Mas Duda I Love You Full

Mas Duda I Love You Full
Bab 132 ngidam pengen digendong



Arumi begitu manja pada umah padahal dirumah Arumi biasa-biasa saja,hanya saja dia sangat sensitif dan tidak bisa mendengar suara yang besar Arumi akan langsung menangis


semenjak mama bertanya dan meragukan anak kami,arumi berubah dingin dan tertutup tidak seperti dulu


"sayang kita kerumah mamah ya" rayuku pada istriku itu


"nanti aja ya mas saya masih kangen pada umah, kalau mas pengen kerumah mama silahkan saya nanti aja"jawabnya


"kalau begitu mas kerumahnya mama ya,mas nggak lama kok mas hanya sebentar disana "ucapku


cciya mas lama juga nggak apa-apa "jawabnya ketus dan itu tandanya dia tidak suka jika saya datang kesana


kutarik nafas panjang mencoba untuk bersabar


sebenarnya Arumi tidak salah karena merasa diragukan oleh mama


kukecup kening dan pipinya yang sekarang sangat cuby


karena jarak rumah umah dan rumah mama lumayan jauh saya meminjam motor milik Arumi saat akan keluar rumah kak Azlan datang bersama istrinya


terlihat perut kak Fatiyah sangat besar apa karena bayinya kembar


"Assalamualaikum "ucap kak Azlan dan istrinya


"waalaikumsalam "jawab kami


Arumi berlari menemui kak Azlan


"kakak" pekik Arumi


"hei sayang jangan lari-lari seperti itu dek kasihan ponakan kakak dibawa lari-larian begitu "ucap kak Azlan


"kakak Rumi kangen "ucapnya memeluk kak Azlan bergantian dengan kak Fatiyah lalu mengelus perut kak Fatiyah yang buncit


"kami juga kangen dek"ucap kak Fatiyah


tak berselang lama kak satria dan kak Aurel juga datang Arumi juga memeluk mereka bergantian


azka dan Nana pun datang mereka berpelukan


Nana dan Arumi saling mengelus perut, perut nana sudah mulai terlihat


ya mereka sangat dekat walaupun mereka hanya saudara angkat tapi mereka seperti saudara kandung kak Ayumi dan Arumi sangat manja pada ketiga saudara angkat nya itu


ketiganya pun tak pernah merasa terbebani jika keduanya menyusahkan mereka seperti hari Arumi minta digendong terus oleh Kak Azlan


"hai mas "sapa ku bersalaman ala laki-laki dengan ketiga kakak iparku


"apa kabar bay"tanya kak Azlan


"baik kak"jawabku


sayapun mengurungkan niat untuk kerumah mama


"kak gendong"ucap Arumi manja


"ehh kenapa jadi manja begini !?"tanya kak Azlan


"kak Rumi kembali seperti waktu kecil hobynya nemplok si punggung kita malas jalan hahahaha "ucap azka terkikik geli


"iya dek kenapa kamu seperti Rumi kecil suka minta gendong !?"sahut kak Satria


"kak azlan tidak mau gendong Rumi !?"tanya Arumi dengan mata berkaca-kaca


"mas turutin aja,dia kayaknya lagi ngidam deh!!"ucap kak Fatiyah


"ya sudah,sini dek"ucap kak Azlan pasrah


Arumi terlihat berbinar saat kak Azlan ingin menggendongnya


arumi mendekati kak azlan dan mulai naik kepunggung kak azlan


"astaghfirullah nak,kok kamu digendong sih?! apa kamu lagi sakit!?"tanya umah panik dan yang lainnya terkikik geli


"eh Rumi kenapa kok kak azlan menggenggamnya !?" ucap kak Ayumi yang Baru datang bersama anak-anak dan suaminya


"tot mimah lumi pidendom pama babah!? apatah mimah cakit!?"tanya Arisha


"iya kok mimah di gendong!?"Abian juga ikut bertanya


"tidak apa-apa sayang,dedek yang diperut mimah lagi mau digendong "ucap kak Fatiyah


"ohhh, apatah mimah juda atan puna dedet payi!?"tanya Arisha


"iya sayang mimah akan punya dedek juga "Jawab kak Fatiyah


"wah Apang tita atan memiliti dedet payi yang banyat holeee "teriak Arisha girang


"iya dek kita akan punya dedek bayi yang banyak "jawab abian


"abah, apatah abah capet!?"tanya Arisha penuh perhatian pada kak azlan


"tidak sayang,abah tidak capek"jawab azlan


"oh talau abah capet,abah binta tolong ya pama papi bial didantitan pama papi dendong mimah"Ucap Arisha bosy


"tapi papi sama papa tidak mau gantikan abah gendongan mimah,gimana dong!?"ucap Azlan dramatis


"papa...papi...ndat poleh sepelti ipu tan tasian abah!! jadi papi pama papa halus dantitan Abah setalang juda"ucap Arisha seperti bos kecil saya sangat gemas padanya


"baik tuan putri "jawab Kak Satria dan Azka


"Badus, talian ipu belsolala jadi halus tolong pelolong balam ketulitan"ucap nya menasehati


