
Setelah itu mereka berjalan menuruni tangga dan berjalan keluar dari Ruko
Hati bayu merasa bahagia karena bisa mendapatkan nomor ponsel Arumi
Senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya
Malam hari Bayu tak dapat memejamkan matanya karena selalu memikirkan Arumi
Bayu mencoba untuk bisa tidur sejak selesai sholat isya namun sampai larut malam mata bayu tak ingin terpejam
Bayu meraih ponselnya yang diletakkan di atas nakas
Mengutak-atik nya mencari nama seseorang, setelah mendapatkannya dia menjadi bimbang dan ragu untuk menghubunginya bayu takut mangganggu jika orang itu sedang beristirahat
Beberapa kali bayu meletakkan ponselnya dan diambilnya lagi sampai akhirnya bayu memutuskan untuk menghubunginya subuh nanti dengan alasan membangunkan untuk sholat subuh
Bayu memaksakan matanya untuk bisa terpejam dengan berzikir sampai akhirnya dia terlelap dalam tidurnya
Azan subuh sayup-sayup terdengar dari kejauhan Bayu bergegas Bangun dari tidurnya lalu membersihkan diri dan berwudhu setelah itu dia melaksanakan sholat subuh
Setelah sholat subuh bayu meraih ponselnya dan menghubungi seseorang
"Halo Assalamualaikum "jawab seseorang diseberang sana dengan lembutnya yang mampu membuat jantung Bayu berdebar kencang
"waalaikumsalam"jawab bayu cepat
"iya mas Ada apa ?"tanya Arumi
"tidak apa-apa dek,mas cuma bangunin kamu untuk sholat subuh "jawab Bayu gugup
"oh ... makasih ya mas udah perhatian, ini Arum baru saja selesai sholat subuh mas sendiri sudah sholat belum ?"tanya Arumi pada Bayu
"sudah dek,nih masih duduk diatas sajadah trus hubungi kamu"jawab Bayu
"oh Alhamdulillah kalau begitu "ujar Arumi
"Dek kamu sibuk Ndak ?"tanya Bayu
"nggak sih mas, untuk beberapa hari ini kebetulan saya lagi libur kuliah soalnya baru selesai semester mungkin minggu depan baru balik kekota"jawab Arumi
"kamu dikota tinggal sama siapa ?apa kamu ngekos?"tanya bayu terdengar khawatir
"saya tinggal dimess kampus mas bareng teman-teman namun kadang-kadang saya nginap di rumah Oma
"oh Alhamdulillah kalau begitu"jawab Bayu
"emangnya kenapa mas?"tanya Arumi nggak sih,mas cuma khawatir kamu dikota sendirian apalagi kalau ngekos takut aja kost-kostannya tidak aman"jawab Bayu
"Alhamdulillah tempat saya tinggal aman mas"jawab Arumi
"oh Alhamdulillah kalau begitu "ujar Bayu
Tak terasa pagi hari sudah menyingsing cahayanya sudah bersinar terang menggantikan cahaya sang rembulan
Bayu dan Arumi masih Asyik dengan obrolan mereka
Saat Bayu menatap keluar jendela dan melihat diluar sana sudah nampak terang
"Dek,kamu mau nggak temani mas Cari sarapan soalnya mas tidak tau penjual sarapan disekitar sini "ujar Bayu beralasan dia ingin sekedar lebih dekat lagi dengan Arumi
"mmm,bisa sih mas tapi mas jemput Rumi ya
nanti Rumi kirim lokasi rumah Rumi"jawab Arumi menyanggupi permintaan Bayu
"okey dek mas siap-siap dulu,lalu jemput kamu "ujar bayu begitu bahagia dan bersemangat
"iya mas,Rumi juga mau siap-siap "jawab Arumi
"ya sudah mas matikan teleponnya ya"ujar Bayu
"iya mas, Rumi tunggu ya"jawab Arumi dengan senyuman manisnya terkembang di bibirnya
Setelah sambungan telpon mereka terputus Arumi bergegas mengirimkan lokasinya kepada Bayu lalu Arumi bersiap-siap takut jika Bayu sudah sampai dan dia belum juga selesai
"mau kemana Rum?"tanya Bu Ayudia kepada Arumi
"mau jalan sama teman umah "jawab Arumi
"kamu nggak sarapan dulu?"tanya Bu Ayudia lagi
"rencananya kita mau sarapan diluar umah"jawab Arumi
"oh ya sudah kamu hati-hati ya "jawab Bu Ayudia lagi,dia memang tidak pernah mengekang anak-anaknya dalam pergaulan karena Bu Ayudia tau anak-anaknya tidak akan melawati batas yang seharusnya
Belasan detik Berlalu Arumi juga sudah siap,Bayu sudah datang menjemput
Arumi bergegas menemuinya
"mah Rumi berangkat dulu ya"ujar Arumi berpamitan kepada ibunya dan mencium punggung tangan ibunya itu begitu pun dengan pam Umar Arumi hanya sekedar mencium punggung tanganny tanpa berkata apa-apa
"Hai mas"sapa Arumi saat sudah sampai didekat mobil Bayu
"hai,yuk kita berangkat sekarang "ujar Bayu pada Arumi
"tapi udah pamit kan sama orang dirumah ?"tanya bayu lagi
"sudah mas, dirumah ada umah dan babah"jawab Arumi
"siap mas Saya akan jadi pemandumu seharian ini "jawab Arumi
