ucap pakde timbul merasa senang


"walaupun pesanan mereka aneh-aneh tapi bayarnya lebih jadi merasa nggak rugi"gumam pakde timbul dan masih dapat didengar oleh azlan, satria dan Riki


"kak Azlan dan mas Riki kesini barengan?!!"tanya satria


"iya kami tadi berangkat bareng,trus kamu kesini baik apa?!!" tanya azlan


"saya kesini jalan kaki kak"jawab satria dan Azlan dan Riki menatap satria dengan penuh tanda tanya, satria tau tatapan kedua orang yang ada didepannya itu


"semalam Aurel sakit kepala dan pingsan hingga saya melarikan Aurel keaini jam Satu malam"ucap satria


"Aaapaa??!!! ucap mereka berdua terkejut


"trus kenapa kamu tidak memberikan kami kabar hah!!"ucap Azlan setengah berteriak pada adiknya itu


"maaf mas,semalam saya benar-benar penik karena Aurel tiba-tiba tidak sadarkan diri,saya tidak membangunkan kalian wemua karena saya tau kalia pasti sangat lelah setelah acara resepsi dari pagi hingga malam


"trus apa kata dokter"tanya Azlan


"katanya Aurel kelelahan"jawab Satria


"ya sudah kalau begitu kami pulang kehotel dulu untuk memberitahu yang lain dan mengangantarkan bubur pesanan sang nyonya karena kalau kami langsung kerumah sakit nanti buburnya sudah tidak enak lagi dimakan "ucap Azlan


satria hanya mengangguk mendengar ucapan kakaknya itu


"kami duluan ya sat"ucap Riki dan mengikuti azlan naik kedalam mobilnya


setelah keduanya pergi satria bergegas menuju rumah sakit karena istrinya sudah lama menunggu


setelah sampai di rumah sakit ternyata Aurel sudah dipindahkan keruang perawatan


karena Anak buah Satria sudah mengurus semua administrasi sesuai permintaan satria semalam


Satria berjalan cepat menuju ruangan perawatan istrinya setelah bertanya pada resepsionis


satria kini sudah berada diruang perawatan istrinya


"assalamualaikum"ucap satria saat memasuki ruangan itu


"waalaikumsalam,mas"jawab Aurel dan juga seorang suster yang sedang mengganti cairan infus Aurel karena sudah habis


satria mendekati istrinya setelah Suster tadi pamit meninggalkan mereka


"maaf lama sayang"ucap satria


"tidak apa-apa mas karena saya tau bubur pakde itu banyak pembelinya,tapi dapakan mas?!!! sesuai pesanan kan!!? "tanya Aurel


"tentu saja sayang semua sesuai permintaanmu" ucap satria


lalu membuka bubur ayam itu dihadapan Istrinya


tampak Aurel meneteskan liurnya saat melihat penamaan bubur ayam itu


setelah mengucap doa Aurel Segera memakan buburnya


Aurel memakan buburnya dengan sangat lahap ,satria memvideokan istrinya yang makan bubur ayam dengan taburan bawang goreng yang sangat banyak


satria tersenyum-senyum melihat istrinya makan seperti orang yang berhari-hari tidak makan


"pelan-pelan saja sayang saya tidak akan memintanya"ucap satria pada istrinya namun Aurel tidak mempedulikan ucapan suaminya dia tetap memakan buburnya dengan lahap


"mas kamu nggak makan buburnya!!?" tanya Aurel pada suaminya karena suaminya itu belum menyentuh makannya


"tapi enak loh mas ternyata,selera bibu nggak buruk juga "jawab Aurel dengan senyuman dibibir nya


"ya sudah mas makan dulu ya"ucap satria dan di balas anggukkan kepala oleh istrinya itu


"oh iya sayang sebentar kita ke Obgyn ya "ucap satria


"memangnya kita mau apa mas !!?" tanya Aurel


"astaghfirullah, kenapa istriku jadi Lola begini ya"gumam satria


"ah kamu tanya saya mas"tanya Aurel pada suaminya karena mendengar Satria bergumam