"hahaha hahaha kamu benar "jawab kak satria


"tenapa papa dan Papi Tetawa-tawa !? apatah ada yang lucu?!" tanyanya lagi


anak kak ayumi ini sangat cerewet dan cerdas selalu ingin tau


"maafkan lah kami kami khilaf "ucap keduanya


"baitlah taya atan bebaaftan anda pati talian halus dantitan Abah buntut mendendong Minah tetamalna toalnna mimah cudah teltidul "ucap Arisha dan kami semua menoleh ke Arumi yang ada dalam gendongan kak azlan


"astaghfirullah bisa-bisanya dia tertidur seperti itu "ucap umah


"Arumi kecil kembali umah, hahhahaha !!!"ucap kak Ayumi dan diangguki oleh Umah, satria dan Azka dan ikut tertawa


"usttt,tenapa talian libut sih mimahkan ladi tidul,tasian banti telbanun "Arisha menegur mereka dan mereka pun berhenti tertawa


astaga anak kecil ini kenapa menggemaskan sekali,apakah anakku nanti juga seperti itu !?


ternyata sewaktu kecil juga sangat menggemaskan, karena jika mendengar ucapan kak satria, ayumi dan Azka


Kak azlan membawa Arumi masuk kekamar kami untuk ditidurkan saya mengikuti mereka karena pasti kak Azlan bakal kesulitan menurunkan Arumi dari gendongannya


setelah sampai dikamar benar perkiraanku kak Azlan kesulitan menurunkan Arumi dari gendongannya


saya membantunya dan menurunkan Arumi pelan-pelan agar Arumi tidak terbangun


kami meninggalkan Arumi tidur dikamar dan kembali bergabung bersama yang lainnya


"Bay kamu jangan marah ya jika Arumi manja pada kami karena sedari kecil dia memang seperti itu pada kami bertiga bukan hanya Arumi yang seperti itu tapi Ayumi juga" ucap kak Azlan saat kami menuruni Anak tangga


"iya kak saya mengerti kok"jawabku


"kamu Sabar ya hadapi sikapnya dia itu memang sangat lembut tidak seperti ayumi yang blak-blakkan


tapi jika dia sudah marah,dia tidak akan memandang siapa jika sudah merasa terpojokkan dia akan menampakkan sikapnya yang dingin dan kejam


dia juga pendendam tidak mudah memaafkan kesalahan orang lain apalagi iti sangat menyakiti hatinya contohnya abah pernah menyakitinya dan lihat sampai sekarang Arumi marah kami sudah mencoba menasehatinya tapi hatinya masih terlalu sakit katanya "ucap kak Azlan panjang lebar


pantasan saja sampai sekarang dia tidak mau memaafkan mama setelah melakukan kesalahan fatal yang meragukan kesetiaan Arumi padaku


"serius amat sih ngobrolnya "ucap kak Ayumi mengagetkan kami


"kak yumi juga mau digendong !!!"ucap kak Ayumi pada kak azlan


kak azlan menepuk jidatnya sendiri mendengar permintaan adiknya


"dek kamu itu sudah tidak bisa di gendong kasian anak kamu bisa kejepit "ucap kak Azlan dan kak ayumi langsung cemberut sedangkan kak Fatiyah hanya tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kak ayumi


"Bibu"pekik kak ayumi


"Dunda ini ya,cudah becal macih aja mau dipendon pama Abah tan tasian abah dunda patsi papek tekali cuda pendon mimah !!! iya tan abah?!"ucap Arisha menegur ibunya sendiri


"iya sayang Abah Sangat capek "ucap kak Azlan beralasan dan membuat kak ayumi semakin cemberut


"sudah Sayang nanti mas gendong ya"ucap mas Riki menenangkan istrinya itu


Malam menjelang setelah sholat Maghrib kami makan bersama dan Arumi melarang semua orang untuk pulang kali ini kak satria yang harus menggendongnya


kak satria menggendong Arumi dipunggungnya sampai Arumi tertidur seperti sore tadi


"ternyata ngidamnya Arumi lebih parah dari ngidam kalian berempat"ucap satria


"sepertinya ada sesuatu deh yang disembunyikan adik kalian "ucap umah


"maksudnya umah"tanya Ayumi


"kalian ingat jika dia berlaku manja pada kalian semua pasti ada yang menyakiti hatinya karena dia butuh perhatian sehingga dia bermanja-manja pada kalian "jawab umah


degg


ternyata begini cara istriku menyalurkan kesedihan dan kekecewaannya pantas saja dia selalu ingin pulang


"Bayu apakah ada yang pernah terjadi!?"tanya Umah


degg


apa yang harus saya katakan, tidak mungkin saya katakan jika mama meragukan anak dalam kandungan Arumi


"sebenarnya Tante maya pernah datang kerumah dan mengatakan bahwa Arumi mengandung bukan anakku "ucapku jujur


...****************...


maaf baru up soalnya lagi sibuk nikahan ponakan juga mataku lagi sakit 🙏🏻🙏🏻


jangan lupa ya berikan jempol tangannya


🥰🥰😍


jangan lupa mampir dikaryaku yang lainnya



Suamiku Pelit Bin Medit


Diusir ibu mertua dan diceraikan suami saat hamil anak kelima



😊😊🥰😍