"selamanya mas juga mau"ujar Bayu pelan
"Apa mas?"tanya Arumi
"nggak apa-apa "jawab bayu tersenyum
"ish mas nggak seru, ngomongnya nggak jelas"jawab Arumi mengerucutkan bibirnya
"jangan ngambek-ngambek dong nanti saya salah jalan"jawab bayu
"biarin "jawab Arumi dan itu membuat bayu jadi gemas sendiri
"jadi nggak apa-apa nih kalau saya nyasar trus bawa kamu ke KUA "ujar Bayu bercanda
"ngapain mas ke KUA?"tanya Arumi
"ya buat ngehalalin kamu"jawab Bayu
"ish mas ini mau ngehalalin tapi belum datang melamar "jawab Arumi bercanda namun buat Bayu itu adalah angin segar
"emangnya kalau mas Datang ngelamar kamu,kamu mau menerima mas?"tanya Bayu penuh harap
"nggak "jawab Arumi
"loh kok enggak ?"tanya Bayu
"mas kan lagi dekat sama seseorang jadi saya nggak mau lah kalau dibilang pelakor"ujar Arumi
"memangnya kamu merasa jadi pelakor?"tanya Bayu
"ya enggak lah mas "jawab Arumi
"ya berarti kamu bukan pelakor,tapi ngomong-ngomong kita sarapan dimana nih perasaan Kita mutar-mutar aja dari tadi "tanya Bayu karena perutnya sudah berbunyi
"eh maaf ya mas,sampai perutnya bunyi gitu
Mas mau sarapan apa?"tanya Arumi
"kamu sendiri mau sarapan apa?"ujar Bayu bertanya kembali
" loh kok balik tanya sih mas"ujar Arumi
"mas kan nggak tau sarapan apa saja yang ada disekitaran sini"jawab Bayu
Arumi mengedarkan pandangannya melihat sekitarnya dimana sering ada penjual sarapan pagi disekitar daerah yang mereka lewati saat ini
"kalau saya mau sarapan bubur Ayam aja mas,mas suka nggak?"tanya Arumi
"iya mas Suka "jawab Bayu
"oke kalau gitu kita sarapan bubur ayam, sekarang mas Depan sana belok kiri ya "ujar Arumi
"okey "jawab Bayu dan mengikuti perkataan Arumi
"nah depan sana kita berhenti ya mas" ujar Arumi
Setelah sampai ditempat yang ditunjuk oleh Arumi Bayu menghentikan mobilnya dan disana terlihat banyak orang yang masuk kedalam sebuah tempat makan yang bertutupkan terpal
"mas nggak apa-apa kan makan disini? disini itu bersih kok buburnya juga dijamin enak?" ujar Arumi karena takut kalau bayu merasa jijik makan ditempat seperti ini
"nggak masalah kok"jawab Bayu karena Bayu memang orangnya nggak jijikan pada tempat makan karena dia itu sudah terbiasa makan dimana saja saat menjalankan tugas sewaktu masih menjadi seorang tentara
"Ya sudah ayo masuk nanti kita nggak dapat tempat duduk "ujar Arumi
Mereka berdua pun berjalan memasuki warung makan itu dan benar apa yang dikatakan Arumi jika tidak cepat maka tidak akan kebagian tempat duduk karena tempat yang mereka duduki tempat terakhir yang tersedia karena semua sudah full
"pembelinya ramai sekali ya"ujar Bayu
"iya mas kalau kita kesini agak siangan pasti sudah kehabisan"jawab Arumi
Tak berapa lama mereka duduk dan memesan Dua porsi bubur ayam komplit pelayannya pun sudah datang mengantarkan pesanan mereka
"emmm, buburnya enak ya bikin perut terasa hangat juga"ujar Bayu setelah memakan bubur ayam didepannya yang masih mengepulkan asap
"iya mas bubur mang Ujang memang sudah terkenal enak makanya orang-orang yang nggak sempat buat sarapan dirumah mereka pasti kesini baik itu dimakan langsung disini ataupun dibungkus untuk dimakan disekolah atau dikantor
Dan juga jika hari Jum'at mang Ujang buka gerai disamping warung ini khusus untuk pengemis,anak jalanan,tukang ojek dan anak yatim-piatu agar tidak menggangu pelanggan setianya mang ujang
mereka sengaja memisahkannya kan biasa juga ada yang jijikan jika ada anak-anak pengemis atau anak jalanan gitu jadi mang Ujang memberikan mereka tempat khusus untuk mereka"ujar Arumi
"itu gratis?" tanya Bayu
"iya mas khusus hari Jum'at mang Ujang ngasih gratisan untuk mereka yang tidak mampu
Mang Ujang biasa menyediakan ratusan porsi khusus untuk mereka bahkan mereka akan memberikan beberapa porsi untuk dibawa pulang jika mereka bisa menghafal surah-surah pendek yang disebutkan oleh anak buah mang Ujang "jawab Arumi antusias menceritakan kegiatan amal mang Ujang dan anak buahnya
"wah mulai sekali ya hati mang Ujang ini pantas saja reskinya tidak terputus dan orang-orang juga senang datang kemari "ujar Bayu
"iya Mas"jawab Arumi
Tak terasa bubur ayam mereka sudah habis
Dan mereka melanjutkan acara mereka selanjutnya mengajak Bayu berkeliling desa