"tidak sayang, mas cuma bilang pakde timbul lupa ngasi sambel" ucap satria beralasan


satria pindah kesofa untuk makan agar istrinya bisa beristirahat


satria memakan buburnya, ternyata bubur pakde memang enak pantas saja banyak yang datang kesana bahan rela antri demi mendapatkan bubur ayam pakde Timbul


setelah selesai makan satria membantu Istrinya untuk bersih-bersih, satria sudah meminta anak buahnya untuk kehotel mengambil kopernya juga milik Aurel


"Ayo sayang mas bantu kamu bersih-bersih setelah itu kita kedokter Obgyn" ucap satria


"tunggu dulu mas, untuk apa kita ke dokter Obgyn aul kan belum hamil mas"jawab Aurel karena meresa dirinya belum hamil


"tidak ada salahnya sayang kita periksa,siapa tau aja anak kita sudah ada disini "ucap satria mengelus perut istrinya


"aamiin "jawab Aurel tersenyum


"ayo sayang kamu bersih-bersih dulu biar terasa segar " satria membantu Istrinya turun dari ranjang dan memapahnya ke toilet


setelah membersihkan diri satria membantu istrinya memakai baju


setelah itu satria pun membersihkan diri dan berganti baju


"kamu tunggu disini dulu ya mas mau mendaftarkan kamu untuk pemeriksaan kedokter Obgyn, Aurel Hanya mengangguk karena tidak ingin suaminya kecewa jika dia teruse menolak


tak berselang beberapa menit satria sudah kembali dengan membawa kursi roda untuk Aurel


"Ayo sayang kita periksa dulu"satria membantu Istrinya untuk duduk dikursi roda yang dibawanya


"tapi mas kenapa mesti pakai kursi roda sih,saya kan bisa jalan" Aurelemgerucutkan bibirnya


"kamu belum pulih benar sayang"satria mendorong kursi roda yang diduduki istrinya menuju ke ruangan dokter Obgyn


sesampainya disana banyak yang antri untuk memeriksakan kehamilannya ada yang datang sendiri ada juga yang diantar oleh suaminya


"ya Allah semoga saya juga bisa cepat memberikan keturunan untuk suamiku"Aurel mengusap-usap perutnya san dan menatap seorang ibu dengan perut buncitnya


"Ibu Aurelia,mari bu silahkan"panggil suster dan mempersilahkan aurel dan Satria masuk ke ruangan pemeriksaan dokter Winda sp.og


"mari bu pak silahkan duduk,ada yang bisa saya bantu?!!" tanya dokter winda


" iya dok saya ingin memeriksakan istri saya karena kemarin dia tiba-tiba pingsan dan dokter yang menangani saat di ruang UGD menyarankan untuk diperiksa kesini " jawab satria menyampaikan maksud kedatangannya


"oh begitu ya pak,baiklah kalau begitu terlebih dahulu ibu sebaiknya melakukan tes urine dulu biar dibantu oleh suster" dokter winda menyodorkan sebuah penampungan urine dan sebuah respek


Aurel dituntun oleh suster ke toilet yang ada dalam ruangan itu untuk mengambil urinenya


aurel belum bebas bergerak karena ditangannya masih ada selang infus


"silahkan bu, masukkan urine ibu disini lalu celupkan benda ini" Aurel hanya tersenyum karena biasanya dia yang memeriksa dan menusuk pasien dengan karum infus namun kini gilirannya yang dirawat


Aurel juga tau langkah-langkah yang harus dilakukan saat memeriksa urinenya dengan memakai tespek namun Aurel mengecewakan suster yang membantunya


Aurel terkejut saat melihat hasil dari tespek yang digunakannya tanpa sadar air matanya sudah luruh membasahi pipinya rasa bahagia begitu membuncah dalam hati


Firasat suaminya memamg tidak bisa diragukan karena jika suaminya tidak memaksanya dia tidak akan pernah tau apa yang terjadi padanya


Aurel kembali ketempat duduknya tadi didekat suaminya lalu menyerahkan hasil tesnya


"selamat ya pak bua,ibu Aurelia ternyata positif hamil


saya salut kepada bapak karena bapak sigap mengantarkan istrinya kemar"dokter Winda tersenyum pada mereka berdua


"Alhamdulillah, akhirnya doaku sudah terkabulkan" satria mengusap wajahnya dengan binaran bahagia